NovelToon NovelToon
Mr.D Lost Chapter -Istri Pengganti

Mr.D Lost Chapter -Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:460.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak UPe

~Dennis Hardata~
Sampai mati tidak akan ada satu wanita pun yang akan menggantikan tempat mu Anne. Andaikan bukan karna putra putri kita, sudah lama ku hentikan nafas ini.

~Anne Mary~

“Aku sangat mencintai nya. Bahkan aku berpikir, aku tidak akan bisa hidup tanpa nya. Tapi dengan kondisi ku sekarang, aku sungguh tidak bisa kembali ke pelukan nya. Maaf kan aku Dennis, kan ku coba bahagia hanya dengan membayangkan mu.

~Nathalie~
Bagaikan belum puas memberikan hukuman untuk kesalahan yang tidak pernah aku ketahui apa, kini setelah penyakit kelainan jantung yang ada pasa ku sejak lahir, hati ku pun harus turut merasakan sakit karena cinta yang langit kait kan pada seorang duda dengan kisah cinta paripurna nya yang tak akan pernah usai untuk mendiang istri nya.

Harus kah ku biarkan hati juga merasakan sakit seperti yang di rasakan oleh jantung ku selama ini?

Atau harus kah ku tutup saja mata ku, lalu melangkah melewati nya mesti seluruh diri ku sangat menginginkan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Tapi karena keluarga Hardata merupakan salah satu donatur tetap dengan donasi terbanyak di sekolah itu akhirnya pihak sekolah tidak keberatan menerima Bia sebagai salah satu murid disana.

Ya walaupun sebenarnya Bia kesana bukan untuk bersekolah, Bia kesana hanya untuk dekat dengan Saka saja.

“Azzura akan ke sekolah.” sebuah jawaban yang tidak keluar dari mulut Raya atau pun Lea, melainkan dari mulut Dennis yang saat ini sedang berdiri di ujung tangga.

“Kak Lea, tolong bantu Azzura bersiap-siap. Hari ini dia akan bersekolah.” sambung Dennis lalu turun dan berjalan menuju meja makan.

“Benarkah? Kalau begitu aku juga akan membantu Azzura untuk bersiap-siap!” Sorak Raya senang akhirnya Azzura bersedia untuk bersekolah kembali.

“Ayoo Lea.” ajak nya pada Lea.

“Raya, Lea… hati-hati naik turun tangga.” Sebut Zee yang memang sedari tadi ada di tempat itu.

“Tentu saja sayang.” jawab Raya.

Duo bumil itu pun pergi ke kamar Azzura, dan di ruangan itu tinggallah Zee, Ansel dan anak-anak.

Zee dan Anse setiap hari nya memang bertugas menemani anak-anak untuk sarapan sementara istri-istri mereka sedang berusaha membujuk Azzura untuk ke sekolah.

Melihat Dennis yang sudah hampir dekat ke meja makan, Zee dan Ansel pun saling pandang.

Namun mereka seolah kompak untuk menutup mulut mereka yang terkadang suka ceplas ceplos itu pada Dennis.

Seolah mereka memang telah memutuskan untuk tidak berceletuk apa-apa.

Seperti nya mereka takut celetukan mereka bukan nya malah membuat suasana hati Dennis membaik, tapi bisa saja sebaliknya.

Dennis mengambil posisi duduk dimana dia biasa duduk seperti saat sebelum terjadi kecelakaan naas itu.

Dengan mandiri Dennis mengambil menu sarapan nya sendiri. Sebuah menu yang biasanya di makan oleh Anne Mary di pagi hari.

“Aku akan menemui ibu dan meminta izin ku mengoperasi di kembalikan.” ujar nya tiba-tiba tanpa ada orang yang bertanya

Zee dan Ansel pun saling lirik, “Benarkah? Aku senang mendengarnya.” Ujar Zee.

“Benarkan Ansel?” Zee menendang kaki Ansel di bawah sana.

“Ya! Tentu saja itu adalah sebuah keputusan yang sangat baik Dens.” timpal Ansel.

“Apa perlu aku temani bertemu dengan ibu?”Tanya Zee pada Dennis.

Dennis menggeleng pelan, tapi tidak mengeluarkan suaranya.

Saka yang terlihat sedang khusuk dengan makanan nya sesekali mencuri pandang ke arah papa nya."Apa papa sudah benar-benar baik?" batin Saka.

Saka sebenarnya ingin menyapa dan bahkan ingin memeluk papa nya itu tapi Saka ingat terakhir kali Saka bicara dengan papanya, tangis nya pecah dan papa nya langsung frustasi kemudian kondisi papa nya tidak dapat di katakan baik-baik saja sebab papa nya mendadak berubah seperti orang yang kehilangan akal nya.

Mengenang hal itu, Saka memutuskan untuk tidak bicara dengan papa nya.

Biar lah sang papa seperti ini, ini jika di lihat seperti nya jauh lebih baik dari kondisi papa nya yang dulu.

Saka pun menundukkan kepala nya dan melanjutkan sarapan nya.

“Kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu Dennis. Aku akan segera ke rumah sakit.” tawar Zee.

“Aku pun begitu. Aku akan ke rumah kapan pun kau butuhkan.” Ucap Ansel.

“Terima kasih kak. Tapi sepertinya aku tidak membutuhkan apapun saat ini.

Dan ya, terima kasih telah menjaga anak-anak saat aku sebagai papa mereka tidak bisa melakukan tanggung jawab ku dengan benar.” ucap Dennis, kemudian berdiri dan pergi.

Terlihat di atas piring dennis makanan masih utuh seperti sebelumnya.

“Aku berharap dia benar-benar baik- baik saja.” ucap Zee.

“Aku pun begitu Zee. Semoga badai ini lekas berlalu dari kehidupan nya. Aku sungguh tidak sanggup melihat nya hidup bagai mayat hidup seperti saat ini.” Sambung Ansel

1
Evi Nopianti
mantep ceritanya
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
denis hardata natahli istri kedua denis hardata
Alice Aurora Princess Rain
lanjut doong kak
sopi
lanjut donk
Novi Titor Novititor
ka upe tega bikin nangis
Sinta Azhari
gak bisa lanjut baca
Salwa Antya
kak upe jangan biarkan Anne dg delka...kembalikan Anne dg dennis
Salwa Antya
jangan buat aku sedih trs kak upe
Salwa Antya
kak upeeeee
Salwa Antya
dasar kak upe disaat genting pun ada aja ulahmu /Joyful//Joyful/
Salwa Antya
kak upe jahat /Sob//Sob//Sob//Sob/ bikin kami nangis semua /Cry//Cry/
Salwa Antya
/Sob//Sob//Sob//Sob/
Salwa Antya
sedih banget kak upe
Ratih Nilamsari
lanjut lg dong
FiaNasa
pengen tau kelanjutan Denis & Anne selepas kembali bertemu setelah belasan tahun berpisah
FiaNasa
ya ampunnnn mereka 😀😀😀
FiaNasa
kasian si pucuk 😭😭😭
FiaNasa
begitu terguncangnya jiwa denis kehilangan anne
FiaNasa
😭😭😭😭😭😭😭😭
FiaNasa
😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!