NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memoriku

Adrian yang baru tiba dini hari tepatnya pukul 02:00 , berjalan menaiki tangga menuju kamar tidur, perasaan yang sangat melelahkan seharian harus mengurus beberapa proyek besar dan bertemu denga beberpa Klien untuk menunjang pengerjaan proyek besar itu,

karena kesibukan Adrian di Perusahaan membuat Adrian tidak menyadari jika Andreas sudah mengingat sedikit demi sedikit memorinya, Sekretaris Mike terpaksa harus tidur dirumah para Tuan Mudanya, karena hari tidak lama akan datang.

.....

"mornig tuan" ucap Mike yang sedang mengaduk minumannya di pantry,

terlihat beberapa pekerja rumah sudah mulai sibuk dengan kegiatannya, Andreas memilih menganggukkan kepalanya, dan duduk dimeja makan, ia malas untuk bertemu dengan Adrian, karena ia masih curiga pada Adiknya itu.

sambil mengoles rotinya, Andreas berinisiatif bertanya pada Sekretaris Mike tapi ia ragu jika ia bertanya yang ada Adrian akan mengetahuinya juga, ia hanya bisa melirik Mike yang sedang meneguk kopinya dan memegang tablet Android sekaligus melihat jadwal Presdir hari ini.

Mike sadar dengan tatapan mata Andreas, tapi ia hanya membalas lirikan itu, saat keduanya saling memandang dari masing-masing posisi, Aditya langsung duduk di samping Andreas yang dengan mudah menghalangi Andreas menatap Mike

"bang, dari tadi abang melihat mike, memangnya ada apa.?" tanya Aditya dengan polosnya sambil mengambil roti dan selai tanpa melihat raut wajah Andreas yang sudah sangat malu

Sekretaris Mike hanya nyengir melihat tingkah Aditya, bagaimana pun Mike sudah tahu hanya saja ia tidak ingin menegur duluan takut Tuannya akan malu, yang diketahui Mike Andreas orang yang sama dengan Adrian yang tidak ingin merusak citra mereka didepan orang lain.

Aditya yang tidak mendengar tanggapan Andreas atas pertanyaannya membuat Aditya melihat kearah Andreas

"abang, kok diam" ucap Aditya sambil menangguk tanda tanya

"kamu bisa diam juga kan" ucap Andreas sambil makan dengan marahnya

Aditya uang yang baru sadar jika Abangnya marah, ia hanya memainkan dahinya naik turun dan meneguk susunya, walau Aditya sudah menjadi Publik figur yang sudah cukup terkenal, tapi kebiasaannya minum susu belum berubah.

saat hendak berdiri, Andreas yang sudah selesai, terhenti memasukkan kursi sejenak ketempat semula, ia melihat Adrian yang berjalan dengan setelean Jas disebelah kiri tas kerja dan disebelah kanan nampak Adrian sedang menerima telepon dari seseorang.

Andreas yang sadar saat Adrian melihat padanya, buru-buru Andreas mengambil ponselnya di samping Aditya yang masih makan dan berlalu menuju parkiran mobil.

"iya, sekitar jam 10 aku akan kesana, bye" ucap Adrian menyudahi panggilannya pada Aulia

Adrian menyimpan ponselnya kembali didalam saku jasnya, dan menarik kursi untuk sarapan terlebih dulu.

"mike, sudah makan.?" tanya pada Sekretarisnya

"sudah tuan, silahkan" ucap Mike yang sedang duduk memeriksa beberapa hal dilayar ponselnya

Adrian pun memilih bersarapan pagi nasi goreng, karena ia tidak pasti akan bisa makan atau tidak saat bekerja nanti, saat menuang minuman digelas Aditya sempat melihat kearah luar mencari-cari seseorang dan langsung mendekat ke kuping Adrian ingin membisikkan sesuatu

"bang, kok akhir-akhir ini bang andre gelagatnya aneh yah" ucap Aditya dengan suara pelannya

Adrian yang sedang mengunyah makanan melihat kearah Aditya yang menunggu jawabannya

"maksudmu.?" tanya Adrian yang masih penuh makanan dimulutnya

saat Aditya ingin memberitahu, Adrian langsung menyelah

"jangan terlalu curiga akan sesuatu, uda, kamu belum berangkat" ucap Adrian

"iya juga sih, ini aku mau pergi dulu yah bang, bye" ucap Aditya sambil meninggalkan Adrian beserta Mike yang masih stay di pantry mengutak-atik handphonenya.

"mike, bisa kita berangkat" ucap Adrian saat tidak merasakan Mike dibelakangnya yang masih duduk asik di pantry

Mike yang tersadar jika Tuannya sudah jalan menuju pintu, dengan secepat kilat ia melangkah cepat mengikuti langkah Adrian menuju mobil.

saat Adrian membuka pintu dikursi penumpang, Mike yang mengitari mobil untuk mengemudi terhenti saat Adrian memanggilnya

"mike, sebentar pertemuan bersama klien bisa diundur dijam makan siang, aku mau bertemu bersama aulia dulu" ucap Adrian masuk kedalam mobil

Mike langsung menyambar masuk dan menjawab

"baik tuan" ucap Mike

tanpa mereka sadar, Andreas yang dari taman samping saat melangkah ingin masuk lewat pintu depan terhenti mendengar Adrian menyebut nama Aulia.

.......

"uda lama nunggunya.?" ucap Adrian pada Aulia saat mendekat

"baru 5 menit aku datang, oh yah, aku hampir lupa" ucap Aulia memberikan Map bening dihadapan Adrian

"ini" tunjuk Adrian pada Map bening itu

"buka aja, itu kesepakatan yang sudah aku kelola untukmu, jika kau menolak maka aku akan marah" ucap Aulia, sementara itu Adrian membuka dan membaca isi berkas itu

"astaga, lia, aku tidak butuh ini" ucap Adrian merujuk pada Map itu

"jangan ditolak dong, aku kan enggak enak, bagaimana pun aku ingin kita menjalin hubungan yang baik" ucap Aulia sambil cemberut

melihat Aulia merubah mimik mukanya, Adrian yang tidak tegaan langsung membuang nafas

"heeemmm., baiklah, hanya sekali ini saja, apa kamu senang" ucap Adrian

"ia aku senang, silahkan minum kopi lattenya" ucap Aulia merujuk pada kopi dihadapan Adrian, ia berinisiatif memesan minuman itu sebelum Adrian tiba tadi,

dengan senang hati Adrian minum sambil memandangi wajah teduh Aulia, ia sangat senang jika melihat senyum diwajah cantik wanita dihadapannya ini, entah sampai kapan, ia bisa melepaskan perasaan ini dari Aulia

"kenapa memandangku.?" tanya Aulia membuat Adrian tersedak

cepat-cepat Aulia menepuk lembut pundak Adrian, membuat Adrian mengatur nafasnya

"uda baikkan.?" tanya Aulia lagi

yang hanya dibalas Anggukan oleh Adrian

Aulia kembali duduk dihadapan Adrian, entah mengapa Aulia sampai detik ini tidak bisa membalas perasaannya pada lelaki didepannya itu, tetapi Aulia bersyukur walau Aulia tidak bisa membalas semua perasaan Adrian tapi Adrian tidak pernah sekalipun menuntut akan perasaan itu ataupun memaksanya, dibandingkan pada lelaki diluaran sana ia tidak tahu

"kamu uda makan.?". tanya Adrian

"belum, tapi aku bisa kok makan dikantor setelah bertemu denganmu" jawab Aulia

tak lama Adrian memanggil pelayan untuk memesan, melihat sikap Adrian yang begitu perhatian padanya membuat Aulia tersenyum

tak lama makanan sampai pada meja Aulia dan juga Adrian,

"rian, apa lelaki itu sudah menetap disini.?" tanya Aulia ragu dengan mengaduk-aduk makananya

melihat tingkah Aulia, Adrian yang tadinya makan dengan lahap terhenti mengunyah dan bersandar

"jika aku bilang iya, apa kamu terusik" jawab Adrian meneguk perlahan airnya

"bisa kamu menjawab aku dengan jujur, apa dia sakit.?" tanya Aulia ragu

mendengar pertanyaan dari Aulia membuat Adrian bimbang, sejauh ini Adrian pikir tidak akan ada rasa penasaran pada keduanya tapi nyatanya ia salah, Aulia maupun Andreas masih terlalu sulit untuk dipisahkan

"kenapa kamu beranggapan seperti itu" ucap Adrian ingin tahu dari mana Aulia tahu

"tidak, aku kepikiran oleh ucapan Angel semalam, jika pria itu memakai pakaian rumah sakit dan ada infus ditangannya saat Angel melihatnya" ucap Aulia sambil minum dalam diam

Adrian bisa melihat, bagaimana pun Aulia berusaha menutupi dari rasa bencinya tapi tetap saja tidak bisa yang membuat Adrian tersenyum seketika

"kamu penasaran, mengapa tidak tanya langsung pada orangnya" ucap Adrian dengan senyumnya

Aulia kaget dengan penawaran dari Adrian, ia hanya penasaran bukan ingin bertemu

"enggak, aku tidak mau" ucap Aulia dengan nada tinggi menolak

Adrian yang mendengar hanya bisa tertawa, Aulia bingung

"apa ada yang lucu tuan adrian.?" ucap Aulia penuh penekanan

"tidak ada, kamu itu menggemaskan" ucap Adrian

drreett drreett

panggilan dari Sekretaris Mike membuat diam keduanya,

"ia mike, baiklah" ucap Adrian menutup panggilan itu dan melihat Aulia

"ya sudah, aku juga baru diberi pesan dengan sekretarisku, kita berpisah disini" ucap Aulia beranjak dari duduknya begitu pun Adrian mereka tidak lupa cipika-cipiki sebelum akhirnya berpisah

......

Di RS Aditya yang menyempatkan waktu untuk berjumpa dengan Angel setelah selesai dengan pemotretannya, entah mengapa Aditya ingin sekali melihat wajah teduh Angel

dari dalam mobil Aditya menunggu kedatangan Angel, ia sempat turun menanyakan keberadaan Angel, tak lupa ia memakai jaket, topi dan juga masker agar tak ada yang mengenalinya walau sempat ragu perawat itu memberi tahu, jika Angel kebagian shift siang hari ini.

tepat jam 11 siang mobil Angel masuk di area parkir khusus pegawai rumah sakit, tidak jauh dari parkiran mobil Aditya,

Aditya langsung bergegas mendekatinya dan menarik lembut wanitanya itu untuk masuk kedalam mobilnya sempqt Angel menolak tapi dengan cepat Aditya membuka maskernya sekilas

"ada apa lagi.?" tanya Angel judes

Aditya membuka topi dan juga masker terlebih dulu dan menghadap kearah Angel

"ngel, apa tidak ada sama sekali rasa terhadapku untuk meminta maaf" ucap Aditya

Angel yang sudah tidak ingin menghindar lagi dari Aditya, mengeluarkan semua unek-uneknya

"aku tidak pernah marah sedikit pun terhadapmu, selama kita saling kenal aku bukan tidak menyukaimu, hanya saja aku tahu situasimu dan juga aku sekarang ini, kamu adalah seorang yang sangat di gemari kaum wanita, setiap gerak-gerikmu selalu disoroti, aku tidak ingin merusak apa yang sudah lama ingin kamu capai, kamu paham itu, aku pun tersiksa dengan perasaan ini, maafkan aku jika selama ini membuatmu harus memutar otak agar bisa bersamaku" jelas Angel mengeluarkan semua apa yang ia simpan selama ini

tak sadar airmata Angel jatuh, Aditya yang terdiam sejenak mencerna semua penjelasan itu, ia merasa lega jika selama ini Angel tidak pernah benci olehnya, Angel yang merasa Aditya tidak bisa bicara ia ingin turun tapi dengan cepat Aditya menahan dengan lembut lengan wanita itu untuk menyuruhnya melihat kearah Aditya

"ngel, maafkan aku selama ini jika kamu risih oleh semua aktivitasku yang menyangkut dunia hiburan, aku senang jika kamu memiliki perasaan itu padaku, aku akan berusaha meyakinkanmu jika kamu sangat pantas untukku" ucap Aditya melihat dengan teliti setiap lekuk wajah Angel

"adit.." ucap Angel yang langsung dikantupkan oleh tangan Aditya

"ssstt., aku mencintaimu angelica wijaya" ucap Aditya mengenggam kedua tangan halus Angel

mendengar ucapan Aditya, tidak bisa dipungkiri airmata Angel berlinang sontak membuat Angel menarik tubuh Aditya kedalam pelukannya, ia sudah tidak peduli lagi dengan status mereka

"adit, aku juga mencintaimu sangat mencintaimu, maafkan aku membuatmu menunggu begitu lama" ucap Angel terseduh dan memeluk erat tubuh kekar lelaki itu.

Aditya yang terkejut mendengar ucapan Angel refleks ia mengendorkan pelukan itu dan melihat wajah teduh itu yang sedang menangis

"benarkah.?" ucap Aditya tak kalah girang bercampur haru

yang hanya dibalas Anggukan oleh Angel yang malu, Aditya pun balas memeluk tubuh Angel dengan perasaan yang bahagia.

mereka pun hanyut dalam perasaan masing-masing, membawa mereka membalas rasa yang harusnya sejak lama diutarakan.

......

"bos, tamu itu sudah ada didalam" ucap Mey pada Aulia saat keluar dari dalam Lift

sejenak Aulia memikirkan siapa gerangan seorang lelaki mengaku temannya

Angel pun melangkah masuk dengan hak yang begitu indah didengar dengan ketukan setiap langkahnya

kkrreeekkk

pintu terbuka, pria yang ada didalam mengarahkan pemandangan pada wanita dihadapannya yang memasang wajah kaget, tapi ia bingung pintu itu ditutup kembali olehnya bukannya masuk.

"mey, kok kamu tidak beritahu aku sih jika lelaki itu kesini" ucap Aulia tidak senang dengan sosok yang ada didalam ruangannya

"maksud bos, aku tidak paham" ucap Mey ragu dan tak tahu jika Bosnya itu menghindari lelaki yang ada diruangannya, tapi memang Aulia tidak pernah membicarakan tentang sosok pria itu.

Aulia yang sadar jika Mey tidak tahu dengan urusan pribadinya, ia pun melangkah masuk begitu saja meninggalkan Mey yang masih bertanya-tanya

"untuk apa kamu datang kemari, jika ini bukan urusan pekerjaan silahkan keluar" ucap Aulia melangkah masuk menuju meja kerjanya menghidupkan Komputer dan juga Laptonya yang ia bawa dan beberapa berka ia buka, untuk menyibukkan dirinya

Andreas yang mendapat perlakuan yang masih sama terhadapnya membuat Andreas tidak ingin berlama-lama, ia melangkah menuju meja kerja Aulia,

"aku butuh dirimu untuk bantu aku" ucap Andreas penuh dengan penekanan

Aulia sempat melihat kearah Andreas, dengan wajah kesal memandang Laptopnya kembali Aulia memencet intercom yang disudut mejanya

"mey, bisa kamu kesini urusan pria ini sudah selesai" ucap Aulia kembali dengan layar digitalnya

"aku tidak tahu kenapa kamu begitu menghindar dariku, aku juga bingung mengapa kamu selalu saja muncul diotakku, aku hanya..." ucap Andreas terputus saat Mey sudah masuk

"maaf pak, bisa anda ikut keluar bersama saya" ucap Mey menghentikan Andreas berucap, karena Andreas tidak ditanggapi oleh Aulia ia pun dengan hati kesal melangkah keluar dari ruangan Aulia.

Mey dan juga Andreas keluar, Aulia yang mendengar semua ucapan Andreas, seperti orang yang habis melihat hantu, ia ketakutan wajahnya begitu pucat, sempat ia mengelak dalam hatinya, ia berpikir sejenak,

Aulia memutuskan berlari mengejar Andreas, diluar ruangan ia tidak melihat Mey dan juga Andreas langsung Aulia berlari tanpa alas kaki kearah Lift ia ingin memastikan sesuatu, Aulia yang menabrak Mey saat berjalan menuju ruangannya begitu kaget dengan Bosnya yang tidak memakai Alas kaki.

"apa dia sudah pergi.?" tanya Aulia menatap tidak sabar akan jawaban Mey

Bosnya yang menatap penuh tanda tanya Mey hanya mengangguk saja

"sudah bos, sesuai perintah bos" ucap Mey

Aulia pun kembali keposisi khawatir dan menduga-duga tapi ia tepis, ia menangkupkan tangan kanannya kebibir dan tangan kirinya bertolak pinggang seakan mencari solusi akan rasa penasarannya,

Aulia kembali berjalan dengan cepat kearah ruangannya, Mey yang ditinggal menuju ruangannya kembali dengan perasaan aneh melihat wajah Bosnya itu sebelum maupun setelag bertemu dengan lelaki itu.

didalam ruangan, Aulia mondar-mandir tak jelas, kesal dengan perasaannya yang kalut itu ia pun menyibukkan dirinya pada pekerjaan, ia meminta Mey untuk datang keruangannya membawa banyak berkas yang harusnya ia kerjaan untuk 1 minggu kedepannya, tapi Aulia meminta sekarang agar ia menyelesaikannya.

sebagai bawahan Mey hanya menurut saja, dibawahnya tumpukkan berkas itu dan ia letakkan di atas meja kerja Aulia

"bos, apa ini tidak berlebihan, biar aku saja yang mengerjakannya" ucap Mey tidak tega dengqn tingkah Bosnya itu.

"tidak masalah mey, kamu kembalilah bekerja" ucap Aulia memulai pekerjaannya untuk melupakan mantan kekasihnya itu.

Mey yang sebenarnya tidak tega meninggalkan ruangan itu, akhirnya pergi dengan perasaan khawatir melihat atasannya akan begadang lagi bekerja, Mey paham jika Aulia sudah meminta banyak pekerjaan itu tandanya Bosnya sedang mengalihkan hatinya dari perasaan galau.

......

tepat pukul 19:50 Mey yang masih menunggu panggilan dari ruangan Atasannya, ia sebenarnya penasaran dan memilih menunggu Bosnya untuk memanggil, beberapa kali panggilan dari perusahaan pusat dialihkan ke meja Mey dari ruangan Aulia,

karena sudah ketiga kalinya terpaksa Mey, mengangkat panggilan itu.

"halo, ini dengan Mey" ucap Mey ragu menerima telepon dari kantor pusat

Angga yang sedari tadi menelpon ponsel Aulia tidak diangkat dan telepon kantor pun tak ia angkat membuat Angga khawatir pada Adiknya itu, karena sedari sore, Angel pun menelepon tapi ia alihkan

"mey, apa aulia masih dikantor.?" tanya Angga khawatir

"ia pak, bos sejak siang tadi tidak keluar dari ruangannya, ia malah menyuruh saya untuk memberi berkas-berkas yang harusnya untuk 1 minggu kedepannya ia kerjakan pak" ucap Mey tak kalah khawatir

"apa kamu bisa masuk keruangannya untuk menyuruhnya pulang, jika ia tidak diingatkan maka ia akan terus seperti itu" ucap Angga

mendengar perintah dari Atasannya, Mey pun dengan cepat mengalihkan panggilan itu kembali keruangan Bosnya, dengan cepat ia masuk begitu saja kedalam ruangan Bosnya.

"bos, pak angga ingin..." ucap Mey saat masuk tanpa mengetuk pintu dan mendapati Aulia sudah mengangkat telepon itu.

"ia, aulia akan pulang" ucap Aulia sambil menutup telepon.

"ada apa mey" tanya Aulia merapikan berkasnya sempat melirik kearah Mey yang sedang terpaku dengan bingungnya.

sadar akan pertanyaan Bosnya Mey memutar otak untuk menjawab dan melangkah kembali keluar ruangan

"tidak ada bos" ucap Mey sambil ingin menutup kembali ruangan Aulia dengan tidak membuat bunyi saat merapatkan pintu tersebut,

Aulia yang merasa heran hanya menggelengkan kepalanya dan bersiap untuk kembali ke rumah dengan mengenakan jasnya dan sebuah tas tangan Aulia berjalan perlahan keluar, Ia mendapati Mey yang juga akan pulang.

sekali Aulia menatap Mey dengan tatapan heran, mengapa Mey masih menunggunya untuk kerja lemburnya malam ini, Mey yang berjalan didepannya sambil menekan Lift sesekali melirik Bosnya.

"mey, kenapa kamu baru pulang dijam segini.?" tanya Aulia merasa penasaran akan adanya Mey masih dikantor

"eehh., itu karna bos masih bekerja maka saya sebagai sekretaris bos harus menemani bos" ucap asal Mey tapi ada benarnya juga jawaban itu, terlihat Aulia hanya manggut-manggut saja.

........

terlihat Angga yang berada di ruang tengah sedang cemas menanti pulangnya Aulia, sesekali Angga melihat jam dinding yang ada di ruang tengah itu,

Bunga yang berada di tangga ingin kearah dapur bisa dengan jelas Ia melihat Angga yang terlihat panik sambil mondar-mandir menunggu seseorang, karena penasaran Bunga menghampiri Angga.

"bang, lia belum pulang.?" tanya Bunga, karena sebelumnya melewati pintu kamar Aulia yang kosong.

Angga yang sempat terkejut akan kedatangan Adiknya, langsung duduk begitu saja sambil memeriksa ponselnya sekali lagi

"ia, dia belum juga pulang, ini sudah sangat malam, tidak biasanya dia seperti ini" ucap Angga gusar

Bunga pun berinisiatif menelpon dan masih belum ada jawaban, Bunga pun kembali menekan nomor Angel untuk memastikan,

"halo de, lia ada sama kamu tidak.?" ucap Bunga buru-buru saat tersambung

Angel yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya di UGD hanya menjawab cepat sambil buru-buru Ia matikan

"tidak kak, angel lagi sibuk maaf harus ditutup dulu, bye" ucap Angel mematikan panggilan Bunga

saat orang rumah sibuk dan khawatir padanya, Aulia yang sedang menyetir mobilnya terlihat begitu pelan ia kemudikan,

dengan menghayal Aulia tak sadar saat ingin membelokkan arah kemudinya, hampir saja ia menabrak mobil lainnya dari arah berlawanan, nampak lelaki yang dimobil itu turun untuk mengecek keadaan mobilnya dan juga mobil didepannya.

terlihat Aulia yang langsung mengrem mendadak dan tertunduk di balik setir mobilnya dengan mengatur nafas, lelaki yang mengenal pemilik mobil yang tidak sengaja ingin menambraknya menggedor-ngedor kaca mobil itu.

Aulia pun langsung menurunkan kaca mobilnya dan turun dari dalam mobilnya.

"maaf mas..." ucap Aulia terhenti karena orang yang didepannya ini adalah Ka Maxim

Maxim yang melihat Aulia hanya bisa memberikan senyum manisnya

"lia, it's okey, kenapa kamu masih kelayapan dijam segini". ucap Kak Maxim menyadarkan Aulia dari lamunannya

"eehh., kak max, aku baru pulang dari lembur, kak max kapan datang? bagaimana dengan cabang di bali apa baik-baik saja.?" ucap Aulia penasaran

"oohh., aku, tiba tadi siang, baik-baik saja, selama aku yang tangani" ucap Maxim ngaco

membuat Aulia terkekeh,

"apa kamu mau balik.?" tanya Maxim, menyadarkan Aulia untuk segera pulang

"astaga., kak, aku harus balik duluan, hubungi aku yah, bye" ucap Aulia buru-buru masuk kedalam mobilnya

Maxim yang melihat reaksi Aulia yang nampak tergesa-gesa, hanya bisa mempersilahkan Aulia untuk segera menancap gas mobilnya.

........

"sepertinya itu suara mobilnya aulia" ucap Bunga yang duduk menemani ka Angga menanti Aulia pulang.

Bunga ini membuka pintu tapi dicegat Angga dan menyuruh Bunga untuk balik naik keatas, Bunga pun menuruti kemauan Abangnya tapi Bunga mengingatkan agar Angga tak memarahi Aulia.

saat Bunga naik melewati tangga, terlihat Aulia masuk dan diladeni oleh Angga yang dengan wajah yang tak terbaca.

Aulia yang masuk perlahan, Ia bisa lihat dengan jelas Angga yang sudah menunggunya dengan melipat kedua tangannya sambil duduk melihat kearah dirinya yang sedang menutup pintu.

"tahu jam berapa sekarang.?" tanya Angga mencegat Aulia berjalan.

Aulia sempat melirik jam Dinding diruang tengah itu dan betah terkejutnya Dia saat melihat sekarang waktu sudah menunjukkan tepat pukul 09:30, Aulia memutar otak, dan sedikit menggertakkan giginya untuk mencari kata yang pas agar Abangnya tak marah padanya.

Angga yang masih duduk pada posisinya dengan melipat kedua tangannya didada menunggu jawaban tanpa melihat kearah Aulia, bukan maksud hati Angga untuk marah pada Adiknya itu, hanya saja ia merasa khawatir terhadap Adiknya apalagi sudah kedua kalinya ia melihat Adiknya itu terpuruk, ia tidak mau terlalu menekan maupun bebas, mungkin karena hanya Aulia Keluarga kandungnya yang tersisa makanya ia harus terus khawatir berlebihan.

Aulia pun merasa tak enak, ia pun berbalik dan mendekat pada Angga, karena posisi Angga masih sama, akhirnya, Aulia duduk dan berhamburan didalam pelukan hangat Abangnya itu dengan menghirup perlahan nafasnya Aulia pun terlihat berubah mimik mukanya.

"lia minta maaf yah bang, lia tadi kerja sampe lupa waktu" ucap Aulia sambil melonggarkan pelukannya dan melihat kearah Angga dengan perubahan wajah yang bisa ia tutupi.

"tadi, lia sempat ketemu dengan kak max dijalan, jadi yah, tapi lia uda disinikan! abang jangan marah lagi yah" ucap Aulia dengan merubah mimik mukanya dengan wajah imut nan manja

Angga sempat memutar otak saat nama Max disebut Aulia, tapi dengan melihat wajah teduh Aulia ia pun tersenyum dan membelai lembut rambut panjang Adiknya itu.

"abang tidak marah padamu, abang hanya terlalu sayang saja jika kamu ada apa-apa, apa abang akan tenang jika kamu belum sampai dirumah dijam segini"

Aulia hanya menyimak, Ia tahu jika Abangnya sangat menyayangi Ia,

"oh ya, max..?" tanya Angga masih penasaran dengan nama itu

"oh., kak max, dia salah satu kolega bisnis lia yang ada di bali bang, dan dia juga kakak kelas lia dulu" ucap Aulia sambil tersenyum simpul

"apa dia..." goda Angga

"dia apa.., jangan mengada-ada yang bang, uda aahhh., lia masuk dulu" ucap Aulia kabur jika Abangnya akan menggodanya.

Angga hanya memperlihatkan mimik wajah tak bersalahnya dan beranjak kedalam kamarnya.

......

Didalam kamar berbeda, Andreas nampak berbaring telentang sambil menatap atap kamarnya, dengan mengingat kembali kejadian tadi siang didalam ruangan Aulia.

fla****sback on :

"aku butuh dirimu untuk bantu aku" ucap Andreas penuh dengan penekanan

Aulia sempat melihat kearah Andreas, dengan wajah kesal memandang Laptopnya kembali Aulia memencet intercom yang disudut mejanya

"mey, bisa kamu kesini urusan pria ini sudah selesai" ucap Aulia kembali dengan layar digitalnya

"aku tidak tahu kenapa kamu begitu menghindar dariku, aku juga bingung mengapa kamu selalu saja muncul diotakku, aku hanya..." ucap Andreas terputus saat Mey sudah masuk

"maaf pak, bisa anda ikut keluar bersama saya" ucap Mey menghentikan Andreas berucap, karena Andreas tidak ditanggapi oleh Aulia ia pun dengan hati kesal melangkah keluar dari ruangan Aulia.

flasback off

Andreas sangat kacau, pikiranya dipenuhi dengan wajah Aulia, ia juga bingung mengapa begitu sulit untuk mendapatkan kembali ingatannya, tanpa harus melibatkan wanita yang bernama Aulia itu.

"aaaaaaaaa..," teriak Andreas dengan mengacak rambutnya kasar

Aditya yang sempat melintasi pintu kamar Andreas tersentak karena kaget dan panik jika terjadi apa-apa pada Abangnya itu, terbilang bahwa Andreas masih sakit.

Aditya dengan wajah panik membuka pintu kamar Andreas, tapi terkunci ia pun menggedor-gedor pintu kamar itu, tapi tak ada respon, Aditya makin panik dengan memanggil-manggil nama Andreas dari luar kamar.

Andreas yang cukup pusing dengan situasi itu langsung berseru dari dalam

"it's okey dit, gue lagi pengen sendiri" seru Andreas

Aditya yang mendengar langsung terhenti dan merasa bersyukur

"ya uda, adit tinggal dulu yah bang, adit masih harus keluar ada rapat dikantor, bang rian uda dijalan, adit pergi yah" ucap Aditya

Andreas tak menyahut seruan Aditya, Ia benar-benar stres dengan semua ini, Ia pun memilih tidur.

"Aulia Zahra Wijaya, itu nama gue, dasar manusia kulkas," teriak Aulia saat Andreas cuek dengannya yang menyebabkan buku-buku pelajaran berhamburan dilantai lorong sekolah, dengan wajah kesal Aulia memungut satu persatu buku-buku itu.

Andreas terbangun dari mimpinya dengan wajah yang pucat dengan bercucuran keringat dingin, ia tersentak dari mimpinya itu, dengan menenagkan hati, Andreas meraih gelas yang berisi air minum yang selalu ada diatas nakas samping tempat tidurnya.

Ia meminum perlahan dan melihat keluar jendela yang tertutup tirai putih transparan itu, ternyata hari sudah pagi pikirnya, ia masih tak habis pikir mengapa ia memimpikan wanita itu.

......

selamat membaca readers, makin penasaran jangan lupa like, vote dan komentarnya yah

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!