Cerita ini bermula dari perjodohan seorang anak SMA yang dijodohkan karena hutang keluarganya dia terpaksa menikah. ternyata laki laki yang akan menjadi suaminya adalah guru sekolahnya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 30
setelah berbelanja Sisil dan pijan memutuskan untuk bertemu dengan teman-temannya
"kemana mereka"ucap Sisil tak melihat mereka ditoko sepatu langganannya
"hmmm mendingan kamu hubungi mereka"ucap pijan menatap Sisil yang bingung
kemudian Sisil menghubungi teman temannya melalui grup namun tidak ada yang menjawab.sisil memutuskan menghubungi Yuni
"hallo dimana"ucap Sisil
"lagi dijalan pulang bentar lagi udah sanpe rumah ada apaansih"ucap Yuni menahan tawa
"apa udah mau sampe Deket rumah"ucap Sisil kaget
"iya nih tinggal belok udah sampe kenapa sih teriak teriak"ucap Yuni menahan tawa
"kok lu pada dah pulang kok gue ditinggal"ucap Sisil kesal
"ya kan tadi Lo pergi kemall sama kak pijan. iya pulang kerumahnya harus sama kak pijan dong biar sejaln.gue tutup telponnya dulu ya udah sampe soalnya bye"ucap Yuni mematikan telpon
"fuc* dasar temen udah pada gi*a "ucap Sisil kesal
"kenapa mereka udah pada pulang yaudah aku anterin pulang aja sekalian biar tau rumah kamu"ucap pijan menatap Sisil yang kesal
"hmmm nggak usah kak,aku pulang naik taksi aja"ucap Sisil menggelengkan kepalanya
"aku anterin aja ini udah sore aku malem"ucap pijan menatap mata Sisil dengan tulus
"nggak usah kak aku pulang sendiri aja,oh ya papa ku galak nanti kakak bisa dimarahin"ucap Sisil mencari alasan
tak lama ponsel Sisil berbunyi dari nomor yang tidak dia kenali
"kak,aku angkat telpon dulu ya"ucap Sisil menunjukan sebuah panggilan
pijan hanya mengangguk melihat Sisil yang sedikit menjauh dari pijan
"kamu mau pulang jam berapa"ucap Jordan begitu lantang
"awwwwww,siapa "ucap Sisil menggosokkan kupingnya
"kamu cepat pulang ingat cepat pulang atau kamu mau saya memberitahu orang tua mu"ucap Jordan kesal
"ehhhh Jagan iya iya aku pulang"ucap Sisil sedikit Takut
belum selesai berbicara Jordan sudah menutup telponnya membuat Sisil semakin geram
"ishhhh manusia pscyo"ucap Sisil menggerutu sambil menghampiri pijan
"kenapa kamu baik baik aja"ucap pijan melihat Sisil yang kesal
"kak kayaknya aku harus pulang maaf ya aku nggak bisa pulang sama kakak lain kali aja ya"ucap Sisil
"hmmm nggak apa apa kok,biar aku bantu cari taksi"ucap pijan tersenyum
sudah menunggu hampir 10 menit akhirnya ada taksi yang lewat
"pak tolong anatarkan teman saya sampai kerumahnya pastikan dia selamat"ucap pijan berbicara pada supir
"siappp tenang aja pacarnya saya anterin sampe depan rumah"ucap supir
pijan membukakan pintu untuk Sisil masuk kedalam dan membantu memasukan belanjaannya kedalam mobil
"kamu pakai ini udaranya mulai dingin"ucap pijan memberikan jaket super hangat
"ahhhh makasih kak,makasih juga atas hari ini selamat bertemu besok"ucap Sisil melambaikan tangannya
Sisil pergi menggunakan taksi dan melihat pijan yang masih berdiri mematung melihat taksi Sisil sempurna pergi
"baru kali ini aku lihat laki laki yang tulus dan baik seperti kak pijan"ucap Sisil dal hati mengenang kejadian manis yang terjadi membuat Sisil tersenyum
diperjalanan Sisil begitu risih melihat notifikasi pesan masuk dari seseorang yang menelponnya tadi.beeulang kali juga menelponnya namun Sisil sama sekali tidak menjawab malah mematikan ponselnya
"Nona sudah sampai"ucap supir taksi menoleh kebelakang
"makasih pak,berapa yang harus saya bayar"ucap Sisil membuka tas
"ongkosnya udah dibayarin neng sama pacarnya tadi"ucap supir mengambil uang disaku bajunya senilai lima ratus ribu
"pacarnya baik banyak banget tipsnya,jarang jarang ada cowok gitu neng beruntung banget"ucap supir
"kak pijan yang lagi lagi bayarin"ucap Sisil dalam hati melongo
"ahhhh makasih ya pak"ucap Sisil
kemudian Sisil masuk kedalam rumah milik guru killernya itu sudah banyak barang barang yang ia bawa ditangganya
GARA-GARA SEBOTOL MINUMAN