NovelToon NovelToon
BEYOND THE DOOR OF DEATH

BEYOND THE DOOR OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Mata Batin
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: elrznta

Hyeana adalah seorang gadis biasa yang tiba-tiba terlempar ke dimensi lain lalu Hyeana mencoba untuk keluar dari sana, ia mencari jalan keluar namun yang dia lalui hanya dunia yang tidak ada ujungnya. lalu tanpa sengaja ia tersandung hingga terjatuh didepan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah, namun pintu itu otomatis terbuka lebar dengan disertai suara yang aneh. Hyeana ingin mencoba masuk ke sana karena ia berfikir siapa tau jalan untuk ia pulang berada dibalik pintu tersebut. Ketika ia hendak memasuki pintu tersebut, tiba-tiba muncul seorang pria dibelakangnya, lalu pria tersebut mengulurkan tangan-nya dan pria itu berkata, “Belum waktunya kamu berada di sini”.....Tak lama kemudian, Hyeana terbangun kembali di kamarnya dengan seorang pria berdiri di samping tempat tidurnya. Siapakah pria ini dan bagaimana kelanjutan dari kisah mereka? to be continue...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elrznta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPECIAL #2

Dimensi roh itu akhirnya benar-benar hancur. Retakan hitam memenuhi langit merah gelap sebelum semuanya pecah menjadi cahaya hitam yang perlahan menghilang. Saat Hyeana membuka matanya lagi samar-samar…Ia sudah kembali ke kelasnya. Namun suasana kelas sekarang berantakan total. Meja-meja hancur. Kaca jendela retak. Udara masih dipenuhi sisa aura dingin.

Dan tubuh teman-temannya tergeletak di beberapa sudut ruangan.

Nafas Hyeana langsung memburu kecil.

“Ara…teman-teman....”

Matanya gemetar mencari satu per satu wajah teman-temannya. Haras terbaring dekat meja guru, Olla jatuh setengah tengkurap di lantai, Anne dan Lidia tidak bergerak dekat jendela sementara Seana bersandar lemah di dinding dengan darah tipis di sudut bibirnya.

“Hah…hah…” suara nafas lemah Seana

Rasa oanik langsung memenuhi kepala Hyeana lagi. Ia mencoba bangun namun rasa sakit di kepalanya langsung menusuk brutal.

“Ahhh…!”

Tubuhnya hampir jatuh lagi kalau saja Harvey tidak langsung menahannya lebih erat.

“Hyeana.” Suara rendah itu langsung terdengar dekat sekali.

Baru sekarang Hyeana sadar… Sejak tadi dirinya masih berada di pelukan Harvey. Mantel hitam Harvey membungkus sebagian tubuhnya sementara satu tangan Harvey menopang punggungnya hati-hati sekali. Mata merah itu penuh fokus menatap wajah Hyeana.

“Keadaanmu masih belum stabil.” Tangan Harvey perlahan menyentuh kepala Hyeana lagi.

Aura hitam lembut langsung menyelimuti tubuh Hyeana perlahan. Berbeda jauh dari aura mengerikan miliknya tadi saat membunuh roh itu…yang ini terasa hangat dan tenang. Harvey sedang terus menekan memori Ileana yang tadi dipaksa bangkit secara brutal.

“Sakit…Harvey....” bisik Hyeana pelan, tatapan Harvey langsung berubah lagi.

“Aku tahu Hyeana.” Suara Harvey terdengar sangat pelan kali ini.

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama… Harvey benar-benar terlihat takut.

“Aku ada disini Hyeana.”

“Aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi.”

Kekuatan Harvey perlahan masuk ke tubuh Hyeana sedikit demi sedikit. Rasa sakit di kepalanya mulai berkurang walau tubuhnya masih gemetar kecil namun di tengah kondisinya sendiri… Tatapan Hyeana terus tertuju ke teman-temannya.

“Mereka....”

Harvey langsung mengerti maksudnya. Mata merahnya perlahan menoleh ke seluruh kelas yang hancur itu. Aura hitam tipis langsung menyebar dari tubuh Harvey memenuhi ruangan. Dan tepat setelah itu…

CREAKKK.

Seluruh dunia mendadak diam. Angin berhenti bergerak. Suara dari luar kelas menghilang total. Debu kecil yang beterbangan di udara membeku di tempatnya. Harvey menghentikan waktu.

Hyeana langsung sedikit membelalak walau masih lemas.

“Har....vey?”

“Aku tidak ingin siapa pun melihat keadaan ini dulu.”

Harvey tetap memeluk Hyeana sambil mengangkat satu tangannya perlahan.

BRAKK.

Aura hitam lembut menyebar ke arah teman-teman Hyeana, bukan aura penghancur…melainkan kekuatan penyembuhan Veilstead. Beberapa detik kemudian…

“Hngh…”

Ara bergerak duluan.

Lalu Haras perlahan membuka mata sambil memegangi kepalanya.

“An...jir…”

Olla masih tengkurap beberapa detik sebelum akhirnya sadar.

“aku....masih....hidup?”

“Sayangnya iya.” gumam Haras lemas.

Anne dan Lidia mulai sadar perlahan sementara Seana membuka matanya paling terakhir. Beberapa dari mereka masih linglung. Sampai akhirnya Ara langsung membelalak panik.

“HYEANA DIMANA!”

Ara buru-buru mencoba bangun walau masih sempoyongan. Yang lain otomatis langsung menoleh juga dan akhirnya mereka melihat keadaan sekarang. Hyeana masih dipeluk Harvey. Tangan Harvey masih berada di kepala Hyeana sambil terus menyalurkan aura penyembuhan. Mata merahnya terlihat tajam dan dingin seperti biasanya namun ekspresi saat melihat Hyeana benar-benar berbeda.

Haras menghela napas kecil lega.

“Syukurlah…”

“Aku tadi sempet ngira kalo kita semua bakal tamat hari ini.” ucap Olla yang langsung rebahan lagi di lantai.

“Roh tadi serem banget ci” ucap Anne sambil memegangi kepalanya pelan.

“Tapi…untungnya kita masih selamat.” ucap Lidia yang perlahan duduk

Seana diam beberapa detik memperhatikan Harvey sebelum akhirnya bicara pelan.

“Kau menghentikan waktu?.”

Harvey akhirnya mengangkat wajah sedikit.

“Kalau tidak, seluruh sekolah akan melihat kehancuran dimensi tadi.”

Ara langsung duduk dekat Hyeana dengan mata masih panik.

“Kamu muntahin banyak darah tau na!”

Hyeana salah tingkah kecil walau masih lemas.

“Maaf.”

“JANGAN MAAF DOANG NA, ITU BAHAYA.” Olla langsung nunjuk dramatis walau posisi masih tiduran.

“KAMI SEMUA TRAUMA NA.” lanjut olla

Haras malah ketawa kecil lelah.

“Lo tadi paling pertama pingsan.” ucapnya ngeledek Olla

“DIEM.” jawab Olla cepat

Untuk pertama kalinya setelah semua kekacauan tadi… Suasana kelas terasa sedikit hidup lagi. Dan di tengah itu semua…Harvey masih belum melepaskan pelukannya dari Hyeana sedikit pun.

Perlahan…warna pucat di wajah Hyeana mulai berkurang. Nafasnya yang tadi tidak stabil sekarang mulai normal lagi. Rasa sakit brutal di kepalanya juga perlahan menghilang seolah ditarik pelan oleh aura Veilstead milik Harvey. Harvey masih menatap Hyeana lekat memastikan tidak ada rasa sakit yang tersisa sedikit pun.

“Hyeana.”

“Hmm…?”

“Katakan padaku kalau masih ada rasa sakit.”

Hyeana diam sebentar lalu menggeleng pelan.

“Ini udah jauh mendingan.”

Tatapan merah Harvey akhirnya sedikit melembut. Untuk pertama kalinya sejak datang tadi…Aura mengerikan di sekitar tubuh Harvey mulai tenang perlahan.

Ara langsung menghela napas lega dramatis.

“Syukurlaaaah.”

“Gue tadi hampir ikut pingsan lagi gara-gara takut.” lanjutnya

Haras menyender lemas ke kursi sambil ketawa kecil.

“Lo tadi emang udah pingsan.” ucap Haras dengan nada ngeledek

“DIEM HARAS.”

Olla masih rebahan di lantai sambil menatap langit-langit kelas.

“Ini hari paling capek dalam hidupku.”

Anne langsung menunjuk Olla.

“Padahal tadi kamu cuma teriak.”

“TERIAK ITU PENTING.” ucap Olla cepat

Lidia sampai menahan senyum kecil melihat mereka mulai ribut lagi sedangkan Seana masih diam memperhatikan Harvey beberapa detik.

“Hyeana sudah lebih stabil sekarang.”

Harvey mengangguk kecil.

“Untuk sementara kondisi nya sudah aman.”

Namun walau berkata begitu… Tangannya masih belum benar-benar menjauh dari Hyeana seolah dirinya sendiri masih belum tenang.

Hyeana yang sadar itu langsung salah tingkah kecil.

“Harvey…”

Mata merah Harvey langsung turun lagi ke arahnya.

“Hmm?”

“Aku udah gapapa kok…”

Sunyi sebentar.....Lalu perlahan…Harvey akhirnya melepaskan pelukannya walau gerakannya hati-hati banget seolah Hyeana terbuat dari kaca. Begitu Hyeana benar-benar bisa duduk sendiri…Harvey langsung berdiri pelan. Aura hitam tipis mulai keluar dari tubuhnya lagi.

“Aku akan mengembalikan keadaan kelas.” ucap Harvey

Ara langsung bengong.

“Hah?”

Harvey mengangkat satu tangannya perlahan.

BRAAAKKK.

Simbol-simbol Veilstead langsung muncul samar di udara. Dalam hitungan detik.....Kaca jendela yang retak kembali utuh. Meja-meja hancur tersusun rapi lagi. Lantai yang pecah kembali seperti semula. Bahkan darah dan sisa aura roh tadi menghilang total tanpa bekas.

Beberapa detik kemudian…Kelas mereka kembali normal sepenuhnya. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

“ANJIR KEREN BANGET.” ucap Olla

Haras ikut bengong kecil.

“Oke ini curang.” ucap Haras

Anne langsung nyender ke meja sambil geleng kepala.

“Masih aneh tiap lihat kekuatan Veilstead.” ucap Anne

Sementara itu Harvey perlahan menoleh lagi ke arah Hyeana.

“Aku harus kembali ke Veilstead sebentar.”

Hyeana langsung refleks mengangkat wajah.

“Sekarang?”

Harvey mengangguk kecil.

“Aku harus memastikan tidak ada roh lain yang berhasil masuk ke dunia manusia.”

Tatapan merah itu lalu sedikit melembut lagi.

“Tapi aku akan kembali.”

Hyeana diam mendengarkan. Harvey berjalan mendekat lagi lalu menunduk sedikit di depan Hyeana.

“Aku akan menemanimu pulang sekolah.”

“Aku juga akan tetap menemanimu sampai kau tertidur nanti malam.”

Suasana berubah sunyi. Satu kelas langsung diem total. Ara pelan-pelan menoleh ke Olla, Olla pelan-pelan menoleh balik. Haras langsung nutup muka pakai tangan sambil nahan ketawa.

Sedangkan wajah Hyeana…Merah total.

“H-HARVEY KENAPA NGOMONGNYA DI DEPAN MEREKA SEMUA SIH?!”

Harvey terlihat bingung kecil.

“Memangnya tidak boleh?”

“BUKAN GITU.”

Lidia sampai batuk kecil nyoba nahan senyum, Anne langsung nepuk pundak Ara pelan.

“Aku rasa kita sekarang udah jadi penonton setia hubungan mereka.”

“Aku dari tadi juga ngerasa gitu.” bisik Ara cepat.

Seana yang biasanya paling datar aja sampai memejamkan mata sebentar.

“Kalian benar-benar tidak bisa malu ya.”

Harvey malah tetap tenang. Tatapan merahnya kembali ke Hyeana lagi.

“Aku pergi sebentar.”

Lalu pelan...Harvey menyentuh kepala Hyeana sekali lagi. Gerakannya lembut banget.

“Jangan memaksakan dirimu hari ini.”

Jantung Hyeana langsung gak normal lagi.

“I-Iya…”

Dan beberapa detik kemudian…

BRAKK.

Aura hitam tipis muncul mengelilingi tubuh Harvey sebelum sosoknya perlahan menghilang dari kelas.

Beberapa detik berlalu dan.....

“AAAAAAAAAAAAA.” Ara langsung teriak sambil guncang badan Hyeana.

“HYEANA DIA MANIS BANGET.” lanjut Ara

“‘Aku akan menemanimu sampai kau tertidur nanti malam’??!” Haras langsung ngakak.

“Parah sih itu udah level suami.” lanjutnya

“HARAS DIEM.” ucap Olla

“Wajahmu merah banget ci.” ucap Anne sambil nunjuk Hyeana dramatis.

Lidia bahkan sampai senyum kecil.

“Kurasa Pangeran Veilstead memang sangat mencintaimu.”

BUK.

Hyeana langsung nutup muka pakai tas.

“UDAH JANGAN DIBAHAS LAGI.” ucap Hyeana yang malu berat

Namun makin Hyeana panik…mereka makin ngeledekin tanpa ampun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!