NovelToon NovelToon
AINUN

AINUN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: AAH♥️

Aneh bukan? Tapi kembali lagi, hati manusia tidak bisa dipaksakan. Karena cinta merupakan keikhlasan, tak ada paksaan atau pun pelampiasan. Semuanya murni dari kesucian hati yang paling dalam.

Kita tidak bisa menentukan kepada siapa hati ini akan berlabuh. Semua terjadi dengan sendirinya, namun tetap dalam kendali Sang Pencipta.

Ada saatnya berjuang dan diperjuangkan. Tugas kita hanyalah memantaskan diri sesuai dengan apa yang diharapkan, karena jodoh merupakan cerminan diri. Namun, jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, maka yakin itulah yang terbaik. Bisa jadi, jalan kita menuju kebahagiaan yang hakiki.

Pencipta maha tahu, apa yang sebenarnya lebih kita butuhkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AAH♥️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ainun 29

"Bara!" spontan aku menyebut namanya.

Tanpa sadar ucapanku menarik perhatian Winda. Dia menyenggol lenganku dan berbisik, "Yang sopan, Ai," sembari menolehkan tatapannya pada Bara dan tersenyum canggung. "Maafkan teman saya, Pak."

Bara yang mendengar itu hanya mengangguk. Dia paham maksud permintaan maaf dari Winda. "Santai saja. Kita di luar bukan di cafe.

Kami hanya mengangguk mendengarnya.

"Mm ... kalian mau pulang?"

"Iya. Kami akan pulang," jawabku kepadanya.

"Bagaimana kalau kalian ikut denganku?" tawarnya dengan alis yang terangkat.

"T-tidak perlu. Kami bawa kendaraan sendiri, kok."

"Iya, Pak," sambung Winda.

"Motor?" tanyanya.

"Iya," jawabku dengan cepat.

"Masalah motormu tidak perlu khawatir, nanti aku yang mengurusnya. Lagi pula, ini sudah larut. Bahaya buat kalian," ucapnya dengan lembut.

Aku dan Winda saling bersitatap mendengar itu. Mungkin Winda terkejut melihat sikap Bara, tapi aku yang mengalaminya terlebih dulu sudah mampu mengatasi rasa terkejutku. Mau tidak mau, kami hanya pasrah dan mengangguk. Tidak ada salahnya dengan apa yang pria itu katakan.

Bara tersenyum simpul. "Ayo!" ajaknya seraya berbalik menuju mobil yang berada di seberang jalan. Kami berdua hanya mengekor mengikutinya.

"Ai, kamu di depan, yah?"

Aku menggeleng dengan cepat. "Tidak, Win! Kamu saja."

"Is! ... aku deg-degan, Ai. Masih gak nyangka banget bisa 1 mobil dengan Pak Bara," ucap Winda

Aku yang mendengar hanya menyebikkan bibir. "Ya sudah. Bagaimana kalau kita dibelakang berdua?" usulku kepadanya.

"Kan, gak enak Ai, semuanya di belakang. Emang, Pak Bara, supir?"

"Huurff ... iya bawel."

Kami pun segera memasuki mobil. Sesuai kesepakatan, aku duduk di depan dan Winda duduk di belakang.

"Jadi kita kemana dulu, nih?" tanya Bara.

"Bagaimana kalau rumahku, Pak. Dekat, kok, dari sini." Winda mengusulkan rumahnya terlebih dulu dengan nada ragu, mengingat rumahnya tidak terlalu jauh.

"Ok!" Mobil Bara bergerak menuju tujuan pertamanya, yaitu rumah Winda. Tidak ada pembicaraan diantara kami bertiga hingga mobil pun sampai.

"Gak, singgah dulu?" tanya Winda sebelum membuka pintu mobil.

"Lain kali aja, Win. Lagi pula ini sudah larut," tolakku.

"Iya. Lain kali saja," sambung Bara.

"Baiklah! Kalau begitu, aku duluan, yah!"

"Oke, deh!"

Kini aku dan Bara tinggal berdua dalam mobil. Hening seketika hingga bara menjalankan kendaraannya dan membuka pembicaraan.

"Dewi," panggilnya dengan lembut.

Aku yang semula memfokuskan pandanganku keluar jendela, dengan segara menoleh kepadanya. "Iya."

"Kamu gak kedinginan, keluar gak pakai jaket gitu?"

"Gak, kok," jawabku dengan tersenyum canggung.

"Kamu bisa pakai jaketku." Bara menepikan mobilnya. Dia membuaka jaket denim yang dipakainya dan memberikan kepadaku.

Jantungku berdetak kencang melihat hal itu. Darahku memanas sampai ke wajah dan menimbulkan semburat merah. Sikapnya yang perhatian nan lembut membuatku salah tingkah dan malu.

Duh, kenapa begini, sih.

Aku memandangi jaket tersebut yang masih tergantung di tangan kanannya. "T-tidak perlu. Lagi pula, aku memakai baju lengan panjang. Pakailah kembali. Kamu lebih membutuhkan dari pada aku," kataku padanya.

"Tidak masalah. Jangan pikirkan aku. Kesehatanmu lebih penting," sanggahnya.

"T-tapi ...." Belum aku menyelesaikan kalimatku, segera mungkin dia memakaikan jaket tersebut pada bagian depan badanku. Jantungku semakin memompa dengan cepat. Tanganku berkeringat dingin. Rona merah tidak pernah lepas dari wajah. Aku menahan napas hingga pria itu kembali ke posisinya semula.

Segera mungkin aku memalingkan wajah pada jendela dan menghembuskan napas panjang. Mataku terpejam. Sungguh, situasi seperti ini membuatku rentan terkena penyakit jantung.

Mobil kembali bergerak membelah jalanan kota. Alunan musik yang terdengar menemani suasana canggung yang terjadi diantara kami berdua.

.

.

.

.

.

Terima kasih banyak kepada Readersku yang masih setia dengan Novel AINUN 🤗 semoga semuanya dalam keadaan sehat wal Afiat 😇 aamiiinnn

Bantu Author dengan memberikan LIKE COMMENT dan VOTE 😉

AINUN yakin bahwa readersnya adalah orang yang baik dan pastinya pengertian 🤗

Salam

AAH♥️

1
Ria Novita
Luar biasa
EMAH FARID
😂😂😂😂ngakak ikan hiuuuu
trnyata lutfii orang nyaa
EMAH FARID
sesuai dengam judul nya 😭😭😭
EMAH FARID
yaallah sedih nyaaa.... ini novel tersedih yg pernah aku baca
EMAH FARID
sedihh sangat ceritanya thorrr
EMAH FARID
mewek bca fart ini
EMAH FARID
ainun lucuuuuu
EMAH FARID
kyanya bara
Yati Yati
thor mudah"n ainun nikah ma bara
Nani Hasan
palingan nanti ketemu Ainun ya Thor 🤭
Nani Hasan
Thor pagi ini sy br mulai baca ini novel karya mu Thor tp sdh bbrp kali jg air mataku jatuh Krn alur ceritanya....sy jg merasakan rasa sakit yg Ainun rasakan 😭😭😭
Fa Rel
ainun sok cantik orang danis nrima apa adanya dia nya aja bodoh skg nyesel mkaan tuh nyesel
Hikmah
Happy ending... Tapi q masih selalu mengingat bara.
Naisah Naisah
seru nih .... rebutan pujaan hati
Naisah Naisah
waduh seru bgt cinta segi empat nih....
Naisah Naisah
suka bgt cerita pendek padat
Naisah Naisah
yehhh seru....bgt top keren
Naisah Naisah
cerita singkat padat jelas
Eva The-kk
waduhh neng rubi mas hiko ya. yg bikin kesel hati. kita satu servee
Iyah Jariyah
bagus cerita y semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!