NovelToon NovelToon
ISTRI SUAMIKU

ISTRI SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Umi Asmarani

Seorang suami yang mempunyai dua istri, namun keduanya baik-baik saja tidak ada masalah.

Istri pertama sakit-sakitan dan tidak di karuniai anak, sementara Istri kedua di karuniai seorang putra.
Akan tetapi Sang Suami tidak puas dengan dua Istri, Dia masih tergoda wanita lain.
Akhirnya Dia jatuh dalam pelukan wanita jahat dan serakah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Asmarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30 Berkunjung ke Jogja

Sejak kejadian itu Clara jadi pendiam, Rini sama Bu Nani pun kebingungan. Kenapa Clara yang periang berubah jadi pendiam seperti itu. Rini mencoba mendekati Clara, dia ingin tau penyebab dia jadi pendiam.

"Cla...sore-sore gini enaknya ngapain ya, beli martabak enak kali ya," Rini mencoba menawarkan makanan kesukaan Clara. Tapi Clara tetap diam pada posisinya.

"Sepedaan yukk," ajaku.

"Ngga ahh, lagi males Rin," jawabnya.

"Kamu itu kenapa sih, kok dari kemarin kamu cemberut gitu, ntar cepet tua lho," Ririn mencoba bercanda.

"Biarin, cepet tua juga," jawabnya ketus.

"Aku tau nih...jangan-jangan tuan putri sedang patah hati nih yee," Ririn lari sambil tertawa.

"Kamu ini apa-apaan sih, aku lempar sendal baru tau rasa nih," Clara nimpuk Ririn pakai sendal yang ia pakai. Mereka kejar-kejaran di halaman belakang panti.

Akhirnya usaha Ririn berhasil, ia telah membuat Clara tertawa.

****

Bara merasa dongkol karena ulah Icha, ternyata Icha punya tujuan lain dengan bakti sosial yang ia adakan kemarin. Dia ngga tulus membantu orang yang tidak mampu, tapi karena punya tujuan lain yaitu mendekati Bara. Bara bener-bener kecewa sama Icha.

"Dari awal aku sudah curiga, Icha yang begitu perhitungan kenapa mendadak jadi dermawan. Wartawan yang meliputnya pun suruhan Icha. Dia bener-bener pinter bersandiwara."

"Bara...dalam minggu ini kamu ada libur apa ngga, mamah sama ayah mau nengok Eyang di Jogja," Nara yang sedang mencuci piring sambil mrlirik ke arah Bara yang mematung di teras belakang.

"Iya Mah, Mamah barusan ngomong apa," Bara menanyakan ulang sama Nara.

"Anak mamah kenapa sih kok kerjanya jadi melamun terus, begini, kalau kamu ada libur mau ikut ayah sama mamah ke Jogja apa ngga," Nara mengulanginya lagi.

"Ikut lah, Bara ada libur kok, kapan kita berangkat Mah,?"

"Nanti tanya ayahmu dulu, kalau kerjaan ayahmu udah selesai nanti sore kita bisa berangkat," balas Nara sambil melepaskan clemek yang ia pakai.

"Kamu mandi aja dulu sana, biar seger ngga layu gitu."

"Ihh Mamah, emangnya Bara kembang apa pakai layu segala," Bara melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.

"Kenapa Bara jadi seperti itu, ngga biasanya dia seperti itu...apa dia terlalu cape dengan mata kuliahnya atau ada masalah lain. Sudahlah itu urusan anak muda."

" Ehh, Mas udah pulang...jadi apa ngga Mas ke Jogjanya. Bara mau ikut, libur katanya."

"Jadi lah, kasian ibu udah nunggu kita, ya udah kita siap-siap aja, nanti malam kita berangkat," jelasnya.

"Aku mau mandi dulu Ra, makannya nanti aja, Bara dimana? apa dia udah pulang dari acara bakti sosial itu."

"Udah pulang dari tadi, lagi di kamar...Ehh Mas bentar, sini bilangin, Bara lagi ada masalah kayanya, dari tadi menyendiri terus di belakang," bisik Nara.

"Terus...sekarang masih murung juga," tanya Nando lagi.

"Aku suruh mandi barusan."

Biarin lah Ra...dia itu udah bukan anak kecil lagi, dia pasti bisa nyelesain masalahnya sendiri. Tugas kita sekarang menghibur Bara supaya ngga larut dalam kesedihan.

"Iya Mas, tapi kadang ngga tega liat Bara bersedih."

Nandopun bergegas ke kamar meninggalkan Nara yang sedang berada di ruang tengah. Nara melanjutkan membaca majalah yang sempet terrhenti.

Bara menjatuhkan badannya ke kasur, dia menatap langit-langit kamar, entah apa yang sedang ia pikirkan.

"Clara...apa reaksi kamu tadi adalah cemburu, apa kamu juga punya perasaan yang sama seperti aku, lain waktu aku pasti ke panti mengunjungimu."

"Ayah udah pulang apa belum ya, jadi ngga sih ke Jogja sekarang, pengin cari suasana baru."

Bara meraih ponsel yang tersimpan diatas nakas dan keluar kamar, Bara nenuruni anak tangga menuju ruang tengah. Di sana masih ada Nara yang masih terlihat asyik baca majalah.

"Mah jadi apa ngga ke Jogjanya, " Bara menyandarkan tubuhnya dengan manja ke pundak Nara.

Nara mengusap rambut Bara dengan lembut penuh kasih ," tumben kamu ngga sabaran banget Mamah sama ayah ke Jogja, kamu kenapa nak?"

"Ngga kenapa-napa Mah, bosen aja lama ngga liburan," sahutku.

Terdengar suara langkah sepatu Nando menuruni anak tangga," kenapa Mamah belum siap, ayo kita berangkat sekarang aja," ajak Nando.

"Iya Mas, ini anakmu lagi bermanja-manja, makan dulu Mas udah dingin tuh...kirain habis mandi makan dulu malah keluar udah rapi gitu. Ya udah Mas Nando sama Bara makan dulu Mamah mau ganti baju dulu sebentar

Nara naik ke kamar, sementara keduanya berjalan menuju ruang makan. Mereka makan dengan lahap masakan Nara.

"Emang kamu beneran libur, atau kamu lagi ada masalah dan ke Jogja untuk menghindar,?" tanya Nando sambil tetap menikmati makananya.

Bara melirik ke arah ayahnya, " libur yah...kata siapa menghindar dari masalah, ayah ini sok tau banget ahh."

Nando mengerjapkan matanya," ya siapa tau aja, tapi masa anak ayah pengecut...menghindar dari masalah," Nando terkekeh.

Keduanyapun selesai menikmati makanan yang di masak Nara. Nara juga udah siap tinggal berangkat. Nara menitipkan rumah sama Mang Udin sana Mba Dinah, mobilpun mulai melaju pelan meninggalkan halaman rumah.

****

Lina sedang bersiap pergi dari kontrakan yang selama ini di tempatinya bersama Alex, tanpa sepengetahuannya Lina akan pindah dari situ dengan dibantu tetangganya. Lina sudah cukup menderita karena Alex. Dia hanya membawa beberapa pakaian sama barang penting aja, yang terpenting adalah pergi dari rumah kontrakan itu.

Tetangga sudah datang membantu mendorong kursi roda yang di duduki Lina, dan ada yang membantu membawakan kardus menuju mobil yang Lina sewa. Perlahan mobil itu membawa Lina pergi dari kontrakan milik Alex. Dia sangat beruntung memiliki tetangga yang masih peduli.

Tidak lama setelah kepergian Lina, mobil minibus masuk nampak Alex keluar dari mobil dan memapah seorang perempuan seksi dari dalam mobil. Keduanya berjalan menuju rumah, Alek menggedor-gedor pintu sambil berteriak.

Dorr..dorr...dor...

"Lina! cepat buka pintunya!

Masih dengan memapah perempuan yang kelihatannya sedang mabuk. Dia mendudukan perempuan itu dan mengintip suasana dallam rumah.

"Kemana si Lina s*alan itu, apa dia. tertidur pulas," Alex mencoba ke arah samping rumah dan menggedor jendela kamar, tetap saja tidak ada sahutan dari dalam rumah.

"Ini kan kunci rumah...lantas Linanya kemana, dia ngga mungkin bisa keluar sendiro tanpa bantuan orang lain, tapi siapa yang sudah membantunya pergi dari sini.

"Sial kamu Lin, jangan harap hidup kamu akan tenaang, kemanapun kamu pergi pasti akan aku temukan."

Alex membuka pintu dan memapah perempuan tadi masuk ke dalam rumahnya. Dia menjatuhkan badan perempuan itu ke ranjang milik Lina. Alex duduk sambil memegang kepalanya yang mungkin terasa pening, habis minum pulang ngga ada Lina. Biasanya dia menganggap Lina seperti pembantu menyuruh semau dia.

Kira-kira Lina pindah kemana ya, kasian juga. Dulu kelakuannya sama seperti Alex, tapi cobaan demi cobaan yang akhirnya membuat dia berubah, dia sadar bahwa kelakuannya dulu telah merugikan banyak orang.

*bersambung...

Terima kasih buat para readers setia, saya minta maaf karena kadang masih ada typo di mana- mana.

kritik dan sarannya kak...❤🤗*

1
Neti Herawati
Luar biasa
Endang Supriati
menghayal si lina, semua harta milik naura,krn istri pwrtama ygvsah. nara pun tdk bisa mebguasai klu nikahbairu. apalagi lina! ujug2 mau ambil.
andai dirimu nikahbdg nando dgn siri, harta ygvdiberikan nando ke kamu, jd harta gono gini istri yg sah sexara afama dan negara.
jd perkawinan dgn suri, tdk punya kekuatan hukum apapun.
Sri Wahyuni
s nando memang dah dua x nyakitin knp ga d ksih ksemptan k 3 smoga az brubah y bnar2 ini dpt suami s varo jg d kcewain lg mna ada ank lgi nara smua psangan klau cari yg smpurna itu ga bkalan ada nma y jg manusia tpi d stiap kkurangan ga ada slh y bsa sling mlengkapi
Umi
bagus sih ada sisi positifnya juga, supaya kita bijaksana dalam mengambil keputusan supaya tidak ada penyesalan
Ima Yuliantina Tony
buknnya 50 seh msh blm tua banget ya dn masih sangat mampu kecuali dah umur 70/80 thn hahaha
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo jika berkenan silahkan mampir di novelku judul suami turun level, terima kasih kak
total 1 replies
Ima Yuliantina Tony
eneknya svari balikan sm s angelica
Ima Yuliantina Tony
ne ceritanya pegimane seh kocak dah
Indah Triwahyuni
bgs ceritanya thor
Dyah Shinta
Hana umur berapa?
Sudah tua kan ?
Waktu Nando selingkuh dgn Lina umurnya diatas 40 th. 23 tahun kemudian berarti sudah di atas 60th.
Hena teman sekolah Nando.
Masih melacur...
nesya
sdh ku bilang kan... varo km mati aja.
nesya
mati aja km varo
nesya
jd cerita nya mbulet aja nih Thor. ini br yg nama nya dunia cm selebar daun kelor, di mana pun sll itu" aja ketemu nya.
nesya
Nara itu hny wanita yg baik dan lembut, yg dlm hidup nya sll mengutamakan keluarga, tp di kecewakan dan di sakiti. jd pd saat ada pria lajang yg dgn mati"an mengejar cinta nya, sbg seorang wanita, sdh tentu dia pun pd akhirnya luluh dgn kesungguhan pria tersebut, Nara tdk salah, kl pd akhirnya apa yg dia harapkan ternyata tdk sesuai dgn angan. mgkin ujian dr Allah swt masih hrs dia jalani sampai nanti dia menemukan kebahagiaan yg haqiqi. Krn tak ada hal baik yg tak akan di balas dgn setimpal oleh Allah swt di ujung takdir hidup setiap hamba nya yg sabar.
nesya
varo lebih jahat drpd Nando. Nando mmg selingkuh di belakang Nara, tp dia tdk pernah ingin menceraikan Nara, bahkan Nando jg tdk pernah mengabaikan anak nya. sdg si varo ini malah sdh berencana utk meninggalkan Nara dan kembali pd Angel bahkan dia sdh menyetujui kl Nara menggugat cerai diri nya. dia jg bahkan mengabaikan anak nya yg sdg sakit. Nando itu tipis iman, makanya sll tak bs menahan hawa nafsu syahwat nya. sdg kan varo tak berakhlaq Krn bahkan dia tak pny rasa empati terhadap istri dan anak nya apa bila dia sdg senang.
nesya
Nara wanita yg hebat, meskipun di kecewakan, di bohongi, bahkan di khianati oleh suami nya, dia tetap tegar membesarkan anak nya dgn penuh cinta dan kasih sayang, tanpa mengeluh pd siapapun. makanya anak, menantu, bahkan teman" anak nya pun begitu menyayangi diri nya
nesya
ternyata varo pun tdk bs bijaksana sbg suami dan kepala rmh tangga. kl ada masalah hrs nya itu duduk bersama dan mencari solusi nya, bkn malah melarikan diri spt itu, bahkan sampai gk nengok anak nya yg sakit. mending cerai aja Nara, lebih baik menjanda dan menikmati hidup, meski sendiri tp tdk hrs sll di dera emosi dan was was.
nesya
Nando ini laki-laki tdk puny hati, dl di saat istri pertama nya sakit, dia di izinkan utk menikah lg, dan setelah istri ke dua bs memberikan keturunan, dia bkn nya bahagia dan bersyukur memiliki 2 istri yg baik, dan anak yg lucu, eh dia nya malah selingkuh Sm sekretaris nya si Lina itu. sampai istri pertama nya meninggal Krn shock. dan setelah di maaf kan Sm Nara, dia kembali berkhianat tepat di saat Nara br sj kecelakaan. alasan nya Krn Nara sakit dan tdk bs melayani nafsu nya. bnr" laki-laki tdk pny hati, kl sampai Nara mau balikan lg Sm Nando, berarti Nara bnr" bodoh, Krn dia sengaja mencari sakit yg berkali kali utk diri sendiri.
nesya
nah lho hena kena HIV Aids trs gmn dgn Nando yg sdh nyelup ke hena, apakah Nando jg terjangkit...?
nesya
hati dan mata mu buta Krn nafsu syahwat yg menyesatkan.
nesya
gmn ya rasa nya setelah jd CEO trs terjun bebas jd pemulung.. sungguh sgt miris dan tragis.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!