NovelToon NovelToon
TERNODA SEBELUM MENIKAH

TERNODA SEBELUM MENIKAH

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:459.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virzha

Gwiyomi Allura, wanita yang kesuciannya harus terenggut oleh pria yang tidak dikenal dan meninggalkannya begitu saja. Ia hancur dan kehilangan seluruh masa depannya saat dirinya dinyatakan positif hamil sebelum menikah.

Hingga uluran tangan Hazel datang dengan sukarela mau menikahinya meski tahu dirinya sudah ternoda.

Lantas, siapakah yang sebenarnya telah menghamili Gwiyomi?

******

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN SUBSCRIBE YA KAK UNTUK MENDUKUNG KARYA AUTHOR!

Follow Ig : putriaayu_98
FB : Putria R.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membayar Taruhan.

Hazel tersentak saat mendengar suara bass yang sangat familiar itu, ia menoleh dan seketika matanya langsung bertatapan dengan mata Papanya yang memandangnya sangat tajam mengerikan.

"Papa?" Seru Hazel kaget.

"Angga, aku bisa dijelaskan, tolong jangan marah pada Hazel." Tiara mencoba menenangkan Angga yang terlihat dikuasai amarah itu.

"Kenapa harus kau yang menjelaskan? Apa anakmu ini tidak punya mulut?" Tukas Angga menahan kekesalannya, ia harus tenang karena kondisi Tiara yang belum stabil.

"Angga, aku mohon ... ." Pinta Tiara dengan wajah sendunya.

Angga mengepalkan tangannya erat, mungkin kalau Hazel ini bukan Anaknya, ia akan membunuh pria itu saat ini juga. Entah kutukan apa yang terjadi pada hidupnya hingga memiliki putra seperti Hazel. Padahal seingatnya ia tidak pernah melakukan kejahatan apapun di masa lalu, begitupun istrinya.

"Kita selesaikan ini setelah kau pulang dari Singapura, dan untuk kau! Ingin membuat orang tuamu mati karena kelakukan buruk mu? Apa belum cukup hukuman yang selama ini Papa berikan?" Angga kembali menatap Hazel lebih sengit dari sebelumnya.

"Maafkan aku." Hazel hanya menunduk tanpa melakukan pembelaan, semua yang dikatakan Papanya sepenuhnya benar, ia memang anak yang sangat buruk dan hanya bisa menyusahkan orang tua.

******

Hazel membawa gelang yang diberikan Ibunya ke sebuah toko perhiasan langganan Mamanya. Gelang itu hadiah yang pertama kali Papanya berikan saat mendapatkan bonus dari Paman Dio karena keuntungan Agensi sangat melejit. Kini, ia terpaksa harus menjualnya agar bisa membayar uang taruhan untuk Brian.

"Hazel, kenapa kamu datang sendiri? Kemana Mama kamu?" Bibi Ruth yang sudah sangat mengenali Hazel langsung celingukan mencari Tiara.

"Mama lagi sakit Bibi, aku kesini ingin menggadaikan ini," ucap Hazel menyerahkan gelang yang dipegangnya, ia tidak ingin membuang waktu karena Brian akan terus menerornya jika ia tidak segera membayar uang taruhan itu.

"Berapa?" Tanya Bibi Ruth.

"500 juta Bibi," jawab Hazel langsung.

Bibi Ruth terlihat mengernyitkan dahinya, ia memperhatikan Hazel sekilas lalu menatap kembali gelang yang dipegangnya.

"Bibi tidak punya uang cash sebanyak itu, kau mau menunggu Bibi mengambil dulu di bank?" ujar Bibi Ruth.

Hazel mengangguk singkat tanpa basa-basi, apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan uang itu secepatnya.

Setelah hampir setengah hari Hazel menunggu, akhirnya dia mendapatkan uang itu. Ia bernafas lega dan langsung menghubungi Brian agar ia bisa menyelesaikan masalahnya dengan cepat.

"Lu ada dimana?" Sentak Hazel begitu panggilan tersambung.

"Coba tebak, gue ada dimana?"

"Lu jangan main-main, gue udah ada uangnya, kita bertemu sekarang," kata Hazel tidak sabar sekali rasanya.

"Cepet banget, tapi gue lagi keluar sama mantan lu, dia lagi minta jatah dulu habis kasih service semalam."

"Bang sat! Nggak usah bawa nama gue, kalau lu udah free, buruan hubungi gue, kita selesaikan ini sekarang juga." Hazel mengumpat penuh amarah, jika berbicara dengan Brian, ia harus mempunyai kekuatan yang ekstra. Sekarang kini ia semakin menyesal karena sudah pernah bergaul dengan Brian hingga masuk kedalam gengnya.

Hazel akhirnya memutuskan pulang ke rumah terlebih dulu karena hari masih siang, nanti malam dia akan datang ketempat Brian untuk mengantarkan uang itu.

******

"Kamu mau kemana udah rapi begini?" Gwiyomi bertanya heran saat melihat Hazel sudah memakai baju rapi saat waktu masih menunjukkan jam 7 malam.

"Aku ada urusan sebentar," sahut Hazel singkat.

"Urusan apa? Kamu baru sembuh, jangan keluar dulu Haz," tutur Gwiyomi khawatir jika Hazel akan kembali berkelahi jika keluar rumah.

"Tenang saja Gwi, aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku perbuat. Aku capek hidup seperti ini terus, aku mau kita hidup tenang bersama anak kita nanti," ujar Hazel memegang kedua lengan Gwiyomi dengan lembut, ia menatap perut istrinya yang terlihat membuncit diusia kehamilan yang masuk bulan ke delapan.

"Kamu ngomong apa sih? Menyelesaikan apa? Kamu ada masalah?" Gwiyomi malah bingung dengan apa yang dikatakan Hazel.

Hazel terdiam, ia menatap Gwiyomi lekat-lekat lalu ia menarik wanita itu kedalam pelukannya.

"Apapun masalahnya, hanya satu hal yang harus kau tahu, aku mencintaimu," bisik Hazel mencium kening Gwiyomi sangat dalam.

Gwiyomi memejamkan matanya, hatinya menghangat namun khawatir secara bersamaan. Gwiyomi merasa jika masalah Hazel ini cukup besar, meski tidak pernah bercerita, Gwiyomi sering memperhatikan raut wajah Hazel yang terlihat tertekan.

Awalnya Gwiyomi berpikir jika Hazel hanya memikirkan tentang Mama Tiara yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit, tapi melihat sikap Hazel malam ini, Gwiyomi merasa ada hal yang lain.

"Apa yang sebenarnya Hazel sembunyikan? Haruskah aku mengikutinya?" Gumam Gwiyomi penasaran, tapi ia juga sudah berjanji untuk selalu percaya pada Hazel apapun yang terjadi.

"Tidak ada salahnya aku mencaritahu, aku hanya ingin memastikan jika semuanya baik-baik saja." Gwiyomi meyakinkan hatinya untuk mengikuti Hazel, jika memang tidak ada masalah apapun, ia pun akan tenang melanjutkan hidupnya.

*******

Brakkkk!

Hazel melempar tas yang berisi uang taruhan yang dibawanya ke meja di hadapan Brian. Kini banyak sekali teman-temannya yang berkumpul disana dan Hazel sama sekali tidak peduli, ia fokus menatap Brian yang kini sedang memangku Viona seraya bercumbu mesra.

"Aku sudah bawa uangnya, sekarang kita impas!" Kata Hazel datar dan dingin.

Brian melepaskan Viona sejenak, ia mengangkat alisnya melihat tas yang diberikan Hazel. Saat ia membukanya, seulas senyum tipis langsung mengembang sempurna.

"Tenang dulu bro, duduklah sebentar. Kenapa semenjak menikah kau menjadi berubah seperti ini? Kau tidak ingin reuni dengan mantan kekasihmu ini?" ujar Brian melirik Viona yang berada disampingnya.

"Jangan membuang waktuku, kau ingat dengan janjimu Brian, aku sudah membayar uang taruhannya, jadi jangan coba-coba mendekati Gwiyomi lagi," kata Hazel dengan wajah seriusnya.

"Aku tidak pernah berjanji seperti itu," sahut Brian sengaja memainkan emosi Hazel.

"Brengsek!" Hazel merangsek maju, ia meraih kerah baju Brian dengan sangat kasar. "Kau memang ba ji ngan! Ingat kesepakatan yang kita buat, jika aku membayar uang taruhannya, kau tidak akan mengganggu istriku lagi!" Teriak Hazel penuh amarah.

"Ya ya baiklah, kenapa kau takut sekali? Sepertinya kau memang sudah begitu jatuh cinta dengan wanita itu ya? Kau tidak lupa 'kan alasanmu menikahinya hanya karena taruhan?" ucap Brian dengan raut wajah mengejeknya.

Saat Brian mengatakan hal itu, Gwiyomi baru saja sampai di tempat itu. Langkahnya sontak berhenti mendengar apa yang dikatakan Brian. Tubuhnya bergetar dan jantungnya berdetak kencang, ia menatap Hazel dan Brian yang kini sedang bersitegang itu.

Menikah karena taruhan? Benarkah Hazel Menikahinya karena taruhan?

"Aku menikahinya memang karena taruhan, tapi-"

"Jadi itu semua benar?" Tubuh Gwiyomi seperti disirami oleh air yang sangat dingin hingga ia menggigil. Perlahan air matanya mengalir membasahi pipinya yang memerah.

Happy Reading.

TBC.

1
Senja
hrs gwi menyelesaikan dulu masalahnya dg hazel. blm pisah kok uda jatuh cinta sm rain.
Senja
sesakit apapun hrsnya hazel tdk kasar ke istrinya. hazal juga hrs sadar kelakuannya selama ini ke gwi yg uda menghancurkan hdp gwi. klo gwi gak respek ke hazel bkn salah gwi.
Nani heri Upitarini
axel jg,knp udah tau anak SM rain,hrsx dijemput pulang dan diberi wejangan yg bener biar masalah slsai dan bisa melanjutkan hidup dgn LBH tenang dan aman
Nani heri Upitarini
qwiyomi bodoh,seharusx kl mau SM rain slsaikn dl masalah SM hazel,jelas hazel marahlah wong statusx msh istri...gmn sih knp g smart
Nani heri Upitarini
kebiasaan...pinjem baju tanpa celana...
Stevaflora Walukow
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terima kasih sudah membaca kakak ❤️❤️
total 1 replies
Reny Ervina
hazel memang umurnya lebih muda, tp fikirannya dewasa
Sunny Kwok
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terima kasih banyak kak 🥰
total 1 replies
Dini Lestari
jangan² hazel ayahnya ,jadi penasaran deh kak
Mimin Minasih
bagus
Lena Laiha
Aaah, sukaaaaa banget sama hezel
Lena Laiha
ceritanya keren.
Neng zahra
ninggalin kenangan dulu 😆
yanktie ino
ceritanya super kereeen

eyank kasih mawar cantik buat Gwi yaa
Juna Dong
luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terimakasih banyak kak 🥰
total 1 replies
komalia komalia
oenasaran sama isi surat nya,nikah rain sama gwi belum lama cuma anka aja yang banyak belum nyampe 10 tahun
Ig: @putriaayu_98: Rain produksi terus tiap tahun 🤭 btw suratnya pasti udah ketebak isinya gimana 😊
total 1 replies
komalia komalia
bibit unggul sekali jos langsung jadi hahhaha
komalia komalia
udah semua ku baca
komalia komalia
kasihan juga sama hazel biar bagai mana pun dia tetap ayah nya.dan dia sangat mencintai gwiyomi walau dengan cara yang salah.
komalia komalia
wajah hazel takut nya kalau keluar malah menganggu lagi 20 tahun waktu yang sangat singkat belum lagi potongan tahanan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!