NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Surgawi

Sistem Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: OhMyZy

Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Kaki Pertama Sang Penguasa Menembus Dimensi

Debu-debu reruntuhan yang tadinya membumbung tinggi ke udara malam Benua Barat perlahan-lahan mulai jatuh kembali ke atas permukaan tanah, meninggalkan kabut tipis yang bergesekan dengan pendar cahaya keemasan dari tubuh Bai Chen. Di dalam kawah cekung sisa kehancuran ruang bawah tanah tersebut, pemuda itu berdiri tegak tanpa cacat sedikit pun. Jubah lusuh yang sebelumnya compang-camping dan berlumuran darah kini tampak berkibar tenang, seolah tersapu oleh medan energi transendental yang mengitari setiap inci kulitnya.

Bai Chen tidak langsung bergerak. Ia perlahan mengangkat lengan kanannya, membuka telapak tangan tersebut, dan menatap garis-garis kulitnya dengan sorot mata yang dipenuhi oleh ketenangan seorang ilmuwan agung sekaligus ketajaman seorang dewa perang. Di dalam genggamannya, ruang hampa udara di sekitar jari-jarinya berderak pelan, menghasilkan riak-riak dimensi kecil yang memantulkan cahaya bulan sabit di langit malam.

"Tubuh fisik ini..." bisik Bai Chen pada dirinya sendiri, suaranya beresonansi langsung dengan frekuensi getaran alam semesta di sekitarnya. "Bukan hanya sekadar wadah kultivasi tradisional. Ini adalah sintesis sempurna antara hukum termodinamika kuantum dunia modern dan esensi energi purba dari ranah Void Dao."

Bagi jiwa seorang insinyur yang terlempar melintasi jutaan tahun cahaya, dunia kultivasi Tianwu ini pada dasarnya adalah sebuah sistem makrokosmos yang diatur oleh hukum fisika energi tinggi. Jika para kultivator biasa menyerap energi spiritual melalui meditasi buta dan kepatuhan pada kitab kuno, Bai Chen melihat aliran Qi sebagai matriks data yang dapat diurai, dihitung, dan dimanipulasi secara presisi mutlak.

[Ding! Integrasi data spasial dan temporal inang telah mencapai tingkat kestabilan 100%.]

Suara mekanik yang familiar kembali berdering lembut di dalam rongga kepalanya. Panel hologram transparan bergaris biru tua melayang anggun di hadapan matanya, menampilkan rincian kemampuan pasif yang baru saja terbuka:

[Atribut Inang: Bai Chen]

[Ranah Kultivasi: Void Dao - Tingkat Awal (Ranah 7)]

[Keterampilan Pasif Aktif: Retognisi Spasial, Manipulasi Gravitasi Mikro, Perisai Kinetik Mutlak]

[Poin Sistem Tersedia: 1.000 Poin Kebangkitan]

Bai Chen melirik sekilas ke arah sudut panel hologram tersebut. Dengan kekuatan Void Dao yang berada di tangan kirinya, ia tahu betul bahwa keberadaan faksi cabang Sekte Pedang Surgawi di Benua Barat ini tidak lebih dari sekadar mainan kecil yang bisa ia hancurkan kapan saja ia mau. Delapan belas tahun penyiksaan, cacian sebagai sampah, serta darah ibunya yang terkuras di halaman belakang klan, kini menuntut penyelesaian yang setimpal.

Namun, sebelum ia melangkah keluar dari kawah reruntuhan untuk menemui para tikus-tikus kecil dari klan yang mulai berdatangan, sebuah memori masa lalu melintas di benaknya. Di sudut halaman belakang faksi cabang yang terpencil, ibunya—Bi Xiu—pasti sedang mencemaskan nasibnya di tengah dinginnya malam. Selama delapan belas tahun, wanita malang itu menjadi satu-satunya tempat Bai Chen menggantungkan sisa kehangatan manusia di dunia yang kejam ini.

“Ibu, tunggu sebentar lagi,” batin Bai Chen, tatapannya menembus dinding-dinding batu yang tersisa, mengarah langsung ke gubuk reot di ujung kompleks sekte cabang. “Mulai malam ini, tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang berani merendahkanmu lagi.”

Tiba-tiba, suara derap kaki yang berlari kencang dari kejauhan membuyarkan lamunannya. Suara teriakan bernada panik dan tegang mulai terdengar bersahut-sahutan di luar gerbang reruntuhan. Kehancuran ruang bawah tanah akibat ledakan energi sistem di Bab 3 tadi ternyata telah memancing perhatian seluruh petinggi faksi cabang Sekte Pedang Surgawi.

"Cepat! Periksa ke sini! Suara ledakan tadi berasal dari arah penjara bawah tanah bawah!" teriak sebuah suara melengking penuh wibawa namun menyiratkan ketakutan.

Sosok yang memimpin gerombolan kedua ini bukanlah pengawas rendahan seperti Mo Chen yang telah berubah menjadi abu, melainkan seorang tetua junior faksi cabang bernama Jian Feng—yang tidak lain adalah paman jauh dari sepupu-sepupu yang sering merundung Bai Chen. Jian Feng mengenakan jubah putih bersulam benang perak khas pengurus senior, dengan pedang panjang berhulu giok tergantung di pinggangnya. Di belakangnya, belasan murid inti dan pengawal bersenjata lengkap berhamburan masuk mengepung area kawah reruntuhan.

Jian Feng menghentikan langkahnya secara mendadak saat matanya menangkap sosok seorang pemuda berdiri di tengah puing-puing bangunan. Alih-alih mendapati sisa-sisa mayat Bai Chen, ia justru melihat pemuda yang selama ini dicap sebagai "sampah tidak berguna" berdiri dengan tenang, mengenakan jubah usang namun memancarkan aura menakutkan yang membuat lutut para pengawal di belakangnya bergetar hebat.

"Bai... Bai Chen?!" teriak Jian Feng dengan suara terbata-bata, bola matanya hampir keluar dari kelopaknya karena rasa kaget yang teramat sangat. Ia mengusap matanya beberapa kali, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Bagaimana mungkin... kau... bukankah jalur Dao-mu sudah dihancurkan oleh Tetua Besar kemarin sore?! Bagaimana kau bisa berdiri di sini di tengah kawah reruntuhan ini?!"

Belasan murid inti yang mengepung tempat itu—termasuk beberapa sepupu Bai Chen yang ikut dalam rombongan, seperti Jian Lang, Wang Feng, dan Zhao Kun—menatap dengan mulut ternganga lebar. Wajah mereka pucat pasi seolah melihat hantu gentayangan di siang bolong. Mereka adalah orang-orang yang ikut menertawakan dan memukul Bai Chen hingga sekarat di tempat yang sama beberapa jam yang lalu.

"Tetua Feng! Anak sampah itu... anak sampah itu pasti menggunakan ilmu sihir sesat!" seru Jian Lang, salah satu sepupu Bai Chen, sambil menunjuk ke arah Bai Chen dengan tangan yang bergetar hebat. "Bunuh dia! Dia telah menghancurkan fasilitas rahasia sekte cabang!"

Jian Feng menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan sisa-sisa wibawanya sebagai seorang tetua junior berdarah Nascent Dao. Meskipun hatinya diliputi oleh rasa ngeri yang tidak beralasan saat menatap mata keemasan Bai Chen, status dan keangkuhannya sebagai anggota klan menolak untuk tunduk pada seorang anak selir.

"Bai Chen! Kau anak kurang ajar!" bentak Jian Feng, menghunus pedang panjangnya ke udara hingga bilahnya berdengung nyaring memancarkan cahaya kebiruan. "Berani sekali membuat kerusuhan di malam hari, merusak fasilitas sekte, dan membunuh pengawas Mo Chen! Berlututlah sekarang juga dan terimalah hukuman mati demi membersihkan nama baik keluarga!"

Tekanan energi dari ranah Nascent Dao milik Jian Feng dilepaskan secara maksimal, menciptakan embusan angin kencang yang menerbangkan debu-debu di sekitar kawah. Di mata para murid sekte cabang, tekanan sebesar itu sudah cukup untuk membuat manusia biasa bersujud memohon ampun.

Namun, Bai Chen bahkan tidak bergeming sedikit pun. Ia berdiri dengan tangan bersidekap di dada, menatap remeh ke arah Jian Feng seolah-olah gertakan tetua tersebut tidak lebih dari sekadar angin lalu yang menggelikan.

"Hukuman mati?" Bai Chen akhirnya membuka suara. Suaranya terdengar sangat tenang, datar, namun sarat akan ejekan yang mematikan. "Jian Feng, selama delapan belas tahun, aku dan ibuku hidup di bawah bayang-bayang ancaman dan siksaan kalian. Dan hari ini, sebelum fajar menyingsing, klan busuk ini akan segera belajar arti dari keputusasaan yang sesungguhnya."

"Sombong sekali kau, bajingan keparat!" geram Jian Feng, urat-urat di lehernya menonjol keluar karena marah besar. "Serang dia secara bersamaan! Potong anggota tubuhnya menjadi seribu bagian!"

Atas perintah sang tetua, belasan murid inti dan pengawal bersenjata langsung menerjang maju secara serentak, mengalirkan energi spiritual tingkat rendah untuk menebas Bai Chen dari berbagai arah. Cahaya pedang dan tombak menyilang di udara malam, membentuk jaring kematian yang tidak menyisakan celah untuk melarikan diri.

Namun, di hadapan jaring kematian tersebut, Bai Chen hanya menghela napas pelan.

Ia mengangkat jari telunjuk tangan kanannya ke udara, lalu menggoreskannya secara horizontal di ruang kosong. Sebuah gelombang kejut tipis tak kasat mata dari ranah Void Dao melesat keluar dengan kecepatan yang merobek struktur ruang hampa.

Syuuung!

Garis cahaya tipis itu memotong udara tanpa suara. Seketika itu juga, belasan senjata di tangan para pengawal sekte terpotong menjadi dua bagian secara bersamaan. Belum sempat mereka menyadari apa yang terjadi, gelombang tekanan kosmik yang mengikuti di belakang garis tersebut menghantam dada mereka telak.

Bum! Bum! Bum!

Suara benturan tubuh yang menghantam tanah terdengar berturut-turut. Belasan murid inti dan pengawal terpental mundur sejauh puluhan meter, memuntahkan darah segar dari mulut mereka sebelum pingsan tak berdaya di atas rumput. Pedang-pedang berharga di tangan mereka hancur berkeping-keping menjadi serpihan besi tak berguna.

Jian Feng, yang berdiri paling depan, terbelalak lebar hingga rahangnya hampir copot. Pedang di tangannya terlepas dari genggamannya dan jatuh menghantam tanah dengan bunyi nyaring. Keringat dingin bercucuran deras dari seluruh tubuhnya, membasahi jubah kebesarannya dalam hitungan detik.

"Ini... kekuatan apa ini?!" bisik Jian Feng dengan suara tercekat di tenggorokan, sekujur tubuhnya bergetar hebat hingga tidak mampu digerakkan. "Bukan Nascent Dao... bukan pula Transformasi Dao... Tekanan ini... ini adalah tekanan dari seorang kultivator tingkat tinggi yang bahkan melampaui leluhur sekte utama!"

Bai Chen melangkah maju perlahan, melewati tumpukan murid yang pingsan, hingga ia berdiri hanya berjarak tiga langkah di hadapan Jian Feng. Perbedaan tinggi badan dan aura di antara mereka membuat Jian Feng merasa dirinya bagaikan seekor semut kecil yang berdiri di hadapan naga kosmik raksasa.

"Jian Feng," panggil Bai Chen dengan nada suara yang begitu dingin, membuat darah di tubuh sang tetua mendadak membeku. "Di mana sepupuku yang paling bersemangat memukuliku tadi sore? Suruh dia keluar sekarang, atau aku yang akan meratakan seluruh aula utama faksi cabang ini dalam satu kedipan mata."

Ancaman itu bukan ganti rugi kosong. Tekanan dari ranah Void Dao yang dipancarkan Bai Chen mulai menekan langit-langit faksi cabang Sekte Pedang Surgawi, membuat seluruh bangunan di sekitar mereka berderit ngeri seolah-olah siap runtuh rata dengan tanah.

Berita tentang kebangkitan mengerikan sang "sampah" kini telah resmi mengguncang seluruh isi faksi cabang. Para sepupu yang tadinya angkuh kini bersembunyi di balik ketakutan yang luar biasa, sementara para tetua agung di markas pusat Benua Barat mulai merasakan anomali energi kosmik yang aneh di wilayah pinggiran.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bikin tubuh leluhur itu jadi boneka perang
Uranenantios: greget ya wkw
total 1 replies
OhMyZy
rat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!