menceritakan Akira Riyuma seseorang siswa SMA yang pindah sekolah dan pergi dari rumahnya karena rumah lamanya sudah tidak sehangat dulu.
Dia anak pendiam. Dunianya yang terasa sepi.
Sampai dia bertemu Riyumi Asuma.
Gadis yang ceria dan suaranya bikin tenang, tapi entah kenapa... membuat hari-hari Akira jadi ramai.
Di antara hujan, tawa, dan tatapan yang tidak pernah Akira mengerti,
muncul satu pertanyaan di kepalanya:
apa arti sebuah keluarga,rasa yang belum pernah dia rasakan.
akira yang sudah banyak kehilangan seseorang yang berharga di hiduupnya.
apakah akira bisa menemukan kebahagiaan itu ?
apakah akira juga bisa berubah menjadi yang lebih baik dengan bantuan riyumi asuma.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DEMI DIA
Hari itu di atas atap sekolah.
Hari di mana aku mengingat kembali ingatanku.
Aku bertemu dengan teman masa kecilku.
Dia Riyumi Asuma. Gadis yang ceria.
yang memiliki bola mata biru, tubuh yang kaya model, dengan rambut panjangnya yang selalu berkilau dengan warna perak. Dulu rambut dia berwarna kuning.
Karena sebuah alasan dia mewarnai rambutnya menjadi perak.
Aku merasa bahagia karena bisa bertemu lagi dengan dia.
Akira Riyuma: "Ahhh sial! Selalu hampir kesiangan. Aku harus buru-buru nih."
Saat itu Akira mau berangkat sekolah.
Dia berdiri di depan cermin dan menatap wajahnya sendiri.
Akira berkata dalam hati. 'kenapa aku masih hidup sampai sekarang.'
Saat mau berangkat sekolah,
Riyumi Asuma menyapa Akira. "Selamat pagi Aki."
Akira menjawab. "Pagi juga."
'Aki' adalah nama panggilan yang dibikin Riyumi sewaktu kecil.
Riyumi cemberut. "Ihh kenapa tidak panggil aku dengan nama Umi juga?"
Akira hanya diam.
Riyumi menghela napas. "lagi lagi... astaga."
"Ayo berangkat sekolah," kata Akira.
Riyumi pun tersenyum cerah. "Lestgoooooo."
Saat sampai sekolah, orang-orang pun tertuju melihat mereka berdua.
Anak-anak sekolah: "Eh liat liat mereka jalan berdua. Apa mereka pacaran?"
"Tidak mungkin," kata yang lain.
"Ada juga yang bilang kan Akira baru pindah ke sini."
Nana-chan: "Pagi Riyumi."
Riyumi: "Pagi Nana."
Nana menyipit. "Tumben berangkat bareng? Atau jangan-jangan... ekhmmm cieee."
Riyumi malu-malu dan tersenyum.
"Selamat pagi Akira," kata Yasiro dengan nada keras seperti biasanya.
Yasiro: "Pagi-pagi udah berduan aja nih kalian."
Riyumi: "Ayo Nana kita ke kelas. Udah datang tukang onar."
Yasiro kesal. "Aaa awas kamu Riyumi."
Akira hanya diam, dan menjawab. "Pagi."
Akira berkata dalam hatinya.
'Kenapa setelah ketemu Umi hari ku semakin cerah?
Dan orang-orang selalu menyapa ku. Sedangkan dulu orang-orang gak mau mengobrol dengan ku.'
Yasiro berkata: "Ayo Akira ke kelas. Nanti ada jam olahraga jangan sampai telat ."
Akira menjawab datar. "Terserah."
Saat jam olahraga Takahashi melihat Akira dan menghampiri nya.
Takahashi: "Oi Akira. Ayo tanding basket. Yang kalah jauhin Riyumi. Dan yang menang turutin permintaan si pemenang."
Yasiro: "Apa-apaan Takahashi! Jangan ganggu Akira lagi."
Takahashi: "Diam dasar brandal kelas bawah."
Yasiro diam dan kesal. "Awas lu Takahashi."
Akira menjawab santai. "Ayo."
Yasiro tertawa. "Ayo Akira! Hajar balas dendam ku sekali."
Pertandingan basketnya sangat sengit. Karena keduanya sama-sama jago.
Nana berkata ke Riyumi. "Mereka kenapa tuh ribut-ribut?"
Riyumi: "Gak tau. Ayo liat."
Nana: "Ayok."
sampainya di sana Riyumi bertanya.
"Eh Akira dan Takahashi ngapain?" tanya Riyumi ke orang-orang.
Yasiro menjawab. "Mereka lagi tanding."
Riyumi: "Kenapa mereka tanding?"
Yasiro sambil ketawa. "Karena demi kamu hahaha."
Riyumi tersipu malu. Wajahnya memerah. Dan dia terus melihat ke arah Akira.
Nana: "Eh liat skornya. Akira mau kalah Riyumi."
Riyumi: "Eh iyaaa."
Nana: "Semangatin dong."
Riyumi: "Maluuu."
Yasiro berkata ke Riyumi. "Kalau Akira kalah dia bakal nurutin permintaan nya Takahashi."
Riyumi terdiam.
Saat Akira mau kalah dan Takahashi hampir memenangkan duelnya.
Riyumi berteriak. "Semangat Aki-kun!"
Semua orang tertuju ke arah Riyumi.
Orang-orang bergumam. "Aki kun? Aki kun?"
Akira mendengar kata tersebut dan berhasil memenangkan pertandingan tersebut.
Akira: "Sekarang aku menang Takahashi."
Takahashi: "Sial dikit lagi padahal. Okeh aku kalah. Sebutin aja apa kemauan mu."
Akira: "jngan pernah paksakan kemauan mu sendiri.
Karena itu bakal bikin kehancuran bagi dirimu sendiri."
Takahashi: "Apa maksud mu?"
Akira: "Berubah jadi yang lebih baik."
Takahashi: "Oke. Hanya itu?"
Akira berkata dalam hati. 'Karena dia gak tau apa yang bakal terjadi. Jadi jangan sampai dia merasakannya.'
Riyumi yang berlari ke arah Akira sambil membawa sebotol minum.
Riyumi: "Aki, ini ambil untuk mu."
Akira: "Terima kasih."
Nana: "Cieeee."
Yasiro: "Bucin lagi bucin lagi."
Semua orang melihat ke arah mereka berempat.
Mereka gak menyangka bahwa Riyumi udah sedekat itu sama Akira.
Mereka merasa udah gak ada harap untuk dekat dengan Riyumi.
Termasuk juga cewek-cewek yang gak bisa dekat sama Akira.
Saat jam istirahat, Akira dan Riyumi ketemu lagi di atas atap sekolah untuk makan siang.
Riyumi berbisik ke telinga Akira. "Halo sayang."
Akira kaget mendengarnya.
Riyumi tertawa sambil malu.
Mereka mengobrol tentang hal-hal yang dahulu pernah mereka lakukan sewaktu kecil.
Saat itu Riyumi memegang tangan Akira dengan rasa malu.
Akira pun bertanya pelan. "Hey Umi... apakah aku bisa merasakan bahagia itu?
Apakah aku akan selalu kaya gini?"
Riyumi menjawab sambil menggenggam tangan Akira erat.
"Tidak Akira. Sekarang ada aku. Aku tidak akan pergi lagi.
Aku selalu bersamamu mulai sekarang. Jadi jangan pernah merasa sendiri lagi."
Akira terdiam. Air matanya menetes.
Riyumi mengusap rambutnya dan berkata. "Terimakasih karena sudah sekuat sekarang.
Kalau ada apa-apa datang ke aku. Aku bakal selalu jadi tempat kamu pulang."
Riyumi pun memeluk Akira yang sambil menangis.
Riyumi berkata dalam hati. 'Aku tidak bakal pernah ninggalin kamu lagi.'
Saat waktu jalan mau pulang, Riyumi berkata.
"Eh Akira Minggu depan ada acara gak?"
Akira menjawab. "Tidak."
Riyumi: "Ayok pergi jalan."
Akira: "Jalan? Berdua?"
Riyumi: "Iya berdua."
Akira: "Iyaaa."
riyumi:"bye bye.. sampai jumpa Minggu depan"
Riyumi pun tersenyum.
Dan merasa jadi cewek paling bahagia sedunia.