Menjalin hubungan terlarang bersama mantan kekasihnya didalam kediaman keluarga Hollarck alias keluarga kekasihnya sendiri adalah sebuah ketegangan untuk Sophia.
Namun tidak untuk Felix, tangan kanan keluarga Hollarck tersebut yang menganggap semuanya adalah hal biasa saja dan malah menjadi tantangan menarik untuk hubungan mereka.
•••
"Sudah di bagian bumi lain bahkan aku masih saja bertemu dengan mu!"
Felix menyeringaikan cibiran, "Lalu kenapa? Apakah kau fikir kita akan berjodoh, kau sangat lucu... hahah lalu apakah menurut mu anjing dan kera berada dalam satu kebun binatang lalu terpisah bertahun-tahun, kemudian bertemu di kebun binatang lain lalu mereka akan berjodoh, menikah, lalu mempunyai anak dan bahagia? Huh...kisah yang indah."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
“Felix kau dimana?” Suara Dominique tersambung pada audio mobil yang Felix kendarai.
“Baru saja sampai gudang, ada apa Bos?” Felix memberhentikan mobilnya menunggu gerbang dbuka.
“Seluruh akses di rumah sakit tadi mengalami gangguan, Elleza tertahan dibawah selama 28 menit, namun tidak bisa di identifkasi apa yang terjadi, cctv ikut mengalami gangguan tidak merekap apapun.”
“Lalu apa yang terjadi? Sophia?”
“Sampai saat ini tidak ada apa-apa, Sophia baik-baik saja.”
“Jika tidak tejadi apapun bisa jadi itu real kegagalan sistem, namun tetap waspada Bos.”
“Aku akan bawa Sophia kembali ke Pallezo, bagaimana menurutmu.”
“Ide bagus bos!”
Felix menempelkan ponselnya ketelinga nenahan dengan bahu, ia tampak membuka-buka file disana, akan memulai mempersiapkan segala hal untuk mengembalikan Sophia ke Manila lusa.
Dominique pun mematikan panggilannya, dia selalu seperti itu akan menanyakan apapun kepara Felix terlebih dulu untuk setiap apapun yang akan dilakukan, sebab Felix bisa memprediksi sesuatu apakah itu buruj atau tidak dan mempunyai banyak solusi dalam apapun keputusannya.
“Apa yang kau cari?” tegur Gio.
“Bagaimana kau bisa tenang-tenang saja disini, kau tidak tahu Sophia terluka dan aku diserang di museum seni.”
Gio malah tertawa, perlahan duduk, “Kau bisa menangani sendiri bukan?”
“Shit, tidak berguna!” Felix pun mulai duduk di tempatnya membuka komputer lipat ya. “Carlos Hagens dalang dari semuanya, dia kembali menyerang Dominique setelah bertahun-tahun menghilang, aku yakini itu dari cara orang-orang yang menyerang kemarin, masih dengan trik dan cara penyerangan sama.”
Gio mengangkat kedua alisnya, “Kau sekarang percaya, sudah ku duga dari awal, dia lagi…”
“Aku akan berangkatkan Sophia ke Manila lusa, dia akan menghilang tiba-tiba pagi hari itu,” Felix menampilkan sebuah gambar jalanan dan jalur yang akan dia lewati.
“Apa? Nick saja belum selesai, kau juga akan menghilangkan Sophia?” Gio memijat pelipisnya. “Baiklah, lakukan yang kau mau, ini mempunyai resiko yang besar— jika terungkap, kau sampai ke dasar laut terdalam pun akan di cari Dominique, saat ini singa tua sedang istirahat tidak sadar bahwa tangan sebelah kanannya menggrogotinya.”
“Itu tidak tepat! Aku hanya mengambil milikku!”
“Kita lihat saja!” Gio pun bangkit, “Kita lihat seperti apa nanti saat sudah terjadi.”
...•••...
Barcelona.
Nick tengah menikmati waktunya dengan sang Putri Allura, dia benar-benar menikmati moment ini, menghabiskan waktunya bersama Allura di Mansion milik keluarga Hagens walau Carlos tidak menyukainya, Namun Hagens menyukai kebahagiaan Allura dan memutuskan pergi keluar kota untuk menghindari itu.
Ya Carols Hagens ada di Madrid, tidak tinggal bersama Carmela dan Miguel disana namun di tempat berbeea, selain melancarkan pekerjaannya mengurusi sebuah 18 pub miliknya diasana dia juga, melakukan banyak rencana untuk menyerang musuh bebuyutannya Dominique, dia bahkan menyewa sebuah Mansions di dekat Pallezo memata-matai keluarga Dominique.
Tidak ads lain atas dasar dendam yang Dominique sendiri tidak mengerti kenapa sedari dulu Carlos begitu membencinya padahal mereka pernah sangat dekat.
Carlos tidak menyukai hadirnya Sophia di antara keluarga Dominique, yang mana dia benci wanita mana pun yang mendampingi Nick, tidak ada lain sebab ada Allura di kehidupan mereka.
“Dad, bawa aku berkeliling dengan kuda itu, dia bernama Luric, Grandpa sangat menyayanginya.” Allura berteriak antusias di pacuan kuda dihalaman belakang Mansion Carlos.
“Kau pernah menaiki kuda shunshine?” Nick merendahkan tubuhnya mengancingi lengan baju yang di pakai Allura.
“Sering, Grandpa selalu membawa berkeliling dengan Luric.” Seketika Allura memeluk leher Nick, ia memelas, “Dad, please jangan tingggali Lura lagi, Mami sudah tinggali Lura, Lura—”
Nick menghela nafasnya, Ia pun seketika menggendong Allura, “Ayo kita berkeliling naik kuda.” Nick mengalihkan itu.
Gadis berambut kuning keemasan itu begitu antusias, rasa bahagianya beda saat bersama ayah sendiri, Nick pun di bantu seseorang disana menyiapkan perlengkap Allura dan dua untuk berkuda.
Allura tidak henti-hentinya berteriak gembira benar-benar sangat antusias, perlahan Nick naik ke atas kuda berbobot besar jenis kuda thoroughbred itu kemudian di ikuti Allura yang naik bersama seorang pelatih kudanya.
“Kau siap berkeliling, sunshine?”
“Tentu dad!!!!”
Nick pun siap memacu kuda tersebut, perlahan-lahan, keluar dari kandangnya, hingga mereka pun memutari halaman besar Mansion yang di keliling banyak pohon pinus tersebut.
“Luric, ini daddy ku, kau harus patuh padanya separti kau patuh pada Grandpa…” Allura membelai rambut-rambut pada kuda itu.
“Sunshine? Apakah uncle Miguel pernah bertemu denganmu?”
Allura mengangguk, “Ya, dia pernah mengajak aku dan Mami ke Ibiza, lalu Mami dan Uncle Miguel menikah.”
“Kau menyayanginya?” Potong Nick.
“Aku tidak tahu…” Allura mengendik acuh, “Kenapa mami harus menikah dengannya, Dad kata mami kau sangat baik, setiap hari sebelum tidur, aku selalu meminta Mami untuk menceritakan tentangmu…”
“Oh ya, cerita apa yang mami mu ceritkan?”
“Sangat banyak, tapi satu yang selalu aku suka, kalian pergi ke sebuah taman di negri dongeng, lalu para penjahat mengerjar kalian, daddy selalu saja memeluk mami, kalian bermain di danau, di taman tulip hingga menempati rumah ibu baik.”
Nick tersemyum, dia yang akan memacu cepat kuda pun menjadi tidak jadi, malah semakin memperlambat lalu mengecup rambut putrinya, Mami mu juga wanita yang baik.”
“Kenapa daddy dan Mami tidak bersama seperti dad and mom teman-temanku? Lura tidak suka selalu bersama Grandpa ke sekolah.” Allura seketika menoleh kebelakang. “Dad apakah kau akan meninggalakan ku lagi?”
Semua sudah pada jalannya, Carmela sudah menikah dan bahagia, dia pun sudah memilih Sophia sebagai wanita yang akan mendampinginya sepanjang hidupnya nanti.
“Kalau begitu bagaimana jika kau ikut bersama daddy nanti.”
“Ikut bersama dad?”
“Ya bersama Mom Sophia, kita akan tinggal di sebuah tempat yang jauh, di hutan mirip hutan dongeng yang mommy mu bilang.”
“Siapa mom Sophia?”
“Dia sama baiknya seperti ibumu, dia menyukai anak kecil, pintar berdongeng, dia suka mengoleksi gaun-gaun indah dan bunga-bunga cantik.”
“Seperti Mommy? Apakah dia seperti Miguel, adalah kekasih mu? Apakah kau menyayanginya dad?”
Nick pun memberhentikan kuda itu, “Tetap kau adalah yang paling dad sayangi.”
...•••...
... ...
Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan dari Lab bahwa Sophia sudah baik-baik saja dan benar tidak mengalami apapun yang serius, tepat sekali malam harinya setelah kejadian 28 menit sytem menjeda sendiri itu Dominique memerintah Elleza untuk membawa Sophia kembali ke Pallezo.
Sebab disana lebih aman untuknya, jika ada sesuatu hal yang mencurigakan datang dari luar akan mudah di tangani sebab pengamanan di sekeliling tembok Pallezo begitu sangat ketat dijaga.
Kini Sophia pun sudah kembali ke kamarnya, bersama Elleza, Marly juga Serra, mereka memastikan Sophia dalam keadaan baik-baik saja disana.
“Istirahatlah, para pelayan akan melayanimu juga Mom dan Serra.”
“Maafkan aku merepotkan kalian Mom.” Lirih Sophia.
“Aku yang harusnya meminta maaf sudah membuatmu seperti ini…”
Serra mendekat, “Sophia, seingatku siapa yang kau gambar di tangan mu, bebek berpistol?”
“Seingatku Nick tidak menyukai barang-barang seperti itu…”
Degh…
Serra membuat Sophia terkesiap, dan menjadikan tanda tanya juga untuk Elleza, sementara Marly menyimpul cibiran, dia sedikit menduga bahwa ada lelaki lain yang dekat dengan Sophia saat tidak ada Nick.
“Ah…tidak ada aku hanya membuatnya saja, sebab aku merasa bosan, itu pun bukan untuk aku atau kepada siapapun, hanya gambar biasa.”
“Hmm…aku fikir kau menggambarkan Nick, dan itu salah menurut ku.”
Elleza mendengus, “Baiklah aku akan beristirahat kalian bisa kembali, apapun yang kau butuhkan kau bisa menekan tombol remot disebelah mu Sophia, disini lebih aman buat mu dari pada diluar sana.”
“Iya Mom” sahut Sophia, ya.. Semua dari luar tidak akan mengusik kedalam, tapi didalam lah masalahamya, sang pengendali keamanan lah yang ternyata adalah penjahat sebenarnya di sini, bathin sophia.
Marley dan Serra pun mengikuti langkah Elleza keluar, berjalan di lorong-lorong berpilah besar pallezo, tiba-tiba saja ketiganya berhenti, saat melihat Florencia disana dia entah datang dari mana tampak mengejar-ngejar Felix yang berjalan cepat.
“Mau apa lagi dia, bukankah mereka sudah tidak bersama?” Gumam Serra pada Marley dan Elleza.
“Ada apa Flo, kenapa kau malam-malam disini, bukankah kau ada jadwal ke Sevilla malam ini? Apakah kau menyusul Felix ke gudang.”
“Ti-tidak Mom, aku—”
Felix mengacuhkan itu, ia mengangkat arlojinya, “Apakah Big Dad sudah sampai, Elle? Aku akan menemuinya!”
“Dia ada di ruangannya.” Jawab Elleza datar, menatap kesal pada Florencia yang melanggar perintahnya.
“Baiklah, aku kesana.. “ ujar Felix dan berlalu mengacuhkan Florencia disana.
“Florencia ikut aku!” tegas Elleza menatap sengit Florencia berjalan ke arah lain di ikuti Serra kemudian dengan Marley yang melirik sekilas Felix yang berlalu entah kenapa dia menaruh kecurigaan terhadap Felix, Marly yakin sekali bahwa pesan yang ia lihat di ponsel Sophia kala itu adalah dari Felix.
Kecurigaanya pun semakin meronta-ronta dengan gambar beberk yanh ada di telapak tangan Sophia itu.
“Uwwow, kita lihat dugaan ku tidak pernah salah, ada yang sedang bermain kucing-kucingan di kandang singa” Gumam Marly.
Next»
.
.
.
.
.
Kalian gak mau masukin aku ke 20 besar 🙈 rank hadiah, mohon maaf semalam anak eike sakit jadi susah berkelana ke Spanyol
makasih buat karya keren nya "sofiafelix" 😍
ngakak nya sampek ngik ngik
dari sekian banyak baca novel baru ini yang buat ketawa parahhh
outhor nya serius keuereeeennnnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣