Maemunah, gadis lajang berumur 25 thn yang belum bisa dewasa sedikit pun. Sifatnya sangat bebas dan suka bergaul dengan remaja yang bukan seumurannya. Gadis ini tidak suka bekerja dan hanya senang bermain, padahal teman" seumurannya banyak yang sudah sukses berkerja dan menikah. Putri babe Rojali dan Nyak Markoneng ini kerap kali menjadi biang kerok dan terkenal dengan kenakalannya. Sifat ini sudah ia miliki sedari kecil senang membuat onar dan membuat pusing kedua orang tuanya. Tak tahu entah cara apa lagi agar Mae beranjak dewasa, kedua orang tuanya memutuskan mencari seorang lelaki untuknya. Mae jelas menolak keras hal ini. Ia tak mau menikah dan berpacaran karena tak mau ribet. Itu melelahkan baginya, menjalani kehidupan seperti yang diinginkan barulah menyenangkan menurutnya. Akankah ada lelaki yang bisa merubah sikap buruknya itu? Berhasilkah orang tuanya mencari lelaki yang cocok dengannya? Temukan jawabannya lewat cerita novel ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Suasana cerah ceria di akhir pekan. Hari ini, Mae sudah rapi dan siap pergi bersama King ke taman hiburan yang berada di dekat kota. Sementara di depan rumahnya, tampak motor sport berwarna hitam terparkir di sana. Wajah tampan rambut sedikit gondrong dengan jaket hitam yang melekat di tubuhnya tengah duduk di atas motor sambil menunggu kedatangan seseorang. Takut membuatnya menunggu terlalu lama, setelah siap, Mae memilih langsung keluar. Baru saja melangkah, ponselnya berbunyi dan membuatnya terpaksa berhenti untuk mengangkat.
"Prince? Tumben?" Pikirnya. Mae mulai mengangkatnya. "Halo Prince, ada ape?"
Prince langsung menjawabnya, "Kamu dimana, bisa datang ke tempatku sekarang?"
"Untuk bekerja kah?" Mae menebak.
"Ya." Singkat Prince.
"Sorry Prince, ini hari libur gue jadi lu urus sendiri dulu tuh kerjaannya ya." Mae menolaknya sambil mencoba berjalan kembali.
"Aduh!" Mendadak dirinya menabrak sesuatu yang tak lain ibunya sendiri.
"Nyak?" Mae tersentak.
"Ya udah Prince, gue tutup dulu!" Mae akhirnya dengan cepat mengakhiri percakapan teleponnya.
"E, tunggu!" Prince yang masih ingin berbicara hanya bisa menghela nafasnya pelan sebelum ia menoleh kembali ke Catalina yang menunggunya.
"Prince, ayo cepat!" Catalina memanggilnya.
Prince mengangguk kaku sambil tersenyum memaksa. Ia lalu menghampiri Catalina dan mau tak mau harus pergi dengannya.
"Nyak kenapa sih?" tanya Mae yang heran pada ibunya.
"Itu di luar temen lu?" tunjuk Markoneng ke arah luar.
"Iye temen Mae itu. King namanya," jawab Mae.
"King..., panjangnya bukan Kong kan?" Lanjut Markoneng bercanda.
Mae lalu menyambungnya lagi. "King Kong lah Nyak, sembarang bener." Kesal Mae ke ibunya.
"Lah lu sendiri yang bilang, Nyak kagak lanjutin lho," tukas Markoneng sambil sedikit tertawa.
Tak mau lama-lama, Mae akhirnya memilih pamit.
"Au ah Nyak, mending Mae berangkat maen dulu. Bye Nyak!" Assalamualaikum!
"Waalaikum salam, ati-ati lu!" Pesan Markoneng.
Mae keluar gerbang menghampiri King yang menunggunya.
"Oi!" Mae menepuk pundak lelaki yang menunggunya.
King tersentak dan menoleh.
"Maap lama," ucap Mae.
King menggeleng. "Gak apa E, ayo naik!" suruhnya.
"Oke. Keren juga motor lu," jawabnya sambil memuji. Mae yang memakai celana jins biru dengan mudah melangkahkan kakinya untuk duduk di atas motor.
"Pegangan E!" suruh King lagi.
"Dah, begini?" Mae mencoba memegang jaket King sedikit.
King menggeleng, ia lalu menarik tangan Mae agar seperti memeluk dirinya.
"Begini E, biar aman!" ucapnya sambil menepuk tangan Mae.
Mae mengangguk-angguk. "Oke lah, Yo jalan!"
King tersenyum dan mulai menjalankan motor sport-nya.
JoyFull Wonderland
Taman hiburan sekaligus negeri ajaib seperti di dongeng-dongeng yang penuh dengan kegembiraan. Inilah taman bermain yang baru saja dibuka di pusat kota baru-baru ini. Karena akhir pekan dan baru saja dibuka, tentu saja pasti ramai banyak pengunjung setempat yang datang, mulai dari yang rombongan, sekeluarga, berkelompok dengan teman, atau berdua dengan orang terkasih atau bahkan pergi sendiri pun juga bisa, semua bebas berkunjung ke tempat ini.
Prince dan Catalina sekarang telah sampai di lokasi dan sedang menunggu dua orang lainnya di pintu masuk. Seperti yang ditakutkan oleh Prince, semua orang yang lewat termasuk kaum hawa terpesona dengan wajah tampannya. Di setiap kali ada yang melewatinya mereka langsung bersikap centil sambil berjalan malu-malu bahkan ada yang mengedipkan matanya untuk menggoda lelaki satu ini. Catalina yang sadar, langsung menggandeng tangan Prince sambil menatap tajam ke arah orang-orang yang tak menjaga pandangannya pada Prince.
"Dih, kagak pernah liat cowok tampan apa ya?" sindir Catalina sinis lalu menoleh dan tersenyum pada Prince.
Prince dengan kaku membalas senyumannya itu.
"Catalina!" Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang memanggilnya. Catalina menoleh begitu juga Prince.
"King!" Panggilnya senang sambil melambaikan tangan.
King dan Mae akhirnya datang bersama dengan Mae yang berjalan mengikuti King di belakangnya.
"Hai Mae!" Sapa malas Catalina.
"Aw si Ketel," balas Mae pura-pura terkejut.
"Ish Catalina lah," protesnya sebal.
"Prince?" Kaget Mae saat melihat lelaki dibelakang Catalina. "Lu dateng ma nih orang?" tanya Mae sambil menunjuk gadis tersebut.
Prince mengangguk. "Mhm. Oh kamu ternyata pergi bersama King kesini juga. Pantas saja tak mau di ganggu," sindirnya.
"Lu sendiri juga bukannya sibuk ya, ternyata sibuk kencan dengan tuh cewek," balas Mae ikut menyindir.
Catalina dan King menjadi bingung dan tak mengerti dengan percakapan kedua orang itu. Catalina pun dengan pelan menarik King sebentar untuk mundur.
"King, mereka berdua berantem kah?" tanya Catalina berbisik.
King yang tak tahu, menjawab dengan mengangkat bahunya.
"Bagus kalo mereka musuhan, kamu mending ajak Mae masuk sana. Kita pisah aja ku ingin berduaan dengan Prince kamu juga kan sebaliknya," usul Catalina.
"Oke deh." King setuju-setuju saja.
Setelah selesai berdiskusi, keduanya kembali ke posisi awal. Mae yang masih berbicara segera di hentikan oleh King.
"E, mari kita masuk saja!" ajak King padanya.
"Ayo King!" Mae setuju sambil menatap malas ke arah Prince.
"Prince, yuk kita juga masuk. Kita....ke sana!" tarik Catalina dengan semangat.
Prince terdiam tanpa ada pergerakan karena matanya terus memandang kepergian Mae dan King di sana. Catalina menoleh karena lelaki yang bersamanya diam saja.
"Ayo Prince!" tarik Catalina lagi dengan lebih keras agar Prince bergerak. Prince tersentak dan mengangguk untuk ikut bersamanya.
Mereka berempat pun masuk ke area bermain dengan cara terpisah. Ide ini lebih bagus karena Catalina dan King bisa meluruskan rencananya untuk lebih dekat dengan orang yang mereka sukai.
......................
Mae dan King berjalan ke sekitar taman hiburan, sesekali mereka menaiki wahana yang ekstrim dan menantang bersama. Keseruan dan kegembiraan hadir di keduanya. Mereka berdua juga pergi membeli beberapa aneka jajanan dan mencicipinya bersama.
Sesekali Mae dan King berpapasan dengan Prince dan Catalina yang berbeda arah. Mae sedikit sinis ketika Prince berusaha tersenyum padanya. Ia memilih terus mengobrol bersama King tanpa memperdulikan Prince yang lewat.
"Ayo Prince! Kita naik itu!" ajak Catalina menarik tangannya. Namun mata Prince terus mengarah ke Mae dan King yang asyik berjalan sambil bercanda gurau.
"Prince!" Sekali lagi gadis ini memanggil namanya.
"Iya ada apa?" tanya Prince setelah kembali ke posisinya.
"Ayo kita naik itu! Kita sudah berjalan sejauh ini tapi belum mencoba satu wahana pun. Ini tak seru!" Rengek Catalina sambil berusaha membujuknya.
Prince tetap menggeleng, membuat gadis satu ini menekuk wajahnya dan cemberut.
"Ya sudah kalau begitu kita beli itu saja ya, ya," usulnya sambil sedikit manja pada Prince.
"Mhm." Prince mengangguk setuju dan wajah Catalina berubah ceria kembali. Mereka berdua lalu berjalan pergi menuju tempat penjualan es krim.
"King, habis ini gue mau ke tempat paling seru di sini ya," ucap Mae padanya.
"Ha, kemana?" King sedikit bingung.
"Udah ikut gue aja. Di jamin wahana ini paling asyik, paling seru di banding yang lainnya," kata Mae menyakinkan King.
"Okelah! Asal kamu senang aja E," ucap King setuju.
Mae tertawa kecil sambil merangkul leher lelaki tersebut. "Haha, ayo!" ajaknya senang.
King yang memiliki perasaan aneh menurut saja untuk berjalan bersama menuju tempat yang Mae maksud.
Wahana Rumah Hantu JoyFull Wonderland
Glegek !
King melongo di tempat setelah tahu tempat wahana yang dimaksud Mae itu adalah tempat yang paling menakutkan baginya. Ia juga sedikit menelan ludahnya sendiri sambil melirik ke arah Mae.
"I-ini yang kamu maksud wahana paling seru E?" tanyanya sedikit gugup.
"Ya lah, lu berani kan?" Mae sengaja menggodanya.
Belum juga menjawab, tiba-tiba tak jauh dari tempat itu ada yang memanggil namanya.
"King!"
"Catalina, Prince. Kalian mau mencoba wahana ini juga?" kaget King.
"Ya, Prince ingin masuk ke wahana itu. Jujur aku tak menyukainya," jawab Catalina sambil sedikit berbisik.
King memajukan wajahnya sedikit. "Haduh sama, Mae juga mengajakku ke sini," bisiknya.
Sementara dua orang ini mengobrol sambil berbisik, Prince terlihat senang karena Mae memiliki selera yang sama dengannya.
"Oi, kalian berdua! Mau masuk apa kagak?" Teriak Mae memanggil King dan Catalina yang masih sibuk berdiskusi.
Catalina langsung kembali menghampiri Prince dan menariknya untuk masuk dengan berani. "Ayo Prince, kita masuk duluan! Minggir!" suruhnya kasar pada Mae yang menghalanginya.
Mae dengan santai menggeser tubuhnya untuk memberi jalan pada mereka berdua. "Semoga beruntung!" teriaknya sedikit mengejek.
"King, ayo kita masuk juga. Kita uji nyali kita haha!" ajak Mae juga pada King yang masih ragu. Gadis ini dengan senang berjalan masuk sementara King masih saja ragu untuk mengikutinya.
"Haish King, cepat!" desis Mae ketika melihat lelaki yang bersamanya masih berdiam diri di tempat.
"I-iya E!" King tersentak dan langsung berlari mengikutinya.
Mereka berempat sekarang menjadi satu kelompok. King tampak beberapa kali menelan ludahnya sendiri karena takut. Begitu juga Catalina yang diam-diam memegang tangan Prince. Mae sendiri dengan berani berjalan di depan.
Serius berjalan dengan perasaan tegang, tiba-tiba sesosok hantu muncul tepat di hadapan mereka begitu saja. Mae yang terkejut langsung berbalik dan secara reflex memeluk tubuh Prince. Sedangkan Catalina langsung menutupi wajahnya karena tak kuat melihat hantu tersebut.
"Aaaa!!!" Mendadak suara nyaring keluar dari mulut King dan membuat semuanya kembali terkejut. Catalina yang berada di dekatnya seketika langsung berubah menutupi telinganya. Prince sendiri justru tersenyum senang karena dipeluk oleh Mae secara tiba-tiba.
Terasa sudah cukup aman, Mae perlahan mendongakkan kepalanya dan langsung terdiam. Ia baru sadar jika tadi tubuhnya bergerak sendiri memeluk Prince yang tepat berada dibelakangnya.
Catalina akhirnya melihat itu dan segera melepaskan mereka dengan perasaan kesal.
"Hei, jauh-jauh dari Prince-ku!" Tarik Catalina pada tangan Prince dan mendorong kecil tubuh Mae
"Haish sorry gue kagak sengaja," ucap Mae padanya.
Mereka berempat lalu berjalan perlahan kembali. King yang merasa malu terus memupuk mulutnya. Baru saja beberapa menit berjalan, lagi-lagi mereka di kejutkan oleh penampakan hantu yang dua kali ini lebih seram dari sebelumnya.
"Aaa!!!" Suara nyaring dari King keluar kembali. Karena takut ia dengan segera menarik tangan yang berada di dekatnya dan yakin jika itu adalah tangan orang yang di sukainya.
Sementara Prince juga menarik tangan seorang gadis disana untuk berlari menjauh. Keempat orang ini pun kembali berpisah.
Setelah cukup berlari. Akhirnya King yang masih memegang tangan Mae menurutnya berhenti. Ia lalu bertanya pada gadis tersebut
"E, kamu baik-baik saja?" tanya King tanpa melihat ke belakang.
"Hei, aku Catalina lah"! protesnya langsung sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Ha? Cat? Mana Mae?" Bingung King.
"Mana gue tau," jawabnya kesal sambil melepas tangan King dengan kasar.
"Kok bisa jadi kamu Cat? Perasaan aku tadi menarik tangan Mae?" pikir King sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Salah kamu! Mae pasti bersama Prince!" Kesal nya menyalahkan King. Mereka berdua menjadi bingung karena sekarang keduanya telah terpisah dari pasangannya.
Seperti yang dikatakan oleh Catalina, Mae dan Prince memang sedang berlari bersama sekarang. Mae sendiri cukup terkejut tadi saat pria tersebut menariknya. Ia tak menyangka, Prince akan membawanya berlari secara tiba-tiba.
Merasa cukup aman, Prince berhenti. Ia lalu menoleh ke arah Mae yang masih memasang wajah bingungnya. Dengan bangga, pria ini melontarkan senyumnya pada gadis tersebut sambil ngos-ngosan karena lelah berlari.
BERSAMBUNG
ngakak terus sama kelakuan Mae😂