NovelToon NovelToon
Suami Berondongku

Suami Berondongku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nona Ahza

( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.

Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Vano memberanikan diri melangkah ke kamar yang Nindy tempati. Sejenak ia ragu untuk mengetuknya, namun karena dorongan rasa ingi melihatnya yang begitu kuat, membuat tanganya mengayun dan mengetuk pintu kamar tersebut.

Tok tok tok

"Mbak Nin, kamu tidur..?" Panggil Vano. Namun tidak ada jawaban. Ia mencoba mengulangi mengetuk pintu kamar tersebut, namun sama, tak ada jawaban. Akhirnya Vano memberanikan diri masuk. Ia mendapati Nindy tengah tertidur. Vano mendekatinya, lalu menempelkan tanganya ke dahi Nindy. Mata Nindy terpejam.

"Mbak Nindy, kamu demam..?" gumam Vano dan memanggil yang lain.

"Kamu sakit Nin...?" kata Ellen dan Lily yang sudah berada di kamar itu.

"Tolong ambilin air dingin untuk mengompres, agar demamnya agak berkurang.." ucap Vano dengan wajah panik sekali. Lily segera pergi ke dapur dan mengambil apa yang di katakan Vano.

Semua khawatir dengan keadaan Nindy. Setelah di kompres, demam Nindy sedikit demi sedikit mulai turun. Perlahan-lahan mata Nindy terbuka, dan melihat semua temanya mengerumuninya.

"Kenapa dengan kalian..?" Suara Nindy lemah.

"Mbak demam, minum obat dulu ya, biar berkurang demamnya..." Nindy mengangguk lalu dengan lembut Vano memasukan satu butir obat ke mulut Nindy, dan memberikan satu gelas air putih kepadanya. Semua temanya tak menaruh rasa curiga, karena menganggap Vano seperti adik Nindy sendiri, jadi wajar kalau Vano perhatian.

Malam itu, Nindy sudah tidak merasa demam lagi. Vano merasa lega. Demikian juga dengan yang lainya. Akhirnya semua bisa istirahat dengan lega dan nyenyak.

____

Hari sudah menunjukan pukul 07.00 WIB. Namun sinar matahari pagi belum mau menampakan kehangatanya, karena tertutup oleh mendung pagi itu. Vano bangun lebih pagi dan berolah raga di sekitar Villa tersebut. Rencananya, hari ini mereka akan pulang.

"Tumben kamu bangun pagi Van, biasanya paling males sendiri...?" sapa Reihan yang sudah berdiri di belakangnya sambil menggerak-gerakan badanya.

"Pengen aja merasakan udara sejuk pagi ini, karena nanti siang kita akan balik, jadi kesempatan buat aku.."

"Kalian lagi ngapain..?" tanya seseorang di belakang mereka. Vano dan Reihan menolehkan kepalanya bersamaan.

"Nindy.., udah bangun juga..?" tanya Rei yang berdiri di samping Vano.

"Iya, mau jalan-jalan pagi, sayang udara sesejuk ini untuk di lewatkan.

"Mau aku temenin..?" Tawar Vano.

"Boleh juga..."

"Ayo, Rei aku antar mbak Nindy dulu.."

"Iya silahkan.."

"Kamu nggak ikut Rei..?" tanya Nindy.

"Enggak Nin, kemarin gua udah keliling sekitar Villa, kalian kan belum, jadi kalian saja..."

"Baiklah kalau begitu.." Vano dan Nindy segera berangkat. Menyusuri jalan yang masih sepi dan jarang kendaraan bermotor lewat.

"Uuhhhmmm, segernya..." ucap Nindy yang berjalan sambil sesekali memejamkan matanya, menikmati keindahan anugrah dari yang Esa.

"Mbak Nindy sangat cantik dan menggemaskan kalau di lihat dari dekat begini..." ucap Vano yang terlontar begitu saja saat berjalan di samping Nindy dan menatapnya.

"Dasar! Mbak nggak punya uang receh loh..?" gumam Nindy sambil terus berjalan dan tak menghiraukan ucapan Vano. Nindy pura-pura memasang wajah ngambek, hal itu membuat Vano panik dengan apa yang barusan ia ucapkan.

"Mbak Vano minta maaf, mbak nggak marah kan dengan kata-kata Vano barusan..?" ucap Vano.

Nindy senyum-senyum sendiri melihat tingkah Vano yang begitu panik melihatnya pura-pura ngambek dan berjalan agak cepat. Akhirnya ia memelankan langkahnya dan Vano segera berjalan berada di

sampingnya.

"Mbak ngambek beneran nih?" tanya Vano yang masih terlihat panik.

"Tergantung." Sahut Nindy.

"Mati dong kalau tergantung, hehe..." Canda Vano yang membuat Nindy spontan mencubit perutnya.

"Aww, sakit mbak, , lagi juga nggak nolak." kata Vano sambil nyengir.

"Hmm, anak kecil banyak maunya..? Hari ini kamu udah nemenin mbak jalan-jalan, makasih ya...?"

"Sama-sama mbak, Vano seneng kok bisa jalan-jalan berdua sama mbak Nin. Emm, boleh tanya nggak mbak?"

"Mau tanya apa?"

"Saat ini apa keinginan mbak..?" Nindy diam sejenak, menghela nafas dan mulai menjawab pertanyaan Vano.

"Membenahi masa lalu.." Vano heran dengan maksud ucapan Nindy.

"Membenahi masa lalu? Kalau begitu aku termasuk salah satu yang di dalam masa lalu mbak dong?" tanya Vano dengan nada serius.

"Kamu? Jangan asal nebak deh, emang kamu pernah jadi pacar mbak..?"

"Terus, siapa dong..?" Cecar Vano.

"Mantan pacar mbak, mbak akan membuangnya dan menghapus semua kenangan saat bersamanya, terlalu menyakitkan bila di ingat.."

"Betul juga sih apa kata mbak, tapi menurut Vano, kenangan itu jangan di buang, namun jadikanlah pelajaran buat menata masa depan.." Nindy berhenti sejenak, menatap laki-laki yang berdiri di sampingnya, ia tak percaya dengan kalimat yang di ucapkanya barusan.

"Terus kenapa kalau aku mau membuang dan menghapusnya? Memang ada laranganya? Enggak kan? Kamu ini kenapa sih, pertanyanya kok aneh-aneh dari tadi." ucap Nindy dengan heran dan sedikit sewot.

"Ahh, bukan begitu.Tapi tetep saja jangan dibuang.." jawab Vano sambil menatap Nindy.

"Kata siapa mau ku buang?" sahut Nindy yang kini ingin sekali menggoda Vano.

"Kalau di buang bagaimana?" imbuh Vano tak tahu ia sedang di goda oleh Nindy.

"Pasti tidak akan aku buang." jawab Nindy meyakinkan.

"Kenapa bisa bilang pasti?" Tanya Vano yang penasaran.

"Kamu memaksaku lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang aneh, mau kamu apa sih?" jawab Nindy sedikit kesal.

Mendengar jawaban Nindy Vano pun tersenyum. Nindy pun tersenyum melihat ekspresi Vano.

"Kamu lucu ya kalau lagi di kerjain gini..?"

"Iiihhhh mbak Nin...?" dergah Vano yang gemes melihat Nindy tertawa.

Keduanya segera menuju Villa kembali.

Siang itu, setelah mereka kembali ke Villa, semua segera berkemas untuk pulang. Seperti formasi kemarin, Nindy satu mobil dengan Vano.

"Mbak, sekali lagi maafin Vano, udah maksa mbak yang nggak mau turun ke kolam kemarin, gara-gara Vano mbak jadi sakit.." ucap Vano saat di tengah perjalanan.

Nindy hanya tersenyum dan mengaggukan kepalanya, melihat sikap Vano yang ia rasa seperti seorang laki-laki yang merasa bersalah kepada pacarnya.

Vano masih tetap fokus menyetir mobilnya dan segera mengantarnya pulang.

Dalam perjalanan, hati Nindy merasakan aneh, tak karuan rasanya. Seperti seorang yang pertama kali jatuh cinta. Setelah Vano bersikap manis barusan, duduk di sebelahnya membuat Nindy jadi gugup dan salah tingkah. Sepertinya Vano juga begitu. Mereka pun terdiam dan suasana menjadi hening. Hingga akhirnya keduanya sampai di rumah. Namun lagi-lagi Nindy berusaha menepis semua fikiranya

Vano dan Nindy segera turun dari mobil. Saat Nindy berjalan menuju pintu gerbang rumahnya, dengan cepat Vano menghalanginya, agar Nindy tidak membukanya.

"Kenapa Van?" tanya Nindy heran.

"Emm, nggak papa, Vano pamit dulu mbak.." kata Vano yang linglung dan segera berjalan ke arah mobilnya. Lalu meluncur pulang ke apartemnya. Nindy hanya bengong melihat tingkah Vano.

Setelah Vano pergi, Nindy buru-buru masuk dan segera menuju kamarnya, karena saat itu rumahnya sepi, ayah dan ibunya di toko, dan Ari di kostnya.

Nindy teringat kembali bagaimana ekpresi Vano saat sedang jalan-jalan bersamanya tadi, itu membuatnya senyum-senyum sendiri.

"Apa benar aku menggemaskan?" Kata Nindy sambil beranjak dan duduk di depan cermin riasnya. Di pegang wajahnya dan kembali ia tersenyum sendiri.

Nindy menghela nafas masih sambil senyum sendiri. Mengekspresikan bibirnya dan tersenyum semanis mungkin.

"Ahhh, gila apa, kenapa aku jadi seperti ini...?" Gumamnya lalu membaringkan tubuhnya karena sudah lelah karena perjalanan dari Villa tadi. Ia pun tertidur dengan masih menggunakan baju yang ia gunakan di Villa tadi, tanpa sempat menggantinya.

BERSAMBUNG

1
ralis sa
aku suka cerita ari dengan krital
Muhammad rizki Ramadhan
bagus
Manda Ulfah
kereeeen...
Puji Nurati
nindy juga, kenapa ga bilang aja mau ngenalin samuel ke Ririn, aneh ..ud tahu vano cemburuan, tinggal jelasin, masa diem aja
inayah machmud
rasain km vanya makanya jd cewek jgn kegatelan godain suami orang. ..
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
inayah machmud
rasain km mak lampir. ..😂😂😂
hafiz saputra
vano perlu dibawa ke psikiater itu, kalo ngga bawa ke rumah gua aja biar gua tempeleng di sini,, jadi cowok kok lebay gitu,, cemburu sih hal yg wajar tapi jangan berlebihan juga kali!!!
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TAMAT,
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
Sulaiman Efendy
HAMIL BARENGAN NINDY & RIRIN...
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
Sulaiman Efendy
DAN UNTUNGYA VANO JUJUR, DN NINDY SLLU MNSUPPORT VANO, KRN NINDY TAU, VANO ADALH LAKI2 SETIA..
Sulaiman Efendy
UNTUNG ANGGA MAU DIAJAK KERJASAMA..
Sulaiman Efendy
WAHH OTHORNYA JAHAT NI, SI ANGGA PENGHIANAT, FAIZ SALAH BWA ORG UNTUK KERJA DIWARUNGNYA VANO, LBH LICIK SELLY DRIPADA VANYA
Sulaiman Efendy
MSH SAJA TROBSESI TU SELLY MA VANO, GATEL BANGET, KNP LO GK BALIKN KE MNTAN LO YG LO BILANG MSH CINTA DN SYANG, HINGGA LO BATAL NIKAH MA CALON SUAMI LO..
Sulaiman Efendy
KLO MAU JDI SUAMI ISTRI DUNIA AKHIRAT HINGGA KE JANNAH, YAA PERBANYAK IBADAH, ISI RUMAH DGN NILAI2 ISLAMI, TRUTAMA PRBANYAK BACA AL QUR'AN & SHOLAWAT, DN TRUTAMA BUAT KALIAN BRDUA, HRUS TAUBATAN NASUHA, KRN PRNAH BRZINAH...
Sulaiman Efendy
JGN2 MDF ITU PRUSAHAANNYA OM YOHANES PAPANYA KRISTAL.
Sulaiman Efendy
LBH PARAH DARI VANYA DLU NI SI SELLY, JGN2 UDH AMBYAR JUGA TU PERAWANNYA... APALAGI MEROKOK GITU...
Sulaiman Efendy
DLU PAS NINDY DI TOLONGIN RENDY PAS HMPIR JATUH KRN LANTAI TOILET HOTEL LICIN, LO NGAMUKNYA MNTA AMPUN, SKRG GILIRAN LO...
Sulaiman Efendy
MMG DASARNYA LO YG MIANG SELL, UDH TAU MOK NIKAH, MSH SELINGKUH, WAJAR LO DIPUTUSIN, DN UNTUNGNYA BLM MNIKAH, KLO UDH MNIKAH, DN SELINGKUH, APA GK NYESEK TU LAKI LO, TUHAN SYG MANTN CALON LKI LO, KRN LO BKN WANITA BAIK2 YG BSA JGA KSETIAAN, SKRG NGP LO GK BLIK MA MNTAN LO, HRSNYA LO MA DIA STELH GGAL MNIKAH..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..
Sulaiman Efendy
TEMAN2 VANO YG LAKI2 DARI KLUARGA TAJIR, TPI YG PLING TAJIR SBNARNYA FADIL, TRMASUK VANYA ISTRINYA, RENDY JUGA TAJIR, DODY, REYHAN, SRTA SAMUEL... KLUARGA SEDERHANA HNY LILY.. KLO RIRIN KLUARGA MNENGAH, KRISTAL OKE JUGA TUHH..
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS USH PERGI...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!