hanya lantunan lagu melow yang menemani setiap malamku,mengingat kisah cintaku yang menyakitkan setiap aku mengingatnya...
dan hampir setiap malam aku meneteskan air mata ketika aku kembali mengingat semuanya.
apa yang dia lakukan padaku selama ini,padahal aku pikir dia benar-benar setia.tapi kenyataan nya..tidakkk...!!!
kesetiaan ku di balas dengan penghianatan..
Tak ku sangka semua ini terjadi padaku,mungkin ini yang selalu ku pikirkan.setiap malam aku selalu mengingat kembali ketika pertama kali kita bertemu..
Awal mula kita bertemu di sebuah perusahaan tempat kita bekerja.aku adalah karyawan lama di perusahaan,sedangkan dia adalah karyawan baru yang menggantikan seorang staf yang resign karna menikah.
sekedar informasi,suasana di kantor kami itu sangat nyaman,jangan heran kalau kami mengangap seperti di rumah sendiri.bahkan saking nyamanya banyak cinta lokasi di kantor dan itu wajar.toh mayoritas karyawan disini masih berusia 20-29 tahun dan rata-rata belum menikah..
"cinta tumbuh karna terbiasa,"mungkin karna tuntutan pekerjaan juga yang membuat kami akhirnya menjadi dekat..
Karya ini di terbitkan atas izin NOVELTOON Meysa,isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya,tidak mewakili NOVELTOON sendiri..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meysaroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
Ken mengantarkan Mely sampai rumahnya, ia ikut masuk ke dalam rumah Mely untuk bertemu dengan kedua orang tuanya Mely. Ken ingin segera mengutarakan niatnya pada orang tua Mely.
" Silahkan duduk dulu mas..,aku mau ganti baju dulu sebentar.." ucap Mely sambil melangkah menuju kamarnya.
" Na Ken..Kapan datang na..?" ucap Mamah Mely tiba tiba datang dari arah dapur.
" Barusan tante.." ucap Ken sambil mencium tangan mamahnya Mely.
" Loh Mely nya kemana ?"tanya mamahnya
" Barusan ke atas mau ganti baju dulu katanya.." ucap Ken memberi tahu
" Ohh yasudah tante ke dapur dulu ya.."Mamahnya Mely berjalan kembali ke dapur.
" Tantee..."ucap Ken menghentikan langkah mamahnya Mely.
" Iya, kenapa na Ken.."tanya mamahnya Mely
"Saya mau berbicara sebentar..bolehh? "ucap Ken sopan.
" Mau bicara apa ya na Ken..?"tanya mamahnya Mely. sambil menghampiri lagi Ken. beliau duduk di sebrang Ken. di susul papahnya Mely yang baru saja turun dari atas, menghampirinya.
" Eemmm begini, mohon maaf sebelumnya Om, tante, jika ucapan saya nantinya ada yang salah atau kurang berkenan." Ken berbicara setelah mamah dan papahnya Mely duduk.
"Memangnya kamu mau mengatakan apa?"papahnya Mely bertanya
"Saya sudah mengenal Mely anak Om dan tante sudah 1 tahun lebih, walau tidak dibilang pacaran, tapi kami sering bersama dalam beraktiftas dan saya sangat menyayangi dan mencintai Mely."
" Begini Om, tante, saya berniat untuk melamar Mely. Semoga Berkenan kiranya Om dan tante menikahkan saya dengan Mely.."
" hhmmm,, apa kamu sudah yakin? yakin dengan hati kamu. menikah itu bukan untuk mainan, apalagi Mely anak kami satu satunya, kami tidak ingin Mely kecewa dan terluka lagi." tanya papahnya Mely
" yakin Om, sangat yakin malah..saya berjanji akan membahagiakan Mely dengan jiwa dan raga saya, saya tidak akan pernah mengecewakan Om dan tante, terutama Mely" ucap Ken meyakinkan.
" Saya meminta pendapat sekaligus persetujuan Om baiknya bagaimana? saya akan melamar putri Om dan tante dalam waktu 1 minggu mendatang.."ucap Ken lagi.
" Apa Mely sudah mengetahui hal ini ?"
" Iya om sudah tadi saya sudah membicarakan ini pada Mely"
" Baiklah kalau begitu, ajak orang tuamu Kemari untuk meresmikan nya.."
" Jadi om dan tante merestui kami ?" ucap Ken sumringah
" Iya, Om merestuinya asalkan kamu bisa membahagiakan anak om"ucap papanya menegaskan.
" Baik om saya berjanji.." Ken mencium tangan kedua orang tua Mely dengan perasaan lega dan bahagia.
Di lantai atas, Mely mendengar semua percakapan Ken dan orang tuanya. senyum bahagia tersungging di bibirnya. mudah mudahan ini jalan yang terbaik, dan mudah mudahan juga Ken adalah laki laki terakhirnya. ia berdoa dalam hati.
Mely menuruni tangga, lalu menghampiri ketiga orang yang sedang berbincang di ruang tamu.
" Mah pah.."sapa Mely sambil duduk di samping mamahnya.
" Sayang minggu depan Na ken beserta orang tuanya akan datang untuk meresmikan lamaran nya..apakah kamu bersedia?"ucap mamah sambil mengelus rambut putri kesayangan nya itu. Mely mengangguk sambil tersenyum tanda setuju.
" Ya udah Om tante, saya pamit pulang. saya akan memberi tahukan kabar gembira ini pada orang tua saya.."ucap Ken bangkit dari duduknya. ia menyalami calon mertuanya itu. Ken keluar di antarkan Mely sampai depan pagar.
" Aku pulang dulu ya, besok pagi aku jemput.."Ken mencium kening Mely dalam. Mely memejamkan matanya.ia merasakan jantungnya berdetak sangat kencang.
" Iya mas..makasih, dann... hati hati di jalan.." Mely melambaikan tangan ketika ken melajukan mobilnya. setelah Ken menjauh Mely langsung masuk ke dalam rumah. sedangka papah dan mamahnya sudah menunggu di ruang tamu.
" Sayang sini duduk.."ucap mamahnya sambil menepuk nepuk kursi di sampingnya.
" Iya mah, ada apa..?" tanya Mely setelah duduk di samping mamahnya.
" Apakah kamu serius dengan keputusan kamu itu..? " ucap papahnya
" Iya pah, ini sudah keputusan Mely..dan mudah mudahan mas Ken menjadi yang terakhir untuk Mely.."ucap Mely tegas.
" Baiklah kalau itu memang sudah menjadi keputusan kamu, papah sama mamah mendukung apapun selama itu baik untuk kamu. dan semoga saja Ken menepati janji janjinya itu.."
" Iya pah mah mudah mudahan saja, Mely kekamar dulu ya..ngantukk"ucap Mely bangkit berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
Setelah sampai kamar ia merebahkan dirinya di kasur. ini sudah menjadi keputusan nya menjadikan Ken sebagai calon suami, bukan lagi calon pacar. dia berharap semoga saja Ken menjadi laki laki terakhirnya..
Ketika ia sedang asyik melamun tiba tiba saja hapenya berbunyi, dengan segera Mely mengangkatnya.
" Hallo.."
" Hallo Mell apa kabar kamu, aku kangen banget Melll" ucap Arin kegirangan
" Kabar aku sangat baik Rin, kamu gimana? aku juga kangenn Rin sama kamu.."ucap Mely tak kalah Kegirangan.
" Kayaknya ada yang lagi seneng nihh..bagi bagi dong kalau lagi seneng"
" Mau tau apa mau tau bangett??" ucap Mely membuat Arin penasaran.
" Iihhh Mely, cepetan kasih tau.."
" Iya iya aku kasih tau kamu.., Minggu depan aku di mau di lamar sama mas Kenzo.."ucap Mely sumringah
" A-apa Mel, dilamar.."Arin kaget mendengar pengakuan Mely..
" Ya ampunn Mel, serius kamu"..
" Ya iya aku serius.."
" Pokonya besok kita harus ketemu, kita harus membicarakan ini langsung.. biarr jelas.."
" Iya iya nanti aku kabarin lagi ya.."
" Ya ampuunn Mely..aku seneng banget dengernya.."
" Iya Rin, doain aku ya.."
" Pasti Mel, aku selalu doain kamu yang terbaik.."
Setelah ngobrol panjang lebar, dan besok janjian bertemu, Mely memutuskan untuk mengakhiri telponnya. Ia menyimpan hape nya di meja dekat kasur, lalu ia merebahkan dirinya. tak lama kemudian hapenya kembali berbunyi tanda ada pesan masuk. ia mengambil kembali hape yang sudah ia letakan di atas meja. ia membuka pesan tersebut, lalu tersenyum senang melihat siapa yang mengirimkan pesan tersebut.
" Sepanjang malam aku memikirkanmu. Memikirkan hal yang aku miliki saat ini adalah cinta. Cinta yang tulus dan sejati dari dalam lubuk hati. Untuk malam ini, aku ucapkan selamat tidur calon istriku sayang, selamat tidur semoga mimpi indah 😘😘 .."
Mely senyum senyum ketika melihat pesan yang di kirimkan Ken, ia senang melihatnya. dia pun membalas pesan Ken.
" Terima kasih untuk tetap berada di sampingku sampai detik ini. Selamat tidur, calon imam😘".
Mely berharap semoga Ken adalah laki laki yang menjadi cinta terakhirnya. laki laki yang bertanggung jawab, menepati janji dan tidak akan pernah mengecewakan nya...
******
Selalu dukung aku terus ya😘😘
jangan lupa like dan komennya..dan juga vote sebanyak banyak nya biar author makin semangatt nulisnya..🙏😚😚
\*\* HAPPY READING\*\*