NovelToon NovelToon
Pudarnya Cinta

Pudarnya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:167.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Pernikahan yang terjadi karena cinta belum tentu akan membawa kebahagiaan.

Felisya harus menderita menerima perlakuan suami yang selalu berbuat sesuka hatinya.

Sikap Rangga yang berubah karena lingkungan membuatnya tak tahu diri sehingga tanpa di sadarinya rumah tangganya berada di ambang kehancuran.

Sanggupkah Felisya mempertahankan rumah tangganya bersama pria yang di nikahinya karena cinta, atau haruskah Felisya melepaskan pria itu...???

Yukk baca novelku...
Cerita yang di ambil dari kisah nyata, namun di poles dengan khayalan Author...

Chek it out yuk...!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Hai Readers...terima kasih ya udah mampir di karyaku....

Selamat membaca...happy Reading...

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>

“ abang tahu selama ini aku rela melakukan apa saja untuk mempertahanklan rumah tangga kita...namun jika perbuatan abang tak kunjung berubah dan masih saja memperlakukanku sesuka hati abang...jujur bang...aku takkan sanggup lagi...” ujar Felisya.

Felisya sengaja mengungkapkan apa yang di rasakannya pada Rangga berharap Rangga akan merubah semua sikapnya yang sangat jauh berbeda dari awal-awal pernikahan mereka.

Rangga hanya terdiam. Di sisi lain Rangga sadar apa yang telah di perbuatnya pada Felisya merupakan suatu kesalahan, dan di sisi lain Rangga sebagai seorang laki-laki tak ingin terlihat sebagai seorang suami yang takut istri di mata teman-temannya di kampung.

“ Rumah tangga ini...kita berdua yang akan membinanya...jika kamu berbuat sesuka hatimu... aku tak sanggup menjalaninya...Cinta yang ada di sini akan pudar dengan sendirinya...” ujar Felisya sambil menunjuk ke hatinya.

Rangga masih saja diam tak menanggapi kata-kata Felisya.

Felisya tersenyum getir melihat reaksi Rangga mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya. Seakan Rangga tak menerima apa yang di katakan oleh Felisya.

“ Sudahlah bang...nggak usah bahas lagi masalah ini...tak ada yang harus di perbaiki dan tidak usah memperbaiki...” ujar Felisya lalu Felisya pun melangkah meninggalkan Rangga yang benar-benar keras kepala.

“ Feli....tunggu...” teriak Rangga.

Rangga tak menyangka Felisya yang dulu selalu mudah di bujuk dengan rayuan mautnya, kini telah berubah. Biasanya Felisya yang ngambek bisa di luluhkannya dengan rayuan mautnya namun saat ini sedikit pun Felisya tak menanggapi rayuan yang di ucapkan oleh Rangga.

Felisya masih saja melangkah menyisiri pantai tak mempedulikan Rangga yang memanggil dan mengejarnya.

“ Fel...tunggu...hentikan langkahmu...!” pinta Rangga saat dia kini telah berada di dekat Felisya.

Felisya menatap dalam pada Rangga,

“ Sebelum kita awali kembali rumah tangga kita tanyakanlah kepada hati nuranimu...apakah kamu sudah memperlakukanku sebagai istrimu dengan baik atau tidak... dan tanyakan pula dari hati nuranimu sanggupkah dirimu memperlakukan diriku nantinya layaknya seorang istri...bukan sebagai alat pemuas nafsumu...bukan alat untuk memenuhi kebutuhanmu...?” ujar Felisya lagi semakin menyudutkan Rangga.

“ Baiklah...aku akan berusaha melakukan yang terbaik untukmu...” ujarnya pelan.

“ Ya udah...kita pulang sekarang...” ajak Felisya. Felisya tak ingin berlama-lama berada di tempat itu bersama Rangga.

Kebersamaannya bersama Rangga membuatnya semakin terluka. Felisya memang berusaha melupakan dan memaafkan Rangga namun belum sepenuhnya. Felisya masih dalam usaha untuk mengobati lukanya. Melihat Reaksi Rangga yang seakan tak menerima apa yang di ucapkan Felisya membuat dirinya kemabali mengingat kata-kata yang telah di lontarkan Rangga padanya.

“ Tunggu sayang...aku masih mau ngajakin kamu makan mi rebus kesukaan kamu disana...” ujar Rangga menolak ajakan Felisya untuk pulang.

“ Udahlah bang...uangnya di simpan aja...lagian kita ini susah dapatin uang...nggak usah di hambur-hamburkan...” ujar Felisya membuat Rangga kesal.

“ Tapi dek...” Rangga masih berusaha menahan emosinya yang hampir memuncak, dia tak ingin niatnya ingin menghabiskan hari ini untuk menyenangkan Felisya rusak.

“ Bang...kamu tahu kan pendapatan kita nggak seberapa...” ujar Felisya masih berusaha mengajak Rangga pulang.

“ Sekali ini aja...kita makan mie rebus dulu ya di sana,.... sambil minum es kelapa muda...” ajak Rangga sambil menarik tangan Felisya hingga kahirnya Felisya pun mengalah dan mengikuti langkah Rangga.

Mereka pun sampai di cafe pondok pinggir pantai. Rangga memesan mie rebus kesukaan Felisya dan es kelapa muda.

Sambil menunggu pesanan mereka datang, Felisya menatap jauh pada pemandangan laut yang ada di hadapannya.

Rangga pun mengikuti mata Felisya yang memandang jauh ke depan.

“ Dek...abang akan berusaha menjadi yang terbaik buat adek dan keluarga kecil kita...abang harap adek mau mengingatkan jika abang ada salah...” ujar Rangga pada Felisya.

Felisya menoleh memandang pada wajah pria yang selama ini slealu ada di dalam hati dan benaknya. Dia tersenyum dan berharap Rangga benar-benar berubah dan tak hanya sekedar ucapannya saja.

Akhirnya Rangga tahu hal ini lah yang di inginkan Felisya saat ini. Rangga pun tersenyum melihat senyuman manis istrinya.

Mie rebus pesanan mereka pun datang, dan mereka pun menyantapnya dengan lahap.

Setelah selesai makan mie rebus, Rangga pun mengjaka Felisya naik boot menuju pulau seberang. Awalnya Felisya menolak, namun dengan bujukan Rangga, akhirnya dia pun mengikuti keinginan Rangga.

Rangga sangat mengenali istrinya yang hobby traveling, Rangga tahu betul hal ini lah yang sebenarnya yang di inginkan oleh Felisya. Setelah beberapa menitbersama akhirnya Felisya pun mulai menikmati perjalanan mereka.

Felisya berusaha menyakinkan hatinya bahwa hanya Ranggalah Pria yang akan sanggup membahagiakannya nanti, dan kebahagian Felisya berada di samping Rangga dan kedua putrinya.

Di atas boot Rangga melingkatrkan tangannya di pinggang mungil istrinya yang semakin hari tampak semakin cantik bagi Rangga. Mereka pun menikmati kebersamaan mereka hari ini.

Di sore hari mereka pun kembali ke rumah dengan tak lupa membelikan es krim dan makanan lainnya untuk Aiza dan Aida sebagai oleh-oleh dari mereka.

Aiza dan Aida sangat senang mendapatkan oleh-oleh yang banyak dari kedua orang tuanya. Aiza menghampiri Bunda dan Ayahnya lalu mencium pipi kedua orang tuanya yang paling di sayanginya.

“ Makasih ayah,....makasih bunda...” ucap Aiza. Melihat apa yang di lakukan kakaknya. Aida pun menirukan apa yang di lakukan kakaknya.

Semuanya pun tersenyum melihat tingkah Aida yang sangat lucu, Pak Hendra dan buk Fatimah pun bersyukur melihat kebersamaan keluarga putra bungsunya itu.

******

Pagi ini Felisya pun mulai masuk kantor setelah izin satu minggu untuk tidak masuk kantor. Sebelum Felisya berangkat ke kantor, Felisya pun menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan oleh kedua putrinya sedangkan Rangga telah berangkat ke luar kota.

Felisya berangkat dengan sepeda motornya, di perjalanan terlihat Rita sedang menunggu seseorang di pinggir jalan. Felisya pun menghentikan laju sepeda motornya.

“ Rita?? Nungguin siapa?” tanya Felisya pada Rita yang tampak bingung.

“ Biasa kak...tapi dari pagi tadi di hubungi belum balas chat aku...” jawab Rita.

“ Kamu mau ke kantor?” tanya Felisya.

“ iya kak...”

“ Ya udah ikut aku aja yukk...nanti kamu chat dia aja lagi kalau kamu udah berangkat sama aku,...” ujar Felisya mengajak Rita ikut dengannya.

“ Iya kak,,..” jawab Rita. Felisya pun menaiki sepeda motor Felisya, lalu mengirimkan pesan pada pacarnya memberitahukan bahwa dia telah berangkat ke kantor dengan Rita.

“ Kak Feli seminggu nggak masuk ada apa kak?” tanya Rita yang heran karena dalam seminggu kemarin dia tak melihat Felisya masuk kantor.

“ oh...aku ada urusan ke kota...” jawab Felisya.

“mhm...seru dunk kak...” ujar Rita.

“ ya serulah...namanya juga ketemu sama keluarga...” jawab Felisya dengan senyuman khas miliknya.

Tak berapa lama mereka pun sampai di depan gedung perusahaan tempat mereka bekerja. Felisya memarkirkan sepeda motornya lalu melangkah bersama dengan Rita masuk ke dalam kantor.

Bersambung...

Hai reader jangan lupa tinggalkan jejak ya...

**Rate...

Favorite...

Like...

Koment...

Hadiah...

serta Vote...

di tunggu ya...biar semakin semangat...

Terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏**

1
Nurul
betul banget
Paulina
kisah sejuta rumah tangga...🤭🤭
Nurul
hadir kembali untuk bersemangat 👏🏻👏🏻✨✨💪🏻💪🏻💪🏻
Nurul
sudah like + favorit kaa.. 👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Sulati Cus
akibat mudah mengeluarkan kata cerai
Sulati Cus
he klu itu emang jas selingkuhan istri mu ngapain jg di bawa plg kt guru tp kok..
Sulati Cus
bohong
✨Happy_wolf◖⚆ᴥ⚆◗🐺❤️
mampir..
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
ini udh smw aku like
Dhiro Muna
pingin bgt y di sayang mertua dg tulus...tp kbnyakn mertua pd cari muka..giliran di blkng kita aj kejelekan kita di buka semua ke org2😔
Dhiro Muna
aku kasih 1 vote y kak😊...awal cerita yg bgs dan menarik😀
Endang Purwati
Ranggaaaaaaaa,.......... Ranggaaaaaaaa,..........
Ranggaaaaaaaa...........


loh tu yaaaaaahhhh 😡😡😡😡
Endang Purwati
klo sdh jauh, gkk ada dekat....

bilang sayang2, ...... telaaaaattt
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💚🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💙💙💙💕💕💕🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🥀🥀🌷🌷🌷🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💙💙💙💙
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🖤🖤🖤🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🖤🖤🖤💕💕💕
Dhina ♑
"Terimakasih Rita..." ucap Gery pada resepsionas

itu ☝️☝️ resepsionis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!