Squel novel Bidadari sang gus season 3
❌ JANGAN PROMOSI DI NOVEL ON GOING !!!!!!
SILAHKAN PROMOSI DI NOVEL YANG SUDAH TAMAT !!!!
Rasya Syafaraz, sering kali dipanggil Gus Rasya yang saat ini usianya sudah menginjak 33 tahun.
Selama hampir 6 tahun ia hidup sendiri dengan membesarkan putri cantiknya seorang diri.
Janji 'Aku akan selalu mencintaimu kapanpun, dimanapun, dan apapun yang terjadi. Aku tetap ingin berjalan bersamamu hingga ke Jannah Allah'
Hingga sampai saat ini, Rasya masih setia dengan sumpah ikrarnya pada sang istri.
Lalu bagaimana ia menghadapi kehidupan ketika takdir mempertemukan anaknya dengan seorang wanita yang selalu di anggap sebagai ibu-nya ?
Masih bisakah Rasya mempertahankan Ikrar cintanya pada Aisya ?
Saksikan terus cerita yang menarik ini dalam kisah Ikrar Cinta Gus Rasya !!!
Happy Reading guys !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliraa al syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi-lagi Ara
Kebahagiaan yang tidak bisa di ukur dengan apapun nyatanya berhasil Rasya rasakan saat ini. Tentunya setelah kembalinya Aisya, sang istri tercintanya yang selama 6 tahun pergi meninggalkan hati yang sedang sayang-sayange.
Seulas senyum ia tunjukan dikala melihat para wanita yang tengah mengobrol ria tanpa memperdulikan kehadirannya.
"Ehem.." Rasya berdehem mencoba menyadarkan mereka yang asyik berbincang tanpa melihat kanan dan kiri.
"Kenapa mas ?" Tanya Aisya sekilas melirik suaminya.
Rasya hanya menggeleng, namun dari tatapan matanya yang seperti menginginkan sesuatu nyatanya berhasil tertangkap oleh penglihatan bunda Elsa.
"Icha, bisa bantu bunda siapin makan nak ?!" Tanya bunda seraya memberikan kode dengan mengerlingkan sebelah matanya.
Icha yang mengerti hal itu langsung tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan mengikuti langkah bunda Elsa.
...Rasya menghela nafas lega. Ternyata kepekaan yang ibu mertuanya miliki itu sangat-sangat menguntungkan baginya untuk bisa menghabiskan waktu lebih banyak lagi bersama sang istri....
"Ikut mas yuk ! Gak enak juga disini, nanti istirahat ayah keganggu," ucap Rasya.
"Kemana mas ? Tapi Ici.." Kalimatnya terhenti dikala Rasya berpindah posisi tepat di belakangnya dengan tangan yang mengunci pergerakan tubuh Aisya.
Posisi yang sangat kurang nyaman bagi Aisya. Ia tidak marah, walau bagaimanapun Rasya masih suaminya meski saat ini mereka harus mengulang lagi pernikahannya. Tapi..
Selama 6 tahun ini Aisya tidak pernah di sentuh oleh lelaki manapun termasuk juga Evan, seseorang yang paling dekat dengannya selama itu. Hal yang tidak biasa tiba-tiba harus ia biasakan untuk bersentuhan dengan Rasya. Rasanya aneh ! Ada rasa takut, gemetar, dag dig dug dan entahlah apa lagi. Semua rasa itu bercampur menjadi satu dalam dadanya.
Kyaaaaa.. ya Tuhan, tenggelamin aku ke lautan yang paling dalam sampe aku gak tau lagi lewat mana harus pulang ke darat.
"Lihatlah kebawah !" Bisik Rasya di telinga istrinya.
Hembusan nafas Rasya menyebar di bagian telinganya. Tubuhnya bergetar hebat, bukan melakukan apa yang Rasya minta, Aisya malah menutup matanya merasakan setiap deru nafas Rasya yang berhasil masuk ke dalam hijabnya.
Rasya sedikit melonggarkan pelukannya dan memberi sedikit ruang untuk tubuh mereka.
"Mas minta kamu buat lihat ke bawah, sayang, bukan merem," ucap Rasya seraya terkekeh.
Ucapan Rasya sontak membuat Aisya salah tingkah dan malu. Ia membuka matanya dan melihat ke bawah sana seperti yang suaminya minta.
Aisya baru ingat, ternyata Aishi tengah bermain di taman kecil dengan mbak yang membantu pekerjaan rumah bundanya.
"Lupa ya ?" Ledek Rasya kembali terkekeh.
Aisya hanya mengangguk kecil seraya menahan malu. Namun dalam hatinya ia memaki dirinya sendiri yang pelupa.
Aaa..malunya bee
"Bisakan ikut mas sebentar ?!"
Lagi-lagi Aisya hanya memberi anggukan sebagai jawaban untuk Rasya.
Bukan lagi bergandengan tangan, Rasya langsung membopong tubuh Aisya untuk mempersingkat waktu. Ralat ! Itu cuma modus alias ndlepus ala suami hi hi hi.
"Mas..!"
"Stt ! Biar gak kesandung semut," jawab Rasya sekenanya.
Kesandung semut ?
Memang ada ? Yang ada semutnya langsung mejret keinjek. Bathin Aisya menggeleng menyikapi Rasya yang menurutnya berlebihan.
Rasya mendudukan tubuh Aisya di tepi ranjang kamar yang menjadi sejarah bagi keduanya.
Aisya tidak lagi terkejut mengenai kamar itu, karna ia sempat memasukinya walau hanya sebentar. Namun tidak dipungkiri hal itu ternyata membawa berkah dan kebenaran yang seharusnya ia ketahui sejak lama.
"Kamar ini adalah kamar kita. Kamar bersejarah antara mas dan kamu sayang. Semoga adek cepet inget tentang kamar ini dan kenangannya," ucap Rasya dengan penuh harapan di setiap kalimatnya.
"Harus cepet banget di inget ya mas ?"
"Kenapa ?" Tanya Aisya lagi setelah melihat Rasya mengangguk.
Rasya mendekatkan bibirnya di telinga sang istri,"Karna di kamar ini juga kenangan pengolahan kuping dan hidung Aishi terjadi," bisiknya.
"Dih, mesum !" Ucap Aisya seraya menjauhkan sedikit tubuhnya dari Rasya.
Rasya hanya terkekeh berhasil mengerjai istrinya. Ya, meskipun itu bener sih he he he
***
Peristiwa berbeda di tempat yang berbeda. Kalau Rasya yang tengah berusaha mengingatkan Aisya akan kenangan mereka, kini berbeda lagi dengan pasangan suami istri yang tengah berusaha membenarkan setiap kalimat yang terlontar dari mulut sang anak.
"Ara, ini yang bener itu cahaya matahari nak," tegas Kia meluruskan kalimat anaknya seraya menyentuh sederetan kalimat yang terlihat di buku.
"Bunda kumaha sih ? Sun bahasa Inggris, kalau di artikan ke indonesia naon coba ?"
"Matahari !" Jawab Kia dan Arkan kompak.
"Nah kalau light ?"
"Cahaya !" Jawab mereka lagi.
"Jadi artinya ?"
"Cahaya matahari !" Tegas kedua orang tua Ara.
"Ya salah ! Yang bener itu sabun cuci piring. Ara suka lihat bunda kalau cuci piring pake sunlight," jawab Ara tetap pada pendiriannya.
Kia dan Arkan hanya mampu menepuk dahinya merasa pusing dengan tingkah anaknya yang justru berbeda dari anak pada umumnya. Nurunnya kesiapa coba ?
"Bunda sama ayah perlu belajar bahasa yang bijak dan benar tapi berlogika ! Kayak gini nih, inikan ON-LINE nah bahasa Indonesianya gak di bales," ucap Ara lagi seraya menunjukan sederet tulisan.
"Kok bisa ?" Melongonya bukan maen !
"Iya lah, ayah suka marah-marah kalau bunda gak bales pesan ayah. Padahal online,"
"Anak kamu tu mas !"
"Anak kita, sayang !"
"Tau ah, pusing lama-lama," gerutu Kia cukup jengah menghadapi bagaimana ajaibnya Ara.
"Jangan gitulah sayang, bagaimana pun kita harus sabar menghadapi setiap perkembangan Ara. Dia butuh dukungan dan nasehat sebanyak-banyaknya terutama dari kita orang tuanya. Yang sabar ya !" Nasehat Arkan seraya mengelus punggung istrinya.
"Aku juga pengen ngetes kamu mas, siapa tau otakmu geser juga. Go artinya apa ?"
"Pergi,"
"Block artinya apa ?"
"Blokir,"
"Kalau digabungin ?"
"Goblock.."
"Iya, yang baca ha ha ha.." Ucap Kia berlalu seraya tertawa.
Arkan celingak-celinguk kebingungan seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Iya ya he he, uh..untung cinta. Kalau gak, udah aku pites," gumam Arkan gemas.
⭐❤️❤️❤️❤️🅰️🅰️🅰️❤️❤️❤️
Asalammualaikum gengs..
Yuhuuu akoh balik lagi sayang-sayang
Kabar kalian gimana nih ?
Semoga tetep setia nunggu cerita Rasya-Aisya ya !
InsyaAllah, kedepannya bakalan up tiap hari..
Level naek gengs👏👏👏
Sumpah, seneng banget. Di tambah ada kebijakan baru tentang keuntungan penulis di NT sekarang, makin semangat nulisnya.
Alhamdulilah hp udah ada, tinggal kumpulin ide-ide buat ngelanjutin cerita ini
Vote dan hadiahnya jangan pelit ya sayang, bee bee qu..!!
TBC
nyari yg Satue gak ada disini.....mo buka aplikasi lagi Sik males ....🙏
kakak sering bolong update saja udah bisa dipastikan bulan depannya level akan turun.
saran kalo mau level cepet naik, up tiap hari, max. bolong hanya 3hari/bulan jangan lebih.
jumlah kata jg bisa mempengaruhi.
Cemunguts z deh Thor
Tp sayangnya langsung end...
Semoga, sukses di karya barunya, Thor
makasih thor cerita yg bgs
semangat untuk berkarya sll ya