Leonardo William Wijaya, dan Alea Albert Stevan adalah dua anak kembar yang terpisah. Keduanya tergabung dalam kelompok mafia yang di takuti di negaranya masing-masing.
Kedua saudara kembar itu bertemu saat mencari kedua orang tua mereka yang ternyata ayahnya sudah di bunuh oleh seseorang. Dia tahu dari cerita pembantu ayahnya tuan Albert kalau kedua orang tuanya di bantai oleh orang terdekat ayahnya.
Mereka menemukan ibunya masih hidup dalam keadaan hilang ingatan dan terganggu kejiwaannya yang tinggal di kampung hutan bersama pembantunya. Dari cerita pembantu ayah dan ibunya di bunuh, Lea dan Leo ingin membalaskan dendam atas kematian Albert Stevan William.
Berhasilkah mereka membalaskan dendam pada orang yang telah membunuh ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Di Pesawat
Lea buru-buru keluar, Edward melihat wajah Lea yang memerah karena banyaknya mata laki-laki menatapnya aneh. Dia pun mendekat dan menarik tangan gadis itu.
"Lain kali lihat dulu tulisan di depan, jangan langsung masuk saja," ucap Edward menahan senyumnya.
"Ish, aku tidak tahan ingin buang air besar. Yang ada di pikiranku aku cepat membuang cairan itu agar perutku lega," ucap Lea sedikit kesal dengan ocehan Edward.
"Sudahlah, ayo segera ke terminal. Kakakmu sudah mengantri untuk masuk ke kabin pesawat," ucap Edward menarik tangan Lea dan mempercepat langkah mereka.
Lea terkejut tangannya di tarik Edward, tapi dia tahu karena waktu pemberangkatan pesawat akan segera datang. Mereka langsung mengantri di periksa paspor dan tiket untuk segera masuk kabin pesawat.
Saat berdiri di belakang Edward, Lea di kejutkan dengan tangan yang menyentuh pundaknya. Gadis itu menoleh ke belakang dan tampak laki-laki yang dia temui di depan toilet.
"Hmm, jadi kamu mau pergi jauh ya?" ucap laki-laki itu menatap ke depan.
"Ish, siapa kamu. Aku tidak mengenalmu, jangan sok akrab dan sok kenal tuan," ucap Lea acuh.
"Oh ya? Kalau begitu, kita kenalan dulu. Siapa tahu nanti kita satu tujuan satu negara yang kita tuju, aku akan memberimu hotel gratis di sana," ucap laki-laki itu dengan senyum mengembang.
Lea hanya membola, dia menoleh ke depan lagi. Tampak Edward memperhatikan Lea juga laki-laki di belakangnya, sedikit aneh dia dengan keakraban Lea dan laki-laki di belakangnya.
Tak ada sepatah kata pun dari Edward, laki-laki itu menarik tangan Lea dan segera maju. Lea juga kaget, tapi dia menurut hingga mereka sudah naik lift menuju kabin, begitu juga laki-laki di belakang Lea.
Mereka mencari bangku sesuai di tiket pesawat, mencari kemana Leo dan Cathy serta Jhon berada.
"Kenapa kita beda sendiri kursinya Ed? Tidak bersamaan dengan Leo?" tanya Lea.
"Nona lambat bertanya, seharusnya tadi tanyakan saja sama Jhon dan kakak anda," ucap Edward.
"Ish, seharusnya dia memesan tiket dengan bangku yang sama dengan mereka," kata Lea sedikit kesal melihat Leo dan Jhon serta Cathy berdekatan.
"Mungkin mereka mengerti agar kita lebih dekat lagi untuk berinteraksi," ucap Edward dengan santai.
Lea menatap Edward dengan mencibir, tapi kemudian dia meletakan tasnya di dalam dasbor kapal. Di bantu Edward memasukkannya agar aman, dia duduk di samping jalan lalu lalang pramugari.
"Aku ke toilet dulu," kata Edward.
"Hmm."
Tanpa menunggu jawaban Lea, Edward pergi ke toilet pesawat sebelum take of. Para pramugari siap memberikan tutorial dan juga ucapan selamat datang di pesawat yang mereka tumpangi. Lea memperhatikan kakaknya di urutan depan, sedangkan dia di urutan ketiga.
Dia kesal sekali karena tidak bersamaan dengan Leo, setidaknya berjejer kursi pesawatnya di depan. Begitu pikir Lea.
"Ternyata kita sejajar kursinya ya, hahah. Menyenangkan sekali nona toilet," ucap laki-laki yang duduk di sebelah Lea.
Gadis itu menoleh ke samping dan tentu dia terkejut dengan laki-laki yang mengajaknya bicara di terminal juga kaget melihatnya berada di toilet pria.
"Heh, apa anda sengaja mengikutiku?" tanya Lea sinis menatap laki-laki berpakaian jas.
"Hahah, apakah kita jodoh?" tanya laki-laki itu lagi.
"Ck, anda bermimpi. Maaf, saya tidak tertarik dengan candaan anda," kata Lea menatap ke depan.
"Hahah, tapi kita satu pesawat sekarang. Kemana tujuan anda? Bukankah ini pesawat menuju negara Indonesia, apakah nona mau berlibur ke Indonesia? Di sana banyak sekali tempat wisata yang menarik, terutama di Bali. Anda akan sangat suka dengan pulau Bali," ucap laki-laki itu dengan antusias.
Lea menoleh lagi, sedikit heran juga penasaran dengan ucapan laki-laki itu. Senyum mengembang di bibir laki-laki itu, dia mengulurkan tangan untuk berjabat dengan Lea.
"Kenalkan, namaku Justin," ucap laki-laki bernama Justin masih mengulurkan tangannya.
Lea kaget, dia menatap Justin lalu menatap tangan laki-laki itu. Ulasan senyumnya masih mengembang di bibirnya.
"Nona siapa namanya dan berasal dari mana?" tanya Justin lagi masih mengulurkan tangannya.
"Saya ..."
Tampak di belakang Edward melihat tangan Justin mengulur pada Lea segera maju dan melihat Justin dengan dingin.
"Nona, anda geser ke dekat jendela. Biar saya duduk di pinggir sini," ucap Edward.
Justin mendongak melihat Edward, laki-laki itu menarik tangannya dan tersenyum miring. Melirik sekilas pada Lea yang sudah bergeser duduknya di dekat jendela.
"Nona jangan sembarangan berkenalan dengan orang asing," bisik Edward.
"Entahlah, dia orang aneh. Sejak di toilet itu dia seakan mengejekku terus," ucap Lea.
"Sebaiknya nona harus berhati-hati dengan orang asing, ingat tujuan anda dan kakak anda. Di negara itu tentu banyak sekali orang yang mungkin saja orang-orang yang sedang mencarimu dan juga kakakmu," ucap Edward.
Lea menoleh pada Edward, dia menatap lama karena ucapan laki-laki itu.
"Kamu tadi bicara apa?"
"Sudahlah, jangan di pikirkan."
"Kamu aneh, Ed."
Edward hanya diam saja, dia pun menoleh ke arah Justin yang sedang sibuk dengan ponselnya. Sedikit mencurigai pada Justin, tapi apa dia tidak tahu.
"Orang yang kelihatan tenang dan santai itu belum tentu orang yang baik, tapi bisa juga mereka itu adalah orang jahat."
_
_
*****
lemah banget
cerita kembar mafia..
tpi g ada yg pinter berkelahi
biasa klw suda mafia maupun cewekl lawanya bnyk dan sangar"
la ini jgn kan bosnya yg di kawal
bodyguardnya pun g bisa apa"
soalnya judulnya mafia kembar tp kok letoy harusnya Badas semua,ini cewenya banyak tanyanya,lemah gemulai lagi,aksinya cm dikit aja
utk cowonya okelah bisalah
🙏🙏🙏