calla terlahir dr keluarga yang sederhana dan memiliki impian menikahi orang kaya tetapi seiring waktu ia tidak ingin menikahi orang kaya karena takut tidak setara dan takut dikucilkan oleh orang sekitar,calla berusaha untuk mencari uang untuk kehidupannya dan kedua orang tua tiba-tiba saya dipaksa menikah untuk membayar utang ayah saya dengan seorang mafia yang kaya raya dan terkenal dgn kekejamannya.
apakah calla bahagia atau sebaliknya?
mampukah calla lari dr kehidupan mafia yg keji itu?
yuk dibaca novel pertama saya,maaf jika ada yang kurang karena ini pengalaman pertama saya membuat novel.
Semoga suka dengan novel ini 🥰
start: 2 Januari 2021
finish: 24 juli 2021
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cindy Elvina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
bi nem pun berjalan menuju kamar axel karena bi jum masih menjaga tuan axel
"eh nem ini tuan axel dari tadi memanggil non calla"ucap bi jum
"ha?masa si? apa mau kita telepon non calla agar kesini"usul bi nem
"boleh juga si eh tapi takut pas tuan axel nanti sadar ia marah apa lagi hari itu tuan axel sangat marah sama non calla"ucap bi jum
"calla....callaa..."ucap axel lagi
"tuh kan jadi gimanaa mau ga kita telepon non calla saja"ucap bi nem
"yah sudah apa boleh buat kita telepon saja kalau tuan axel marah biar aku jelaskan deh kalau ia terus terusan memanggil nama non calla"ucap bi jum
bi jum dan bi nem menelepon calla menggunakan telepon yang ada di ruang kerja axel
bi jum dan bi nem menelepon calla berkali kali
"gimana ni tidak diangkat"ucap bi nem
"coba sekali lagi kalau tidak diangkat yah sudah"ujar bi jum
calla
calla yang masih tidur sangat pulas hp nya yang berdering berkali kali pun calla tidak dengar
dringg dringg!!
calla terbangun dan langsung mengangkat telepon itu tanpa melihat siapa yang meneleponnya
"hallo"ujarcalla
"hallo non calla akhir nya"ucap dari telepon itu
"ha?ini siapa"ucap calla sadar dan melihat nomor nya tetapi nomornya tidak diketahui
"non ini bi nem"ucap bi nem
"ohh bi nem ada apa kok menelepon?"calla
"jadi gini non tuan sakit karena keracunan alkohol da-"ucap bi nem terputus
"HA! APA AXEL KERACUNAN?"tanya calla terkejut menaikan nada suara
"ia non jadi tuan axel terus terusan memanggil nama non calla jadi bibi cemas pada tuan axel makanya bibi menelepon non,non calla bisa kesini kan"ucap bi nem
"ehm nanti aku pikir kan dulu ya bi kalau gitu aku matikan dulu telepon nya"ucap ku
"tunggu non bibi mohon banget sama non calla untuk datang kesini tetapi kalau non calla tak sempat yah sudah tidak apa apa non"ucap bi nem
"ia bi nanti saya pikir kan dulu"ucap calla lalu mematikan telepon itu
"bagaimana ini apa aku kesana tetapi apa aku dibutuhkan oleh axel"batin calla berbicara
"ok karena aku juga mencemaskannya aku kesana sekarang"ucap calla menyakinkan diri dan langsung bersiap siap
calla pun pamit sama mama dan langsung mencari taxi
sesampainya di depan rumah axel aku jadi bimbang menemuinya atau tidak
end
calla ingin pergi dari rumah axel tetapi ada yang menarik tangan calla
"non calla sudah datang kok ga masuk emang mau kemana non?"ucap bi jum menarik tangan calla
"ah tidak ke mana mana kok bi"ucap calla
"ya sudah ayo masuk non"ucap bi jum membawa ku masuk ke rumah axel
"gimana keadaan axel bi?"tanya calla
"tuan axel belum sadar sedari tdi non"balas bi jum
"axel kok bisa sakit bi?"tanya calla lagi
"karena tuan axel semenjak non calla pergi tuan axel jarang makan di rumah,tuan juga tidak tidur dan terus terusan meminum alkohol kata dokter si tuan axel keracunan alkohol dan juga banyak kehilangan berat badan"bi jum menjelaskan pada calla
semenjak calla pergi?berarti axel sakit karena aku aku yang membuat ia sakit hingga tak sadarkan diri.
calla pun langsung menuju ke kamar axel melihat keadaanya calla pun duduk di samping ranjang axel sambil memegang tangan axel
"axel mengapa kau seperti ini"tanya calla
"callaa...callaaa...."ucap axel
"ya aku disini"ucap calla
calla sangat sedih melihat keadaan axel rasanya hati calla sedang di tusuk tusuk oleh pisau saat melihat axel tidak berdaya seperti ini
"maaf"ucap calla tak lama butiran air mata calla pun turun
"maaf karena ku kau sakit"ucap calla lagi menangis mengenggam tangan axel yang cukup dingin
biasanya cerita nya cenderung lebih greget2 gmn GT🤣😂🤣