NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Arti

Takdir Cinta Arti

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

WARNING!!
Banyak bawang bertebaran disini, sebelum baca, siapkan tisu dan hati kalian.
Sekian dan terima gaji 🙏🏻🤗🤗



Kartini Rahayu seorang gadis manis dan cantik yang hidupnya penuh dengan ujian.
Setelah tersakiti oleh sang kekasih, ia juga harus merelakan sang kekasih pergi untuk selama lamanya, tidak hanya sampai disitu, ujian terus datang menghampirinya, bayang bayang masa lalu tidak mudah ia lupakan begitu saja...

Sanggupkah Arti membuka hati nya kembali, dan Sanggupkah Arti memulai membuat lembaran baru?

Cerita ini udah hampir Tamat di akun pertama Mommy ya tapi mommy pindah kesini dan mommy Revisi dari awal, bakalan sampai End disini...


semoga sukaaa ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.29

Hari ini hari terakhir di tahun 2023.

Kini Arti dan Bella sudah berada di dalam mobil dari bandara menuju rumah.

"Ar, lo baik baik aja kan?" Tanya Bella yang sedari tadi melihat Arti hanya diam sambil menggenggam erat kedua tangan nya. Bella sudah tau kenangan kenangan tentang Arti di masa lalu dari Sekar, dan Bella yakin pasti sekarang ini Arti sedang gugup dan gelisah.

"Iam ok Bell," jawab Arti sambil sedikit tersenyum.

 

Arti POV.

Akhirnya Aku kembali lagi ke kota ini, Kota yang penuh luka dan misteri. Yang mengunggah sekeping hatiku yang pernah hancur disini.

Mobil yang kami tumpangi perlahan memasuki kawasan perumahan yang menghadirkan sejuta rasa.

Setelah ku tinggalkan 4 tahunan yang lalu, Tempat ini masih sama, tidak banyak yang berubah, hanya ada beberapa Caffe kecil yang bermunculan.

Setelah 35 menit perjalanan kami dari Bandara akhirnya kini kami sampai juga di rumah.

Deg. deg. deg!

Huuuuhhh, Ku hela nafas ku panjang lalu mengumpulkan kekuatan untuk turun dari mobil.

'Bismillah,' Ucapku lalu ku ketuk perlahan pagar dengan gembok terkunci yang tergantung di pintu pagar.

Perasaan ku mulai campur aduk. Aku melihat pintu rumah mulai terbuka dan aku bisa melihat sosok yang sangat amat ku rindukan selama ini.

Yah dia ibuku yang paling ku sayangi.

Ayo buka pintu nya bu aku kangeenn.Batin ku

"Ya Allah, ndukk koe bali?" Teriak ibuku saat melihatku pulang." Ngopo gak ngabari ibu atau bapak ben iso jemput hemm." Ucap ibuku berlari sambil mencari serenceng kunci gembok.

(ya Allah nak kamu pulang? kenapa gak ngabarin ibu atau bapak biar di jemput?)

"Hehehe kejutan bu," Ucapku dan langsung menghambur ke pelukan ibuku yang sangat hangat menenangkan hati dan jiwaku yang sedari tadi Gelisah.

"Halah halah manjamu kok yo ra ilang ilang to nduk nduk." Ucap ibuku sambil mengelus kepala ku di pelukanya. Tak bisa di pungkiri bahwa pelukan ibu adalah tempat ternyaman.

"Ehheemm, Ar sampai kapan sih begitu nya, capek nih pegel semua badan." Kata Bella memecahkan momen momen rindu ku dan Ibu ku.

"Hehehe sorry bel, lupa kalau ada lo." Ucapku." Oh y bu, kenalin Bella kancaku sak kerjaan."

"Bella Tante," ucap Bella sambil mencium tangan ibuku.

"Oh iya nak, panggil ibuk aja ya, ayo ayo masuk istirahat di dalam."

Kami pun masuk kedalam rumah.

 

Arti POV end.

Arti dan Bella kini sedang berada di dalam kamar Arti. kamar yang dulu selalu tempatnya berkumpul bersama Daffa, Kevin, Sekar dan Dewi.

Bella langsung ambruk ke kasur, kecapek an.

Sementara Arti masih keliling mengamati setiap sudut kamar nya. Masih sama gak ada yang berubah sama sekali. Ibunya merawat dengan baik. Arti berjalan ke arah Pintu Balkon dan membuka nya.

Wuuuusshhh,

Terpaan Angin lumayan kencang masuk kedalam kamar. Arti memejamkan Matanya dan berdiri di pembatas Balkon. Menghirup udara dalam dalam merasakan udara yang ada disana.

Perlahan kepingan kepingan memori itu hadir kembali membuatnya meneteskan Air mata.

Tak ingin berlama lama, Arti segera masuk kedalam kamar dan mulai membersihkan diri. sebelum akhirnya ikut tertidur bersama Bella.

 

Makan Malam

"Nduk, enek opo kok bali gak kabar kabar bapak ibu?" Tanya bu Ayu.

(Nak, ada apa kok pulang gak kabar kabar bapak ibu?)

"Gak enek opo opo pak, Buk. Sekar ngajak Tahun baruan nek kene, makane iki engko bar maem iki aku ameh metu nyang gone sekar, nek kono lagi acara." jawab Arti panjang lebar.

( Gak ada apa apa pak buk, Sekar ngajakin ngerayain tahun baru disibi, makanya ini nnti abis makan malam kami mau kerumah Sekar, disana lagi bikin acaranya)

"Oalah, yws sek ati ati. Alhamdulillah nak koe wes gelem bali nduk," kata Bapak Tomo.

(Oalah ya udah hati hati, Alhamdulillah kalau kamu sudah mau pulang nak.)

"Injih pak, insyaallah Arti wes Ikhlas." ucap Arti sambil mendukkan kepalanya.

( iya pak, insya'allah Arti sudah ikhlas)

"Nduk, nak sesok enek wektu luwang temoni Bu Aryani yo, Wingi ibu entok kabar jare lagi gerah, ibu yo durung sempet ngendak i," ucap Bu Ayu.

(Nak, kalau besok waktumu luang, temuin bu Aryani ya, kemaren ibu dapat kabar katanya lagi sakit, ibu ya belum sempet jengukin)

Ting.

Sendok yang Arti pegang jatuh begitu mendengar Bunda sakit.

"Pak buk Arti rono saiki wae." ucap Arti."Ayo bell, sekalian kerumah Sekar." ajak Arti seperti orang kesetanan terburu buru.

"Oh iya, pak bu ketok e engko Nginep nek gone Sekar ya."

(Pak buk kayaknya nanti kita nginep dirumah Sekar ya)

"Yo ati ati yo nduk ya." ucap Ayu menggeleng kan kepalanya, Arti masih sama.

 

Arti pun membawa mobil bapak nya kerumah bunda Aryani.

"Ar, Bu Aryani siapa?" tanya Bella yang penasaran karena melihat Arti sepertinya sangat khawatir dengan sosok bernama bu Aryani.

"Hah, Oh bunda, dia Bunda gue." jawab Arti sambil terus fokus menyetir.

"Kayaknya lo panik banget denger kabar nya sakit."

"Banget, gue udah 4 setengah tahun gak ketemu sma Bunda Bell, trus gue denger Bunda sakit, jelas gue panik gue Khawatir."

Bella hanya manggut manggut.

 

Kediaman Mahardika.

Tok tok tok.

"Assalamualaikum," ucap Arti.

ceklek!

"Mbak Artiiiii, Ya allah ini beneran kamu mbak ?" Teriak seorang gadis histeris melihat kedatangan Arti. Dialah Nadia adik Daffa yang juga sudah dia anggap adiknya sendiri.

"Hehehe Bunda ada Nad?"

"Ayo masuk mbak, Bunda pasti seneng mbak Ar kesini."

Arti dan Bella pun duduk di kursi tamu, sementara Nadia memanggil Bunda dan Ayah lalu membuatkan minuman.

"Astagfirullah Arti. . ." Ucap Bunda sambil menatap Arti dengan mata berkaca kaca.

Arti pun tak kalah berkaca kaca melihat keadaan Bunda yang sekarang, badanya kurus wajahnya pucat dan lemah.

Arti langsung beranjak dan langsung memeluk Bunda Aryani." Bundaaaa Hiks hiks." Pecah juga tangis Arti di pelukan Bunda Aryani.

"Hey kenapa malah menangis ketemu Bunda hemm?" ucap Bunda padahal dia sendiri juga sudah meneteskan air matanya."Ayo duduk dulu sayang."

"Arti kangeen sama bunda, Kangeeeenn bangetttt hiks hiks," Jawab Arti sambil terisak.

"Bunda juga kangen sama menantu kesayangan bunda." Ucap bunda sambil bergetar di bibir nya dan air matanya menetes lagi.

Deg!

Jantung Arti semakin berdetak tak karuan, Hatinya semakin perih, perih sekali dan tangisnya pun semakin pecah.

Ayah Hadi, Bella dan Nadia yang melihat interaksi Bunda dan Arti yang baru temu kangen itu pun juga ikut terharu.

Arti dan Bunda terus ngobrol ngalor ngidul ngelepas kangen.

Bella ngobrol dengan Nadia dan ayah Hadi memutuskan untuk kembali istirahat saja daripada jadi obat nyamuk para perempuan.

"Jadi ini kalian pada mau kemana?" tanya Bunda Aryani setelah mengakhiri acara tangis tangisnya.

"Kita mau kerumah Sekar bun, acara bakar bakar disana." jawab Arti." eh kok Nadia di rumah aja ?"

"Hehehe males mau keluar mbak, temenku pada jalan smua sama pacarnya, Yah beginilah nasib Jomblo." Keluh Nadia yang mendapatkan gelak tawa dari semua nya.

Nadia baru kelas 3 SMA, berbeda 4 tahunan umur nya dengan Arti dan Daffa.

"Ikut kita aja Kuy," ajak Bella.

"Nah bener tuh ikut aja kerumah mbak Sekar." ajak Arti.

"Boleh gak bun?" Tanya Nadia minta izin.

"Pergilah nak, bunda percaya sama mbak Arti ." ucap Bunda sambil tersenyum.

"Yey, ok deh Nadia siap siap dulu bentar ya mbak." Nadia langsung berlari menuju kamar nya dan bersiap siap.

Setelah selesai bersiap Nadia, Arti dan Bella pun berpamitan kepada Bunda Aryani dan ayah Hadi, lalu Arti kembali melajukan Mobilnya ke arah rumah Sekar yang tidak jauh dari sana.

---Bersambung----*

1
falea sezi
sumpah Thor ini novel terlebay kayak Indosi... entahlah pdhl lainya bagus bagus
falea sezi
tolol gt aja luluh huuhh lemah novel paling goblok yg pernah q baca
falea sezi
anak jalang aja kok di bela buang aja
falea sezi
dpet bekas dewi lu daffa bekas dewi si devano jg bekas
falea sezi
dewi jalang
falea sezi
laku anjing sekar jg pelakor murahan
Rina Yulianti
wah bakalan ada pelakor nih di antara dev dan arti
Rina Yulianti
ko cepat luluhnya si arti ke devano seharusnya tahan diri agar tau rasa tu si devano
Rina Yulianti
beneran deri anaknya dewi sama dafa berarti dewi ngejebak devano kalau gitu
Rina Yulianti
sedihhhh,,,,,cinta tak sampaiiiii
Rina Yulianti
pasti ini akal2nya si dewi pagar makan tanaman
Rina Yulianti
lanjuttt
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
kemarin janji ngak akan buat ulah lagi itu terakhir... sekarsng terakhir lagi.... janjimu basi dave
Dyah Oktina
asli dave adalah laki2 pada umumnya... goblok... 😠
Dyah Oktina
iya...saya juga gemes bacanya... biarin aja satya mukulin sampai habis... suami kok bisanya nyakitin mulu... cemburu d gedein tp deket sama temen cewek ngak mikir perasaan istri... 😠😠😡
Dyah Oktina
dafa nya mana mau sama dewi... selagi hidup aja dia ngak mau.. gemana sih arti 🤭
Dyah Oktina
maaf lagi... tp ngak mau tanya2 dulu.. apa yg menganjal d hati
Dyah Oktina
apa anaknya daffa sama dewi ya... setelah dewi kabur terus ketemu sama dava nikah deh mereka...
Dyah Oktina
dok kartini yg salah nangkep nama.. bu nita kok jd bu rita.. mana yg bener?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!