NovelToon NovelToon
SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan
Popularitas:42.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggita

Setelah partai persilatan aliran hitam terkuat Gapura Iblis runtuh, duniapun berubah menjadi lebih tenang dan damai. hampir tidak ada lagi perselisihan besar yang terjadi di antara kaum pendekar. semuanya sama berharap agar suasana tentram juga saling menghargai itu dapat terus bertahan selamanya.
Namun tidak ada yang abadi di dunia ini. karena tanpa mereka sadari, suatu kekuatan jahat yang terlupakan sedang bangkit dan mengancam dari balik kegelapan.
Keadaan menjadi semakin tidak terkendali saat terdengar kabar tentang kemunculan kembali dua senjata pusaka yang telah ratusan tahun lenyap dari rimba persilatan.
(Cerita ini ada sedikit keterkaitan dengan novel Pendekar Tanpa Kawan, 13 Pembunuh dan novel Kisah- Kisah Dunia Persilatan).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Copet.

Di sebuah kadipaten bernama Wonokerto, sedang diadakan suatu keramaian besar untuk menyambut datangnya bulan Suro sekaligus acara syukuran atas diangkatnya Adipati yang baru. kabarnya penguasa baru ini selain masih muda dan gagah, dia juga ingin lebih dekat dengan seluruh rakyatnya.

Dengan biaya dari keluarganya yang memang mempunyai kekayaan berlimpah, sang adipati Wonokerto mengadakan pesta rakyat selama tiga hari- tiga malam. berbagai macam acara hiburan dan makanan sengaja di hidangkan sangat banyak dialun- alun kadipaten untuk seluruh golongan masyarakat. maka tidaklah mengherankan jika sejak pagi hari banyak orang yang berduyun- duyun datang kesana.

Banyak yang mengajak anak- istrinya datang ke acara itu sebab acara sebesar ini belum tentu akan dapat mereka alami lagi. mungkin karena takut tidak dapat bagian, kebanyakan dari mereka sengaja datang sejak hari masih gelap, terutama yang tempat tinggalnya jauh dari daerah alun- alun kadipaten Wonokerto.

Apalagi puncak acara besar ini akan diadakan pertunjukan wayang kulit dengan panggung megah. dalangnyapun selain sangat terkenal, dia juga sengaja didatangkan dari ibukota kerajaan dengan bayaran mahal. semua orang yang datang ke acara bisa menikmati hidangan apapun yang tersaji disana tanpa perlu takut mengeluarkan biaya apapun.

Selain membuat rakyatnya berbahagia dan tentunya semakin mendukung pemerintahan adipati yang baru, acara pesta rakyat sebesar ini pastinya juga mengundang pihak lain yang punya maksud tersembunyi untuk mencari keuntungan pribadi. seperti kata pepatah., dimana ada gula, disitu juga adanya semut.

Pihak keamanan bukannya tidak menyadari kemungkinan itu. karenanya ratusan prajurit kadipaten Wonokerto yang dibantu puluhan orang pesilat bayaran telah sejak awal sudah berjaga di sekeliling lapangan alun- alun tempat acara syukuran ini diadakan. bahkan banyak juga prajurit yang bertugas jaga agak jauh di luar tempat itu.

Waktu baru saja beranjak siang hari saat dua orang prajurit kadipaten yang diiringi oleh seorang pesilat sekaligus mata- mata datang menemui pimpinannya. ''Mohon maaf tuan pemimpin., kami perlu melaporkan kalau di daerah luar alun- alun mulai muncul beberapa orang mencurigakan. sepertinya mereka ini berasal dari golongan rimba persilatan..''

''Sejauh ini mereka tidak melakukan tindakan apapun melainkan hanya sekedar melihat keramaian acara..'' ujar salah satu prajurit yang berdiri disebelah kiri sambil menjura hormat. ''Eehm., kalian awasi saja terus secara diam- diam. asalkan tidak membuat masalah, kita sebaiknya jangan mengusik mereka..'' perintah si kepala prajurit setelah berpikir sejenak. dia menyadari kalau orang- orang persilatan cukup sulit untuk dihadapi.

Ketiga orang bawahannya mengangguk. tapi baru saja beberapa langkah mereka berlalu, dari salah satu sudut keramaian terdengar suara teriakan panik seorang perempuan yang merasa kehilangan kantung uangnya. ''Aduuhh., tolong., tolong.! uang milikku telah hilang. ada seseorang yang mencopetnya.!"

"Cepat cari dan tangkap tukang copet sialan itu. jangan sampai dia kabur.!" teriak orang- orang yang turut merasa panik sekaligus geram. apalagi tidak lama kemudian kembali ada beberapa teriakan gusar lainnya yang ternyata juga menjadi korban pencopetan. rupanya sang copet ini cukup mempunyai keberanian dan pengalaman karena dia sanggup bertindak di tengah banyaknya prajurit jaga.

"Kurang ajar.! siapapun bajingan itu, kalian harus bisa meringkusnya. segera cari.!" seru si kepala pasukan keamanan marah. sontak puluhan anak buahnya berpencar memburu keberadaan si pencopet. dibantu dengan banyaknya orang- orang yang turut memburu, mereka berharap dapat cepat membekuknya.

Sedangkan si kepala prajurit jelas merasa terhina dengan kejadian itu. karena meskipun dia sudah menduga kemungkinan adanya peristiwa semacam ini tapi dirinya tetap saja tidak menyangka kalau pencurian itu terjadi cukup dekat dengan tempatnya mengawasi. ibarat kata baginya, si copet sudah berani menampar wajahnya tepat di depan mata.

Kalau dilihat dari jumlah korban pencurian terdiri dari beberapa orang dalam waktu yang nyaris bersamaan, sangat mungkin pelakunya juga lebih dari seorang. dengan banyaknya orang yang mencarinya, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk dapat menangkap salah seorang pencopet. biarpun orang ini sudah cukup tua dan kurus, namun amarah mereka telah memuncak. jika saja tidak ada prajurit yang menahannya, mungkin pencopet tua itu sudah mampus di hajar pengunjung.

Biarpun dia masih hidup, tubuhnya terlanjur bengkak- remuk berlumuran darah. dengan setengah diseret, pencopet tua yang sial itu dibawa para prajurit untuk dijebloskan ke dalam penjara, setelah lebih dulu kantong uang korban dikembalikan pada yang punya. ''Cepat kita cari lagi. sebab tukang copet tua itu pasti tidak hanya sendirian saja.!'' perintah si kepala prajurit.

Suasana ramai yang tadinya dipenuhi rasa kegembiraan di hati semua pengunjung, kini berubah jadi kepanikan, tegang dan waspada. apalagi ada orang yang menghembuskan kabar kalau kawanan copet atau pencuri itu mungkin saja memiliki bekal semacam ilmu gaib atau senjata pusaka yang berbahaya.

Sementara itu pada salah satu sudut jalan masuk menuju ke alun- alun kadipaten, tepat dibelakang sebuah gerobak pedati milik dari salah seorang pengunjung, perlahan muncul sebuah kepala manusia yang dengan cepat melirik sekelilingnya. setelah yakin keadaan aman, si pemilik kepala yang ternyata masih seorang bocah lelaki berumur sembilan atau sepuluh tahunan itupun keluar dari balik gerobak pedati.

Lembu jantan penarik gerobak yang sempat keluarkan suara lenguhan keras karena ada orang asing disekitarnya membuat si bocah agak panik. namun dengan gerakan yang tangkas dia cepat melompat masuk ke dalam gerobak lalu sekaligus menyusup diantara tumpukan rumput jerami yang ada di sana.

Beberapa orang pejalan kaki yang sempat melihat adanya kelebatan sosok kecil ada yang menghampiri. tapi setelah tidak melihat apapun, mereka kembali berlalu tinggalkan tempat itu. hampir menghabiskan waktu sepeminum teh bagi si bocah untuk tetap diam dibawah tumpukan jerami yang ada di dalam gerobak pedati, sebelum akhirnya dia berani mengendap- endap keluar dari tempat persembunyiannya.

Sepasang matanya menatap tajam sekeliling dengan pandangan waspada. raut wajahnya yang nampak kotor sama dekilnya dengan pakaian rombengnya. bukan saja berhias tambalan dan robekan tetapi juga bau. saat berikutnya dengan senyum kemenangan dia mulai berjalan cepat lalu berbaur dengan ratusan pejalan kaki. hanya bedanya si bocah memilih bergerak menjauh dari keramaian acara di alun- alun kadipaten Wonokerto.

Sesampainya di sebuah jalan sempit dan sepi yang berada cukup jauh dari keramaian, si bocah mengeluarkan sebuah kantung kulit rusa berwarna coklat yang berhias hiasan bunga dari bahan perak, pertanda pemiliknya adalah kaum kalangan atas. ''Huhm., wanita gemuk yang kikir itu sekarang pasti sedang menangis kehilangan kantung uangnya..''

''Salahnya sendiri, aku hanya meminta sedikit sedekahnya tapi dia malah menghardik dan menyuruhku untuk mengambil saja jajanan yang terhidang. sialan.! apa dia tidak berpikir kalau untuk mendapatkannya meski gratis tetap harus berdesakan dan antrinya lama. lagipula., belum tentu juga bakal kebagian..''

Satu seringai tamak tersungging dibibir si bocah saat dia mengeluarkan isi kantung kulit itu. ada sejumlah uang perak dan tembaga tersimpan disana. bahkan ada juga tiga kepingan uang emas. ''Hee., he., hasil kerjaku hari ini besar juga. dengan demikian, tinggal satu kali lagi keberhasilan pencopetan agar aku lulus ujian hingga dapat diterima sebagai anggota perkumpulan silat 'Maling Kilat..''

Dia masih ingat saat pertama kalinya tanpa sengaja bertemu dengan salah satu petinggi perkumpulan kaum pencoleng itu hampir setahun lalu. waktu itu dirinya yang sedang kelaparan nekad mencuri pisang rebus dan uang milik seorang pedagang kecil di pasar. tetapi wanita anggota utama perkumpulan Maling Kilat yang masih muda dan membekal gulungan cambuk berduri dipinggang kirinya ini keburu menghentikannya.

Meskipun dia berusaha untuk memberontak dan lari, tapi perempuan muda bertubuh agak pendek, kurus dengan pakaian hitam ringkas tanpa lengan itu dapat dengan sangat mudah memanggul tubuhnya ke atas bahu lalu pergi meninggalkan pasar. gerakannya yang sangat cepat menandakan dia memiliki tingkatan ilmu kesaktian dan ringan tubuh yang hebat.

Hanya dalam waktu beberapa kejapan mata saja mereka berdua sudah keluar cukup jauh dari daerah pasar. barulah sesampainya di sebuah tempat sepi, wanita aneh ini berhenti berlari lalu membuka tudung kain hitam penutup kepalanya. si bocah keluarkan suara tercekat melihat raut wajah wanita muda itu.

Perempuan rupanya bermata kiri picak dan rada bopeng seperti bekas terbakar namun anehnya terlihat menarik dipandang ini ganti memberi dia makanan juga sedikit uang bekal. selain itu sang perempuan muda juga sempat memberinya semacam petuah. ''Dengarkan ucapanku bocah., apapun alasanmu, segala perbuatan mencuri, mencopet, menjambret, menipu dan sejenisnya adalah perilaku yang salah..''

Mendengar ujaran itu si bocah seperti hendak membantah tapi keburu dipotong oleh gadis bermata kiri picak ini. ''Apa kau tidak berpikir kalau pedangan pisang rebus tadi hanyalah kaum kalangan bawah yang harus bersusah- payah menghidupi keluarganya.?'' mendengar hal itu si bocah jadi terdiam dan merenung.

Gadis yang mungkin umurnya baru lewat dua puluh tujuh tahunan ini meneguk kendi air minumnya sebelum melanjutkan ucapannya. ''Sejujurnya aku sudah beberapa minggu ini mengamatimu. kurasa sebenarnya engkau mempunyai sedikit bakat maling tapi jiwamu kurang terarah. selain itu cara kerjamu terlalu kasar dan tidak mempunyai cita rasa seni..'' cibirnya setengah mengejek hingga si bocah cuma bisa mengumpat dalam hatinya.

''Namun jika terpaksa harus melakukannya, kau juga mesti memilih sasaran yang pantas untuk dijarah. asalkan kau tahu saja, kaum pencoleng juga punya harga diri. setidaknya jangan pernah mengambil harta orang lain yang hidup pas- pasan atau kaum kaya yang berjiwa baik dan gemar membantu sesama..''

''Sebaliknya, kalau kau mengincar harta orang kaya yang kikir atau pejabat kejam penindas rakyat, itu masih dapat dimaklumi. apalagi jika sebagian hasil curianmu engkau bagikan pada kaum miskin yang membutuhkan. entah kenapa aku agak tertarik pada dirimu dan ingin memberimu sebuah kesempatan..''

''Kalau kau dapat melewati ujian lima kali pencurian tanpa pernah tertangkap dan tidak meninggalkan jejak apapun, engkau akan aku bantu masuk menjadi anggota tingkatan bawah dalam perkumpulan silat 'Maling Kilat'. kebetulan diriku adalah salah satu atasan di perkumpulan itu. bagaimana bocah, apakah kau merasa tertarik.?''

Saat itu juga si bocah tersentak kaget. sebab meski dirinya masih terhitung ingusan dan baru di dalam dunia hitam, namun sudah seringkali mendengar tentang nama besar perkumpulan silat kaum tangan panjang itu. sungguh tidak dia sangka kalau sekarang ini salah seorang petingginya sedang makan bersamanya. ''Aah., mohon maafmu karena tidak mengenali siapa dirimu nona besar..''

''Aku yang rendah ini memang sudah lama ingin bergabung dengan Maling Kilat tetapi tidak tahu harus bagaimana agar dapat memasukinya. kalau boleh kutahu, dengan siapa sekarang diriku berhadapan.?'' tanya si bocah membungkuk hormat sambil menahan perasaan takut dan gelisah. ''Eehm., namaku Rinai. di dalam dunia hitam rimba persilatan diriku menyandang julukan jelek si 'Kusir Picak Muka Bopeng..''

.............

Silahkan menuliskan komentar Anda, 🙏😊 👍👌☝💪⭐🌹☕👏🤝🤲🤭. Terima kasih.

1
Tessar Wahyudi
mantap👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Slow ego
si Tole mantap joss💪
nina hariah
semangat terus updatenya author 💪
anggita: 👌trims
total 1 replies
nina hariah
next author
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwa 🥰
anggita: trims.
total 1 replies
Slow ego
like👍🌹vote👌, uplagi
anggita: oke 👌
total 1 replies
Rahma AR
like dan 2 iklan😊
Elisabeth Ratna Susanti
plus satu iklan karena keren sekali 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus 🌹🥰👍
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Slow ego
lanjut up lagi thor👍☝🌹
nina hariah
semangat terus updatenya author
anggita: ok👌 trims
total 1 replies
nina hariah
next author
Sih Winarti
selicik Sangkuni si tolle 🤣
Rahma AR
like dam.iklan😊
Sih Winarti
licik banget si tolle🤣
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
Slow ego
up lagi ya Thor..👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!