mengkisahkan seorang wanita yang di ajak menikah oleh seorang laki laki yang adalah CEO sebuah perusahaan besar di jakarta. yang hanya nya seorang gadis miskin dan sederhana tiba tiba menjadi angsa yang indah.
namun semua tidak berjalan dengan baik, ada rahasia yang tidak pernah di ketahui oleh laki laki yang menikahi nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29 - Toko Bunga
Toko Bunga Yang membuat Senja begitu sibuk pun akhir nya selesai, hari ini adalah hari pembukaan Toko bunga senja.
Semua pun tampak senang saat orang orang mulai berdatangan karena Promosi Senja di media sosial itu berhasil. Dengan berbagai promo yang menarik sebagai pembukaan membuat toko bunga senja di padati orang orang.
Adrian yang berada di mobil bersama Ken pun mengawasi dari jauh.
"Nona Senja seperti jua memiliki bakat sebagai pebisnis tuan. "Ucap Sekertaris Ken.
"Iya, aku tidak menyangka dia pandai dalam hal ini." Balas Adrian yang sedari tadi tidak melepaskan pandangan nya dari Senja.
Senja yang sibuk melayani orang pun melihat mobil suami nya di sebrang jalan, ia mengerutkan kening nya, menyipitkan mata nya untuk memastikan kalau ia tidak salah lihat.
'Itu seperti mobil nya Adrian, untuk apa dia disana dan tidak turun, dia mengawasi ku?." Batin Senja.
Menyadari kalau Senja sedang melihat ke arah mobil nya, membuat laki laki itu pun terkejut.
"Seperti nya Nona Senja akan kesini."Ucap Ken.
"Benar kah?."
Saat Senja baru akan menjalankan mobil nya, Tiba tiba sebuah sapaan nya menyapa wanita itu yang membuat senja pun menoleh, melihat dokter Arthur datang senja pun tersenyum.
Adrian yang tadi nya akan meminta Ken menjalankan mobil nya pergi saat ia ketahuan senja sedang mengawasi nya pun mengurungkan niat nya, saat ia melihat laki laki yang pernah ia lihat bersama senja kini kembali muncul di hadapan istri nya.
"Dokter, Anda datang."
"Selamat ya untuk pembukaan toko baru kamu, ini aku bawakan hadiah untuk mu." Dokter Arthur memberikan sebuah kotak berisikan coklat.
"Aku tadi ingin kasi bunga, tapi kamu kan jualan bunga, jadi aku kasi coklat saja, semoga kamu suka ya." Tutur nya lagi menjelaskan pemberian nya.
"Iya, terima kasih, padahal tidak usah repot repot."Balas senja.
"Boleh kah aku masuk untuk lihat lihat?". Tanya dokter Arthur.
"Dengan senang hati dokter, silakan masuk."Balas Senja.
Senja melihat ke arah Mobil Adrian yang masih terparkir, ia pun menyusul dokter Arthur yang sudah berjalan masuk.
"Tuan, seperti nya anda cemburu dengan Nona Senja?."
"Tapi saya percaya Nona senja tidak akan mengkhianati Anda."Lanjut nya lagi.
"Sudah sangat langka wanita yang bisa di percayai di dunia Ken, jadi jangan terlalu berekspresi tinggi soal hubungan yang setia."Balas Adrian.
"Dan aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka yang sudah menjadi milik ku di ganggu oleh orang lain." Sangkal pria itu. Ken pun hanya membalas dengan anggukan.
Adrian lalu akan turun dari mobil untuk masuk dan melihat apa yang di lakukan Arthur bersama istri nya, namun kembali langkah nya terhenti saat ia melihat mobil ibu nya datang ke toko senja.
"Mama, untuk apa Mama kesini?." Batin Adrian.
Senja yang sedang mengobrol dengan dokter Arthur pun kedatangan Ibu mertua nya yang lekas Senja hampiri.
"Mama."
"Sayang, Wah toko kamu sangat ramai. Apa kita bisa keluar untuk makan siang?." Ujar Bu Mira.
"Bisa Ma, sebentar ya, aku ambil tas dulu."Balas Senja. Bu Mira pun tersenyum mengangguk.
Senja kembali ke dalam menghampiri dokter Arthur yang kini bersama Fitri.
"Dokter, maaf aku harus pergi, kapan kapan kita bicara lagi ya, em Fitri akan menemani Dokter tidak apa apa kan?." Ucap Senja yang merasa tidak enak pada dokter Arthur.
"Tidak masalah senja, tapi Kamu mau kemana?." Tanya Arthur.
"Makan siang dengan Mama."Balas Senja.
"Oh baik lah, hati hati senja." senja pun mengiyakan dan tersenyum pada Dokter Arthur sebelum ia berjalan pergi.
Tentu senja tidak merasa enak karena Dokter Arthur adalah teman nya, namun di sisi lain ia tidak bisa menolak ajakan sederhana ibu mertua nya.
Setelah melihat senja berjalan keluar, Arthur masih mematung melihat senja, hingga mobil itu berlalu pergi dari sana.
"Dengan siapa dia pergi?." Tanya Arthur pada Fitri.
"Dengan ibu mertua nya." Balas Fitri.
"Mertua?."
Dokter Arthur pun agak terkejut, namun dari Fitri lah ia tahu kalau senja sudah menikah.
Sementara Adrian yang masih di sebrang jalan pun melihat tatapan dokter Arthur pada istri nya. "Berani berani nya dia melihat senja seperti itu."Ucap Adrian kesal.
"Menurut informasi yang saya dapat, dia adalah seorang Dokter bedah di sebuah rumah sakit besar di jakarta Tuan." Ucap Sekertaris Ken.
"Aku tidak tanya."Ketus Adrian.