NovelToon NovelToon
CINDERELLA DI SARANG PENYAMUN

CINDERELLA DI SARANG PENYAMUN

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Soraya sang Primadona online terjebak di Abad 13 karena insiden yang menimpanya. Jiwanya terperangkap dalam tubuh seorang selir Senopati perang, apakah yang akan dilakukan oleh Sora agar bisa kembali ke abad 20.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Galuh Pakuan membuat ku mengingat semuanya 2

"Kemana perginya Putri Gayatri," tanya Rakeyan Saunggala kepada Prajurit yang berjaga

"Sepertinya Gusti putri meninggalkan istana Paduka," jawab salah seorang dari mereka

"Gusti Prabu, hamba dengar rakyat kita sedang mengalami wabah penyakit menular, dan sekarang wabah itu sudah menyebar hingga ke Desa Galuh yang merupakan pusat kota Galuh Pakuan," ucap Mahapatih Bisma Suliwa

"Kalau begitu cari dia, jangan biarkan Gayatri memasuki Desa Galuh," perintah Rakeyan Saunggala

"Sendiko Gusti Prabu,"

Bisma Suliwa segera mengerahkan beberapa orang prajurit untuk mencari Gayatri ke Desa Galuh.

Sementara itu Dyah Lembu Tal yang di beri tugas menyampaikan pesan dari Prabu Kertanegara mendatangi Galuh Pakuan seorang diri.

Ternyata benar yang orang-orang ceritakan jika Galuh Pakuan adalah negeri yang subur, makmur dan juga aman.

Lelaki itu menghentikan kudanya di sebuah penginapan untuk beristirahat setelah perjalan jauh selama lima hari.

Baru sejenak ia memejamkan matanya, tiba-tiba ia sudah terjaga ketika mendengar suara riuh dari para pengunjung penginapan.

Ia segera keluar dari kamarnya dan melihat apa yang terjadi.

"Apa yang terjadi kisanak, kenapa semua orang berkerumun di sana?" tanya Lembu Tal

"Sepertinya ada warga yang terkena penyakit aneh lagi Raden, memang akhir-akhir ini banyak warga yang terjangkit penyakit aneh. Sepertinya dusun kami terkena kutukan Nyi Ratu karena tahun ini kami belum memberikan persembahan padanya," jawab pemilik penginapan

Lembu Tal mencoba menyusup dalam kerumunan itu dan memastikan apa yang terjadi.

"Cacar, bukankah itu penyakit cacar," ucapnya mendekati seorang pria yang terkapar dengan bintik-bintik merah di seluruh tubuhnya

"Lebih baik kalian jangan mendekatinya jika tidak ingin tertular!" seru Lembu Tal membuat semua orang langsung menjauhi pria itu.

"Apa ada lagi yang terkena penyakit seperti ini?" tanya Lembu Tal membuat para warga saling bertatapan satu sama lain.

"Banyak Raden, hampir sebagian besar warga Desa Galuh terjangkit penyakit ini,"

"Kalau begitu bawa semua orang yang terjangkit penyakit ini ke penginapan itu, agar tidak menulari warga lainnya," tukas Lembu Tal

"Baik Raden!" seru mereka langsung bergegas pergi meninggalkan Lembu Tal.

"Aku tidak mengijinkan kau membawa mereka yang terkena kutukan Nyi Ratu ke penginapan ini, bagaimana kalau penginapan ku jadi sepi!" tolak sang pemilik penginapan

"Kau tidak perlu khawatir, mereka bukan terkena kutukan tapi terjangkit wabah penyakit menular, jadi aku ingin mereka dikumpulkan menjadi satu agar tidak menulari warga lainnya," jawab Lembu Tal

"Bagaimana kalau aku juga tertular, aku tidak mau lebih baik kau cari penginapan lain, aku tidak mau terkena penyakit itu," tolaknya lagi

"Selama ada aku di sini kau tidak akan pernah tertular, karena aku akan mengobati mereka," jawab Lembu Tal

"Dan ini untuk menggantikan kerugian mu karena penginapan ini sementara aku pakai untuk merawat mereka," imbuhnya sembari memberikan satu kantong koin emas kepada pemilik penginapan

"Apa itu cukup?" tanyanya lagi

"Lebih dari cukup Raden, sekarang apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?" tanya lelaki itu

"Tolong persiapan tempat untuk para penderita cacar, dan aku minta tolong padamu untuk mencari bunga chamomile sebanyak-banyaknya,"

Lembu Tal kemudian merebahkan pasien penderita cacar ke sebuah ruangan yang sudah dipersiapkan oleh pemilik penginapan.

Tidak lama kemudian para warga lainnya berdatangan membawa para penderita cacar lainnya menuju ke penginapan itu. Lembu Tal dengan telaten mengurus mereka bak seorang dokter.

Ia juga meminta bantuan beberapa orang tabib untuk membantunya mengobati para penderita cacar tersebut.

Pemilik penginapan datang tergopoh-gopoh membawa sekeranjang bunga chamomile dan memberikannya kepada Lembu Tal.

Lelaki itu segera merebus bunga itu hingga menjadi teh chamomile.

Setelah itu ia memberikan kepada para tabib sebagai Obet oles untuk mengurangi gatal pada penderita cacar.

"Sepertinya anda bukan dari Galuh Pakuan Raden, apa anda seorang pengembara?" tanya pemilik penginapan

"Kau benar, aku seorang pengembara dari Singosari yang ingin mengunjungi Galuh Pakuan yang subur ini,"

"Suatu kehormatan bagi kami kedatangan seorang Kesatria seperti anda, yang begitu peduli dengan rakyat jelata seperti kami,"

"Aku tidak pernah membeda-bedakan seseorang dari kastanya, karena bagiku semua orang sama saja,"

"Kalau boleh tahu apa yang membuat anda begitu penasaran dengan Galuh Pakuan?" tanyanya lagi

"Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari paduka Raja Kertanegara untuk Gusti prabu Rakeyan Jaladwara,"

"Mohon ampun Raden, jika hamba bersikap kurang sopan kepada anda," laki-laki itu segera bersimpuh di depan Lembu Tal ketika mengetahui bahwa Lembu Tal adalah seorang utusan Raja.

"Kau tidak perlu bersujud, ataupun merasa bersalah, justru aku yang merasa bersalah padamu karena sudah menjadikan tempat ini sebagi balai pengobatan untuk para penderita cacar," jawabnya santai

"Apa penyakit ini bukan kutukan dari Nyi Ratu?" tanya lelaki itu

"Bukan, ini wabah penyakit jadi bukan kutukan,"

"Maaf Raden, sepertinya wanita itu juga sedang sakit!" Pemilik penginapan menunjuk Gayatri yang berjalan sempoyongan dan hampir pingsan.

Lembu Tal memperhatikan gadis itu dan segera berlari kearahnya ketika tubuhnya mulai ambruk.

*Greep!!

Lelaki itu segera membawanya kedalam penginapan.

Ia meminta seorang tabib untuk memeriksanya.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Lembu Tal

"Dia hanya kelelahan, sebentar lagi juga siuman," jawab sang tabib

"Terima kasih, atas bantuannya," ucap Lembu Tal ramah

"Sama-sama Raden,"

Tidak lama kemudian Gayatri mulai membuka matanya, Lembu Tal tersenyum tipis menghampirinya sembari memberikan secangkir teh hangat padanya.

"Minumlah, mungkin teh chamomile ini bisa membuatmu lebih rileks," ucapnya ramah

"Siapa kamu, apakah kau diutus ayahku untuk membawaku pulang?" tanyanya penasaran

"Bukan, aku hanya seorang pengembara yang sedang singgah di Galuh Pakuan,"

Tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan beberapa prajurit yang menerobos masuk ke kamar itu.

"Yang Mulia Putri, apa yang terjadi padamu, kenapa kau terlihat begitu pucat?" tanya Bisma Suliwa

"Dia hanya kelelahan, dan butuh istirahat sejenak agar bisa kembali pulih, jadi lebih baik Raden menunggu di luar saja," jawab Lembu Tal

"Siapa kamu, beraninya memerintah ku seperti itu, apa kau tidak tahu siapa aku?" tanyanya dengan nada sombong

"Tentu saja hamba tahu siapa anda Raden, dari baju yang anda kenakan sudah bisa memberitahuku jika anda adalah seorang petinggi di kerajaan Galuh Pakuan," jawabnya sembari menundukkan kepalanya memberi hormat.

"Syukurlah kalau kau tahu siapa aku."

"Ndoro Putri lebih baik kembali ke Istana, biar tabib istana yang akan merawat anda, berbahaya jika anda berada di sini, apalagi para penduduk sedang terjangkit wabah yang mematikan. Jadi hamba mohon Ndoro mau ikut pulang bersama kami," bujuk Bisma Suliwa

"Tidak mau, katakan pada Romo jika ia ingin aku kembali maka ia harus mengabulkan permintaanku terlebih dulu!" tolaknya

"Tapi Ndoro...."

"Tidak ada kata tapi-tapian, sekali tidak tetap tidak!" serunya kemudian menutup dirinya dengan selimut.

"Yang dikatakan Raden ...." Lembu Tal melirik kearah Bisma Suliwa karena tidak tahu namanya

"Bisma Suliwa," jawab lelaki itu lirih

"Yang dikatakan Raden Bisma itu benar Ndoro, anda bisa tertular penyakit cacar jika anda berada di tempat ini, karena tempat ini adalah tempat pengobatan untuk penderita cacar. Selain itu jika anda terus bersikeras tinggal di sini maka anda akan menyakiti orang yang tidak berdosa, jadi lebih baik anda kembali ke istana dan diskusikan lagi keinginan anda dengan ayah anda," ujar Lembu Tal membantu membujuk Gayatri

Mendengar ucapan Lembu Tal, Gayatri perlahan membuka selimutnya dan mendekat kearah lelaki itu.

"Sebenarnya siapa kamu, kenapa kau begitu peduli terhadap orang lain, bahkan rakyat jelata sekalipun. Padahal kau sepertinya berasal dari kasta kesatria, tapi kau begitu baik kepada kaum sudra," ucap gadis itu menatap sendu kepadanya

"Sudah menjadi kewajiban kita sebagai sesama manusia untuk saling tolong menolong, dan untuk menolong seseorang kita tidak perlu melihat apakah dia seorang brahmana, kesatria atau seorang sudra, semuanya sama saja Ndoro Ayu, karena hanya hati nurani dan Budi pekerti yang membedakan manusia itu sendiri," jawab Lembu Tal membuat Gayatri semakin kagum padanya.

"Baiklah kalau begitu aku mau kembali ke Istana jika kau mau ikut bersamaku, apa kau bersedia?" tanya Gayatri membuat Lembu Tal tercengang

"Mohon maaf Ndoro, bukannya aku menolak keinginan anda, tapi hamba sedang mengobati para penderita cacar, aku berjanji padamu jika semua warga sudah sembuh aku akan mengunjungimu di Galuh Pakuan," jawab Lembu Tal

"Apa yang bisa membuatku percaya dengan kata-kata mu?" tanya Gayatri

Lelaki itu kemudian melepaskan ikat kepalanya dan mengikatnya di lengan Gayatri.

"Ini adalah ikat kepala pemberian Kakekku, jadi aku harus menjaganya dan memberikannya kepada anakku kelak. Apa ini sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa aku tidak akan mengingkari janjiku?" tanya Lembu Tal

"Hmmm, aku percaya padamu," jawab Gayatri dengan seulas senyum terpancar di wajahnya.

1
Aldiza azahra
sampr disini kok q g mudeng to critane
Ass Yfa
Mahendra bunuh diri..... dia reinkarnasi dari siapa ya
Ass Yfa
Juna siJaladwara kah
Ass Yfa
woah ternyata Rama adalah Ivan,Bagus blm tahu kalo Raya dan Sora itu sama,,, apa Ivan jg belum tahu, kan liat hpnya Sora ada nama Eka, dia bingung lo,kok Eka apa mereka berteman yak
Ass Yfa
Rania..ibunya Shibil... Bram mengamili Rania
Ass Yfa
Galang apakah dia Dyah lembu Tal ya baik ramah
Ass Yfa
raden mas Bagus Arya Sentanu kayaknya Bagus dlm game online deh
Ass Yfa
Sentanu kah...
Ass Yfa
Sentana, sadboy, sad ending
Ass Yfa
tegang bngt
Ass Yfa
Sentanu kaget karena ya diucapkan Dira benar
Ass Yfa
weh siapa tuh,,, Sentanu dimasa depan apa Bagus
Ass Yfa
pesona Sora tdk bisa diragukan lagi
Ass Yfa
aku pernah nonton serial kolosal kerajaan Singosari, disana ceritanya menonjolkan kekuasaan Prabu Kertanegara dan kebiasaan2 yg dilakukan pesta sek dan miras,,,itu ajaran penganut ilmu apa gitu,thn 2000an, kayaknya yg main jadi orangnya, alias raja Agus Kuncoro,,, tapi disini yg diceritakan dari sudut pandang senopati Dyah lembu Tal..
Ass Yfa
Sora bikin onar
Ass Yfa
kayak nonton serial kolosal
Ass Yfa
harusnya visualnya yg make udeng ama pakean adat gitu...
Ass Yfa
wah Sentanu terjangkit virus cinta... awas waspadalah 2
Ass Yfa
waduh,, Sora main api nih...
Ass Yfa
gimana dgn hati Sentanu kayak nya ada hati nih sama Gayatri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!