NovelToon NovelToon
Pak Direktur Mengejar Cintaku

Pak Direktur Mengejar Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.

Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.

Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.

Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam hujan

"Saya bayar kalian untuk bekerja! Saya punya tim media, saya punya staf, saya punya asisten!"

"Maaf, Pak."

"Kenapa tidak ada satu orang pun yang melaporkan ini kepada saya?!"

"Maaf, Pak."

Raffa menutup mata.

Kepalanya terasa sakit, Sangat sakit. Ia tahu Aswin tidak sepenuhnya salah.

Karena dirinya sendiri terlalu fokus pada rencana kejutan wisuda, terlalu fokus memantau Shintia.

Sampai tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi di luar sana.

Namun tetap saja... Semua ini seharusnya bisa dicegah.

"Sudahlah."

"Pak..."

"Besok kita bicara."

Panggilan langsung diputus.

Raffa masuk ke dalam mobil, dengan perasaan kacau ia segera Pergi dari rumah Andreas.

Dan malam itu ia pulang tanpa hasil, harapan bertemu Shintia sia sia, penjelasan dan kesempatan bicara, bahkan sama sekali tak ia dapatkan dari Shintia maupun Andreas.

Ia pulang hanya membawa rasa frustrasi yang semakin besar. Hujan deras menemani perjalanan nya.

Lampu-lampu kota terlihat buram tertutup air yang membasahi kaca mobil.

Sepanjang jalan, suasana sepi menambah rasa sepinya hati, sesekali pikirannya tertuju pada Shintia, tatapan kecewa gadis itu.

Bahkan Tentang air mata yang mungkin selama ini ia sebabkan. Dan tentang satu kenyataan yang baru ia sadari.

Ia terlambat menyadari, terlambat tahu, hatinya menyalahkan dirinya sendiri,

 "harusnya aku tidak perlu seperti ini, harusnya malam itu aku langsung temui Shintia saja. Siapa sebenarnya yang berani memfoto ku? Dan bodohnya kenapa tanganku reflek merangkul Sella, padahal aku sama sekali tidak punya rasa dengan Sella."

Raffa tiba-tiba menepikan mobilnya di sisi jalan. Mesin mobil masih menyala, namun ia tidak segera melanjutkan perjalanan. Pandangannya tertuju ke sebuah taman kecil di pinggir jalan raya.

Tempat itu tidak asing baginya.

Di sanalah dulu ia pernah duduk berdua dengan almarhumah istrinya. Tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan, sekaligus luka yang belum pernah benar-benar sembuh.

Hujan mulai mereda, meski rintik-rintik air masih turun dari langit malam.

Raffa turun dari mobil tanpa memedulikannya. Ia berjalan perlahan menuju bangku taman yang basah lalu duduk di sana.

Untuk beberapa saat, ia hanya diam, menatap kosong ke depan.

Lampu-lampu jalan memantulkan cahaya kekuningan di atas genangan air. Angin malam terasa dingin menusuk kulit.

Namun dingin itu masih kalah dibandingkan kekacauan yang sedang memenuhi hatinya.

Raffa menunduk.

Kedua tangannya saling menggenggam erat, selama bertahun-tahun ia hidup dengan trauma kehilangan.

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya justru berubah menjadi mimpi buruk. Setelah ijab kabul dilangsungkan, wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya meninggal dunia.

Sejak saat itu, Raffa menutup hatinya rapat-rapat.

Ia tidak berani mencintai siapa pun, tidak berani berharap, bahkan memulai lagi.

Sampai akhirnya ia bertemu Shintia.

Awalnya ia sendiri tidak mengerti kenapa gadis itu begitu mudah menarik perhatiannya. Selain karena wajah Shintia yang sedikit mengingatkannya pada almarhumah istrinya, ada sesuatu yang berbeda.

Shintia sederhana, apa adanya.

Tidak pernah mendekatinya karena jabatan, kekayaan, ataupun nama besar yang dimilikinya.

Bersama Shintia, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Raffa merasa hidupnya kembali memiliki warna.

Dan justru ketika ia memberanikan diri membuka hati...

Semuanya kembali berantakan, Shintia salah paham, Andreas membencinya.

Bahkan dirinya sendiri tidak benar-benar memahami bagaimana semuanya bisa menjadi seperti ini.

Raffa menengadah ke langit, Matanya memerah.

"Aku cuma ingin bahagia sekali saja..."

Suaranya lirih.

Namun semakin dipikirkan, dadanya justru semakin sesak.

Tiba-tiba ia bangkit dari bangku taman.

"AAAAAAHHHHHHHH!"

Teriakannya menggema di tengah malam, beberapa orang yang melintas menoleh ke arahnya.

Namun Raffa tidak peduli. Ia benar-benar tidak peduli. Petir tiba-tiba menggelegar di langit.

Duarrr!

Kilatan cahaya membelah awan gelap, Tak lama kemudian hujan turun lagi dengan deras.

Air membasahi rambut, wajah, dan seluruh pakaiannya. Namun Raffa tetap berdiri di sana selama beberapa detik.

Membiarkan hujan mengguyurnya tanpa ampun. Seolah berharap semua rasa sakit itu ikut hanyut bersama air yang turun dari langit.

Sayangnya tidak. Rasa sakit itu tetap ada.

Tetap menetap di dalam dadanya.

Akhirnya Raffa kembali masuk ke mobil.

Pakaiannya basah kuyup.

AC mobil masih menyala dingin.

Namun ia tidak peduli.

Tangannya menggenggam setir erat.

Lalu mobil hitam itu melaju meninggalkan taman.

Pikirannya yang kacau membuatnya menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya.

Kecepatan mobil meningkat.

Lampu-lampu kota berlalu begitu cepat di sisi kanan dan kiri jalan.

Napas Raffa berat.

Rahangnya mengeras.

Trauma yang selama ini berhasil ia tekan perlahan mulai muncul kembali ke permukaan.

Kehilangan.

Ketakutan.

Penyesalan.

Semuanya bercampur menjadi satu.

Malam semakin larut ketika mobilnya akhirnya memasuki kawasan elit tempat keluarganya tinggal.

Gerbang rumah besar itu terbuka otomatis.

Mobil Raffa perlahan masuk ke halaman.

Kali ini ia tidak tertidur seperti sebelumnya.

Ia langsung turun dari mobil meski tubuhnya masih basah.

Pintu rumah terbuka.

Dan seperti biasa, mamahnya yang pertama kali melihat kedatangannya.

Wanita paruh baya itu langsung berdiri dari sofa dengan wajah khawatir.

"Ya Allah, Raffa!"

Raffa menghentikan langkahnya.

Mamahnya segera menghampiri.

"Kamu kenapa? Bajumu basah kuyup begini?"

Raffa mengusap wajahnya pelan.

"Aku ke kamar dulu, Mah."

"Raffa..."

"Kepalaku sakit."

Suaranya terdengar lemah.

"Rasanya pusing. Aku mau istirahat."

Mamahnya semakin khawatir melihat kondisi putranya.

Wajah Raffa tampak pucat.

Mata pria itu juga terlihat lelah dan sembab.

"Kamu sudah makan?"

"Nanti saja."

"Raffa..."

"Aku cuma mau tidur."

Tanpa menunggu jawaban lagi, Raffa segera menaiki tangga menuju kamarnya.

Pintu kamar tertutup.

Meninggalkan mamahnya yang hanya bisa memandang dengan cemas.

Beberapa menit kemudian, wanita itu mengetuk pintu kamar putranya.

Tok... tok...

"Raffa?"

Tidak ada jawaban.

"Raffa, kamu tidak apa-apa?"

Dari dalam akhirnya terdengar suara pelan.

"Aku tidak apa-apa, Mah."

"Yakin?"

"Iya."

Meski masih khawatir, mamahnya akhirnya memilih pergi.

Sementara di dalam kamar...

Raffa bersandar di sisi ranjang.

Kepalanya terasa berdenyut hebat.

Trauma lama yang selama ini tertidur perlahan kembali bangun.

Bayangan hari kematian istrinya muncul satu demi satu.

Suara sirene.

Tangisan.

Rumah sakit.

Rasa kehilangan yang pernah menghancurkannya.

Dan kini semua itu bercampur dengan bayangan lain.

Senyum Shintia.

Tawa gadis itu.

Cara Shintia memandangnya.

Serta tatapan dingin yang diberikan gadis itu saat wisuda tadi.

"Jangan muncul lagi di hadapanku..."

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

Berulang-ulang.

Tanpa henti, Raffa menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Napasnya mulai tidak teratur.

Dadanya terasa sesak, Ia tahu gejala itu.

Sudah sangat mengenalnya.

Trauma dan kecemasan yang selama ini berhasil ia kendalikan sedang kambuh.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa knp??
Raffa tertabrak.? 🥲🥲

di tunggu updatenya ya author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuuu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kasihan Raffa, gara-gara gosip itu, Shintia jadi salah paham🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Kasihan Raffa 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
makin seruuuu akhirnya Raffa tahu gosip hubungan nya dg Sella
tapi syg nya Shintia terlanjur marah 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Shintia salah paham...
kira² Andreas bakal cerita ke Raffa gk yaa??

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyyy quuu 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh hati nya Shintia pasti hancur banget lihat berita tersebut dan salah paham🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh akhirnya Shintia tahu dan melihat berita tersebut🥲
pasti Shintia salah paham🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Dasar Sella licik.. .
duhhh kapan Raffa sadar akan berita itu yaaa
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Jefry bener stresss bin gila...
duhhh gmn nnt reaksi nya Raffa jika tahu yaaa
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh gmn yaaa jika nnt Shintia, Andreas, Raffa tahu berita tersebut?? gagal dong rencananya Raffa 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh knp gk Raffa saja ksh langsung ke Shintia
takutnya Shintia kecewa 🥲🥲

fuhhh Sella...
kasihan Andreas punya pacar kyak Sella
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Andreas tahu Raffa masih hidup..

kira² Andreas bakal kasih tau Shintia gk yaaa??
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa cepat dong temui Shintia...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa mau di jodohkan ke Sella 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Shintia masih khawatir tuh sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Shintia kangen sama Raffa tuhhh
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa harusnya temui Shintia dong 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee ya tuh Raffa sebenarnya berarti buat shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia... Raffa itu masih hidup 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Sella ganggu Raffa mulu..

duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲

jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!