NovelToon NovelToon
Mr.D Lost Chapter -Istri Pengganti

Mr.D Lost Chapter -Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:460.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak UPe

~Dennis Hardata~
Sampai mati tidak akan ada satu wanita pun yang akan menggantikan tempat mu Anne. Andaikan bukan karna putra putri kita, sudah lama ku hentikan nafas ini.

~Anne Mary~

“Aku sangat mencintai nya. Bahkan aku berpikir, aku tidak akan bisa hidup tanpa nya. Tapi dengan kondisi ku sekarang, aku sungguh tidak bisa kembali ke pelukan nya. Maaf kan aku Dennis, kan ku coba bahagia hanya dengan membayangkan mu.

~Nathalie~
Bagaikan belum puas memberikan hukuman untuk kesalahan yang tidak pernah aku ketahui apa, kini setelah penyakit kelainan jantung yang ada pasa ku sejak lahir, hati ku pun harus turut merasakan sakit karena cinta yang langit kait kan pada seorang duda dengan kisah cinta paripurna nya yang tak akan pernah usai untuk mendiang istri nya.

Harus kah ku biarkan hati juga merasakan sakit seperti yang di rasakan oleh jantung ku selama ini?

Atau harus kah ku tutup saja mata ku, lalu melangkah melewati nya mesti seluruh diri ku sangat menginginkan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Dua hari pun telah berlalu sejak Raya datang ke sekolah itu untuk menemui Nathalie.

Seperti nya Nathalie memang tidak tergerak hati nya untuk mencoba hal yang di katakan Raya pada nya.

Buktinya, sampai hari ini pun Nathalie tidak datang ke rumah Dennis seperti yang Raya harapkan.

Hati Raya pun saat ini sudah jatuh ke pasrah.

Dia tidak akan menghubungi Nathalie lagi.

Toh walaupun kemarin lusa adalah pertemuan pertama Raya dan Nathalie, tapi sebelum itu Raya sudah gencar berkomunikasi dengan Nathalie melalui email.

Jadi Raya pikir dan Raya rasa itu semua sudah cukup, Tidak perlu di ulang-ulang lagi.

Kalau memang hati Nathalie tergerak maka Nathalie sendiri yang akan datang.

Seperti biasa, pagi ini Raya dan Lea menyiapkan anak-anak untuk berangkat sekolah.

Arka dan Bia sudah ready. Saka walaupun seperti nya tidak mood, tapi dia sudah selesai mandi dan tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah bersama Arka.

Sebuah sekolah international tingkatan TK untuk anak-anak para orang kaya.

Kini yang masih belum beranjak sama sekali dari atas tempat tidur nya adalah Azzura.

Sejak kecelakaan itu, Azzura sama sekali tidak pergi ke sekolah. Dia memilih diam di kamar nya.

Awalnya semua anggota keluarga tidak masalah dengan hal ini.

Hanya saja setelah menyadari semakin hari Azzura semakin membatasi interaksi nya dengan orang-orang sekitar nya, semua orang merasa tidak baik bagi pertumbuhan dan perkembangan Azzura jika Azzura tetap di rumah.

Walaupun Azzura masih tidak bisa bicara tapi sebaiknya dia tetap harus berinteraksi dengan sekitar.

Oleh karena itu sudah selama satu minggu ini Raya dan Lea selalu membujuk Azzura untuk berangkat sekolah.

“Lho kenapa si cantik ibu belum siap juga? Hari ini anak cantik ibu akan pergi ke sekolahkan?? Kak Arka, kak Saka dan Bia sudah siap loh! Mereka sedang sarapan sambil nungguin Zura cantik di bawah” Bujuk Raya sambil menarik pelan tangan Azzura yang terlihat sedang tidak bagus mood nya itu.

Tapi Azzura yang tangan nya di tarik oleh Raya malah menarik tangan nya kembali.

Lalu melihat ke arah lain. Seakan-akan sengaja tidak ingin mendengarkan perkataan Raya.

“Biar aku saja Raya,” Lea mengambil alih misi membujuk Azzura ke sekolah pagi itu.

Kebetulan Lea juga ada di dalam kamar Azzura.

“Azzura sayang, ayo bangun. Hari ini ayma sendiri yang akan mengantar mu ke sekolah.” ucap Lea pada Azzura menggunakan bahasa isyarat.

Tapi bukan nya menjawab apa yang Lea katakan, Azzura malah memalingkan wajah nya dengan masam.

Lea dan Raya pun saling lihat. Duo ibu hamil ini pun menghela nafas panjang. Sama seperti hari-hari sebelumnya, Azzura lagi-lagi berulah dan tidak mau ke sekolah.

“Biar aku saja kak.” Tiba-tiba terdengar suara Dennis dari arah pintu masuk.

“Tumben.” Batin Raya dan Lea, kembali saling lihat.

Raya dan Lea tentu saja merasa aneh karena. Karena seminggu sudah Dennis di rumah.

Dan seminggu sudah pula Azzura seperti ini namun Dennis sampai kemarin masih tidak terlihat peduli.

Dan taraaaa.. ajaib nya pagi ini Dennis muncul di pintu kamar Azzura sembari mengatakan kalau dia yang akan membujuk Azzura untuk ke sekolah.

Dalam pikiran Raya dan Lea, masih sedikit ragu dengan hal ini.

Soal nya secara emosi, Dennis pun belum benar-benar stabil.

Dennis memang beraktivitas normal sepanjang hari namun malam hari nya hingga hampir pagi, Dennis menghabiskan hari nya dengan minum wine dengan kadar alkohol tinggi di dalam kamar nya dan Anne.

Sampai-sampai Stella harus mencabut izin praktek Dennis sebagai dokter.

Bahkan tangan kanan Dennis yang bernama Will dan Lou acap kali datang mengunjungi Dennis di subuh hari hanya sekedar untuk memberikan treatment akupuntur agar kesehatan Dennis tidak terganggu.

Untuk sementara, pihak keluarga tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan hal ini seperti ini saja.

Dari pada Dennis kabur lagi dan tidur di kuburan nya Anne, itu akan lebih menyusahkan lagi.

Jadi selama Dennis berada di dalam zona penglihatan mereka, mereka mencoba menutup mata dengan apa yang Dennis lakukan.

“Apa tadi malam Will terlalu banyak menusukkan jarum di tubuh Dennis maka nya pagi ini dia seperti nya mulai waras?” bisik Lea pada Raya.

“Sudah! Biarkan saja. Sebaiknya kita tunggu di luar saja dan berikan ruang bagi mereka berdua untuk bersama.”balas Raya dengan cara yang sama yakni dengan cara berbisik.

“Baiklah.” jawab Lea.

Raya dan Lea pun keluar dari kamar Azzura, mereka langsung menuju ke lantai bawah, tempat dimana anak-anak sedang makan saat ini.

“Zura mana?” tanya Arka saat melihat ibu nya hanya datang berdua saja dengan ayma nya.

“Zura masih di atas.” jawab Raya.

“Dia sedang bersama papa Dennis.” sambung Raya.

Saka yang mendengar nama papa nya di sebut, tiba-tiba menghentikan kunyahan nya,

Tangannya yang tadi nya ingin menyuapkan nasi goreng ke mulut nya, mendadak diam.

Seolah terkejut mendengar sang papa sudah mulai peduli dengan anak-anak nya.

Lalu sesaat kemudian, Saka kembali melanjutkan aktivitas makan nya.

“Apa Zura akan berangkat ke sekolah ayma?” tanya Bia yang ikut-ikutan pergi ke sekolah nya Arka, Saka dan Azzura.

Padahal kalau merunut pada umurnya, Bia seharusnya tidak bisa bersekolah disana.

Tapi karena keluarga Hardata merupakan salah satu donatur tetap dengan donasi terbanyak di sekolah itu akhirnya pihak sekolah tidak keberatan menerima Bia sebagai salah satu murid disana.

Ya walaupun sebenarnya Bia kesana bukan untuk bersekolah, Bia kesana hanya untuk dekat Dengan Saka saja

1
Evi Nopianti
mantep ceritanya
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
denis hardata natahli istri kedua denis hardata
Alice Aurora Princess Rain
lanjut doong kak
sopi
lanjut donk
Novi Titor Novititor
ka upe tega bikin nangis
Sinta Azhari
gak bisa lanjut baca
Salwa Antya
kak upe jangan biarkan Anne dg delka...kembalikan Anne dg dennis
Salwa Antya
jangan buat aku sedih trs kak upe
Salwa Antya
kak upeeeee
Salwa Antya
dasar kak upe disaat genting pun ada aja ulahmu /Joyful//Joyful/
Salwa Antya
kak upe jahat /Sob//Sob//Sob//Sob/ bikin kami nangis semua /Cry//Cry/
Salwa Antya
/Sob//Sob//Sob//Sob/
Salwa Antya
sedih banget kak upe
Ratih Nilamsari
lanjut lg dong
FiaNasa
pengen tau kelanjutan Denis & Anne selepas kembali bertemu setelah belasan tahun berpisah
FiaNasa
ya ampunnnn mereka 😀😀😀
FiaNasa
kasian si pucuk 😭😭😭
FiaNasa
begitu terguncangnya jiwa denis kehilangan anne
FiaNasa
😭😭😭😭😭😭😭😭
FiaNasa
😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!