NovelToon NovelToon
CINTA SANG PEMILIK TAHTA

CINTA SANG PEMILIK TAHTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:551.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Henny

Hai, ini kisah pertamaku yang berkolaborasi dengan salah satu temanku Amanda. Karya ini murni hasil khayalan kami berdua. Semoga kalian suka ya? Ini cerita Kerajaan di abad 21.

Aithan Regner Cainio, adalah pangeran ketiga yang sebenarnya bukan ahli waris kerajaan. Makanya ia memilih menjauh dari istana dan akhirnya jatuh cinta pada Argani Christabel, seorang Mahasiswi asal Indonesia yang derajat sosialnya sangat berbeda jauh dari Aithan.

Setelah susah payah Aithan mendapatkan cinta Argani, ia justru dipanggil pulang ke istana untuk menjadi raja. Dan sebagai raja, Aithan hanya bisa menikah dengan putri bangsawan. Aithan hanya bisa menjadikan Argani sebagai selirnya. Sementara Argani tidak ingin cintanya dibagi.

Bagaimana Aithan dapat mempertahankan kedudukannya sebagai raja dibalik semua kelicikan di istana yang ingin menjatuhkannya? Apakah ia rela melepaskan cinta sejatinya demi tahta yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyerah

"Aku nggak bisa mendekati gadis itu, ma. Selalu ada saja yang menghalangiku. Mungkin Aithan sudah tahu kalau kita sedang berusaha untuk menyingkirkan Argani. Menurut mama, apa tindakan kita selanjutnya?" tanya Sefiye melalui sambungan telepon pagi ini. Sekali lagi, Aithan tak tidur di apartemennya dan Sefiye tahu kalau Aithan ada di asrama Argani.

"Menurutmu, apakah Aithan mencintai gadis itu?"

"Bukan hanya cinta, ma. Aku rasa, Aithan sangat tergila-gila padanya. Gadis itu bahkan menggunakan kalung dengan liontin bunga matahari. Bukankah itu berarti kalau Aithan sudah menganggapnya sebagai bagian dari dinasti kita?"

"Kau pulanglah, dulu. Biar mama yang tangani dari sini. Bagaimana dengan Naysilla?"

"Nay sepertinya sangat kecewa. Aithan tak peduli dengannya. Nay juga ingin pulang, ma."

"Ya, sudah. Kalian pulanglah dulu."

"Argani mungkin mencintai Aithan. Namun dia lebih mementingkan sekolahnya. Jadi kita masih punya kesempatan untuk memisahkan mereka sebelum gadis itu selesai kuliah."

Sefiye mengahiri percakapannya dengan mamanya. Dua minggu berada di London, ia melihat betapa sulitnya menggoyahkan perasaan Aithan untuk si calon dokter. Aithan sangat ketat menjaga gadis itu sampai anak buahnya kesulitan untuk menghabisi nyawa gadis itu. Sefiye memilih bersabar karena ia tak mau adiknya marah padanya saat tahu kalau Sefiye berusaha membuatnya pisah dengan Argani.

***********

Di kerajaan Dives Cain, Permaisuri Viola sedang duduk termenung di kamarnya. Ia sedang memikirkan anak bungsunya. Anak kesayangan yang akhir-akhir ini seakan menjauh darinya.

Viola sebenarnya tak pernah setuju kalau Aithan kuliah di luar kerajaan. Pada hal kerajaan ini memiliki universitas yang juga terkenal sehingga banyak mahasiswa dari negara lain yang datang ke sini.

Pintu kamar diketuk, dan masuklah Lorena, kepala pelayan di istana perempuan ini.

"Permaisuri Viola, tuanku raja ingin bertemu dengan anda. Beliau menunggu di taman belakang."

"Bersama siapa suamiku semalam?"

"Bersama selir Anaya."

"Perempuan itu sudah berapa kali ada di kamar raja?" Viola nampak kesal.

"Dalam seminggu ini, sudah 2 kali, nyonya. Totalnya, tuan raja bersama Anaya sudah 8 kali."

Viola mendengus kesal. "Bukankah ini diluar kebiasaan raja? Biasanya juga ia akan bersama seorang perempuan hanya satu sampai dua kali. Aku mulai tak suka, Lorena. Pikirkan caranya untuk menyingkirkan perempuan itu."

"Permaisuri, Anaya sekarang adalah favoritnya raja. Apa yang harus saya katakan jika raja memintanya untuk datang ke kamar raja? Ini juga terjadi karena nyonya tak mau lagi tidur dengan raja. Bukankah sudah berulang kali saya katakan, jika raja panggil, datanglah ke kamarnya. Namun nyonya selalu menolaknya. Jika nyonya terus keras kepala, maka Anaya bisa hamil. Ingat, Anaya itu bukan dari rakyat biasa. Dia anak menteri. Kakeknya mendapatkan gelar sebagai bangsawan karena jasanya bagi kerajaan ini."

Permaisuri Viola menatap tajam ke arah Lorena. Namun kepala pelayan itu hanya menatapnya tanpa ada rasa takut. Dialah penasehat sang permaisuri yang sudah mengabdikan hidupnya untuk Viola semenjak ia menikah di hari pertama dengan raja.

Viola langsung berdiri dan menuju ke taman belakang istana. Di lihatnya sang raja sedang duduk sambil menikmati sarapannya ditemani asisten pribadinya, Nahar. Mantan prajurit khusus yang sudah menyelamatkan nyawa raja beberapa kali.

Alberth menatap istrinya. Viola sejak dulu terkenal dengan kecantikannya. Papanya adalah orang Italia, sedangkan ibu Viola merupakan bangsawan asal Jepang. Perpaduan yang sempurna.

"Sayang.....!" Sapa Viola lalu memberikan kecupan di pipi suaminya. Sebenarnya ini terlihat sangat kaku karena Viola, sudah hampir 7 bulan ini sang permaisuri tak lagi menghangatkan ranjang raja.

"Aku mendengar kalau Sefiye dan Naysilla pergi ke London. Ada tujuan apa mereka ke sana?" tanya Alberth.

"Sefiye menemani Naysilla untuk ikut semacam kursus." jawab Viola sambil menikmati sarapannya. Viola memang hanya makan buah untuk sarapan.

"Atau kau sengaja mengirim Naysilla ke sana untuk mendekatkan dia dengan Aithan?"

"Memangnya kenapa kalau tujuan ku memang itu? Aku ingin Aithan mendapatkan pasangan dari keluarga yang pantas. Aku tak ingin keturunan Aithan berdarah campuran."

"Sepertinya, kau lebih menyayangi Aithan dari pada Cloudio. Apa kau lupa kalau Cloudio adalah putra mahkota? Dia bahkan sering mengeluh padaku karena kau sering mengabaikannya."

"Aku menyayangi semua anak-anakku. Aku tak pernah membedakan mereka."

Alberth menatap istrinya sambil tersenyum. "Seluruh istana ini juga tahu bagaimana kau sangat menyayangi Aithan. Kau memberikan dia pengawal dan koki istana terbaik."

"Bukankah Cloudio sudah mendapatkan kasih sayang yang lebih darimu?"

Alberth menghabiskan kopinya. "Viola, cukup sudah kau mengatur kehidupan pernikahan Cloudio dan Safiye. Biarkan Aithan memilih dengan siapa ia akan menikah. Aku tak ingin putra bungsu ku itu menjalani kehidupan dengan orang yang tak dia cintai. Karena menjalani hidup dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu adalah sesuatu yang menyakitkan." kata Alberth lalu segera meninggalkan Viola. Permaisuri itu hanya terdiam di tempatnya.

************

Lea mendekati Argani. "Sudah baca pengumuman hasil ujian?"

Argani menggeleng. "Aku baru selesai menemani dokter Merry di kelas nya dalam praktek dengan mahasiswa tingkat pertama."

"Kau memang hebat, Argani! Sudah menjadi asisten dosen pada hal belum selesai kuliah. Nilai mu paling tinggi. Dan karena itu kau berhak untuk bisa mengajukan proposal untuk tugas akhir. Jika kau berhasil, maka tahun depan kau bisa selesai. Itu berarti hanya 4 tahun kau kuliah kedokteran di sini. Dan dalam sejarah baru ada 5 orang yang sepertimu. Kau akan jadi yang ke-6."

"Benarkah?"

"Ya. Ah, aku sangat bangga padamu, Ar. Kau sudah cantik, pintar, punya pacar seperti Aithan. Eh, cincin mu bagus sekali." Lea memegang tangan Argani dan langsung melotot menatap cincin pernikahan itu.

"Oh....ini pemberian Aithan di hari ulang tahunku."

"Cantik ya? Seperti cincin pernikahan saja."

"Iya."

"Atau jangan-jangan, Aithan sudah melamarmu?"

"Nggak. Ini hanya hadiah."

Lea menatap Argani dengan tatapan kurang percaya.

"Ayo pergi, aku lapar nih!" Argani langsung mengalihkan topik pembicaraan. Ia tahu kalau Lea orangnya sangat kepo. Cukuplah ia dan Aithan yang tahu. Karena sampai sekarang pun, gang darah biru di kampus ini selalu menatap Argani dengan tatapan sinis.

**********

Ada senyum bahagia di bibir Aithan saat ia pulang dan menemukan Argani sudah ada di kamarnya. Istrinya itu sedang duduk di depan meja belajar dan sedang membaca sebuah buku yang sangat tebal. Aithan memang tak mengijinkan Argani belajar di ruangan lain karena ia tak mau berjauhan dengan istrinya itu saat mereka ada di dalam apartemen.

"Sayang....., kau menerima pesanku untuk datang ke sini? Siapa yang menjemputmu?"

"Vio." Jawab Argani. Aithan mencium bibir istrinya itu.

"Jadi kakakmu sudah pulang?"

Aithan mengangguk. Ia duduk di atas meja sambil menatap Argani. "Minggu depan aku ulang tahun. Aku sudah memesan tempat untuk kita pergi selama 1 minggu. Kita akan ke Venice, Italia. Anggaplah ini sebagai bulan madu kita yang tertunda."

"Aku nggak bisa, Ai. Karena nilai ujian ku paling tinggi, maka aku bisa mengajukan proposal untuk tugas akhir. Pengajuan ku sudah diterima dengan catatan aku harus praktek di rumah sakit 8 jam setiap hari. Dan itu akan dimulai minggu depan."

"Sayang, tak dapatkah kau menundanya? Aku sudah merancang kan hal ini semenjak kita pulang dari Indonesia. Aku bahkan sudah meyelesaikan semua mata kuliahku. Aku akan berlibur sebentar sebelum mulai dengan penulisan tesis ku."

"Ar, aku juga ingin menyelesaikan kuliahku. Aku ingin jadi dokter dan segera pulang ke Indonesia."

"Pulang ke Indonesia?" Aithan terkejut.

"Kemana lagi aku akan pulang? Aku belajar segiat ini agar bisa mengabdikan hidupku sebagai dokter di sana, Ai."

Wajah Aithan terlihat kecewa. Ia turun dari atas meja dan berjalan menjauhi Argani.

"Ada apa, Ai?"

Aithan berbalik dan menatap Argani. "Apakah kau lupa jika kita sudah menikah?"

"Kau kan dapat ikut denganku ke Indonesia. Kau sendiri yang bilang bahwa Indonesia sangat indah."

Aithan mengusap wajahnya kasar. "Aku mau mandi dulu!" katanya lalu segera meninggalkan Argani dan menuju ke kamar mandi.

Di dalam kamar mandi Aithan menguyur tubuhnya dengan air dingin. Indonesia memang negara yang indah. Aithan suka berada di sana. Namun, untuk menetap di Indonesia rasanya sulit. Sekalipun Aithan bukan putra mahkota namun seorang pangeran biasanya akan menjadi gubernur di salah satu propinsi yang ada. Aithan setidaknya harus mengabdikan diri selama 5 tahun sebelum akhirnya ia sendiri yang akan memutuskan apakah harus kembali ke istana atau terus menjadi gubernur.

Di luar kamar, Argani pun sedang duduk termenung. Hatinya gelisah saat memikirkan, akankah Aithan ikut dengannya ke Indonesia?

*********

Duh....masalah satu belum selesai, datang lagi masalah yang lain.

Ada ide bagaimana mereka menyelesaikan nya?

Dukung terus ya guys

love.....A M A N D A

1
gia nasgia
ngelunjak tuh pangeran minta nginep 😂
gia nasgia
Saking rindunya sampai baperan 🥺
gia nasgia
Bisa Diabet Argani klau dekat Aithan 😍🥰
gia nasgia
Tdk semudah itu Ferguson 😜
gia nasgia
jeng.... jeng.... 😂
gia nasgia
Kata"mu Aithan buat aku meleleh 🤦‍♀️
gia nasgia
cemungut Aithan 💪
gia nasgia
untungnya yg bucin sang pangeran jadi dgn cara apapun pasti memperjuangkan cintanya
gia nasgia
Masih hapal Alurnya tapi tetap nggak bosan 😍🤭
Enny Olivia: terima kasih sudah membacanya lagi
total 1 replies
VS
absen dulu 👍
Enny Olivia: terima kasih
total 1 replies
Wasista Mustika S.
Cerita yang menyentuh.. Tetap semangat untuk Mbak Henny dan mbak Amanda dalam berkarya.. Cerita tentang cinta sejati.. Keren habis..👍👍
Wasista Mustika S.
Novel yang bagus... Ceritanya menyentuh.. Perjuangan Aithan dan Arghani mempertahankan rumah tangganya..
Retna Tri Tunjung
aku baru nemu novel ini, sangat bagus..terimakasih.
Hamida Ida
ceritanya menarik & bagus.ditunggu karya berikutnya 👍👍👍
Ik sin lim
cerita nya bagus sedih juga
ELVIRA thoenger01
novel keren. ada lanjut nya ? ada season 2 nya?
Hasrinawati Rina
mantap saya suka klu happy reading
Ibelmizzel
Kren abis ❤️❤️❤️❤️😘
Ibelmizzel
mau kasi usul apa hukuman utk Naysilla tapi aku bacany udh and🌹🌹🌹🌹
Ibelmizzel
disini AQ benar2menagis dengan perpisahan mereka.😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!