NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti

Ibu Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:734.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Memei Melita

"PERJODOHAN" adalah kata yang tidak jamannya lagi tapi itulah yang karina alamai sekarang.

orang tua karin mendojodohkannya dengan duda anak satu, banyak hal yang terjadi dalam hidup karin setelah menerima perjodohan itu.

"alisya sayang Bunda".

kata yang selalu membuat karin merasa bahagia dan bertahan dengan pernikahan perjodohan itu.

masalah silih berganti dalam rumah tangganya, kesabaran, keikhlasan dan setiaan karin di uji.

seiring berjalannya waktu, karin bisa mencintai suami dan anaknya dengan tulus. kasih sayang yang karin berikan pada alisya melebihi dari apapun.

suatu ketika saat karin melahirkan anak, hal yang tidak terduga terjadi yaitu anaknya meninggal karena dalam keadaan prematur.

kehidupan karin seketika runtuh dan hatinya sakit melihat anaknya pergi untuk selamanya. separuh dari nyawa karin hilang begitu saja.

karin bisa bangkit dari kesedihannya karena dukungan suami, anak dan keluarganya. mereka semua yang membuat karin bisa lebih baik dan semangat lagi dalam menjalankan kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memei Melita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

3 hari setelah aku melahirkan, akhirnya aku di perbolehkan pulang oleh dokter karena kondisi ku sudah membaik.

aku senang mendengarnya bahwa aku sudah sehat dan bisa beraktivitas kembali, tapi ada hal yang membuat ku sedih. aku tidak bisa pulang bersama abyan anakku, karena kondisi dia yang tidak memungkin kan.

dokter bilang padaku bahwa abyan butuh inkubator untuk dia tetap hangat karena dia lahir dengan berat badan yang kurang.

awalnya aku sedih dan menolak untuk pulang karena tidak bisa membawa abyan bersama ku. tapi, mas bram, ayah dan ibu memberikan ku pengertian bahwa itu demi kebaikkan abyan.

"sayang, kamu harus dengar apa kata dokter ya. itu semua demi abyan dan dokter akan menjaga abyan dengan baik". mas bram memelukku.

aku menangis di pelukkan mas bram,hati ku berat untuk meninggalkan abyan di rumah sakit. pada saat itu aku hanya ingin abyan ada bersama ku tapi karena kondisi aku harus merelakan jauh dari abyan.

"karin, udah nak jangan nangis lagi ya. setiap harinya kita bakalan kemari untuk melihat abyan". ibu juga ikut menenangkan pikiran ku.

"aku ingin lihat abyan mas" ucapku sambil menangis.

"iyaa iya sayang, sebelum pulang kita akan lihat abyan dulu". jawab mas bram sambil menepuk-nepuk pundakku.

"bram, kalian pergi aja dulu ke ruang abyan. ibu akan bawa barang-barang karin ke mobil, lagian ayah udah nunggu di lobi". ucap ibu.

"baik bu, ibu hati-hati ya". jawab mas bram.

mas bram mengajak ku keruang abyan yang tidak jauh dari ruang rawatanku. sepanjang jalan air mataku terus mengalir.

"udah sayang jangan nangis lagi". mas bram terus menenangkan ku.

"kita udah sampai, lihat itu box bayi yang nomor 2 adalah abyan. kamu lihatkan, dia pakai selimut yang kita beli sama-sama waktu itu". mas bram menunjukkan padaku.

"abyan". ucapku sambil menatap abyan dari luar.

abyan berada di dalam ruang inkubator dan kami tidak di perbolehkan kan masuk. kami hanya bisa lihat dari luar dengan pembatas kaca.

ada seorang perwat di dalam ruangan, ia menggendong abyan dan mendekatkan ke arahku.

aku melihat wajah abyan dengan dekat meski aku tidak bisa menyentuhnya. wajahnya terlihat seperti Mentari pagi begitu mencerahkan dan membuatku tersenyum lebar.

"mas, lihat abyan. lucu banget dia mas". aku mengusap-usap kaca alih-alih mengusap kepala abyan.

"iya sayang, dia terlihat manis dan menggemaskan".

"abyan sayang, sabar ya sayang. bunda akan jemput abyan, cepet sehat ya sayang".ucapku pada abyan.

"pasti sayang, kita akan bawa abyan pulang saat dia sudah sehat". jawab mas bram.

air mata ku tak henti-hentinya mengalir, aku senang bisa melihat langsung abyan tapi aku sedih karena melihat ada selang yang menempel di mulutnya.

aku tau pasti sakit saat selang itu masuk ke  dalam mulutnya, tapi hanya dengan itu abyan bisa minum susu untuk pertumbuhannya.

"kita pulang yuk sayang, ayah dan ibu sudah menunggu di mobil". ucap mas bram.

"iya mas". jawabku dengan lemas.

sebelum pergi aku melambaikan tanganku pada abyan, hati ku sangat berat meninggalkan dia sendirian.

saat sampai di mobil, aku duduk lemas dengan wajah sembab karena terus-terusan menangis. aku merebahkan kepala ku di pundak mas bram dan mas bram mengelus kepalaku dengan lembut.

"nak, jangan di tangisi. abyan pasti baik-baik saja. kita berdoa semoga abyan cepat sehat dan bisa berkumpul bersama". ucap ayah.

"benar apa yang di katakan ayah kamu sayang, ibu juga sedih tapi alangkah baiknya jika kita terus berdoa". lanjut ibu.

"iya bu". jawabku.

"hapus air matanya sayang, nanti alisya lihat kamu nangis dan dia ikutan sedih juga". mas bram memberikanku tisu.

lagi-lagi dukungan mereka membuatku bersemangat lagi, ayah, ibu dan mas bram yang selalu membuat ku kuat menghadapi situasi ini.

sebelumnya dokter mengatakan bahwa aku mengalami baby blues atau kecemasan setelah melahirkan. aku mengalami cemas saat mengetahui bahwa abyan harus dirawat terpisah dengan ku.

tapi aku tidak mengalami kecemasan yang begitu berat, hanya saja aku memikirkan hal-hal buruk yang terjadi bahkan saat aku hamil.

tapi aku dapat mengatasinya karena mendapatkan dukungan dari keluarga, hanya saja aku tidak bisa menahan rasa sedih dan mengeluarkan air mata begitu saja.

sampai di rumah, mas bram masih saja menuntun ku saat berjalan. ia terus berada di sampingku setiap saat dan selalu mengawasiku.

"mau langsung istirahat di kamar". tanya mas bram.

"iya mas, aku ingin istirahat". jawabku.

saat kami melewati ruang keluarga, alisya yang telah menunggu ke pulanganku langsung  berlari dan memelukku.

"bunda". alisya memelukku erat.

"sayang". aku juga memeluknya.

"alisya rindu bunda".

"iya sayang, ini bunda sudah pulang. maafkan bunda ya, bunda udah ninggalin alisya di rumah". ucapku.

"iya bunda, gak apa-apa. adik Bayi mana bunda?". alisya melihat sekeliling tapi tidak menemukan abyan.

mas bram menundukkan kepalanya dan memegang bahu alisya.

"sayang, adik abyan belum bisa pulang. tapi ayah janji akan segera jemput adik abyan dan membawa pulang. alisya main aja dulu ya, papa mau bawa bunda masuk kamar dan istirahat".

alisya hanya terdiam mendengar ucapan mas bram tanpa berkata apapun.

"alisya main sama kakek aja ya". ayah mendekati alisya dan menggenggam tangannya.

"biar nenek buatkan makanan ya, oke sayang". ucap ibu.

alisya menganggukkan kepalanya dengan wajah sedikit sedih.

"anak pinter, ayo kita main". ayah langsung mengajak alisya ke ruang keluarga .

sementara itu mas bram mengajakku masuk ke dalam kamar untuk istirahat.

"istirahat ya sayang, aku akan bawakan makanan buat kamu". mas bram menyelimutiku.

"iya mas".

setelah mas bram pergi keluar,hanya aku sendiri di kamar dan suasana terasa hening. aku masih memikirkan bagaimana keadaan abyan berada di rumah sakit. kecemasanku mulai muncul lagi saat aku merasa sendiri dan melamun.

tubuhku lelah dan mataku terasa mengantuk tapi aku tidak bisa memejamkannya. aku berhadap semua akan berjalan dengan baik sehingga aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun.

saat mas bram kembali ke kamar, dia melihatku uring-uringan di atas ranjang. aku terus membolak-balik tubuhku agar mendapatkan rasa nyaman.

"ada apa sayang?". ucap mas bram.

mendengar suara mas bram aku langsung terduduk dan menghadap nya.

"mas, aku gak bisa memejamkan mataku".

"sayang, itu karena kamu mengkhawatirkan sesuatu jadi sulit tubuh kamu untuk beristirahat".

"aku Hanya memikirkan abyan mas, abyan selalu ada di pikiranku". jawabku.

"abyan baik-baik aja sayang, udah sini tidur di pelukkanku". mas bram memelukku dengan erat.

"jangan berpikiran macam-macam sayang,semua akan baik-baik saja". mas bram memeluk ku sambil mengelus kepalaku dengan lembut.

mas bram terus memelukku dan menemaniku sepanjang malam, hingga aku bisa istirahat dengan nyenyak.

****

keesokkan harinya.....

"kamu sudah bangun sayang". ucap mas bram.

"ini aku bawakan susu hangat buat kamu". mas bram meletakkan susu di atas meja.

"terima kasih mas. kamu mau ke kantor mas?". aku melihat mas bram sudah rapi dengan pakaiannya.

"iya sayang, sudah lama aku ninggali kantor.kamu gak apa-apa kan aku tinggal kerja". mas bram mendekati ku.

"gak mas, lagian ada ibu di rumah.oh iya mas gimana kabar abyan?". jawabku.

"tadi aku sudah menelpon pihak rumah sakit, mereka bilang abyan baik-baik saja".

"syukurlah mas ,aku lega dengarnya". aku mengelus-elus dada ku.

"baiklah sayang, jangan terlalu capek ya harus istirahat.nanti sepulang kerja aku akan singgah ke rumah sakit untuk lihat abyan".mas bram mengecup kening ku.

"iya mas, kabari aku kalau mas di rumah sakit ya".

"iyaa sayang". mas bram pergi keluar pintu kamar dan melambaikan tangannya.

setelah mas bram pergi, aku minum susu yang mas bram bawakan untukku. aku sudah merasa cukup baikkan jadi aku memilih untuk turun ke dapur membantu bi nina dan ibu.

saat aku berada di dapur, ibu terkejut melihat ku tiba-tiba berada di belakangnya.

"aahhh ya ampun karin buat ibu terkejut aja". terlihat wajah ibu yang tegang.

"ibu sih terlalu fokus cuci piringnya".jawabku.

"ngapain kamu ke dapur? istirahat aja sana". ucap ibu sambil membilas piring yang dia cuci.

"aku bosan bu, di rumah sakit tiduran dan di rumah juga harus tiduran".

"Bagus dong sayang, itu namanya nyonya besar". ucap ibu bercanda.

"aahhh ibu suka banget ya godai anaknya".

"hahahaa biar kamu rileks sayang, biar wajah kamu cerah banyak ketawa". jawab ibu.

"alisya sekolah bu?". tanyaku.

"iya, tadi pergi bareng bram".

"bi nina dan ayah kemana bu?".aku merasa rumah terasa sunyi.

"bi nina lagi belanja kalau ayah lagi main ke rumah temennya".

"sepagi ini ayah udah main ke rumah temannya bu?".

"kamu kok heran gitu sih, kan ayah kamu sudah biasa seperti itu. temennya mau ajak ayah pergi mancing jadi pagi-pagi ayah udah pergi". jawab ibu.

"hhmmm". aku mengehela nafas.

"kamu kenapa? kok tarik nafas gitu". ibu menghampiri ku yang duduk di meja makan.

"aku berharap semua orang di rumah bu, biar ada yang di ajak ngobrol".

"kan ada ibu di rumah, mending ayo masak bareng buat ibu. ibu akan buatkan bubur kerang merah manis kesukaan kamu". ucap ibu.

"ibu bawa kerang dari rumah?". karena kerang itu hanya ada di daerah Kampung halaman ku.

"iya, ibu sebelum kemari singgah ke pelabuhan untuk membeli kerang kesukaan kamu". ibu mengeluarkan kerangnya dari dalam freezer.tanpamataku melotot saat melihat sekantung penuh kerang yang ibu bawa,ibu sangat tau apa yang ingin aku makan saat ini.

aku membantu ibu membuat bubur kerang merah manisnya, tapi aku tidak ingin yang memasaknya karena menurutku masakkan ibu sangat spesial hingga aku ingin makan buatannya.

saat kami sedang membuat bubur kerang, tiba-tiba ibu bertanya sesuatu.

"karin,apa bram gak keberatan kalau ibu dan ayah sedikit lama tinggal di sini".

"gak dong bu,ibu kok berpikiran seperti itu". jawabku.

"ya ibu tanya aja karin, mungkin bram merasa risih".

"mas bram gak seperti itu bu,dia sangat sayang sama ibu dan ayah.jadi ibu akan lama kan tinggal di sini". tanyaku.

"semalam ibu sudah bicarakan sama ayah,kalau kami akan pulang saat abyan udah sehat dan bisa pulang". jawab ibu.

tanpa basa-basi aku langsung memeluk ibu dan mengungkapkan rasa syukur ku.

"terima kasih ibu".

"terima kasih buat apa karin?". ibu merasa heran dengan ucapanku.

"terima kasih ibu selalu ada untuk karin, bahkan saat seperti sekarang". jawabku.

"ibu itu tidak pernah meninggalkan anaknya dalam kondisi apa pun, ia akan selalu ada berada di samping anaknya dengan rasa sayangnya yang tanpa batas".

mendengar ucapan ibu membuatku semakin tenang dan nyaman saat memeluknya. aku juga berharap akan menjadi sosok ibu yang baik seperti ibu.

"udah ah, jangan peluk-pelukkan terus entar keburu siang loh".

"hehehe iya bu". aku dan ibu melanjutkan masak.

"sekarang kamu duduk biar ibu bawakan buburnya". ibu menarik tangan ku untuk duduk di meja makan.

"gak apa bu, biar aku ambil sendiri". ucapku .

"sstttt.... udah kamu duduk aja jangan protes apapun". ibu pergi mengambil semangkuk bubur untukku.

"ini buburnya". ibu meletakkan semangkuk bubur di hadapan ku.

"hmm harumnya, pasti lezat". aku langsung menyantapnya.

"gimana?". tanya ibu.

"enak banget bu,beneran deh". jawabku dengan mulut penuh dengan bubur.

rasa buburnya sama seperti apa yang aku pikirkan ,tidak berubah sama sekali.ibu terlihat bahagia melihatku begitu lahap saat memakannya.

"terima kasih ibu, sudah membuatkan ku bubur yang super duper enaknya dan hanya satu-satunya di dunia". puji ku untuk ibu.

dari dulu,setiap kali aku merasa kurang mood,gelisah ataupun sakit.ibu akan membuatkan bubur ini untukku dan membuatku bersemangat lagi.

"sama-sama nak". ucap ibu sambil tersenyum.

selesai makan aku melihat ibu masih sibuk di dapur.

"ibu ngapain lagi?". tanyaku.

"ini ibu masak soup kerang,sekalian untuk makan siang". jawab ibu.

"istirahat aja dulu bu,makan siangkan masih lama.mendingan ibu duduk dan makan bubur kerangnya".

"gak apa-apa nak,ibu belum capek kok". jawab ibu.

beberapa saat kemudian,bi nina pulang dengan membawa beberapa kantung sayuran.

"bu,biar saya aja yang masak". ucap bi nina.

"gak apa bi,saya hanya membuat soup aja kok". ibu tetap melanjutkan masaknya.

"biarkan aja bi, bibi sini deh". aku memanggil bi nina untuk duduk di samping ku .

"kenapa non?".

"bibi cobain bubur kerang merah mani ini". aku menuangkan buburnya untuk bi nina.

"iya non". bi nina langsung memakannya.

"gimana bi? ". tanya ku.

"enak non, enak banget". jawab bi nina.

"kan benar bu, masakkan ibu sangat enak". ucapku.

"udah deh karin jangan promosi terus, nanti ibu jadi malu kalau ada yang muji masakkan ibu". jawab ibu dengan tersipu malu .

aku selalu bangga dengan ibu, apapun itu dan seperti apa rasanya ibu akan tetap jadi yang terbaik buat aku.

aku juga berharap bisa sepandai ibu dalam menyajikan makanan untuk keluarganya, agar anak-anak ku bisa tumbuh dengan baik .

1
Arkan_fadhila
masalah Rara kok gitu aja selesai
Arkan_fadhila
PLIN plan gak sadar banget dia selalu nyebut nama gracia
Sus Susyla
belanjaja hbs 1 juta...cm 3 kresek..tp pas sampe rumah ortu karin bawaan y y sangat banyak..harus nurunin bolak balik
Sus Susyla
tinggalin aj karin biar tau rasa dia
Sus Susyla
laki2 nyebelin s bram
Sus Susyla
kata y alsya tangan d gandeng sm bram...ko bsa tiba2 nubruk gitu
Sus Susyla
kesalahn fatal..seorang ibu smpe anak perempuan g bisa dan ga tau apa2 ttg dapur....karena sejati y seorang perempuan harus tau
Enies Amtan
aku mampir
Srinama Lumbanbatu
lanjut
Nurani Tunjung
tiba2 1tahun ga msk akal deh..1bln mungkin ya...authorrr ny cpk🤭
Mhila Amhilawhaty
bosan kh sedding baca novel yg rata2 wanita nya gampangan
S Wati
sebenernya bagus ceritanya,tp kenapa penyampaiannya kurang greget...terlalu lempeng
As Tumenggung Zees
kehilangan anak itu sangat menyakitkan 😭😭😭😭😭😭😭rasax separuh hidup kita ikut pergi sy kehilangan anak yg paling sabar,rajin dn tak bisa sy gambarkan anak paling is the best😞😞😞😞😞
Emmy S Umar
Alhamdulillah selesai juga bacanya sampai ending
Tutiks
lanjut lagi dong up nya
Nina Rochaeny
2 thn baru berkunjung ke ortu..terlaluuu..4 jam di jln cetek...bisa plg sebulan sekali
Nina Rochaeny
1 thn tanpa apa2....rugi km karin
choi yongah
👍👍👍👌
Ratna Dewi
teringat kembali pengalamanku saat anakku meninggal karna lahir prematurdengan berat 1,3 kg hamil 7 bulan, anakku hidup 5 hari di inkubator,setiap hari aku dan suamiku melihat anakku dirumah sakit , dihari ke 5 jam 11 malam aku menerima tellpon dari rumah rumah sakit bahwa anakku tidak sadarkan diri, tidak lama aku sampai dirumah sakit anakku meninggal, hatiku sedih,terasa nyawa ini ikut pergi bersamanya, Allah maha pengasih lagi maha penyayang sekarang aku diberkani Allah 3 anak perempuan yg cantik dan sempurna,terima kasih Allah di balik kesedihanku engkau berikan aku kebahagiaan yg tidak bisa dinilai dengan apapun
.
RN
selamat dan semangat kk
balik mampir dukungan kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!