NovelToon NovelToon
SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan
Popularitas:42.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggita

Setelah partai persilatan aliran hitam terkuat Gapura Iblis runtuh, duniapun berubah menjadi lebih tenang dan damai. hampir tidak ada lagi perselisihan besar yang terjadi di antara kaum pendekar. semuanya sama berharap agar suasana tentram juga saling menghargai itu dapat terus bertahan selamanya.
Namun tidak ada yang abadi di dunia ini. karena tanpa mereka sadari, suatu kekuatan jahat yang terlupakan sedang bangkit dan mengancam dari balik kegelapan.
Keadaan menjadi semakin tidak terkendali saat terdengar kabar tentang kemunculan kembali dua senjata pusaka yang telah ratusan tahun lenyap dari rimba persilatan.
(Cerita ini ada sedikit keterkaitan dengan novel Pendekar Tanpa Kawan, 13 Pembunuh dan novel Kisah- Kisah Dunia Persilatan).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkubur dalam satu liang.

Begitu banyak pertanyaan yang ingin Restu Seta ungkapkan pada Nyi Nilam Sarti, namun hanya itu saja yang dapat keluar dari mulut si 'Pendekar Jubah Putih'. segala sesuatu yang terjadi terasa terlalu mengejutkan, sehingga untuk beberapa saat lamanya jalan pikiran juga hatinya tidak sanggup menerimanya.

''Diriku dalam keadaan sangat lemah saat melahirkan bayi kita. beberapa orang musuh yang mendengar keadaanku berniat untuk membunuhku. meskipun aku masih sempat kabur dan yakin mampu bertahan tapi dengan bayi yang ada padaku membuat keadaannya menjadi sulit. hingga suatu ketika akupun terpojok ke jalan buntu..'' tutur Nyi Nilam Sarti setengah terisak mengenang masa silam.

'Saat berada diantara hidup dan mati, ada seorang tokoh silat yang mendadak muncul menolongku. dalam waktu singkat semua lawan yang mengancamku dia sapu habis tanpa sisa sekaligus menyelamatkan bayiku. diriku yang terkapar dengan luka cukup parah hanya dapat melihat tanpa daya saat nenek tua itu mengambil bayi kita dari dekapanku..''

''Meskipun nenek renta berilmu sangat tinggi ini juga memberiku pengobatan namun dia seolah sengaja tidak mau menyembuhkan seluruh lukaku. si nenek yang belum sempat kuketahui namanya ini malah berkata kalau dirinya mengetahui segala tentang diriku. dia juga bilang tertarik dengan bayi kita dan akan mengambilnya sebagai murid agar terjamin keselamatannya..''

''Waktu itu aku sedang berada pada masa paling rentan dalam semedi memulihkan diri, hingga tidak dapat mencegahnya karena jika aku menghentikan penyembuhan secara mendadak, bukan saja luka dalamku akan bertambah semakin parah, malahan bisa mengakibatkan kematian. karenanya terpaksa aku hanya bisa berdoa dalam hati agar semua yang dikatakan si nenek tua sakti itu padaku dapat dipercaya..'' lanjut Nyi Nilam Sarti.

Restu Seta yang mendengar penuturan dari bekas istrinya itu hanya bisa terdiam. meski dia tahu sifat Nyi Nilam Sarti yang berubah jahat dan licik semenjak mempelajari ilmu sesat warisan gurunya, dirinya masih yakin kalau perempuan cantik ini tidak akan bicara dusta mengenai keberadaan anak mereka.

Belum sempat dia bertanya, Nyi Nilam Sarti sudah kembali menyambung kisahnya. ''Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan tentang anak kita. ketahuilah., aku melahirkan bayi perempuan yang cantik. saat berpisah dariku saat pelarian, umurnya baru tiga- empat hari saja. bahkan aku belum sempat memberinya nama. hanya saja sebelum nenek tua sakti itu pergi bersama bayiku, dia juga mengambil paksa untaian kalung berlian ungu yang dulu engkau berikan padaku dan selalu kupakai di leherku..''

''Nenek tua itu berkata jika kelak diriku masih dapat bertahan hidup dan sudah terbebas dari segala masalah, aku bisa mencarinya dengan kalung berlian ungu itu sebagai tanda untuk mengenali putriku. kakang Restu Seta., bukan aku tidak ingin melepaskan diri dari pengaruh ilmu ini tapi jiwa- ragaku sudah terlalu jauh terjerumus kedalamnya sehingga tidak lagi mampu mengendalikan diriku..'' ujarnya penuh sesal lalu tersenyum getir.

''Aap., apakah selama ini kau sudah pernah mencarinya. juga siapa sebenarnya nenek tua yang telah mengambil putri kita itu dinda Nilam Sarti.?'' desak Restu Seta tidak sabar. ''Aku sudah berusaha untuk mencari tahu tetapi selalu saja menemui kegagalan. jejak mereka berdua seolah hilang ditelan bumi..''

''Seandainya saja putri kita itu masih hidup, sekarang ini dia pasti sudah berumur tujuh tahunan. walaupun di dalam hatiku sangat percaya kalau anakku dan si nenek tua masih ada di dunia ini, tetapi jika aku tidak dapat bertemu langsung dengannya, apalah artinya hidupku sebagai seorang ibu yang telah melahirkannya..'' keluh perempuan itu dengan air mata menggenang.

Mendengar ucapan Nyi Nilam Sarti membuat hati Restu Seta seperti teriris. belum sempat dia bicara, wanita itu sudah kembali berucap sembari menghela nafas sedih. ''Penyesalan selalu datang terlambat. semua yang harus kukatakan telah aku sampaikan. kalau malam ini salah satu dari kita mati, maka orang yang masih hidup berkewajiban untuk mencari putri kita.!'' putus Nyi Nilam Sarti silangkan kedua pedang pendeknya di depan dadanya.

Pendekar Jubah Putih menarik nafas berat. jika sebelumnya dia merasa sangat bernafsu untuk membunuh mantan istrinya dimasa lalu itu akibat terbakar kebencian, tapi sekarang justru ada perasaan tidak tega yang mulai merayapi jiwanya. karena bagaimanapun juga dia adalah ibu dari anak perempuannya.

Tetapi segala yang akan terjadi tetap harus dilakukan. pedang tipis keperakan dan lentur ditangannya juga terangkat sejajar dada, menunjuk lurus bekas istrinya. ''Kita berdua memang harus menyelesaikan segalanya. jika saja waktu bisa berputar, walau sebenci apapun diriku padamu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu..''

''Karena menjadi seorang ayah., adalah suatu kebanggaan tertinggi bagi lelaki. terima kasih telah melahirkan seorang putri untukku dan maafkan aku sebab tidak berada disisimu pada saat itu..'' saat dirinya mendengarkan ucapan tulus bekas suaminya, tanpa terasa Nilam Sarti tersenyum penuh kebahagiaan.

Tetapi senyumannya sontak lenyap berganti kesedihan juga benci, sebab matanya melihat ujung pedang perak lawan yang tipis bergetar keluarkan suara mendengung lirih lantas semakin mengeras. cahaya keperakan ikut berpendaran bagaikan sinar bulan purnama hingga menyelubungi seluruh lengan kanan si Pendekar Jubah Putih.

Nyi Nilam Sarti sadar betul kalau Restu Seta telah bertekad untuk melenyapkan nyawanya. tapi dia juga bukan wanita lemah. sepasang pedang pendeknya yang sedikit melengkung seperti clurit tetap bersilangan didepan dada. hanya saja cahaya merahnya berubah lebih menyala hingga diselimuti kobaran api. kedua mata wanita cabul itu turut berubah merah menggidikkan dengan rambut berjingkrak naik. dengusan nafasnya terasa sangat berat seolah dipenuhi hawa dendam amarah.

Restu Seta terbangkit amarahnya karena dia tahu itulah ilmu 'Pedang Amukan Api Jiwa'. salah satu jurus sesat yang telah dipelajari istrinya. saat berikutnya dengan membentak nyaring, hampir bersamaan keduanya saling berkelebat maju. tubuh merekapun berubah menjadi dua lintasan cahaya merah dan putih yang saling melibas. puluhan pijaran bunga api tercipta bersama ledakan kekuatan sakti.

Pedataran tanah berumput tersapu gulungan angin panas. bebatuan kerikil bermentalan juga pecah kesegala penjuru. terakhir kalinya dua kelebatan cahaya putih berkilauan juga merah membara itu lenyap bersama kedua sosok tubuh yang terpisah lantas kini berdiri sepuluh langkah dan saling membelakangi.

Suasana malam menjadi begitu hening sunyi dan mencekam hati. dipenjuru lainnya terlihat Ki Tunggul Warangan yang rupanya telah berhasil membunuh Ki Tapak Watu dan Ki Tapak Kala hanya berdiri diam agak jauh dari tempat pertarungan. hatinya turut merasakan ketegangan bercampur simpati. dia baru tahu kalau kedua orang itu dulu adalah pasangan suami- istri. meski awalnya ingin membantu sahabatnya tapi orang tua ini menyadari kalau masalah pribadi mereka berdua tidak boleh dicampuri oleh tangan pihak lain.

Restu Seta terhuyung maju beberapa langkah sebelum jatuh berlutut. darah tersembur dari mulutnya. jubah putihnya hancur terkoyak- koyak berlepotan darah dan hangus terbakar hingga dirinya separuh telanjang. dengan berpegang pada pedang peraknya yang patah tinggal separuh, dia masih dapat bertahan agar tidak sampai jatuh tersungkur.

Nyi Nilam Sarti tetap berdiri tegak. perlahan kedua pedangnya yang melintang di dadanya turun menjuntai kebawah. dua butiran air matanya terjatuh membasahi pipi. wanita itu separuh memutar pinggangnya ke belakang. ''Tolong engkau jaga putri kita., kuharap kau tidak mengatakan keburukan diriku padanya..''

Dengan memaksakan dirinya Restu Seta berpaling ke belakang. dia masih sempat melihat senyuman terakhir wanita yang dia cintai itu sebelum satu garis merah muncul melingkar di lehernya yang putih. darah segar tersembur deras bersama dengan tubuhnya yang terkulai roboh dan kepalanya bergulir putus akibat terpenggal.

Dengan menggunakan jurus 'Pedang Bulan Pemancung Naga' sebagai jurus terkuatnya, Restu Seta berhasil memenggal putus kepala lawan. meskipun demikian, yang ada di dalam hatinya hanyalah perasaan sesal, kesedihan juga bersalah. ''maafkan aku istriku., karena mungkin tidak akan dapat bertemu dengan putri kita dan menjalankan pesanmu..''

Tubuh berdarah Restu Seta jatuh tersungkur ke pangkuan Tunggul Warangan yang dengan cepat bergerak memangku sahabatnya. dia sadar kalau nyawa Pendekar Jubah Putih tidak akan dapat diselamatkan lagi. beberapa ucapan pesan sempat terucap dari bibirnya yang dibasahi darah sebelum akhirnya mati.

Sebuah kuburan baru terlihat dibawah pohon besar. di dalamnya terkubur jasad dua orang bekas suami- istri. mungkin mereka tidak bisa bersatu didunia. tapi setidaknya masih dapat berdampingan di dalam liang yang sama. ''Aku berjanji akan mencari serta menjaga putri kalian berdua sesuai pesanmu..'' gumam Tunggul Warangan seraya memanjatkan doa untuk Restu Seta dan Nilam Sarti.

Di kejauhan sayup terdengar suara kokok ayam jantan. tanpa terasa waktu sudah lewat dini hari. saat hendak berlalu meninggalkan tempat itu, Ki Tunggul Warangan terperanjat karena telinganya mendengar ada suara kibasan lengan baju menyapu angin. sekejap kemudian di hadapannya kini telah muncul seseorang. ''Aah., rup., rupanya kau.!'' seru Ki Tunggul Warangan dengan suara tercekat kaget seakan- akan dia tidak percaya saat mengenali siapa adanya orang yang sedang berdiri di depannya.

       ................

Silahkan menuliskan komentar Anda, 🙏😊👍👌☝⭐🌹☕👏💪🤝👆🤲🤭. Terima kasih.

1
Tessar Wahyudi
mantap👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Slow ego
si Tole mantap joss💪
nina hariah
semangat terus updatenya author 💪
anggita: 👌trims
total 1 replies
nina hariah
next author
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwa 🥰
anggita: trims.
total 1 replies
Slow ego
like👍🌹vote👌, uplagi
anggita: oke 👌
total 1 replies
Rahma AR
like dan 2 iklan😊
Elisabeth Ratna Susanti
plus satu iklan karena keren sekali 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus 🌹🥰👍
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Slow ego
lanjut up lagi thor👍☝🌹
nina hariah
semangat terus updatenya author
anggita: ok👌 trims
total 1 replies
nina hariah
next author
Sih Winarti
selicik Sangkuni si tolle 🤣
Rahma AR
like dam.iklan😊
Sih Winarti
licik banget si tolle🤣
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
Slow ego
up lagi ya Thor..👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!