NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suasana tidak menyenangkan

Gilang berdiri kaku diteras. HP Nisa masih berada ditangannya. Layarnya menyala. Menampilkan video resep kue pelangi. Matanya bulat melihat Bagas yang berdiri disamping mobil. Bawa kantong plastik yang berisi mainan.

" Papa?" Suaranya kecil, antara kaget dan takut salah orang.

Bagas langsung menghampiri Gilang. Bagas jongkok didepan Gilang. Biar tingginya sama sejajar. Tenggorokannya terasa kering. " Gilang..Papa kangen."

Detik itu juga Gilang ikut memeluk Bagas. Dia merasa ini nyata." Papa.."

Tubuh kecil itu masuk kedalam pelukan Bagas. Cepat. Tanpa aba aba. Kantong plastik yang dipegang Bagas jatuh. Bola yang ada didalamnya mengelinding sampai ke kaki Nisa.

Bagas memeluk anaknya erat. Hidungnya mencium bau sampo yang dulu sering dipakai anak anak. Dadanya sesak. " Maafkan papa, Ya. Papa sudah lama tidak menemui kamu."

Gilang mengangguk dibahu Bagas. Suaranya terendam. " Gilang kira..Papa sudah lupa sama Gilang."

"Tidak. Tidak sedetikpun Papa lupa sana Gilang." Bagas mengusap rambut Gilang. Matanya terasa panas.

Pintu rumah terbuka lagi. Kali ini Galang keluar bawa buku gambar. Dia melihat pemandangan di teras. Seketika Galang langsung berhenti. Wajahnya datar. Tapi tangannya mengepal buku.

Bagas melepaskan pelukkan Gilang dan menatap anak sulungnya. " Galang.."

Galang sama sekali tidak menjawab. Dia berjalan kebelakang Nisa. Matanya mengawasi Bagas. Seperti mengawasi orang asing.

Nisa paham. Dia mengelus pundak Galang. " Gas, masuk dulu. Jangan didepan diluar."

Bagas mengangguk, mengambil bola dan dinosaurus yang jatuh.

Didalam Raya ,sedang menyetrika baju kerja, buat besok, Suara pintu berbunyi. Raya menengok. Dia pikir anak anaknya sudah masuk kedalam.

" Kenapa lama sekali..?" Ucapan Raya terhenti saat melihat Bagas yang kini sudah berada di ruang tamu.

Hening. Hanya suara strika yang masih berbunyi.

Bagas berdiri diruang tamu dengan Gilang yang masih menempel dipinggannya. Galang diam dibelakang Nisa. Bu Sri datang dari dapur dan juga kaget saat melihat Bagas.

" Siapa yang menyuruh kamu datang kesini?" Pertanyaan tajam Raya.

Bu Sri melihat Raya. Begitu juga dengan Nisa yang merasa tidak enak. Karena dia yang sudah menyuruh Bagas masuk kedalam. Nisa pikir tidak ada salahnya kalau Bagas ingin bertemu dengan anak anaknya. Toh sudah lama juga anak anak tidak bertemu dengan Bagas.

" Maaf Raya. Mbak yang menyuruh Bagas masuk kedalam..karena." Belum sempat Nisa melanjutkan ucapanya. Raya sudah lebih dulu motong.

" Kenapa mbak kasih masuk? mbak tahu sendirikan aku benci sama dia?" Raya menunjuk wajah Bagas. Nisa merasa bersalah. Sepertinya Raya juga marah kepadanya sekarang.

 " Mbak cuman ingin melihat Gilang bahagia Raya. Hampir setiap hari Gilang bertanya tentang papanya. kamu tidak tahu karena kamu kerja. Kalau Mbak salah mbak minta maaf." Nisa segera pergi ke kamarnya.

" Mbak..Maafkan aku mbak.." Raya merasa bersalah karena membentak Nisa.

 " Bagas. Lebih baik kamu pulang dulu. Kehadiran kamu disini hanya membuat suasana jadi tegang." Tegas Ibu.

"Aku tahu, Bu. Tapi tolong biarkan aku bicara dengan anak anak. Lima menit saja. Aku merindukan mereka." Bagas mengiba .

" Mama, papa bawa dinosaurus. Boleh ya Gilang main sama papa?" Gilang ikut bersuara.

Raya melihat anak bungsunya itu. Matanya penuh harap. Sama persis dengan mata Bagas yang melamarnya sepuluh tahun silam.

Galang akhirnya buka suara.Datar." Kalau kamu mau main sama papa, main diluar saja. Jangan didalam nanti Mama sedih."

Deg, Bagas seperti ditampar dengan kata kata Galang. " Apa Galang tidak mau ikut main sama papa?" Bagas bicara dengan suara bergelar menyembunyikan rasa kecewa dihatinya.

" Aku mau tidur.." Galang segera berlari ke kamar.

" Galang, tidak boleh seperti itu sama papa.." Bu Sri menyusul Galang ke kamar.

Biar bagaimanapun Galang adalah seorang anak dan seorang anak wajib hormat kepada orangtuanya, Sekalipun orangtuanya manusia paling jahat didunia.

"Lebih baik kamu pulang saja, Bagas." Raya kesal.

Nisa sudah berada dikamar, Raka melihat Nisa yang tiba tiba masuk dengan wajah yang disembunyikan.

" Ada apa sayang? " Raka bertanya sambil mencoba melihat wajah Nisa.

Raka baru saja selesai menelpon klien lainnya. Mendapati Nisa yang masuk kedalam kamar dengan wajah seperti itu. Membuat Raka penasaran.

" Bukan apa apa, Aku hanya mengantuk." Nisa langsung naik ketempat tidur. mengambil selimut dan menutup seluruh tubuhnya.

Hal yang selalu dilakukan Nisa ketika kesal atau marah padanya. Diam diam Nisa akan menangis sendiri. Mereka sudah menikah dua puluh tahun .Jadi Raka sudah hafal dengan kebiasaan istrinya.

" Sayang..Apa aku salah? kalau aku salah , aku minta maaf!" Bujuk Raka.

Nisa membuka selimut pelan. hanya menampakkan wajahnya. Matanya merah. Sepertinya habis menangis. " Kamu tidak salah sayang.Hanya aku saja yang terbawa perasaan. "

Raka menaikkan alisnya. Dia tidak mengerti dengan ucapan Nisa barusan. " Terbawa perasan kenapa?" Raka mengelus kepala Nisa . Lembut.

" Bagas datang. Dia sekarang ada diruang tamu, kamu temui dia dulu, Mas. Nanti aku cerita."

"Bagas?"

Nisa mengangguk, Sekarang Nisa tidak ingin bercerita kepada Raka tentang ucapan Raya barusan. Dia sedikit tersinggung.

"Baiklah, kalau begitu, Mas keluar dulu ya. kamu jangan sedih ya. Nanti kita cerita." Raka mencium kening Nisa lembut. Sebelum dia keluar dari kamar.

Raka muncul dari kamar, Melihat Bagas. Dia tidak bicara.Hanya berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada.

Bagas salah tingkah. Disatu sisi Raya sudah mengusirnya dan disisi lain, Gilang ingin bermain dengannya.

Bu Sri baru keluar dari kamar, Matanya berat. Hening tiga detik. Hanya ada suara jam dinding yang memecah kesunyian.

Raka akhirnya bicara. tenang tapi dalam. " Gas.."

Bagas langsung melihat Raka." Mas, Saya ..hanya.."

" Duduk dulu." Raka menunjuk kursi tamu.Bukan mengusir dan bukan juga membuat betah." Kamu datang kesini mau bertemu dengan anak anak?"

Bagas menurut, duduk diujung kursi. Gilang ikut duduk disebelahnya. Tapi tangannya tidak lepas dari lengan baju Bagas. Takut papanya pergi lagi.

Raka menatap Raya. Sekalian melihat strika yang masih menyala." Raya, matikan dulu strikanya, Ibu tolong ambilkan minum untuk Bagas, ya!"

Bu Sri mengangguk. ke dapur. Suasana kaku. Tapi tidak meledak karena ada Raka.

Raya mematikan strikaannya. Raka melihat kearah Gilang yang masih duduk di sebelah Bagas. " Gilang senang ya, papa datang?"

Gilang angguk kencang." Iya, Pak De. Gilang sangat senang, Papa juga bawa dinosaurus untuk Gilang dan bola untuk abang. Tapi Abang Galang malah marah."

Raka tersenyum mendengar jawaban Gilang yang memang merindukan Bagas. Tapi bagaimanapun dengan Galang?

" Bagus." Raka memuji Gilang. Terus menatap Bagas. Matanya tidak marah. Tapi tegas." Kamu memang sudah membuat Gilang bahagia, sekaligus membuat ribut dan suasana rumah ini menjadi tegang."

Bagas hanya bisa terdiam mendengar ucapan Raka. Semua yang dikatakannya benar. kehadirannya hanya membuat keributan.

1
Anonim
RAYA BALASKAN DENDAM IBU MU..
TAK APA JIKA KAMU MENGHARAPKAN PADA YANG LAIN.. BUNUH SEMUA MUSUHMU BUNUH SEMUA ORANG YANG MEMBUNUH IBU MU
sunaryati jarum
Semoga Bu Sri Selamat dan Andini ditangkap
Anonim
BUNUH ANDINI.. SIKSA DIA DENGAN SIKSAAN YANG PEDIH..
MATA DI BALAS MATA.. HIDUNG DIBALAS HIDUNG .. KEJAHATAN DIBALAS KEJAHATAN
sunaryati jarum
Perempuan sakit jiwa seperti itu Bagas , yang kau masukkan dalam rumah tangga kamu yang akhirnya menghancurkan hati Raya.Seharusnya kamu yang harus dapat karma,tapi ini tindakan kamu yang tanpa memikirkan perasaan istri dan anak- anakmu, bahkan sudah cerai masih membayang Raya dan anak- anakmu.Kamu harus tanggung jawab pada keselamatan mereka.Walau konsekuensinya kamu akan kehilangan Kedua putramu, karena pastinya Andini tidak akan membiarkan kamu bertemu.Dan kau sama Andini tidak akan diberikan keturunan.
sunaryati jarum
Syukurin itulah yang kau inginkan dan ibumu? Bahkan kau pernah menghina Raya baju bawang dan kau bandingkan dengan selingkuhan kamu Andinini.Nikmati hidupmu jadi suami boneka yang tak punya kuasa apapun setelah menikahi Andini.Anak - anakmu makin lupa padamu.
sunaryati jarum
Raya mendapatkan masalah karena kamu menerima pelakor yang terobsesi menjadi Ny Bagas.Karena kamu mengabaikan Andini ,maka mantan istri sasarannya,puas kamu Bagas Ibu dari anak- anakmu dirundung masalah karena pelakor itu.
Vivi Zenidar
udah ga guna... sakit hati nya
Anonim
KEADILAN KIRA HARUS DITEGAKKAN...
sunaryati jarum
Kau tahu ya sekarang rasanya bagaimana melihat orang yang kita cintai.bersama orang lain, itulah dulu yang dirasakan oleh Raya, padahal kamu masih berstatus suami,nah sekarang kamu tidak berhak karena Raya telah bercerai denganmu.Satria minta detektif untuk menyelidiki Wijaya, bergerak lebih dulu tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Nah , ceritakan semuanya secara detail.,Raya.Pasti Satria punya solusinya.Tunggu Pak Wijaya, bukan perusahaan Satria yang hancur,bukan Raya yang dipermalukan tapi perusahaan anda yang hancur dan putrimu Andini yang dipermalukan
sunaryati jarum
Emak lega , akhirnya Raya menolak , emak berharap perusahaan orang tua Andini.yang hancur.
sunaryati jarum
Perselingkuhannya kamu dengan Andini membawa kerugian besar.Terutama mental Galang.Karenan pergi meninggalkan istrimu di depan mata putramu Galang
sunaryati jarum
Benar kasih sayang ibu tidak akan putus kita sudah berumah tangga.Semoga harapan ibumu dan kakakmu tentang Satria terkabul.Dan untuk ayah Andini yang ingin membuat usaha hancur dan Raya menderita , gagal dan berbalik pada mereka.
Datu Zahra
Raya 👎
Vivi Zenidar
kejam amat Andini dan papa nya
Datu Zahra
enggak Elegant ah, bego Raya. Harusnya di depan Andini jangan terpancing, panasin, mesra sama Bagas. giliran pelakor pergi baru hajar bagas. Enggak seru,
Datu Zahra
suami keparat kalo udah berani jelekin istri ke perempuan lain.
sunaryati jarum
Yang akan malah perusahaan papamu,Andini.Kalian main- main dengan Satriya , kalian.sendiri.Didikan orang tua Andini sudah salah.Mencintai tidak harus mengabulkan semua permintaannya, apalagi permintaan yang salah sampai menghancurkan rumah tangga orang,maka kehancuran hidupmu yang kau dapat
sunaryati jarum
Jelas- jelas yang gatal itu kamu.Lebih terhormat Raya yang janda bebas menjalin hubungan dengan pria lajang.Sedangkan kamu statusmu gadis tapi berhubungan dengan lelaki beristri hingga berakhir bercerai.Yang akan hancur kamu dan Bagas,Raya makin bersinar
sunaryati jarum
Segera tumbuh subur benih cinta kalian dan merambat saling mengikat kuat.Tak ada lagi pelakor yang berani masuk, karena mereka berdua sama - sama setia tetap kokoh walau banyak godaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!