Mereka berdua pun harus pindah ke kampus ternama, dengan syarat status mereka harus disembunyikan berdasarkan aturan yang sudah ada.
Andrian Daylon Valentino adalah seorang yang tegas, tampan, berwibawa, serta profesional dan tidak lupakan sosok Andrian yang mampu menjadi seorang suami dan ayah yang baik untuk anak dan istrinya, Jeniffer.
"Disini kamu adalah maha siswiku, jika di rumah kamu adalah seorang istri dan ibu dari anakku."
Bagaimana jadinya jika hubungan mereka terbongkar nanti? Apakah mereka sudah siap dengan semuanya atau tidak?
Andrian yang terkenal sebagai dosen yang pelit akan nilai, sedangkan Jeniffer terkenal karena kecantikan yang dimilikinya.
Untuk plagiat, diharapkan untuk tidak mendekati cerita ini!
[Cerita ini mengisahkan sebuah keluarga kecil yang 'jauh' dari kata sempurna. Disini kalian semua dapat merasakan rasa baper, sedih, marah, dan juga kalian semua dapat merasakan rasa penasaran di setiap partnya]
Jangan lupa like, komen, dan votenya ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SilverS_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MDIMH|26. Hamil?
"Keadaan Nyonya Jeniffer baik-baik saja Tuan, untung saja Tuan segera mungkin membawa Nyonya Jeniffer ke rumah sakit jika tidak kandungan Nyonya Jeniffer tidak akan bisa diselamatkan, Tuan." ucap dokter wanita paruh baya itu sambil menundukkan kepalanya.
Sedangkan Andrian yang mendengar ucapan dokter itu pun menegang sekaligus bahagia.
Bagaimana tidak?
Keluarga kecilnya kini akan bertambah lagi dengan seorang anak kecil yang masih ada di perut Jeniffer.
Tetapi meski begitu dibalik kebahagiaannya dirinya pun sadar, semakin banyak dirinya dan istrinya mempunyai anak maka tanggung jawab dirinya sebagai ayah pun akan semakin berat, dan bertambah.
Tetapi itu semua tidak masalah bagi dirinya, mengingat dirinya adalah sosok ayah yang selalu melindungi dan merawat anak-anaknya dengan segenap jiwa dan nyawanya.
"Sudah berapa usianya?" tanya Andrian bergetar membuat dokter itu tersenyum.
"Sudah memasuki seminggu, Tuan." ucap dokter itu sambil menuliskan resepnya.
"Pastikan istri anda selalu mendapatkan nutrisi yang baik Tuan, dan selalu meminum vitamin yang akan diberikan oleh saya nanti." ucap dokter itu yang dibalas sebuah anggukan singkat oleh Andrian.
"Terima kasih, pasti akan saya jaga." ucap Andrian langsung berlalu meninggalkan dokter tersebut menuju ruang rawat istrinya.
Sedangkan dokter itu yang melihat berbinar senang dari mata Andrian pun tersenyum.
"Keluarga yang bahagia." gumam dokter itu sebelum melanjutkan kembali tugas-tugasnya.
Sesampainya Andrian di ruang rawat Jeniffer, Andrian pun langsung mencium kening istrinya yang sedang terlelap karena efek obat yang telah diberikan oleh dokter itu.
"Terima kasih sayang, terima kasih Tuhan atas kepercayaan-Mu terhadapku untuk menjaga kembali titipan-Mu." ucap Andrian dengan senyumannya yang tidak pernah pudar dari wajahnya.
"Eughh, aku dimana mas?" tanya Jeniffer perlahan-lahan membuka kedua matanya.
"Kamu di rumah sakit sayang, terima kasih sayang terima kasih kamu sudah memberikan mas malaikat kecil di perut kamu ini. Terima kasih meski malaikat kecil itu belum hadir ke dunia ini tapi mas sudah senang bahkan sangat senang untuk mendengarnya. Mas pastikan anak itu akan hadir di dunia ini dengan keadaan baik dan sehat. Mas pastikan itu, dan kamu pokoknya mulai dari sekarang gak boleh capek-capek lagi apapun yang kamu mau kamu tinggal minta saja dengan mas." ucap Andrian tegas membuat Jeniffer terdiam.
Dirinya hamil?
Sejak kapan?
"Berapa usianya mas?" tanya Jeniffer sambil mengelus perutnya yang masih datar.
"Seminggu sayang." ucap Andrian sambil menggenggam tangan istrinya.
Berbeda dengan Jeniffer, Jeniffer yang mendengar jawaban dari suaminya pun langsung menghentikan elusannya dan terkejut.
"Seminggu? Bagaimana bisa? Perasaan selama ini gua gak ngerasain apa-apa, normal-normal saja." ucap Jeniffer dalam hatinya.
Sedangkan Andrian yang melihat istrinya terdiam pun ikut menyerngitkan alisnya bingung.
"Kenapa sayang?" tanya Andrian sambil mengelus pucuk kepala istrinya.
"Bagaimana bisa aku gak menyadarinya mas? Padahal si baby sudah seminggu di perutku ini, tapi kenapa aku baru taunya sekarang." ucap Jeniffer membuat Andrian mengangguk.
"Itulah rencana Tuhan sayang, Tuhan berkehendak kita pun merencanakan. Apa yang terlihat mustahil untuk-Nya? Mas pun juga sama kayak kamu baru tau soal kehamilanmu. Maafkan mas gak bisa melindungimu dari Baby dan teman-temannya, maafkan mas karena mas hampir gagal menyelamatkan anak kita maafkan mas. Mas gak becus menjadi seorang suami dan ayah untuk anak kita, maaf." sesal Andrian sambil menundukkan kepalanya membuat Jeniffer tersenyum.
"Mas gak salah, yang salah disini Baby dan teman-temannya. Mas sudah menjadi suami dan ayah yang terbaik yang pernah ada kok mas, mas jangan menyalahkan diri mas sendiri aku gak suka." ucap Jeniffer dengan tatapan teduhnya membuat Andrian perlahan-lahan mendekatkan bibirnya dengan bibirnya istrinya dan disanalah mereka berdua saling menyalurkan kehangatan mereka.
Bagaimana bisa dirinya tidak mencintai istrinya?
Istrinya yang selalu menenangkannya saat dirinya menyalahkan dirinya
Istrinya yang selalu mendukungnya saat dirinya merasa dunia terlalu kejam untuknya
Istrinya yang selalu menemaninya disaat dirinya merasa kesepian
Dan juga istrinya yang selalu menerangi hidupnya saat hidupnya merasa kelam dan gelap
Bagaikan cerita Bidadari, dan seorang pangeran yang telah dibuat olehnya, ditambah lagi sang permata yang menghiasinya.
Kini hidupnya pun semakin sempurna bahkan sangat sempurna dibandingkan segala apapun yang dia punya.
Hanya keluarga kecilnya yang menjadi harta pentingnya dibandingkan segala harta yang dia punya
Hanya keluarga kecilnya yang menjadi prioritas dirinya dari segala tugasnya yang dia punya
Hanya keluarga kecilnya yang menjadi penyemangatnya dari segala dukungan yang pernah diterima olehnya.
Baginya, keluarga kecilnya adalah segala-segalanya untuknya, tanpa keluarganya maka ia pun tidak bisa hidup. Tanpa keluarganya maka ia pun tidak bisa berdiri sampai sekarang.
Keluarganya adalah nafas, darah, dan sebagian jiwanya.
Keluarganya adalah hal terpenting diatas segala hal penting yang pernah ada.
Karena itu jangan pernah sia-siakan keluargamu yang masih ada, kita tidak pernah tau kapan dan dimana keluarga kita diambil sepenuhnya oleh Tuhan.
Jangan sampai kehilangan keluargamu membuat dirimu menyesali dengan segalanya. Karena penyesalan yang datang di akhir tidak akan pernah berguna saat kamu sendiri tidak pernah menghargai keluargamu saat keluargamu masih ada.
Hargailah mereka, hormati lah mereka terutama untuk orang tuamu. Jadikanlah mereka hal terpentingmu sama seperti Triple A yang selalu menghargai dan menghormati kedua orang tuanya.
Karena kehadiranmu di dunia ini tidak pernah semudah itu yang pernah kamu kira, penuh perjuangan, penuh tangisan, dan penuh pengorbanan yang tidak pernah kamu tau dan tidak akan pernah bisa kamu tau karena itu sudah menjadi sebagian masa lalu orang tuamu bukan masa depan orang tuamu.
Satu-satunya yang menjadi harapan masa depan mereka, hanya kamu sebagai anaknya yang telah dikandung dan dilahirkannya.
Jika bukan kamu sebagai anaknya, lantas siapa lagi yang bisa mereka harapkan?
...***...
...A/N : Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian disini...
...SUKA+KOMEN+SHARE...
...-Tetap jaga kesehatan ya 🖤...
...My Dosen Is My husband...
-My Note-
Bagaimana part ini menurut kalian? Bagaimana suasana kampus saat Andrian dan Jeniffer kembali lagi? Apakah kenyataan itu sudah tersebar atau belum?
ini ceritanya udah nikah ya thor bukan dijodohin trus bucin2nan hehehe
lanjut