NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 RAKA KEMBALI, ANA PANIK

Malam itu berubah hening, bola basket menggelinding saat dua orang saling bertatapan.

"(Tamat riwayatku..)" batin Ana, memejamkan matanya seolah tak ingin melihat wajah Kai.

"Bella." lirih laki - laki itu.

Ana membuka matanya, terkejut kalau Kai memanggil dengan nama yang seharusnya tidak disebut oleh orang yang baru dia kenal.

Ana terdiam dengan bibir terbuka, Kai mendekat dan memanggil untuk kedua kalinya dengan sebutan "Bella."

Bella adalah panggilan kecil Ana dari seseorang. Tapi, kenapa Kai yang menyebut namanya dengan nama Bella.

"Ka-Kai?" sahutnya dengan nada perlahan nyaris tidak terdengar.

"Ternyata kamulah orang yang aku cari selama ini."

"Apa yang harus aku lakukan?" batin Ana, ia mulai takut dan tangannya gemetar.

Kai teringat, kalau Ana pasti lupa dengan anak kecil laki - laki yang dimana adalah dirinya.

"A-ana. Kenapa kamu keluar rumah larut malam?" tanya Kai, yang tiba - tiba memanggil gadis dihadapannya dengan sebutan Ana lagi.

Ana langsung menunduk, tertutupi dengan rambutnya yang di gerai. Kai semakin mendekat dan tangannya ingin menggapai Ana.

_____________________________

Disamping itu, Raka kembali ke rumah dengan pakaiannya yang basah.

Ibu langsung berlari menghampiri Raka, sedangkan Ayah berlari menuju kamar mandi untuk mengambilkan handuk.

"Ya ampun Raka, darimana aja kamu? Basah kuyup kamu, Nak."

Terlihat wajah Ibu sangat khawatir melihat kondisi Raka dan hampir menangis.

"Astaga, hangatkan dulu badan kamu. Nih pakai handuk, keringkan rambut mu." sahut Ayah yang cekatan mengusap rambut Raka.

Raka menahan rasa sedih karena keluarganya adalah sesuatu paling berharga dan selau melindunginya disaat seperti ini.

Merasa sangat bersyukur karena anaknya kembali, walaupun dengan keadaan yang memprihatinkan.

Citra juga baru pulang dan sedang menelfon polisi untuk menyampaikan kalau adiknya itu sudah kembali ke rumah.

Citra menatap Raka dengan serius, ekspresinya membaca pikiran adiknya itu.

"Hei. Kamu kemana seharian ini?" tanya Citra dengan nada yang tegas.

Ibu langsung mengalihkan topik agar mereka tidak bertengkar.

"Ah sudah sudah, kita istirahat saja. Ngomong - ngomong Ana masih mencari Raka diluar?" tanya Ibu.

"Hei,Berandalan. Jawab pertanyaanku." mulai menaikan nadanya.

Raka melirik ke arah Citra dengan tatapan sinis dan kembali ke kamar, lalu menutup pintu kamar dengan keras.

BRUK!

"HEH! DASAR BERANDALAN MENYEDIHKAN KAMU YA! KAMU TAU, AKU SAMPAI LAPOR POLISI GARA - GARA KAMU!" teriaknya.

"Ibu kenapa nggak marah dan tegas sih? Jangan liat dia anak laki - laki kesayangan ibu aja. Tapi karena ulahnya, semuanya jadi kacau." tepis Citra.

Ayah merangkul Citra berusaha menenangkannya, sedangkan Ibu hanya terdiam tapi hatinya campur aduk, bertanya - tanya ada apa dengan Raka.

"Citra.. kita beri dia waktu untuk sendiri. Kalau semuanya tenang, baru kamu bisa bertanya alasan kenapa dia seperti itu. Kamu jangan terbawa emosi." jelas Ayah.

"(Menghela nafas kasar) Baiklah."

Kembali pada situasi panik Ana ketika Kai melihatnya tanpa makeup.

Ana langsung mundur ketika Kai berusaha mendekat. Tanpa melihat ke belakang, Ana tergelincir dan hampir terjatuh.

Kai terkejut melihat Ana hampir jatuh dan langsung menangkapnya.

Sret! Hub!

Ana berpikir dia sudah jatuh di lapangan yang basah karena habis hujan, tapi ternyata ada tangan yang menahan pinggangnya dan mendekapnya.

Deg..Deg..Deg.

Detak jantung Kai sampai terdengar, karena wajah Ana kini bersandar di dada laki - laki itu.

"Ha?!" terkejut Ana ketika membuka matanya dan Kai menatap Ana sangat dekat.

Dengan cepat Ana membenarkan posisinya dan menjauhkan diri dari Kai.

"Kenapa kamu menghindar?" tanya Kai.

Ana gemetar tak bisa berkata apapun, ia hanya bisa menggigit bibirnya gugup.

"Kenapa kamu bisa mengenali aku, Kai?"

"Karena aku tau, itu pasti kamu. Walaupun sebenarnya kamu pasti nggak akan ingat siapa aku." jawabnya.

"Ta-tapii.."

"Kalau kamu ingat, kenapa sejak awal kamu berpura - pura? Apa jangan - jangan, kamu berencana membongkar aib-ku?" tanya Ana, mulai khawatir.

"Kai, jawab aku."

"Ana, aku nggak punya niat jahat seperti itu."

"Terus? Kalau kamu tau, kamu mau apa?" tanya Ana, mulai penasaran.

Kai melihat ke kalung yang dipakai Ana dan ditatapnya kembali mata gadis itu.

"Aku rasa, aku dalam masalah." sahut Ana ketika melihat jam di layar ponselnya.

Berlari meninggalkan Kai, Kai yang berusaha memanggilnya pun tidak digubris.

"Argh sial! Kenapa harus Kai yang melihat aku seperti ini. Pasti besok di sekolah dia sebar rahasia wajah buruk rupa-ku." sambil berlari dan mengacak - acak rambut frustasi.

Di rumah, Kai memikirkan momen dilapangan basket itu dan memikirkan saat dirinya memeluk Ana yang akan terjatuh.

"Aku menemukanmu kembali." lalu tersenyum.

"Kamu anak perempuan pemberani itu yang melindungi dan jadi teman terbaik ku."

"Sekarang, aku yang harus melindungi mu." sahutnya tersenyum lega.

Sedangkan Ana yang baru saja sampai rumah langsung berlari ke kamar Citra.

"Raka udah ketemu, kan?" tanya Ana kepada Citra.

"Lihat aja sendiri." ketus Citra.

"Um,, baguslah. Kalau gitu selamat malam Kak."

"Selamat malam,"

Kembali ke kamarnya sendiri dan masih dengan hati yang cemas. Ia takut, Kai membocorkan rahasianya di Sekolah. Tapi, saat melihat lebih jelas lagi ekspresi dari Kai...

Jelas bukan dari orang yang ingin menghancurkan seseorang dengan membocorkan rahasianya, tapi tatapan itu seperti sudah menemukan orang yang selama ini dicari.

"Kayak aku cari Raka, begitupun Kai. Tapi kalau benar... kenapa dia mencariku? Bahkan dia tau nama panggilan waktu aku kecil."

Dreet.. drett..

Ana terkejut sampai melompat dari tempat tidurnya.

"Astaga! Huh, bikin kaget aja. Aduh jantung-ku deg-deg an."

Saat melihat layar ponselnya, Ana terkejut karena yang mengirimkan pesan itu adalah Kai.

"Besok kamu ada waktu luang?"

"Aku mau ajak kamu ke perpustakaan di pusat kota."

"Aku nggak punya teman. Jadi aku ajak kamu."

Pesan - pesan yang ditulis Kai, membuat mata Ana terbelalak.

"Ini beneran dia? Atau... Yang tadi ketemu aku itu arwah?" pekik Ana, sambil menarik selimutnya.

Tak percaya dengan apa yang ia lihat di ponsel.

Kai Dingin cuek versi Kai Hangat perhatian.

Dan malam itu jadi malam yang paling aneh bagi Ana.

Yang pertama, rasa kekhawatiran Ana muncul, karena sudah ada 1 orang di kelasnya yang tau wajah aslinya dan itu adalah Kai.

Dan yang kedua, ada perasaan yang aneh saat berada didekat Kai.

Ana : Apa dia akan sebar rahasia tentang wajah asli ku yang sebenarnya? Dan aku yang cantik hanya karena makeup, sembunyi dalam topeng yang sekarang dipuji semua orang. Apa Kai orangnya bisa aku percaya atau sebaliknya?

Kai : Kamu cantik, Dimata orang yang menghargai perjuangan mu. Dan kamu tetap indah, walaupun tanpa makeup. Jadilah diri kamu sendiri itu yang terbaik.

Nathan : Aku akan melindungimu dari mereka yang mencoba mengusikmu. Karena kamu adalah yang paling berharga untukku dari apapun.

#Bersambung...

1
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!