NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Pembebasan Sandera

"Hoy, Kak!" Seru Willy yang mengagetkan Ryu.

"Astaga! Kangen bet gue, Kak!" Kata Davi yang tiba - tiba melompat ke pelukan Ryu.

"Berat banget lo, Vi!" Kata Ryu yang dengan refleks menahan tubuh Davi.

"Lo bukannya lagi honey moon sama bini lo, Kak?" Tanya Davi.

"Iya." Jawab Ryu.

"Gimana rasanya? Enak, Kak?" Tanya Willy.

"Mulut lo, Wil. Gacor banget." Gerutu Ryu sambil melirik ke arah Willy yang cengar - cengir.

"Kalian cuma berdua?" Tanya Ryu.

"Iya. Kak Adit sama Bryan jaga kandang." Jawab Willy.

Mereka mengobrol sembari berjalan menuju ke ruang ganti khusus yang memang sudah di siapkan untuk ketiganya.

Seperti biasa, kerahasiaan identitas mereka selalu yang terpenting dalam setiap misi, bahkan di negara lain, identitas mereka pun tetap terjaga.

Ketiganya segera berganti dan menyiapkan senapan. Setelah itu, mereka bertiga segera bergabung dengan anggota militer yang juga sudah siap.

"Sikey! " Salah seorang anggota militer Jerman yang cukup dekat dengan Ryu, langsung menyapa dan memeluknya.

"Kapten Ed!" Ryu pun membalas pelukan salah satu sahabatnya. Mereka sudah berkali - kali di pertemukan dalam misi yang sama.

"Sudah enam bulan tidak bertemu." Kekeh Kapt. Ed.

"Biasanya hampir dua bulan sekali kita bertemu." Sahut Ryu yang juga terkekeh.

Ryu kemudian mengenalkan Kapten Ed pada Willy dan Davi.

"Dimana Adit?" Tanya Kapt. Ed.

"Adit jaga Markas." Jawab Ryu.

Mereka pun mengobrol sembari berjalan menuju ke ruang rapat. Tentu mereka akan menyiapkan strategi sebelum melakukan penyelamatan.

Misi penyelamatan kali ini, dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang di pimpin oleh Kapten Ed, akan langsung naik ke kapal.

Sementara kelompok ke dua yang di pimpin oleh Ryu, akan melindungi kelompok pertama dari helikopter.

Setelah siap, mereka semua langsung menuju ke kendaraan masing - masing. Satu buah kapal dan empat buah helikopter sudah siap membawa para prajurit.

"Sniper, bersiap." Perintah Ryu dengan earpiece ketika kapal target sudah mulai tampak.

Para Penembak Jitu yang ada di helikopter pun semuanya bersiap di posisi masing - masing. Pintu helikopter segera mereka buka saat kelompok pertama yang di pimpin oleh Kapten Ed mulai merangsek masuk ke atas kapal.

"Sniper, Shoot!" Perintah Ryu.

Dengan mata elangnya, Ryu mulai menembak target yang menghalangi. Tentu saja ia akan menembak mati target yang melawan dan hanya melumpuhkan target yang menyerah.

Sementara itu, Kapten Ed dan kelompoknya bisa masuk ke dalam kapal dengan leluasa berkat bantuan dari kelompok kedua yang membersihkan jalan mereka.

Namun, didalam kapal itu ternyata ada banyak sekali pembajak yang bersiaga. Kapten Ed, terpaksa memancing keluar para pembajak, karena para sniper tak mampu menjangkau bagian dalam kapal.

"Sikey! Bersiaplah." Ujar Kapten Ed dari earpiece.

"Sniper, bersiap." Perintah Ryu yang membuat para sniper bersiaga.

"Sniper, Shoot!" Suara tembakan kembali menggema. Kilatan api yang keluar dari ujung senapan kembali terlihat di kegelapan malam.

Para perompak bersenjata itu, tentu tak diam saja. Mereka semua berusaha melawan para militer yang sedang berusaha mengambil alih jajahan mereka.

Jari Ryu dengan cepat menarik pelatuk senjata berkali - kali. Tak ada ampun, ia membersihkan semua perompak yang melawan. Tembakannya selalu tepat sasaran dan tak pernah meleset meskipun target sedang berlarian.

Kemampuan Sikey memang tak perlu di ragukan lagi. Ia bahkan mampu melampaui kehebatan Eiodi yang namanya sangat legendaris di kalangan militer.

Tak banyak yang tau jika Sikey adalah putra dari Eiodi. Namun, mereka yang sudah pernah bekerja bersama Eiodi, pasti akan mengira jika Eiodi dan Sikey memiliki hubungan, karena cara menembak mereka yang sama persis.

Hanya dalam waktu dua jam, mereka berhasil membersihkan para perompak dan mengambil alih kapal yang semula di bajak. Semua sandera pun, berhasil di evakuasi dengan kondisi selamat.

...****************...

"Bu, mau kemana?" Tanya salah seorang penjaga saat melihat Gladys keluar dari Apartemen.

"Kamu bisa bahasa?" Tanya Gladys yang tentu saja terkejut saat melihat pria berwajah Jerman namun cukup fasih berbahasa.

"Iya, Bu. Pak Ryu sengaja meminta saya untuk menjaga Ibu. Karena cuma saya yang bisa bahasa." Jawab Pria bernama Boy.

Mendengar itu, Gladys pun terdiam. Saat hendak menjalankan misi saja, Ryu masih sempat memikirkannya.

"Ibu mau kemana?" Tanya Boy lagi.

"Saya cuma mau ke Supermarket." Jawab Gladys.

"Saya kawal dari jauh, supaya Ibu nyaman. Oh iya, hari ini suhu lebih dingin dari kemarin. Kata Pak Ryu, Ibu di minta untuk membawa hot pack, jangan lupa mengancingkan mantel, memakai syal dan masker." Kata Boy yang menyampaikan pesan Ryu.

"Baik terima kasih." Jawab Gladys.

Gladys pun berjalan kaki menuju ke Supermarket terdekat. Entah mengapa, seperti ada kenangan bersama Ryu di setiap sudut jalanan yang ia lewati.

Rasa rindu tiba - tiba menyeruak dalam hatinya. Biasanya Ryu berjalan di sampingnya sembari sesekali menggoda atau menjahili.

"Baru dua hari, Dys! Manja banget pake kangen - kangen segala. Biasanya juga apa - apa sendiri, kan. Yuk semangat, yuk!" Kata Gladys yang menyemangati dirinya sendiri agar bisa mandiri seperti biasanya.

Selama perjalanan, Gladys merasa seperti ada yang mengintainya. Namun, itu jelas bukan Boy, karena ia bisa melihat keberadaan Boy dari ekor matanya. Gladys mulai was - was. Ia pun mengirim pesan pada Boy agar bersiaga.

Gladys segera masuk ke Supermarket dan mengambil barang yang ia butuhkan. Setelah itu, ia segera membayar dan keluar dari Supermarket.

Selama perjalanan menuju ke Apartemen pun, Gladys kembali was - was. Meski sudah berusaha seawas mungkin, namun nyatanya ia tetap saja kecolongan.

Buggh!

Seorang pria mencoba memukul Gladys dengan tongkat. Namun, Gladys segera menangkis pukulan itu dengan tangannya lalu menendang dada si pemegang tongkat hingga pria asing itu terpental.

Tak berhenti sampai di sana, pria yang lain mengeluarkan sebuah pisau dan mulai menyerang Gladys menggunakan pisau setelah melihat rekannya terpental dengan satu tendangan dari Galdys.

Boy yang melihat Gladys di serang tentu langsung berlari untuk menyelamatkan Gladys. Tak hanya Boy, namun beberapa orang yang bertugas menjaga Gladys ikut membantu.

Crassh!

Tangan Gladys tergores pisau yang di bawa oleh dua pria yang menyerangnya tepat terkna Boy dan rekan - rekannya tiba. Gladys pun mundur sembari memegangi tangannya yang terluka dan mengalirkan darah. Sementara tiga pria itu langsung di urus oleh Boy dan rekan - rekannya.

"Ibu, ayo kita ke Rumah Sakit, sekarang." Kata Boy saat melihat Gladys terluka.

"Gak usah. Kita ke Apartemen saja. Lukanya tidak dalam, saya bisa mengobatinya di Apartemen." Tolak Gladys.

"Tapi, Bu..."

"Saya baik - baik, saja." Jawab Gladys yang berusaha meyakinkan.

Sesampainya di Apartemen, Gladys segera membersihkan luka di tangannya yang memang tidak dalam. Setelah selesai membalut lukanya, Gladys melanjutkan kegiatannya dengan membereskan belanjaan yang tadi ia beli di Supermarket.

1
Pa Muhsid
jomblo lumutan kira kira bucin nya seperti apa
rizky tria
udah saling nyaman tp blm pd sadar Ryu & Gladys nya.. yg cowok cuek & yg cewek polos 🤭😁
Ebhot Dinni
sepertinya sudah tumbuh bunga2 cinta 😍
Munas Tuti
maju teruuus 😄
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Gladys jngn ragu kl mau kuras uangnya Ryu karna uangnya Ryu gak berseri lho 😂😂
This Is Me
Gladys...uang €14k itu biasanya cuma dibuat Ryuga jajan cilok, jadi jangan ragu utk bantu abisin utk beli kalung 🤣🤣🤣
Ppinkykhaenafk_
kasian cemburu 😭😭😭
Murti Puji Lestari
makanya abang, kalau suka bilang kalau cinta ngomong
Murti Puji Lestari
cembokur ya bang 😅😅😅
Munas Tuti
he..he...Ryu cemburu beneran gituuu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!