”ADINDA PUTRI SIMA... saya bicara dengan kamu!”
”PAK ANDREAS PRATAMA NUGRAHA, bisa tidak anda tidak usah teriak-teriak”
”saya tidak akan teriak jika kamu mendengarkan saya!” ucap pak Andreas dengan penuh penekanan.
”bapak tahu hal yang paling menjengkelkan adalah bertemu dengan orang seperti Bapak!”
Cerita tentang Adinda, seorang siswi yang mempunyai paras cantik yang hobby bikin onar di sekolahnya. Lalu Andreas seorang guru baru yang memiliki wajah tampan yang hampir digilai oleh seluruh sekolahnya.
Dan Bagaimana jadinya jika kedua orang itu dipertemukan?
Cerita tentang perjalanan dari sebuah hubungan dan perjalanan persahabatan. Lika-liku dari sebuah kehidupan yang di iringi oleh senyum, tangis dan kebahagiaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim_Silvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab28
Mobil yang dikendarai oleh Marvel dan Dinda pun akhirnya sampai di toko es krim langganan Dinda.
Dinda sudah tidak sabar menikmati segarnya dan lezatnya es krim disiang hari seperti ini, dengan tergesa-gesa Dinda membuka pintu mobil lalu turun mendahului Abang nya yang masih berada di dalam mobil. dengan semangat Dinda berjalan menuju ke pintu toko tersebut dan mencari tempat duduk yang strategis .
Dinda mengarahkan pandangannya ke sekitar toko lalu menemukan tempat yang strategis dengan cepat Dinda melangkah menuju ketempat tersebut dan langsung saja mendudukkan dirinya. Marvel yang melihat tingkah adiknya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya takjub lalu menghela nafas tercetak jelas senyuman yang disunggihkan oleh Dinda yang sangat bersemangat.
Melihat itu Marvel berjalan mendekati kearah tempat duduk Dinda, belum sempat Marvel duduk suara seseorang menginterupsi
"Ehh... Abang kok mau duduk?" tanya Dinda yang ditanggapi keryitan kening
"Maksud Dinda kenapa malah duduk ngga mesen es krim nya?? " jelas Dinda yang diangguki paham oleh Marvel.
Marvel melangkah pergi untuk memesan eskrim nya, beberapa menit kemudian Marvel kembali mendekati ke tempat duduk Dinda sambil membawa dua cup besar eskrim dengan berbagai varian rasa.
Dinda girang bukan main ia langsung saja mencomot es krim tersebut dari tangan Marvel yang dibalas cibiran oleh abangnya, namun Dinda tidak peduli dengan semangat Dinda menyendokkan es krimnya dan langsung melahap nya .
Marvel hanya bisa sabar dengan kelakuan adik nya ini yang sialnya sangat ia sayangi. melihat Dinda yang semangat memakan eskrim nya membuat Marvel tersenyum dan dengan gemas Marvel mengacak-acak rambut adiknya itu
" Ish... Abang berantakan kan!!" kesal Dinda dengan es krim yang memenuhi mulutnya membuat Marvel gemas sendiri dengan adiknya dan menarik hidung mancung sang adik kesayangannya itu.
" Abanggg........" pekik Dinda kesal Marvel hanya senyum-senyum saja melihat tingkah adiknya itu, bagi Marvel membuat Dinda kesal ada kesenangan tersendiri.
" iyh apa cantik?" tanya Marvel dengan menyunggihkan senyuman nya yang membuat Dinda kesal ingin menampolnya
" Gua tampol juga lu bang bikin kesel ajha Lu!!" ucap Dinda datar yang dibalas kekehan singkat oleh Marvel
"ohh.. iyh lu katanya mau cerita dek, kenapa bisa pulang jam segini" ucap Marvel mulai serius. Dinda tidak peduli ia masih asik memakan eskrim nya
" Dinda..." peringat Marvel dan Dinda hanya menyebikkan bibirnya saja
" apasih bang ish .. ganggu tau ngga, ntaran juga bisa cerita nya orang lagi makan juga" kesal Dinda Marvel hanya menghela nafas memang membantah keinginan Dinda itu tidak ada di dalam kamusnya .
"yaudah terserah kamu ajha dah" finish Marvel yang tidak mau berdebat dengan sang adik.
Setelah selesai memakan eskrim nya sampai habis, Marvel menagih omongan Dinda
"udah selesai kan makanya jadi cepetan cerita" paksa Marvel kepada sang adik yang dibalas cebikan bibir kesal oleh Dinda
" iyh iyh cerewet banget si lu bang jadi orang!"
" yaudah jadi gimana?" ucap Marvel kembali lagi keintinya
"Abang tau kan aku kaya gimana?" tanya Dinda kepada sang abang
"tau dalam segi mana dulu nih?" tanya Marvel bingung yang hanya ditanggapi putaran bola mata malas dinda
"gue kena skros seminggu bang" ucap Dinda to the point
Marvel dibuat cengo dengan ucapan Dinda masalah nya bukan skros nya yang bikin Marvel cengo , Marvel tau bahwa adik kesayangannya ini Badung tapi kenapa bisa sampe di skros dan yang bikin Marvel cengo adalah nada bicara Dinda yang tidak ada kata menyesal-menyesalnya sama sekali, sungguh luar biasa sekali adiknya.
"kok bisa?? ngga mungkin kan ada asap kalo ngga ada apinya??" tanya Marvel
"dia duluan kok yang mulai, gua mah jabanin ajha" jawab Dinda kelewat santai
Ini Marvel udah kesal sekali dengan kelakuan Dinda yang udah terlewat kata santuy
"iyh gimana ceritanya sayang?" tanya Marvel gemas dengan Dinda
"ih abangg.." ucap Dinda sambil mengerucutkan bibirnya, Marvel hanya menghela nafas
"bisa ceritain kejadian nya?" tanya Marvel halus
" aku ngga salah kok" jawab Dinda dengan masih mengerucutkan bibirnya yang membuat Marvel gemas sendiri dan ingin menampuknya
" Iyah Abang percaya kok, jadi bagaimana bisa??" tanya Marvel lagi
"aku kan lagi makan dikantin ada orang yg ganggu, awalnya mah aku diem ajha ngga aku ladenin eh dia ngelunjak kan anyingg bang dia ngehina mami papi dan sahabat-sahabat aku yah aku keselkan yah gitu aku war sama dia, Abang taukan aku ngga akan mengusik kalo ngga diusik terus Abang tau kan aku paling ngga suka kalo ada yang ngehina mami papi dan orang-orang yang aku sayangi, pengen aku tonjok ajha rasanya" ucap dinda dengan kesal jangan lupakan dengan nada yang bersungut-sungut
Marvel tersenyum lalu mengacak-acak gemas rambut adiknya itu
"dan besok mami sama papi diundang dan aku kena SP 1" Marvel tidak terkejut lagi bagi Marvel apa yang Dinda lakuin itu sudah benar, Marvel pun akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Dinda.
"yaudah ntar Abang ajha yang Dateng ke sekolah kamu dan masalah mami papi kamu ngomong baik-baik ajha yang sebenarnya mami papi bakal ngerti kok" ucap Marvel bijak
Dinda tersenyum lalu memeluk abangnya satu-satunya itu
" ihhh... Abang Dinda beruntung bangettt tau ngga punya Abang kaya bang Marvel udah baik ganteng lagi" ucap Dinda lalu terkekeh
" ya... walaupun ngeselinnya pake banget tapi nggga papah Dinda sayang bang Marvel kok" ucap Dinda tersenyum dan menggelamkan wajahnya ke dada bidang abangnya yang membuat Marvel terkekeh geli
" uluuu uluuu ....adiknya siapa sih ini gemesin banget" ucap Marvel gemas dan menarik hidung adiknya itu Dinda hanya mengerutkan bibirnya saja
" ih Abang sakit tau, jahat ih sama aku kaya gitu" ucap Dinda sambil mengerucutkan bibirnya
" iya iya yaudah yuk pulang udah sore juga"
Dinda tidak menjawab dia langsung bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan toko dan masuk kedalam mobil, tidak lama kemudian Marvel masuk kedalam mobil menyusul Dinda yang sudah anteng duduk dan memainkan ponselnya.
__________________________________________
Saya berterimakasih sangat kepada para pembaca sekalian karena menyempatkan waktunya untuk membaca karya saya yang ngga bisa dibilang bagus ini😅 intinya saya berterimakasih sekali kepad semuanya🙏
jangan lupa baca novel aku yang satunya lagi yh judulnya "you who like winter flower" di tunggu kritik dan sarannya 🙏☺️ mksh❤️
Revisi
salam hangat
Kim slsh_🌼