NovelToon NovelToon
From Mage Became Princess

From Mage Became Princess

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Fantasi / Sci-Fi / Game / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.6
Nama Author: E1

Tahun 2050 game VR adalah game nomor satu dan game yang populer saat itu Fantasy Life (FL), ada seorang pemain bernama Mira dia di juluki sebagai pemain terkuat. Ada suatu kejadian yang membuat dunia game menjadi nyata. Dan membuat class Mira berubah. Yang awalnya Mira memiliki class Mage berubah class nya menjadi princess.

Update: Kalo Lagi Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 latihan selesai

Saat ini Jack sedang beradu pedang dengan boneka, Jack menyerang boneka itu secara bertubi-tubi, dan boneka itu dengan mudah menangkis serangan Jack.

Karena kesal Jack menyerang secara membabi buta, lalu pada saat Jack ingin menusuk kepala boneka itu. Boneka itu dapat dengan mudah menangkis tusukan dari Jack, lalu celah terdapat pada pertahanan Jack. Boneka itu secara cepat menusuk ke arah Jack. Dengan cepat Jack menghidar, lalu ia melompat ke belakang untuk menjaga jarak.

"Cukup!" Natasha berteriak. Boneka itu berhenti menyerang, lalu Natasha mendekati Jack, setelah itu Natasha memukul kepala Jack.

"Aw." Jack menjerit.

"Jangan terbawa emosi, tetap tenang dan analisis pergerakan musuh. Pada saat kau menyerang, kau terbawa emosi. Karena itu kau dapat di serang," setelah mendengar itu Jack menunduk. "Istirahat 5 menit." Jack pun langsung berbaring di tanah.

                                    ***

Arisa terus berusaha membuat bola api tanpa harus membayangkan bagaimana api bisa tercipta, Mira menyuruh nya untuk bisa menemukan caranya sendiri, saat ini Mira sedang minum teh di bawah pohon.

"Haaaah," Arisa menghela nafas panjang. "Seperti nya aku memang tidak bisa menggunakan sihir." Arisa menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku harus berusaha lagi. Fire ball." beberapa detik setelah Arisa berkata, akhirnya timbul bola api sebesar bola tenis. "Sudah ku duga aku tidak bisa."

"Arisa! Kau tidak perlu melupakan proses pembuatan nya, yang kau perlukan adalah untuk mempercepat proses pembuatan nya. Percepat proses nya di pikiran mu."

"Tapi tadi kak Mira bilang untuk melupakan proses pembuatan api nya."

"Dengar Arisa, penyihir harus mengandalkan kecerdasan nya. Aku menyuruh mu untuk fikir sendiri kan, itu untuk melatih mu agar kau bisa menemukan solusi yang lebih baik untuk diri mu sendiri. Kau paham."

"Aku paham."

"Kalau begitu lanjutkan."

"Fire ball." saat Arisa mengucapkan Fire ball, muncul bola api di telapak tangan nya. Arisa menatap ku lalu tersenyum. Aku pun membalas senyuman Arisa.

                                     ***

Jack menyerang boneka itu secara bertubi-tubi. Tapi sekarang Jack tidak menyerang secara membabi buta, Jack bisa menyerang boneka itu dengan lebih terkordinasi dengan benar. Walaupun serangan Jack berhasil di tangkis, Jack tidak termakan emosinya lagi, sekarang ia sudah lebih tenang. Jack terus menyerang hingga akhirnya Jack berhasil menusuk badan boneka itu.

"Cukup!" Natasha berteriak.

"Akhirnya aku berhasil." Nafas Jack tersengal-sengal.

"Kerja bagus Jack."

"Kak Natasha, sudah berapa lama kita disini?"

"Entahlah. Aku juga tidak tahu."

Setelah mengobrol dengan Natasha, Jack berbaring di tanah, Jack memejamkan matanya sebentar. Tapi beberapa detik saat ia memejamkan matanya ia malah tertidur.

Natasha tersenyum saat melihat Jack. "Kerja bagus. Sekarang kau sudah lulus. Sekarang bagaimana keadaan Arisa, apakah dia berhasil lulus juga?" Natasha bergumam sendiri.

                                     ***

Arisa sudah ahli menggunakan sihir bola api, bahkan kecepatan pengaktifan nya setara dengan ku. Setelah aku mengajari Arisa sihir bola api, aku memunculkan sebuah boneka. Aku ingin Arisa bisa mengalahkan bonela itu dengan cepat.

"Arisa cepat kalahkan boneka itu." Setelah mendengar perintahku, Arisa menyerang boneka itu dengan sihir bola api, tapi boneka itu dengan cepat menghindar.

Arisa menembakkan bola api secara bertubi-tubi. "Jangan hanya menggunakan api, serang dengan yang lain! Ingat Arisa kau hanya perlu mempercepat proses nya."

Untung saja boneka itu hanya ku atur agar cuma bisa menghidar, boneka itu tidak ku buat bisa menyerang. Boneka yang kubuat bisa menyerang hanyalah boneka yang di pakai Jack latihan. Setelah mendengar perintah ku Arisa langsung menggunakan sihir tanah.

Arisa membuat tanah keras yang sekecil kelereng, lalu dengan tanah keras itu, Arisa menyerang boneka itu. Tapi serangan Arisa tidak memberikan dampak apapun pada boneka itu.

"Cukup Arisa!" Arisa berhenti menyerang.

"Bagus Arisa kau bisa membuat sihir selain api, tapi sepertinya kau masih perlu banyak latihan."

"Aku akan terus berusaha." Arisa menjawab.

Hari demi hari berlalu, Arisa terus ku latih dengan cara menyerang satu boneka, Arisa sudah bisa menggunakan sihir lebih baik, dibandingkan hari pertama.

Di waktu istirahat latihan aku mengajarkan Arisa tentang. bagaimana bertarung dengan cara diam-diam. Aku mengajari Arisa kalau penyihir yang kuat bukan di ukur dari seberapa hebat ia bisa menggunakan sihir, tapi penyihir yang hebat di ukur seberapa pintar ia di dalam membuat strategi.

"Kenapa begitu kak Mira, kenapa penyihir yang hebat bukan diukur dari seberapa hebat dia menggunakan sihir. Tapi dari seberapa hebat dia membuat strategi."

"Itu hanyalah pendapat pribadi saja, jika kau memiliki pendapat lain, kau tidak perlu mengingat apa yang ku katakan sekarang."

                                   ***

Jack telah selesai dilatih oleh Natasha. Saat Natasha dan Jack kembali ke dimensi nyata, Natasha menyadari kalau 3 jam sudah berlalu.

"Kau hanya memerlukan waktu 3 hari untuk menyempurnakan tehnik berpedang mu. Kerja bagus Jack."

"Terima kasih Kak Natasha. Tapi Kak Mira dan Arisa sangat lama sekali."

"Itu hal yang wajar, karena latihan yang diberikan kepada Arisa lebih berat dari latihan mu."

"Benarkah itu!?"

Natasha mengangguk, setelah Natasha mengangguk. Jack menghela nafas lega. "Untung aku tidak di latih oleh kak Mira."

"tunggu saja, mungkin beberapa jam lagi mereka akan keluar."

Mereka berdua pun memutuskan untuk menunggu Mira dan Arisa, mereka menunggu sambil minum teh hangat di sofa.

4 Jam berlalu, Mira dan Arisa masih belum kembali. Karena terlalu lama menunggu Jack tertidur di sofa, sedangkan Natasha makan manisan yang di simpan Mira di kamar nya. Natasha diam-diam mengambil manisan tersebut.

"Sekuat apapun Mira, ternyata dia masih anak-anak. Bahkan dia sampai menyembunyikan manisan ini. Seberapa pelitnya sih dia itu."

Setelah menghabiskan manisan milik Mira, akhirnya pintu Vila pun di buka oleh seseorang. Jack yang tertidur pun ikut terbangun.

Arisa datang sambil menggendong Mira, Mira tertidur pulas, di gendongan Arisa.

"Arisa, kenapa dengan Mira?"

"Setelah melatih ku kak Mira sering menguap, jadi aku menggendong nya. Lalu pada saat aku menggendong nya dia langsung tertidur pulas."

"Seberapa kuat pun Kak Mira, ia masih tetap anak-anak." Jack memerhatikan wajah Mira dengan serius.

Natasha langsung memukul kepala Jack. Jack memegangi kepala nya. Setelah kejadian itu Mira berbicara. "Ibu, Kak Yuri." Air mata Mira keluar.

Natasha menghela nafas panjang. "Anak ini ternyata rindu dengan keluarganya." Kata Natasha. "Arisa taruh Mira di kamarnya!" Sambung Natasha.

Arisa membawa Mira ke kamarnya, lalu Arisa menaruh Mira di atas kasur. Setelah itu Arisa pergi mendatangi Natasha dan Jack.

"Jadi bagaimana latihan mu Arisa?" Tanya Jack.

"Lancar, bagaimana dengan mu?"

"Aku selesai lebih cepat. Aku telah keluar 4 jam yang lalu."

"Kalau begitu tunjukkan hasil latihan kalian berdua." Kata Natasha. Setelah itu Natasha mengambil sesuatu di (Blood Box) nya.

"Ambil cristal sihir ini, jika kalian ingin mengaktifkan nya kalian harus menggenggam erat tangan ku."

Arisa dan Jack mengangguk, Arisa pun memegang tangan kanan Natasha dan Jack memegang tangan kiri Natasha.

"Sekarang cepat aktifkan cristal nya, dan sebutkan tujuan nya adalah danau Denizi. Ingat jangan lepaskan tangan ku."

Mereka pun menyebutkan Danau Denizi, lalu mereka berdua membanting cristal nya ketanah. Dan dalam waktu sekejap mereka pun berpindah ke danau Denizi.

Saat mereka bertiga tiba di danau Denizi, mereka terkejut melihat kabut yang sangat tebal.

"Jangan lepaskan tangan ku!" Kata Natasha. Mereka pun menggenggam tangan Natasha dengan sangat erat. Lalu Natasha berjalan kedepan. Perasaan Arisa dan Jack menjadi sangat ketakutan. Lalu setelah beberapa detik, akhirnya mereka sampai suau tempat.

Terdapat danau, yang di kelilingi padang rumput yang sangat indah, lalu terdapat beberapa rumah di sekitar danau. Dan ada beberapa orang juga disana.

"Selamat datang di kerajaan Chia, kerajaan para Vampir." Kata Natasha.

"Apa!? Kerajaan Vampir!!" Jack dan Arisa berteriak.

Lalu ada seorang wanita bersama dengan sekelompok anak kecil mendekati mereka.

"Natasha." Wanita itu memanggil.

"Amanda, kau baik-baik saja."

Amanda memeluk Natasha. "Aku baik-baik saja." lalu para anak kecil juga ikut memeluk Natasha. "Nona Natasha." Natasha tersenyum lebar, saat di peluk oleh sekelompok anak kecil. Anak kecil itu hanya mememluk kaki Natasha.

"Natasha siapa mereka berdua?"

"Mereka berdua adalah budak yang ku ceritakan sebelum nya."

"Kalau begitu, perkenalkan namaku Amanda. Aku adalah ratu Vampir kedua."

"Pe-perkenalkan nama Saya Arisa, dan ini saudara saya Jack."

"Hahaha, tidak perlu seformal itu, biasa saja. Tapi seperti yang kudengar, ras kalian berbeda walaupun kalian bersaudara. Yang Elf Arisa, dan yang manusia Jack. Baiklah kalian sudah ku ingat."

Natasha tersenyum melihat Amanda berkenalan dengan Arisa dan Jack. "Maaf Arisa, Jack. Amanda ini tidak terlalu bisa mengingat nama orang." Kata Natasha

"Aku masih bisa mengingat Nona Mira. Dengan sekali lihat."

"Nona Mira?" Gumam Arisa.

"Sebenarnya tempat ini-" sebelum Natasha menyelasaikan perkataan nya, para anak kecil menarik tangan Natasha. "Nona Natasha, mana Nona Mira. Kami ingin bermain dengan nya."

"Benar juga, aku tidak melihat Nona Mira dari tadi." Sambung Amanda.

Natasha berjongkok, agar tinggi nya bisa setara dengan para anak kecil. "Maaf ya, Mira sudah tidur."

"Begitu ya." salah satu anak kecil cemberut.

Lalu para anak kecil itu berlari, kemudian mereka berteriak. "Semuanya Nona Mira tidak datang."

Yang awalnya para Vampir, berdiri di depan rumah mereka, langsung masuk kembali setelah mendengar Mira tidak datang.

1
oreonim
.
LastingLegacy
tamat
ZACKRAZOR: saya lupa plotnya gimana
total 3 replies
Lhutfi Ibrahim
kayanya kalimat ini ada deh di ep sebelumnya🤔🤔
jeyaaka
di biarin bjir
DEWI Xback and EXO-Ls
entar nyesal si raja asu
Rei
author jahat banget, padahal gw berharap kalau Mira gak akan dinerf🗿
Rei
mc punya kekuatan gede, tapi kehalang tubuh yang lemah🗿 hadeh sama aja MC lemah 🗿
Rei
Mira kena demam terus itu, pasti ada masalah dengan jiwanya yang belum stabil dengan tubuh perempuannya sekarang, atau gak paling gara-gara sihir dari penyihir, waktu Mira masih berada dalam perut ibunya (Carla) dan mengubah jenis kelaminnya menjadi perempuan.🤔
QueenAirela: kok ada flashback ya sebelum dia ke isekai
total 1 replies
Rei
Charles lawak njirt, Mira Ama Arisa aja bisa hentiin waktu pake sihir. 😂🤣
Rei
gw bacanya, rasanya pengen bantai tu dunia njirt 🗿 kesel gw pas baca, apalagi banyak banget yang ngeremehin MC 🗿
Rei: mcnya terlalu menahan diri, kalau bisa jangan menahan diri Thor🗿 menurut gw
total 1 replies
Rei
njirt jadi penguasa para vampir cuy
Meryl Zeshnaya
klo kisah lebih ada bagian humor horor mungkin bisa bikin ketawa, ketimbang peselisihan yg bikin baca serius ujung" bikin hati dongkol 😌😌
ZACKRAZOR
Seperti yang saya bilang.... Ini adalah akhir cerita dari Novel ini. Saya sudah menulis cerita baru di Platform lain, Pemeran utamanya masih Mira dan Natasha tapi konsep yang dibawakan berbeda. Jika kalian mau, saya bisa membawa cerita baru saya ke Platform ini. Tapi saya tidak akan menulis di Akun ini, saya akan menulis di second Acount saya. Karena seperti yang saya bilang, ini adalah Akun saya dan Partner saya. Dia udah berhenti di dunia Kreator. Karena itu dia minta balik akun ini, hal ini juga yang membuat saya terhambat untuk menulis. Kawan saya sibuk dengan urusan perkuliahannya. Jadi saya nggak enak ganggu dia lagi... Jadi mulai sekarang saya akan menjadi penulis independen, yang nggak terikat sama Partner saya lagi, dan juga saya udah nemukan Partner baru di Platform lain dan udah mulai proyek bru dengan partner baru saya... Karena itu, cerita ini betul-betul udah nggak saya tulis... Jadi gimana nih, apakah kalian tertarik membaca cerita baru saya? Jika iya... Silahkan balas komen ini, untuk judul novelnya saya akan kasih tahu kepada kalian.... Love You Guys!!!
ryzal santoso: lanjutnya dimana? platform apa?
total 4 replies
RATU REINKARNASI
ditunggu adekan bantai membantainya thor🤭
RATU REINKARNASI
welcome back thor
Azazel
tolong buat s2. cerita nya seru
REY ASMODEUS
baru memu, udah lama duh kok baru tau ya....
Dragon king
benar sekali, padahal Indonesia kaya akan budaya tapi orang orang lebih memilih budaya asing lama lama budaya Indonesia sudah tidak akan bisa di pertahankan lagi
asuna
thorr
RATU REINKARNASI
oh pantesan aja udah lama nggak up ternyata hiatus padahal sengaja aku tabung ch nya biar ntar kalo dah banyak baru dibaca🤣
♪᪥𝓒𝓾𝓽𝓮༒🥺: aku juga mikir mau tabung ch nya tau tau hiatus
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!