NovelToon NovelToon
Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita perkasa / Reinkarnasi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rs_31

Akibat sebuah kecelakaan, Alea—Ratu Mafia yang ditakuti dunia bawah—bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang siswi SMA yang cupu, norak, dan selalu menjadi sasaran perundungan.
Lebih buruk lagi, gadis itu bukan hanya dibenci di sekolah, tetapi juga ditolak oleh keluarganya sendiri. Penampilan lusuh dan tingkahnya yang dianggap memalukan membuatnya hidup tanpa suara, tanpa pembelaan.
Kini, jiwa dingin dan berbahaya milik Alea menempati tubuh yang selama ini diremehkan semua orang.
Sekolah yang dulu penuh ejekan mulai terasa tidak aman.
Keluarga yang dahulu membuangnya perlahan menghadapi perubahan yang tak bisa mereka kendalikan.
Akankah mereka menyesal telah membenci Alea?
Ataukah justru Alea yang tak lagi peduli untuk memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rs_31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lo Alea Kan?

Sesuai dengan apa yang Ara katakan, dia memang akan menemui Damian setelah pulang sekolah. Namun, baru saja Ara keluar dari kelas, dia sudah melihat Damian berdiri di depan mobilnya di area parkiran sambil menatap ke arahnya dan melambaikan tangan.

" Ara," panggil Damian.

Semua orang yang berada di sekitar sana langsung terdiam. Para siswa menatap Damian dengan kagum. Bagaimana tidak, pria itu adalah anak blasteran Italia dan China yang memiliki wajah tampan dengan hidung mancung serta bibir tipis yang tegas. Penampilannya saja sudah cukup membuat banyak orang terpana.

Namun tidak dengan Ara.

Ara tetap berjalan santai menuju parkiran tanpa menghiraukan keberadaan Damian sedikit pun, seolah pria itu bukan siapa-siapa baginya.

Sementara itu Rafaell yang berjalan di sampingnya justru sudah berkeringat dingin. Dia melirik Damian beberapa kali dengan gugup.

"Ra, lo yakin mau ketemu sama ketua?" tanya Rafaell dengan suara sedikit pelan.

Rafaell sebenarnya bukan melarang Ara. Dia hanya takut kalau Ara akan berada dalam bahaya jika berhadapan langsung dengan Damian.

Ara menoleh sekilas ke arah Rafaell.

"Iya," jawab Ara

" Gue janji, gue nggak akan kenapa-napa, jadi lo tenang saja," lanjut Ara dengan tenang.

Meski begitu, jawaban Ara tetap membuat Rafaell sedikit tenang, meskipun perasaan tidak enak di hatinya masih belum benar-benar hilang.

"Masuk," kata Damian dengan tegas kepada Ara.

Ara menatap Damian sekilas lalu menoleh ke arah motornya.

"Sorry, gue bawa motor," jawab Ara santai.

Namun Damian tidak peduli. Tanpa banyak bicara dia langsung menarik tangan Ara, menyeretnya masuk ke dalam mobil.

Ara sebenarnya bisa saja melawan, hanya saja dia terlalu malas untuk berdebat dengannya.

Damian langsung mengambil kunci motor dari tangan Ara.

"Lo yang bawa," kata Damian kepada Rafaell sembari melemparkan kunci motor Ara kepadanya.

"Oke, tenang saja ketua," jawab Rafaell.

Meskipun dia sangat khawatir pada Ara, tapi bagaimanapun ini sudah menjadi urusan antara Ara dan Damian. Rafaell tidak berhak untuk ikut campur sedikit pun.

Jadi dia hanya bisa berdoa dalam hati supaya Ara baik-baik saja.

"Ayo masuk," ucap Damian lagi menegaskan. Karena sedari tadi Ara hanya berdiri tepat di samping pintu mobil.

Dia berjalan mendekat ke arah Ara lalu berbisik tepat di telinganya.

"Alea Adinata," lanjutnya dengan nada rendah.

Mendengar ucapan itu tubuh Ara langsung menegang. Matanya sedikit membesar tanpa dia sadari.Untung saja hanya berlangsung sesaat.

Deg

" Apa Damian mengetahui sesuatu?"

Saat Damian menatapnya, Ara langsung mengubah ekspresinya seolah tidak terjadi apa-apa.

Ara tersenyum manis menatap Damian. Lalu tanpa banyak bicara dia langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang dengan santai.

"Bagaimana? Anda puas, Tuan Damian yang terhormat?" kata Ara dengan nada sarkastik sambil menatap Damian dengan tajam.

Damian hanya terkekeh pelan saat melihat sikap Ara. Sikap keras kepalanya itu justru membuat Damian semakin yakin kalau Ara adalah Alea. Karena dulu Alea juga seperti itu—aslinya dia paling tidak suka kalau dipaksa melakukan sesuatu.

"Tentu saja sangat puas, Queen," jawabnya santai sembari menjalankan mobilnya.

Dia memacu mobil itu dengan kecepatan di atas rata-rata. Mobil hitam itu melaju cepat di jalanan kota sebelum akhirnya Damian membelokkannya ke sebuah restoran mewah yang berdiri megah di tengah kota.

"Turun," kata Damian singkat.

Ara tanpa banyak bicara langsung turun dari mobil. Dia berjalan dengan sedikit pelan mengikuti langkah Damian dari belakang dengan santai dan tenang seolah dia tidak mempunyai masalah apa-apa.

Mereka berdua duduk di kursi paling pojok dekat jendela. Tempat itu cukup sepi, seolah memang cocok untuk percakapan yang serius dan rahasia.

Beberapa saat suasana di antara mereka hening.

" Ara," panggil Damian.

" Hmm," jawabnya.

" Tolong jawab pertanyaan gue dengan jujur," kata Damian sembari menatap Ara dengan tatapan serius.

"Apa?" tanya Ara sembari menaikkan sebelah alisnya.

"Entah kenapa gue merasa, lo mirip dengan sahabat gue di masa lalu," kata Damian dengan suara yang jauh lebih lembut, tidak seperti tadi yang sarkastik dan tegas.

Ara tersenyum tipis, sembari menggelengkan kepalanya pelan.

" Mungkin hanya kebetulan saja," kata Ara.

Damian justru terdiam saat mendengar jawab Ara, dia yakin kalau dia tidak pernah salah menilai orang lain begitu juga di di antara Ara dan Alea. Damian tahu betul sifat dan ciri mereka berdua masing-masing.

" Tidak, karena lo itu terlalu mirip dengannya."Bantah Damian.

"Emangnya siapa?" tanya Ara.

"Alea Adinata," kata Damian dengan pelan.

Namun setelah itu dia menatap Ara dengan tatapan yang semakin dalam. Membuat Ara merasa sedikit tidak nyaman.

" Apa lo mengenalnya?" tanya Damian dengan nada yang terdengar hampir putus asa.

Ara menjawab dengan cepat.

"Mana mungkin gue kenal dia Kak," jawab Ara dengan cepat.

Damian langsung menggelengkan kepala keras. Tatapannya pada Ara penuh dengan ketidakpercayaan.

"Enggak lo pasti bohong. Lo… lo Alea, kan?"

Nada suaranya terdengar frustasi. Dia menatap Ara seolah berharap mendapatkan jawaban yang berbeda.

" Kak, gue itu Ara, coba lihat wajah gue baik-baik." Bantah Ara, dia mencoba meyakinkan kepada Damian kalau dia adalah Arabella buka Alea meskipun sebenarnya yang berada di dalam tubuhnya adalah jiwa Alea.

Ara diam sejenak.Tatapannya terlihat tenang, tetapi perasaan bersalah hinggap di dalam hatinya.

"Maafkan gue, Damian," gumamnya dalam hati.

"Alea memang sudah mati dan sekarang gue adalah Arabella Kalandra."

Damian menyipitkan matanya menatap Ara." Kalau Lo bukan Alea, kenapa gue nggak bisa berhenti curiga sama lo?"

" Gue tahu Alea, lo bisa berbohong sama semua orang, tapi gue tahu lo masih hidup, Alea."

1
Fitrian
iya emang begooo🤮🤮
Fitrian
cuuuuhhhhhhh💩💩💩
Fitrian
ciiiiiihhhhhh tak tau dia siapa sebenarnya vadia si ular beludagg😒😤
Murni Dewita
👣
chataleya
kalau ada keluarga Cemara, ini kebalikannya. keluarga durjana. 🤣 ampun...
kenapa ya mereka bisa begitu sama Ara??
lanjut baca 😍😍😍
chataleya
berusaha mempertahankan harga diri apapun yang terjadi,👍
Laila Wahda
sebenarnya ceritanya bagus cuma gak nyambung dari awal berubah2
Laila Wahda
cerita awalnya gak nyambung bukannya sore mati karena balapan kenapa mati di tembak dipazngkuan damian
Ma Em
Semoga perbuatan Narendra akan mendapatkan karma yg membuatnya menyesal seumur hdp nya .
Nenk putry
dih makin lama makin jijik baca nya MC nya bayak menyek² katanya mafia hedeeeh Thor² semangat aja lah maaf males sudah baca nya
jenolee: kau cuma bisa ngetik gitu trus kah? klihatan sekali klu anda org ga berpendidikan, bisanya cuma nyinyir doang, tuh komen mu kebanyakan ngatain karya orang, coba kau yg nulis, bisa ga?🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Dian Utami
cerita ny muter" Thor awal ny seru kesini ny kurang bagus pusing baca ny
SYADZA
suka banget kak sama cerita nya semangat kak autor
Tinta_Hitam: terima kasih
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Tinta_Hitam: cus lanjut baca. jangan kupa saran dan keritikannya ya guys
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!