Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HANYA AKU
Jam baru menunjukan pukul 4 pagi tapi Kai dan Krystal sudah terbangun karena Kryatal yang terus muntah dari tadi mengeluh sakit pada kepala nya. Wajah Krystal juga pucat pasi
Kai dengan setia memijat leher Krystal saat ibu hamil itu terus menunduk kearah wastafel dan mengeluarkan semua isi lambung nya bahkan yang keluar hanya cairan bening
Kai sibuk menelpon ibu nya tapi belum juga di angkat, setelah sekitar 5 kali menelpon baru lah ada jawaban dari ibu nya
"Hallo ada apa nak" kata ibu nya dengan suara khas bangun tidur itu
"Ibu.. dari semalam Krystal terus muntah dan mengelu sakit pada pada kepala nya wajah nya juga sangat pucat ibu" jelas Kai dengan nada yang begitu panik
"Aku harus apa ibu?" tanya nya lagi
"Mual pada ibu hamil itu normal nak.. coba mengoleskan minyak aroma terapi pada leher dan pelipis nya, lalu elus perut nya berlahan" jelas ibu Kai
"Pastikan ada yang masuk kedalam perut nya apapun itu bahkan jika hanya bisa minum air putih" sambung nya
"Pijat pundak nya juga, Krystal akan merasa lebih baik setelah itu dan ucapkan kata-kata yang membuat nya senang" pesan ibu Kim
Setelah mendengar itu dari ibu nya berlahan Kai memapah tubuh lemas itu kembali keatas ranjang, membantu Krystal minum lalu memastikan ibu hamil itu berbaring dengan nyaman
Kai berlari ke kamar nya untuk mengambil minyak aromaterapi yang biasa di pakai nya minyak itu akan memberikan sensai hangat dan bau nya biasa meredam mual juga
Berlahan Kai mengolesakan minyak itu di leher Krystal dan pelipis nya, lalu memijat lembut bahu krystal yang tengah berbaring membelakangi nya itu
Mengelus belakang rapuh itu agar lebih kaut, sedangkan Krystal bahkan tak bisa membuka mata nya karena merasa pening
Kai mengelus perut Krystal dengan lembut seakan ingin menenangakn jabang bayi itu, dengan sesekali mengecup sayang punca kepala wanita itu
Mata hari sudah mulai meninggi dan bersinar tapi keadaan Krystal belum juga membaik masih terus muntah di tambah lagi Krystal berkeringat dingin wajah nya kian pucat tubuh nya sudah lemas seperti tak bertulang
Mabuk kehamilan itu sungguh menyiksa nya, karena panik tanpa berfikir panjang Kai menggendong tubuh Krystal yang di balut nya dengan selimut tebal lalu membawa wanita itu kerumah sakit bahkan Kai tak sempat mengganti baju nya
Kai pergi kerumah sakit masih dengan menggunakan piama tidur dan sendal jepit, untung saja ingat membawa HP dan dompet nya
Setelah sampai di rumah sakit Krystal langsung mendapat perawatan, dokter bilang wanita itu hipoglikemia dan mengalami anemia karena tak cukup nutrisi yang masuk kedalam tubuh nya
Kai menggenggam tangan Krystal yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu, tangan nya tertancap infus yang terlihat sedikit berdarah tapi perawat nya bilang tak masalah
"Maaf merepotkan" kata Krystal pada Kai
"Apa yang kau katakan.. Kau tak merepotkan sama sekali Krys.." kata Kai sambil mengelus rambut wanita itu
"Kau tak pernah merepotkan.. aku sangat takut tadi, syukur lah kau tak apa-apa" sambung Kai
Ibu dan ayah Kai pun sampai di rumah sakit untuk menengok keadaan menantu nya itu, setelah orang tua nya datang Kai bergegas mandi dan memakai pakaian yang di bawakan oleh ibu nya. Sebelum mereka berangkat Kai menelpon minta di bawakan pakaian
"Maaf membuat ayah dan ibu khawatir" kata Krystal merasa bersalah
"Yang penting putri ibu sehat.. ibu mana yang tak khawatir mendengar putri nya sakit, cepat sembuh ya nak ibu akan sedih jika kau sakit" kata ibu mertua Krystal itu penuh kasih
Begitulah Krystal sungguh beruntung punya mertua yang sangat perhatian dan mencintai nya
"Kai kau pasti belum sarapan, sarapan lah ibu dan ayah akan menjaga Krystal disini" saran ibu nya
"Iya ibu aku akan menemui dokter dulu" kata Kai, lalu mengelus kepala istri nya itu
____________________________________
"Apa nyonya Krystal sedang stres akhir-akhir ini tuan?" tanya dokter pada Kai
"Ada apa dok?" tanya Kai penasaran
"Tidak hanya saja nyonya Krystal terlihat begitu murung dan sedih, sebenar nya tak ada hal serius yang terjadi, tapi perasaan ibu hamil juga berpengaruh besar dalam kesehatan nya" jelas dokter
"Tuan sebaik nya lebih memperhatikan istri tuan, ibu hamil butuh perhatian ekstra, usahakan nyonya Krystal jauh dari stres" tukas dokter lalu memberikan resep vitamin untuk Krystal
"Istri tuan sudah boleh pulang setelah infus nya habis" Jelas dokter
Kai keluar ruangan dokter dengan perasaan tak enak, memikirkan apa yang di lakukan nya pada ibu hamil itu akhir-akhir ini
____________________________________
Setelah sampai ke rumah Kai membantu Krystal untuk berbaring di ranjang, menatap wajah ibu hamil itu penuh rasa bersalah rasa nya tak berhak mengaku sebagai suami wanita ini
Kai mengelus rambut Krystal pelan sambil menatap dalam manik mata itu
"Ada apa?" tanya Krystal
"Tak ada tidur lah lagi" kata Kai sambil tersenyum
Krystal memejamkan mata nya sambil merasakan Kai yang terus menggengam tangan nya sesekali mengelus perut dan rambut nya, hingga Krystal merasa Kai beranjak dari ranjang
"hallo jen.." Sayup terdengar suara Kai yang mengangkat telpon sambil menutup pintu kamar itu
Krystal hanya tersenyum pedih, ya.. pria itu akan meninggalkan nya lagi untuk menenui wanita lain
Tanpa di komando air mata Krystal lolos begitu saja dari sudut mata nya
"Kenapa kau begitu jahat" desis Kryatal dalam hati
Krystal tak bisa menahan tangis nya, yang dia mau hanya menangis. Tangis nya kian tersedu terhitung sudah hampir setengah jam tapi air mata nya belum juga mau berhenti
Sudah hampir tiga jam Kai meninggalkan nya sendiri, entah apa yang di lakukan suami nya itu dengan kekasih nya mungkin saja sedang berpelukan atau lain sebagai nya
Hingga pada saat pintu kamar nya kembali terbuka dan menampilkan suami nya itu yang tengah tersenyum pada nya
"heii.. sudah bangun?" tanya Kai sambil tersenyum sambil membawa nampan berisi makanan
"Brengsek!" teriak Krystal tanpa sengaja dan membuat Kai sedikit terkejut
"apa Krys?" tanya Kai ingin memastikan yang di dengar nya tadi, Krystal hanya menggeleng sambil membuang muka nya
"ayo makan" kata kai sambil duduk di pinggir ranjang, Kai melihat mata sembab Krystal
"Kau menangis?" tanya Kai
Krystal hanya menggeleng
"Buka mulut mu.." kata Kai
"Aku bisa sendiri" sahut Krystal dingin
reader wajib baca ini.