NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Menyusun Rencana

Malam hari Murni pulang berjalan kaki menuju rumah seorang diri , ada suara aneh di sekitar ia berjalan . Semakin lama semakin jelas seperti suara orang berbicara , Murni bersembunyi di belakang pohon tepat di belakang pohon dari tempatnya dua orang sedang berbicara dengan serius .

"Jika malam ini mereka tidak pergi maka aku pastikan mereka akan mati di lahap api ,“ kata orang bertubuh kekar .

"Apakah tidak membahayakan bagi warga samping rumahnya , rumah mereka sangat berdekatan . Aku yakin pasti terkena imbas dari api yang menjalar ," kata orang bertubuh kurus namun tinggi .

"Lalu apa kamu punya ide lebih cemerlang ?' tanya pria itu . "Bagaimana kalau kita culik anaknya ?" tanya pria bertubuh kurus .

“Aku pernah melakukannya tapi gagal , lebih baik kamu bunuh saja mereka satu per satu biar semua selesai ,“ kata Pria bertubuh kekar dengan nada marah .

“Baiklah serahkan urusannya padaku , jika kamu berubah pikiran hubungi aku ," kata pria bertubuh kurus . Lalu keduanya berpisah . Murni masih berdiam saat mereka melewatinya dan memutar berpindah posisi tubuhnya agar tidak ketahuan .

“Siapa yang mereka maksud ... Dia .. Pamungkas ," gumam Murni terkejut melihat pria tersebut adalah Pamungkas . "Pasti ini ada sangkut pautnya dengan ku , dia memang tidak pernah sadar dan tidak pernah puas dasar lintah ," gumam Murni ,

Murni berjalan ke rumah yang tinggal beberapa meter lagi . Begitu sampai rumah ia langsung membersihkan tubuh dan istirahat sambil menikmati teh panas di ruang makan .

Samsuri ke luar dari kamar melihat Murni duduk sendiri sambil melamun . "Kamu kenapa melamun apa yang sedang kamu pikirkan ?" tanya Samsuri duduk di samping istrinya .

“Aku tadi pulang melihat Pamungkas dan seseorang sedang berbicara di belakang pohon . Mereka membicarakan akan membakar rumah seseorang dan salah satunya tidak setuju karena akan berakibat pada rumah di sampingnya , setelah itu aku mendengar kalau mereka akan menculik satu persatu tapi rencana itu pernah dilakukan lalu gagal dan beberapa saat kemudian mereka merencanakan pembunuhan ,“ jelas Murni dengan perasaan khawatir .

Samsuri terkejut mendengarnya . “Aku harus secepatnya bertindak , aku yakin kitalah sasaran mereka karena beberapa hari yang lalu aku dan Pamungkas sempat debat dan dia kekeh ingin rumah ini beserta tanahnya ," kata Samsuri menahan marah .

"Apa yang harus kita lakukan ?' tanya Murni menatap Suaminya . "Kamu mau tahu atau pura-pura tidak tahu?' tanya Samsuri menatap istrinya dengan penuh arti . Namun Murni justru terpedaya dengan tatapan dan senyum suaminya seperti terhipnotis menurut saja .

Mereka berjalan masuk ke kamar dan Murni baru menyadari kalau suaminya sudah berada di atasnya dan keduanya sudah dalam keadaan polos . “Auh ," Murni terkejut ketika sesuatu di bawah sana baru saja masuk ke dalam sesuatu miliknya .

Samsuri tersenyum dan kembali melakukan aksinya di atas tubuh istrinya setelah istrinya menyadari kegiatan mereka . "Kamu ini paling bisa membuatku melayang ," kata Murni tersipu menutupi wajahnya .

Samsuri tertawa kecil mendengar perkataan istrinya lalu mencium bibirnya dengan lembut dan menuntun . Malam itu sepertinya sedang berpihak kepada pasangan suami istri yang sedang bermesraan di rumah sederhana yang berdinding kayu papan . Hal itu tidak berpengaruh pada kegiatan malam yang bergairah .

Pagi hari semua sarapan bersama dengan perasaan senang . Selesai sarapan ketiga anak mereka berpamitan berangkat sekolah .“Bapak ,Ibu kami berangkat sekolah dulu ," kata Manaf sambil mencium tangan kedua orang tua mereka , di susul Abdul dan Alif .

"Belajar yang rajin supaya pintar , hati-hati jika ada orang yang tidak kalian kenal dan jangan menatap wajah mereka apalagi di beri sesuatu atau merayu , ingat pesan ibu jaga diri kalian baik-baik," pesan Murni hatinya merasa tidak tenang .

“Baik Bu , kami akan ingat pesan ibu ,“ kata Manaf , kedua kakaknya mengangguk paham .

Abdul dan Manaf biasa berjalan kaki merasa ada sesuatu yang disembunyikan kedua orang tuanya . Mereka berdua tahu kalau bahaya sedang mengincar keluarga mereka .

"Ini tidak bisa dibiarkan , kita harus ikut serta bertindak membantu bapak dan ibu ," kata Abdul berjalan sambil memikirkan nasib keluarganya .

"Apa kakak punya rencana ?' tanya Manaf melihat kakaknya sedang serius . "Saat ini belum , kita lihat saja nanti ," jawab Abdul . Mereka terus berjalan tanpa berbicara apapun pikiran mereka sedang bercabang disisi lain memikirkan keluarga di sisi lainnya memikirkan pelajaran sekolah .

Alif dan Ilham sudah masuk ke dalam kelas . "Sepertinya hari ini akan ada perayaan deh ," kata Tio ketika melihat Alif dan Ilham masuk kelas .

"Perayaan apaan maksudmu ?' tanya Ratna penasaran . "Lihat saja nanti waktu istirahat ," katanya sambil melirik Alif .

Orang yang disindir Tio tidak tahu dan tidak merasa tersindir cuek saja justru berbincang dengan Ilham .

Tio melihat Alif tidak merespon sindirannya merasa aneh ."Kok dia tidak ada respon sama sekali kalau aku ngomongin dia ," katanya kesal .

"Gak mempan kali ,kamunya aja yang kepedean kalau disambut dengan kemarahan Alif ," kata Jali tertawa senang melihat Tio marah .

“Lihat siapa yang datang ?“ kata Tio melihat Tania masuk ke kelas mereka dengan wajah datar berjalan ke tempat duduk dekat Alif sambil memberikan sebuah surat kepada Alif lalu pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa.

Semua penghuni kelas menatap aneh pada Tania salah satu dari mereka menatap dengan tajam seolah ingin menghajarnya , tangannya mengepal dengan kuat menahan marah dalam hatinya .

Alif terkejut melihat surat di atas meja kemudian melihat Tania berdiri dengan tatapan yang sulit diartikan . "Wah yang dapat surat dari Tania pasti senang dong punya pacar orang kaya ," celetuk Jali dengan senyum jahil .

Alif melirik ke arah Jali dengan tatapan tidak suka lalu membuka surat tersebut dan membacanya . Ia terkejut lalu meremas surat itu , hatinya sangat muak dan marah setelah membaca surat itu .

Ilham merebut surat di tangan Alif kemudian membacanya . Ia juga terkejut tak percaya . Ilham paham apa yang Alif rasakan ikut merasakannya juga .

Ilham sudah menganggap Alif saudaranya sendiri dan ia paham apa yang terjadi dengan Alif saat ini . “Kamu tenang saja kita hadapi bersama dan selesaikan bersama ," kata Ilham dengan wajah serius .

Alif menoleh melihat wajah Ilham yang terlihat santai namun tatapan matanya sangat tajam . Alif bisa melihat ada perlindungan dan sikap dewasa pada Ilham membuatnya senang berteman dengan Ilham .

"Terimakasih banyak ,selamaini kamu sudah membantuku ," kata Alif merangkul Ilham dan tersenyum senang . “Tentu saja kita kan teman ," balas Ilham .

Ada sepasang mata yang selalu memperhatikan Alif dan ingin sekali berdekatan dengannya tapi seperti ada jarak dan dinding pemisah yang membuatnya ragu dan takut . Perasaan yang lama terpendam semakin menyiksa batin dan pikirannya .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!