NovelToon NovelToon
VALEXA

VALEXA

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas dendam. / Perubahan Hidup / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menyembunyikan Identitas / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Kasus pembullyan yang terjadi disebuah kampus ternama hingga ada salah satu korban bully mengalami koma, membuat Valexa ingin mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Valexa, si gadis tangguh adalah mahasiswi baru yang langsung dibully dihari pertama dia masuk universitas bergengsi karena penampilannya dianggap cupu dan kampungan.

Keteguhan Valexa menghadapi para pembully membuat Ravelo, sang pangeran kampus mengincar Valexa untuk dijadikan kekasihnya. Para kaum hawa idola Ravelo, langsung menyalakan api permusuhan pada Valexa karena dianggap merebut idola mereka. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia yang dimiliki seorang Valexa dan hanya Ravelo saja yang mengetahuinya.

Apa rahasia itu? Dan apa tujuan Valexa datang ke kampus elit? Bisakah dia menghadapi para musuh-musuh yang membully dan mengincar nyawa Valexa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 30 Flashback 4

Ravel dan Valexa hanya bisa tertegun mendengar betapa manis dan indahnya kisah cinta Shakila dan Ronan. Bahkan Valexa sampai tak bisa berkata-kata meski ia masih belum mengerti kenapa kisah semanis dan seindah itu harus berakhir tragis sehingga menyebabkan pasangan kekasih tersebut mengalami hal buruk. Satunya koma di rumah sakit, satunya mengidap penyakit Anterograde, atau kehilangan ingatan jangka pendek.

Saat ingatan Ronan kembali, maka kakak Ravel akan marah seperti sedang kerasukan setan dan menyakiti semua orang yang ia lihat tanpa terkecuali. Bahkan Ronan tak segan-segan membunuh orang yang ia temui tersebut. Namun jika ingatannya hilang, maka ia akan berubah baik dan jinak seperti bayi, Iapun tak bisa mengingat namanya sendiri.

Itulah mengapa Ravel berserta seluruh penghuni istananya mengurung Ronan di suatu tempat tertinggi dan jauh dari keramaian kota, karena menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika ingatan Ronan kembali. Sungguh tragis dan miris sekali kisah mereka. Siapakah yang membuat Ronan dan Shakila jadi seperti itu? Masih menjadi misteri karena Charlen belum memberitahu mereka apa yang terjadi.

"Kak Charlen, bagaimana kakak tahu detail adegan ciuman kakakku? Ronan takkan mungkin menceritakan adegan ia mencium mesra seorang wanita padamu, kan?" tanya Ravel sok polos dan langsung membuat Valexa melotot ke arahnya.

"Apa yang kau katakan itu?" bisik Valexa marah. Bisa-bisanya Ravel bertanya seperti itu pada teman kakaknya disaat yang tidak tepat pula.

"Kenapa? Aku juga takkan pernah mengatakan pada siapapun kalau aku menciummu? Itu hal yang sangat pribadi."

"Diam kau bodooh! Kau baru saja mengatakannya!" Valexa semakin kesal dan ingin sekali memberikan hadiah bogem mentah ke wajah si Ravelo itu.

"Jadi ... kalian berdua sudah ..."

"Iya!" jawab Ravel cepat sambil senyam-senyum sendiri.

"Tidak! Itu tidak benar!" sanggah Valexa. Dua pria didepannya langsung menatapnya dengan tajam.

Sialan si Ravel! batin Valexa.

"Apa kau sudah lupa, Sayang? Kau mau aku ingatkan?" Ravel mendekat ke arah Valexa. Matanya juga menatap lurus kekasihnya.

"Ravel, aku tidak sedang becanda. Apa ini saatnya untuk membahas hal yang tidak penting?" Valexa berlari ke belakang punggung Charlen untuk menghindari Ravel. "Tuan Charlen, cepat beritahu aku apa yang terjadi pada mereka sampai sahabatku mengalami koma? Jangan hiraukan si bodooh itu!" pinta Valexa pada pria yang ada didepannya, sedangkan Ravel menatap Valexa sambil menyunggingkan senyum.

"Jawab dulu pertanyaanku tadi, Kak? Bagaimana bisa kakak tahu kalau kakakku berciuman mesra Shakila diruang kerjanya? Setahuku, Ronan bukan tipe orang yang terbuka seperti itu. Dia sangat dingin dan tak banyak bicara apalagi hal yang bersifat pribadi," tanya Ravel mengulangi pertanyaannya. Namun matanya tak pernah berpaling dari Valexa.

"Apa itu penting?" pekik Valexa semakin darah tinggi menghadapi pertanyaan nggak jelas Ravelo.

"Bagiku itu penting," jawab Ravelo cepat dan Valexa cuma bisa menghela napas panjang.

"Astaga, bagaimana bisa ada orang gila seperti dia," gumam Valexa dari balik punggung Charlen dan si Charlen sendiri cuma senyam-senyum saja melihat dua sejoli yang tak pernah akur bagai Tom and Jerry ini.

"Kalian berdua, jangan bermesraan lagi ..."

"Kami tidak bermesraan! Kenapa anda selalu bilang begitu?" potong Valexa.

"Bagiku ... pasangan kekasih yang sedang bertengkar itu jauh terlihat lebih mesra. Apa kalian tak menyadarinya?" tanya Charlen dan Valexa hanya mengernyitkan alis tanda tak mengerti. Ada apa dengan para pria-pria di kampus ini?

"Baiklah, aku akan jawab dulu pertanyaan Ravel, baru kuberitahu apa yang terjadi pada Ronan dan Shakila." Charlen mulai melanjutkan ceritanya. "Kau benar Ravel, kakakmu tak seterbuka itu pada orang lain meskipun aku adalah teman dekatnya yang bisa dipercaya. Kenapa aku tahu mereka berciuman di ruang kerja Ronan? Karena pada saat itu, aku tak sengaja nyelonong masuk ke dalam ruangan Ronan dan melihat mereka berciuman mesra tepat di depan mata kepalaku sendiri." Charlen mulai mengenang masa-masa indah yang terjadi diantara Ronan dan mahasiswinya, Shakila.

Saat itu, Charlen memang tak sengaja masuk dan melihat adegan romantis yang terjadi diantara dua insan sedang kasmaran. Tak ada yang dapat dilakukan Charlen selain hanya diam memerhatikan Shakila dan Ronan.

Gadis itu sangat terkejut karena pria yang tadinya Shakila kira adalah rekan sesama mahasiswanya, ternyata seorang dosen. Dan yang lebih mengejutkan lagi, sang dosen tiba-tiba saja menciumnya. Siapa yang nggak kaget coba?

Mata Shakila tak bisa berkedip saat melihat Ronan memejamkan matanya tanda ia tulus memberikan hadiah ciuman manisnya. Jantung gadis itu serasa meledak merasakan hal aneh yang terjadi pada dirinya. Perasaan senang bercampur bahagia, menyelimuti relung hatinya.

"Ini adalah hukuman untukmu," ujar Ronan setelah selesai mencium Shakila.

"Hu-hukuman?" tanya Shakila gugup. Wajahnya sudah berubah merah semangka. "Apa anda akan mencium semua mahasiswi wanita sebagai hukuman?" Shakila mulai berpikiran yang bukan-bukan karena salah mengartikan maksud ucapan Ronan.

"Tentu saja tidak, hukuman seperti ini hanya berlaku khusus untukmu. Tidak untuk yang lain." Ronan tersenyum manis penuh pesona sehingga siapapun yang melihatnya bakal kelepek-kelepek.

"Kenapa?" tanya Shakila.

"Kenapa?" Ronan mengulang pertanyaan Shakila sambil tersenyum. "Tentu saja karena kau adalah kekasihku."

Shakila terkejut, ia tak pernah merasa jadi kekasih Ronan. "Sejak kapan?" tanyanya.

"Sejak sekarang," jawab Ronan melihat wajah tegang dan shock didepannya. "Kau tidak mau? Aku terlalu tampan untuk ditolak loh," goda Ronan.

"Bukan begitu ... ini aneh ... mana ada dosen pacaran sama mahasiswinya sendiri?"

"Mahasiswi yang menikah dengan dosennya sendiri juga banyak? Apa kita langsung menikah saja? Baru pacaran?" tawar Ronan.

"Sir, ini sama sekali tidak lucu."

"Shakila, aku sedang tidak bercanda, aku lebih suka kau memanggilku 'Ron' daripada 'Sir' kalau kita sedang berdua saja seperti ini." Ronan kembali mendekatkan tubuh Shakila dekat padanya. "Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali bertemu denganmu. Kau wanita pertama yang membuatku tersenyum dengan kepolosan dan kebaikan hatimu. Banyak wanita cantik di dunia ini tapi jantungku terus bergetar saat aku melihatmu. Pikiranku hanya dipenuhi olehmu saat kita tidak bertemu. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Katakan padaku, apa ... aku tak pantas untukmu? Bisakah kau membalas cintaku?" tanya Ronan tepat di manik mata Shakila sehingga membuat gadis itu jadi merasa sangat gugup, dan juga takut.

Namun tak dapat dipungkiri, Shakila sangat bahagia, juga merasa terhormat karena dicintai oleh pria sekeren dan setampan Ronan. Bahkan ia sama sekali tak pernah menduga kalau Ronan jatuh cinta padanya, padahal ia tak punya kelebihan apa-apa. Sayangnya, Shakila tahu diri siapa dia, dan darimana ia berasal. Bukan Ronan yang tak pantas untuknya, tapi Shakilalah yang tidak pantas untuk Ronan.

"Sir ..."

"Ron," sela Ronan membenarkan ucapan Shakila.

Gadis itu terdiam dan tak mampu berkata-kata. "Aku rasa, hubungan kita tidak akan bisa berhasil. Kita berbeda kasta, kau bangsawan dan aku hanyalah kaum sudra. Kita takkan pernah bisa bahagia."

"Aku tidak tahu apa itu kasta dan apa itu kaum sudra, bagiku kau adalah wanita yang luar biasa dan aku jatuh cinta padamu. Akan kulakukan segala macam cara untuk melindungimu agar kau tetap bisa bersamaku. Karena aku mencintaimu. Sungguh, aku sangat mencintaimu." Belum sempat Shakila menyahut kata-kata cinta Ronan, dosen tampan itu kembali mencium mesra Shakila.

"Ehem ... hem .. ehem ..." Charlen yang sudah tak tahan melihat kemesraan mereka berdua langsung mengambil langkah tegas dengan sengaja berdeham.

Sontak dua sejoli yang sedang asyik memadu kasih itu refleks memisahkan diri dan jadi salting sendiri karena ternyata, ada orang lain diruangan ini selain mereka berdua.

"Maaf mengganggu momen indah kalian, tapi ada hal penting yang harus kusampaikan padamu Ronan," ujar Charlen tanpa basa-basi dan tak mau jadi obat nyamuk lagi.

BERSAMBUNG

***

1
Martha Amelia Susanti
Luar biasa
Oka Mur
Kecewa
Oka Mur
Buruk
Ummaza
keren
Lea_Rouzza
yooowoooo br hari k2,,,nadin lenyap kau dr bumiiii wkwk #modePembasmiKbenarn
Annisa Djafar
Buruk
Annisa Djafar
Kecewa
Rini Susanti
mmg Iki kampus gk ada cctv??
Shinta Dewiana
bahagia...
Shinta Dewiana
kelepek2 deh klu punya suami kayak gitu...hanya ada di dunia halu....cakeeppp
Shinta Dewiana
ho...ho...ho....rupanya si paman si raja dedemit yg beri tau...
mampuslah lo caittin
Shinta Dewiana
kereeennnn...deh
Shinta Dewiana
tepat waktu...suaminya datang...
Shinta Dewiana
wk...wk...wk....
Shinta Dewiana
omo omo omo penuh dg kejutan..
Shinta Dewiana
kejutan ya
Shinta Dewiana
haayyuuu eksekusi..
Shinta Dewiana
lebai
Shinta Dewiana
huh ravel sialan malah beneran nyekik istrinya apaan....hiss...kan enggak harus sekeras itu juga..
Shinta Dewiana
kasihan banget sebagian udah terjun ke jurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!