NovelToon NovelToon
Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Romansa / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:124.6k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

BUKAN PENULIS ANU—YANG SUKA BOLEH BACA

Berkisah tentang dua insan yang menjalani kisah cinta virtual selama empat tahun, berhasil menyatu dalam ikatan tali pernikahan.

Axel Anggara Kusuma adalah suami yang mencintai istrinya semenjak mengawali kisah cinta virtual ini. Yuvita Antarina adalah gadis TKW yang bekerja di Hongkong, dan dalam kontrak kerja, dilarang pulang ke Indonesia sebelum kontrak selesai.

Usai pernikahan, untuk sementara waktu Axel mengajak Yuvi tinggal bersama keluarganya. Ibu Axel yang tidak menyukai Yuvi diam-diam mengusirnya menyuruh kembali bekerja sebagai TKW. Namun, di saat perjalanan, pesawat Yuvi mengalami kecelakaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Menggoda Istri Orang

"Mamaaaaaa ...." Aziel berlari menuju wanita yang memandangi mereka dengan heran. Namun, bibirnya pun merekah saat melihat siapa yang ada di sana. Mila menundukkan wajah merasa pipinya memanas melihat pria itu tersenyum padanya.

Sejenak, ia merasakan getaran halus dari dalam rahimnya. Ia membelai kembali perutnya yang terasa aneh, di saat melihat pria asing tetapi terasa tak asing.

Sebenarnya dia siapa? batinnya.

"Mama, kenapa tadi lama sekali?" Aziel memeluk Mila dengan erat.

"Iyah, tadi banyak yang harus diperiksa sama Tante Lianinya."

"Tante Liani tidak jahat sama Mama kan?" tanya Aziel dengan polos.

Axel merasa mengenal nama yang disebutkan Aziel barusan. Namun, ia memilih untuk menyimak. Karena baginya Liani adalah sebuah masa lalu.

Mila tersenyum dan mengusap kepala Aziel.

"Mama mirip dengan Om itu deh. Suka ngelus-elus kepala Aziel? Beda banget sama Papa, yang kerjanya cuma marah-marah."

Mila tersenyum kecut membelai pipi Aziel, kepalanya terangkat memandangi wajah orang yang dimaksudkan oleh Aziel. Mila menganggukkan kepala, lalu memutar badan dan pergi.

"Tunggu!" Axel menahan kepergian wanita yang begitu mirip dengan istrinya ini.

"Kalau boleh tahu, namamu siapa?" tanya Axel kembali.

"Tuan Arsen memberiku nama Mila. Jadi, panggil saja aku dengan Mila. Aku ke dalam dulu." Mila menggandeng tangan Aziel masuk menyusuri koridor kembali.

"Tuan Arsen memberiku nama Mila?" Akel mengulangi ucapan wanita itu. "Apa maksudnya?" Axel mengikuti Mila dan Aziel berusaha mengejar mereka.

Akan tetapi, di hadapan Mila dan Aziel telah berdiri pria yang membentaknya tadi malam. Mata pria berjas putih tersebut menatapnya dengan tajam.

"Kau ke sini untuk menggoda istriku lagi?"

Semua orang yang tak jauh dari sana mendengar ucapan Arsen barusan. Beberapa perawat terlihat berbisik setelahnya.

"Jika kamu masih menggoda istri sa—"

"Aku ini bukan istri Tuan!" sela Mila tak rela.

"Aku muak saat Anda mengakui saya sebagai istri Anda!" Mila melirik Axel sejenak, lalu menggandeng Aziel menyusuri koridor menghilang masuk ke dalan sebuah ruangan.

Axel kembali mencerna setiap kata demi kata yang diucapkan oleh Mila tadi. 'Jadi, Mila bukan istrinya? Kenapa dia mengaku-ngaku sebagai suaminya? Atau jangan-jangan ....'

"Kau jangan menggoda istriku! Awas jika mau masih mendekatinya lagi!" Arsen pun memutar tubuhnya menatap para perawat yang tiada henti berbisik.

Saat menyadari wajah datar Arsen menatap mereka dalam diam. Para perawat itu menundukkan wajah. Tak jauh dari sana, Liani mengepalkan tangannya dengan napas yang memburu.

Axel masih mematung melihat punggung pria yang memakai jas putih pada tubuhnya. Mereka sungguh terlihat aneh, aku akan menyelidiki ini semua!

Axel kembali ke unit gawat darurat, di mana ia meninggalkan Beni dan Ron. Beni terlihat tidur di atas brangkar, sedangkan Ron langsung menyambut kehadiran Axel.

"Gimana, Pak?" bisiknya.

Axel mengacungkan jempolnya. "Kita harus meninggalkan tempat ini dengan segera!"

Beni langsung terduduk. Ia menganggukkan kepala, begitu juga dengan Ron.

Arsen memandangi Mila yang sedang duduk di ruang santai. Mila memasang muka masam melirik Arsen. Ia sendiri tidak mengerti alasan menjadi marah setiap Arsen mengatakan bahwa ia adalah istrinya.

"Mama marah sama Papa?" celetuk Aziel menggunakan wajah polosnya.

Mila yang masih terpaku dengan rasa amarah di dadanya, melirik Aziel yang duduk di sampingnya. "Tidak apa, Mama hanya merasa sedikit tidak enak hati," ucapnya asal.

"Boss! Boss! Gawat!" Seorang pria berpakaian serba hitam yang kontras dengan suasana rumah sakit ini, telah berdiri di dekat Arsen dengah wajah tegang.

Mila mencoba memasang telinganya dengan baik. Arsen pun menyadari bahwa Mila sedang menyimak obrolan mereka.

"Ekhem ... ke sana saja!" Arsen meninggalkan ruang santai yang sedang diisi oleh Mila dan Aziel.

Arsen dan seorang yang memanggilnya tadi, berjalan menuju ke arah belakang. "Ada apa? Kau jangan muncul di hadapan anak saya!"

"Ma-maaf, Boss. Ini masalah genting."

"Kenapa?"

"Anak itu, hilang!"

"APA?" Arsen segera menyusuri bagian belakang gedung utama melewati koridor menuju bangunan khusus yang ia gunakan untuk operasi gelapnya.

Beberapa orang di antara mereka bolak balik keluar masuk bangunan itu dengan wajah panik. Melihat kehadiran Arsen yang memasang wajah marah, mereka semua tertunduk.

"Kenapa kalian ini bodoh semua? Apa yang kalian lakukan hingga anak kecil itu bisa lepas begitu saja?"

"Ma-maaf, Boss. Rencananya kami akan pergi mencari orang yang baru. Namun, setelah Kano mengatakan orangnya telah cukup, kami kembali ke sini. Akan tetapi, saat kami kembali, anak itu sudah tidak ada."

Arsen segera menuju ruang kontrol yang memonitor CCTV yang ada di sana. Saat melihat operator di dalam ruang ber-AC itu tidur di atas sofa yang jauh dari monitor, membuat Arsen menjadi semakin naik darah.

"Bodoh! Kalian semua BODOH dan tidak berguna!" teriaknya hingga oktaf kesepuluh.

Arsen duduk di depan deretan monitor yang banyak itu. Ia mencari bagian-bagian yang mengarah pada bangunan khusus tersebut. Lalu, ia melihat seorang pria yang berjalan menyusuri koridor tersebut.

"Dia?" Arsen menggeram menggenggam tangannya. Ia segera bangkit menuju pada tempat terakhir menemukan pria yang ada di dalam layar monitor itu.

1
Rifah Ihsanul Fajri
baru baca kelanjutannya ini thor, lanjutkan sampe tamat thor
Rifah Ihsanul Fajri: masilah ka😄
total 2 replies
Rif
knp upnya cm 1x sehari aja sih thor?
SoVay: itu aja sepi bgt kak 🤣 perjuangan smpai kembali ke masa depan dl yaa
total 1 replies
Rif
seru thor, lanjut
SoVay: kasih vote dunk kak 🤣🤲🙏
total 1 replies
Rif
semangat selalu thor
SoVay: makasi kak, udah langsung baca. kmrn agak ragu lanjut si, apalagi level anjlok dan sepi bgt. namun, kasian bgt kisah ini kalau tidak sampai tamat 😢
total 1 replies
Mas Budian
aku sengaja gak baca baca buat nabung bab biar gak penasaran, sudah lama juga gak mampir kesini. semangat ya author 👍💪💪💪💪
SoVay: baru habis kemalangan mas 🙏
total 1 replies
Rif
ini gak niat buat lanjutin nih thor???
SoVay: yuhuuu kak, aku udah lanjut yaaa..ayooo mampir lagi yaaa
total 2 replies
Ati Pct
aku di HK kak othor biasa ngomong tp gak biasa nulis kok berasa aneh aja bhasa kanton nya maaf 🙏 lebih baik gk ditulis bahasa kantonnya seperti yg diatas udah betul ( dalam bahasa canton) gitu aja daripada aneh 🙏😁😁😁😁
Ati Pct: ya bhsa Kantonis mas Budiman yg baik hati 🤭🤭🤭 sbb bacanya aneh aja karena aku juga pernah kerja di Hongkong eeeh kok malah curhat 🤣🤪🤪🤪🤪🤪
total 3 replies
yanktie ino
terima kasih
eyank hadir membawakan setangkai mawar untukmu
Fara F
Terima kasih atas promonya say🙏😘😘❤
SoVay: sama2 ya kakak 🥰 moga semakin laris
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
kok nggak bisa lagi dscrool sih thor. aku gak mau tahu, cerita ini harus dilanjutkan!
Mas Budian
biasa lah ucapan sayang atau ucapan yang paling menyakitkan itu biasa kita dapat dari orang terdekat, misalnya keluarga saudara bahkan suami.
Rif
lanjut thor, bikin penasaran
SoVay: tnggu ya kak, insya Allah awal bulan kita lnjutkan
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
kasihan sekali 😭
Aku Rajin Membaca
pulang kampung
Ati Pct
ya jangan dijual hpnya atuh neng Yuvi niih aku juga terbang ke Hongkong buat berobat ibuku yg sakit 🤭🤭 jadi curhat
SoVay: iya kak, demi tuntutan hidup ya kak. memaksa kita untuk bertindak
total 1 replies
Ati Pct
april.kepoooo apa.iri yaaa🙄🙄🙄
SoVay: wkwkwkw sbg sodara biasanya gmn kak? 🤣🤣🤣
total 1 replies
Mas Budian
ayo semangat Thor update nya
SoVay: udah semangat ini mas e 😭 tapi banyak tapinya
total 1 replies
Mas Budian
makin kesini makin seru ceritanya
Aku Rajin Membaca
wkwkwkw..asik sendiri emak2
Aku Rajin Membaca
disumpel dulu mulut bu juwi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!