" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Narendra Langit Mahesa & Nareswari Senja Mahesa
" Kaka gimana kabarnya hari ini? Lebih baik kan?" sapa luna saat sudah duduk di kursi seblah brangkar khanza
" Hari ini membaik luna. Kamu semalem ada juga katanya nungguin yah?" ucap khanza tersenyum
" iyah ka, aku semalem juga disini"
" Makasih yah luna. Aku juga denger kalian pada donor darah buat aku"
" Sama sama ka. Yang penting kaka cepet pulih yah"
" Berati kamu ngeliat juga dokter lagi rebut rebutan nyawa aku sama malaikat?" ucap khanza terseyum jahil
" Liat dan rasanya nano nano ka. Sekarang fokus kaka untuk penyembuhan yah, yang lain usir dulu dari kepalanya hush hush. Kaka sehat, Baby twins juga sehat" khanza hanya tertawa mendengar luna yang berbicara dengan nada dan ekspresi yang menggemaskan.
" Makasih yah luna. Kaka doain supaya kamu jodoh sama zafran, kita bisa jadi saudara" seru khanza antusias
" Minta doa terbaik aja yah ka. Gimana babynya ka?'
" Belum kesini luna, katanya sih siang ini."
" Kalau asinya udah keluar ka?"
" Udah, mana banyak banget. Ini udah di tutup pakai kapas berapa kali ganti kapas, banjir soalnya" luna yang mendengar menganggukan kepala dan tak lama suara inda yang menggelegar masuk ke dalam ruangan.
" spadaaaa aku kembaliii" ucap inda yang sudah menghampiri kasur
" Dari mana ka? " tanya luna pada inda
" Abis liat bayi. Asli za lo kayanya dapet hikmahnya doang deh.. Dua duanya mirip laki lo. Cian amat kamuh" ledek inda
" Masa sih? Gak ada yang mirip gw?" tanya khanza
" Nanti lo liat sendiri dah. Plek ketiplek bapaknya"
" Ko gw sedikit kesel yah dengernya" ucap khanza di iringi tawa mereka bertiga
" Ra, kaka gak kesini?"
" di jalan onty, tadi mampir dulu kemana gitu"
Tak lama pintu kamar terbuka, zaviar masuk bersama perawat yang membawa dua box bayi.
Luna, kaira dan inda berdiri dan menjauh dari ranjang bergabung bersama para pria.
" Selamat siang bu khanza, bagaimana keadaan siang ini? "
" Jauh lebih baik sus"
" Baik ibu, apakah ada keluhan bu?" tanya suster kembali setelah melihat kondisi khanza
" Gak ada sus. Udah bisa lari kayanya" ucap khanza antusias, di iringi dengan suster yang tersenyum
" Baik kalau begitu, sudah siap buat menggendong buah hatinya?" tanya suster dan di beri anggukan oleh khanza
" Pak zaviar silahkan berdiri di sebelah ibu khanza"
pintu suster, dan zaviar melangkahkan kakinya untuk berdiri di samping istrinya. Mengusap pincak kepala istrinya perlahan, walaupun hanya hitungan detik.
Suster itu membuka salah satu box bayi dan mengangkat satu bayi dalam gendongannya. Lalu dia menyerahkan bayi mungil itu dalam gendongan khanza. Zaviar dan khanza tersenyum melihat bayi itu.
" Bayi berjenis kelamin laki laki dengan berat dua koma lima kilogram dengan panjang empat puluh delapan senti. Apakah sudah ada namanya?"
" Narendra Langit Mahesa " jawab zaviar
" di panggilnya siapa?"
" Naren"
" Baik ibu silahkan belajar memberikan asi pertamanya pada baby naren yah" setelah itu suster membantu agar khanza memberikan asi pertamnya.
" Memang awalnya sedikit sakit. Karena pada umumnya lidah bayi sedikit lebih kasar bu" jelas suster.
Setelah itu, suster mengangkat bayi kedua mereka dari box dan di berikan kepada zaviar.
" Bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat dua koma tiga kilogram dengan panjang empat puluh lima senti. Apakah sudah diberi nama pak bu?"
" Nareswari Senja Mahesa"
" untuk panggilannya?"
" Nares"
" Baik bapak ibu, bisa di lepaskan baby , silahkan baby Nares diberikan kepada ibu untuk diberikan asi. Dan untuk pak zaviar, Kita belajar untuk proses bonding yah pak dengan baby Naren "
***
" Jadi abis dari sini, rencanya mau kemana kalian?" tanya kaira pada luna. Setelah melihat baby twins, dan banyaknya tamu yang mengunjungi khanza dan zaviar, pada akhirnya para remaja tua itu memutuskan untuk ke salah satu cofee shop yang berada di lantai dasar rumah sakit. Sedangkan baby twins sendiri sudah di bawa ke ruang perawatan bayi.
" Bebas, emang kalian mau pada main?" tanya keen
" Pengen holliday, kemarin mencekam banget Butuh refreshing dikit" keluh kaira
" Gw sih santai, lah lo kerja ra. Baru juga pindah ke pusat udah mau bolos"protes keen
" lo santai gimana? Lo juga baru masuk jadi sekretaris ka kaisan" ledek ditto
" lah, ini atasan gw disini. Tinggal minta cutay ya gak ran?" tanya kaira dan hanya diberikan anggukan oleh zafran
" Jalur ordal banget" protes erik yang duduk sebelah kaira. Dan masih sama seperti dulu, erik masih akan sibuk dengan tab dan pekerjaanya.
" Kamu cape sayang? Besok mau gak masuk?' sejak duduk di coffeshop ini zafran selalu menyentuh luna, entah mengusap punggung atau memainkan jari jari luna. Walaupun bibir dan otaknya fokus berbicara tapi tangannya selalu menyentuh luna.
" Gak sayang, aku besok harus masuk." senyum lembut luna membuat zafran terpana.
" Kamu bisa gak masuk, aku juga gak masuk" luna tertawa tipis mendengarnya.
" Kamu gak masuk, kaira gak masuk, ka zaviar pasti gak masuk, terus siapa yang mau jaga gawang?'
" Ada ka kaisan, om erik tuh?" jawab zafran santai
" Bokap gw juga gak masuk" sahut kaira
" Kasian kakek ckckck anak sama cucu mantu pada jalur orang dalam" ucap keen
" lo kerja aja dulu yang bener. " ucap kian membuat semua tertawa
" Eh Lun dua minggu lagi ada tanggal merah, ada cuti bersama. Liburan yuk. Ladies party" ajak kaira antusias.
" Boleh boleh, hayu mau kemana?' tanya luna antusias sambil melihat tanggal merahnya pada ponselnya.
" Aku ikut" sahut zafran
" Aku juga" sahut erik
" Jelas jelas namanya ladies party yah, tolong banget"
" Sayang, suami kamu loh ini yang pengen ikut." Erik menatap kaira dengan lembut.
" Ya, tapi suami aku tangan kanannya om aku, dan sebagai tangan kanan om aku, suami aku harus jaga gawang" keluh kaira
" Enggak, nanti aku minta cuti. Katanya mau honeymoon biar bisa punya anak" goda erik pada istrinya. Luna hanya tertawa. Setelah beberapa waktu menikmati kebersamaan mereka, ternyata lingkungan zafran sangat menyenangkan.
" Astagaaaa.. Kenapa jadi titisan om zaviar semua" keluh kian
" Lo belum sehari ian, bayangin gw di apit mereka. Tiap hari tiap menit " keluh keen
" Makanya cari cewe" ledek kaira. Keen hanya mendengus kesal.
" Siapa bilang gak punya cewe?"
" itu bukan cewe, temen tidur!" ucap kian.
" Lo sendiri jomblo, putus ko gagal move on" ledek keen. Kian hanya mendengus kesal. Sedangkan kaira sudah kesal mendengar ocehan adeknya.
" Jadi gimana? Liburan kemana?" tanya kian
" Ada ide?" tanya kaira pada menatap pada luna zafran ,kian , ditto dan keen
" Jepang?" tanya kian
" Butuh visa" ucap zafran
" Singapur" ucap keen
" Please banget! Gw baru pulang dari sana!" protes kaira
" Labuan bajo gimana?" tanya kaira
" Gak akan cukup waktunya, minimal seminggu kalau mau explore daerah timur" ucap erik
" Kalau liat waktu mungkin jogja atau bali gimana? Jogja banyak wisata, bali banyak aktifitas air" ucap luna
" Boleh juga tuh, gw juga udah lama gak ke bali" ucap kaira
" Ya udah bali aja, naik pesawat deket, kita party " ucap keen
" Ian, lo wajib ikut yah, kita udah lama gak ngumpul!"seru kaira
" Kalau udah lo yang atur, gw bisa apa ra. Tapi gw balik dulu , nanti gw balik lagi kesini, masih dua minggu kan?" dari dulu, Kian memiliki karakter yang tenang, dan sangat sayang pada kakanya, ontynya dan ibunya. Kian akan selalu menuruti semua ide gila kaira. Saat kian akhirnya kuliah di australia, baik kaira maupun khanza nangis berminggu minggu karena merasa kehilangan.
" Oke kita kesana aja. Suamiku, kamu cuti yah, aku mau Honeymoon"
" Siap nyonya. Dengan senang hati suamimu yang tampan ini akan menemani kamu"
" Males banget sih om" protes keen
" Cutinya ke luna kan? " goda kaira
" Ke pak kaisan dong kaira" jawab luna santai
" Nanti aku izinin sama papah mamah yah" bisik zafran
" Aku aja gpp kok. Nanti aja izinnya kalau fix jadi?"
" Pasti jadi kalau kaira yang rencanain"
" Jadi malem ini, kita kemana?" tanya keen lagi
" Nonton atau billiard?" usul Ditto
" Billiard mah di rumah om zaviar aja gak usah di luar" protes keen
" Nonton juga bisa di rumah om zaviar ada home teater segede lapangan bola itu depan meja billiard" sambung kaira
" Kayanya gak ada ide banget kita. Gak jauh dari rumah onty" keluh keen sedangkan luna hanya tertawa melihat keluhan mereka.
" Ian, lo kapan balik ke kantor pusat? SK belum keluar?" tanya zafran
" Tuh yang bikin SK cewe lo" ucap kian
" Loh emang kian mau ke pusat lagi?" tanya luna
" Emang belum masuk sayang?"
" Gak ada deh kayanya, besok aku bantu follow up"
" Akhirnya kita bisa kumpul lagi" ucap kaira
" Yang ganti disana siapa om?" tanya zafran.
" Zaviar belum mutusin antara Betrand atau Galvin"
" Pantesan SK nya belum keluar" kata luna
" Kenapa?" tanya kaira
" Di SOP aku, harus langsung di switch penggantinya baru SK bisa keluar" ucap luna
" Gak bisa buru buru kayanya ian, om kamu belum move on dari kamarin" ucap erik
" Sans om" jawab kian
****