Bumi Pranadipta Abadi, diusianya yang baru menginjak 20 tahun ia sudah memiliki seorang bayi. Tak ayal setiap gadis yang dikencaninyapun menjauh.
5 tahun berlalu, takdir mempertemukannya dengan wanita berhijab yang menjadi OB di tempatnya bekerja.
Siapa sangka Khalea Azalea Zuri, 27 tahun. Wanita muda yang telah memiliki putra berusia 7 tahun hasil pelecehan yang menimpanya bertahun silam mampu menggetarkan hatinya.
Apa yang terjadi jika keadaan memaksa 2 insan itu bersatu?
Mampukah mereka membuka hatinya kembali?
Akankah cerita kelam masa lalu akan menjadi penghalang keduanya untuk tetap bersama?
Bagaimana Bumi menyikapi takdir yang mempertemukan Kanaya dengan orang tua kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Joging
Minggu pagi ...
Seperti biasa kuajak Naya berkeliling merasakan kesejukan yang menenangkan. Tetes-tetes embun membuat pagi yang masih tampak gelap kian dingin. Namun semakin langkah digerakkan tumbuh semakin segar dan bersemaangat. Hembusan nafaspun lagi-lagi kuhirup dengan panjang. Merasakan oksigen alami yang gratis di beri Sang Pencipta sebagai bukti cintanya.
"Nayaa ... ayo kejar Yandaa!!" kupanggil Nayaku kini yang terlihat tertinggal. Tangannya terus dilipat ke tubuh yang tertutup jaket berbulu.
Karena langkahnya yang tak jua semakin cepat akhirnya aku menghampirinya. "Ada apa sayangnya Yanda, kok manyun dan gak semangat gitu sih?" tanyaku.
"Ada yang mau Naya omongin sama Yanda," celotehnya kini.
"Serius banget kayaknya nih," ucapku menggodanya.
"SERIUS," ucapnya ketus masih dengan memajukan bibirnya.
"Ya sudah ayo bicara, tapi senyum dulu dong Nay, jelek ih anak Yanda kalau mukanya ditekuk begitu," ucapku sambil kududukkan diriku di kursi batu di sisi jalan.
Tak beberapa lama nanya tampak tersenyum dengan mimik wajah yang sangat jelas dipaksakan.
"Nah, begitukan cantik anak Yanda." Kutarik Naya kini kepangkuanku sambil kurapikan hijab dikepalanya yang tampak miring.
"Yanda ...."
"Iyaa."
"Yanda ingatkan, senin besok Naya sudah masuk TK?" lirihnya menatapku serius.
"Ingat dong," ujarku singkat.
"Yanda ... kata bu guru, kalau hari jum'at pakai baju muslim bebas," ucap Naya.
"Iya, lalu?" Dan aku belum bisa menangkap maksud Naya.
"Yanda ... baju muslim Naya sudah kecil, Yanda beliin baju muslim baru ya untuk Naya," celotehnya kemudian.
Ya Rob, ternyata aku kurang peka pada kebutuhan Naya, memang aku terakhir membelikan Naya baju muslim di lebaran 2 tahun lalu, karena Naya meminta baju setelan jeans di lebaran kemarin. Akupun terlalu sibuk untuk memperhatikan baju-baju Naya. Setelah kuingat-ingat benar, baju-baju Naya mulai agak mengecil efek tubuh Naya yang semakin tinggi.
"Maafkan Yanda, Sayang, ia nanti kita ke Mall cari baju muslim yaa," lirihku sambil kurangkum wayah polos Naya dan kukecup keningnya kemudian.
"Yeaa, makasih Yandaa." Dan Naya tampak bersemangat kini setelah kuiyakan keinginannya.
"Sudah ... ayo jalan lagi," ujarku. Dan kamipun melanjutkan joging kami menyusuri jalan melewati perkampungan dan persawahan dengan hawa yang menyejukkan. Hingga tiba-tiba ...
"Yanda, itu rumah mas Saga, kita mampir sebentar ya!" ucap Naya.
"Jangan ya Nay, ini masih pagi. Lihat! Rumah mas Saga bahkan masih tertutup. Mungkin mereka belum bangun," ujarku memberi pengertian pada Naya. Setelah Khal membuka masa lalunya semalam, mungkin ia butuh waktu untuk menenangkan dirinya, fikirku.
"Ini sudah jam 6 Yanda, mas Saga pasti sudah bangun. Sebentar saja Yanda! Naya mau lihat Moi." Dan Naya masih merengek.
"Moi? Apa itu?" heranku.
"Ikan di aquarium mas Saga, ikannya ada 2, namanya Moi sama Moa. Yang Moi kata Mas Saga itu punya Naya." Dan aku hanya bisa menggeleng-geleng dengan hayalan 2 teman ini.
"Nanti setelah dari Mall saja ya Nay kita mampir ke rumah Mas Saga. Sekarang cari sarapan dulu. Yanda udah laper nih," ujarku.
"Hmm, tapi bener ya Yanda nanti mampir ke rumah mas Saga habis dari Mall!." Naya kembali memastikan ucapanku.
"Iya."
Kamipun melanjutkan langkah kami hingga beberapa saat aku berpapasan dengan seseorang yang kukenal dan kami mengobrol.
Tanpa kusadari seorang bocah laki-laki menghampiri Nayaku ...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🐢Happy reading❤❤