Lisa Anggraeni , seorang gadis yang tengah berjalan dengan sahabatnya setelah dari aktifitas kuliah mengalami kecelakaan saat dia tengah menunggu bus yang ada di sebrang jalan. Dia menoleh dan melihat ada motor melanu cepat membuatnya mendorong Hani. Dan membuatnya menjadi korban kecelakaan. Lisa yang mengalami luka luka sempat di bawa ke rumah sakit. Namun sayang, saat dirinya sedang di operasi, nyawanya tak bisa di selamatkan.
Lisa yang tahu dirinya mengalami kecelakaan sebelumnya mengira dia selamat, dan berada di salah satu rumah sakit.
Tapi saat dia sadar justru, dia sedang di salah satu ruangan kosong gelap dan pengap.
Namun saat dirinya berusaha mencari jalan keluar, dia justru melihat bayangan seseorang dari kaca hias kecil.
"Aaaaaa... Wajah siapa yang ada di mukaku ini!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira_Mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gosip
pagi hari,
suasana rumah kediaman Madison sedikit berbeda. beberapa art tengah bisik bisik, dan itu tak jelas di dengar oleh Sonia saat hendak melangkah menuju lift menuju lantai dua.
tapi dia berusaha mengabaikan sampai detik berikutnya langkah terhenti. Sonia mendengar jika ada art yang telah melihat sosok hantu yang masuk ke dalam kamar Rubby.
"apa yang kamu bilang benar?" tanya Sonia dengan raut khawatirnya.
"eh, bu Sonia."
para art terkejut saat majikannya ada di dekat mereka, dan raut wajahnya begitu khawatir tentang kabar hantu yang masuk ke kamar Ruby.
"jawab! apa yang kamu katakan benar?"
art itu mengangguk, "bener bu. semalem masuk ke kamar non Ruby. saya sendiri liat, pas nggak sengaja pas mau ke dapur ngambil air minum persedian untuk kami."
Sonia langsung pergi dan merinding di buatnya, dia segera menuju lift dan menekan tombol lantai dua ke kamar Ruby. bayangan anaknya di ganggu hantu membuatnya takut. bagaimana tidur anaknya? nyenyak atau tidak? apakah muncul hantunya atau justru Ruby semalam ketakutan karena di ganggu hantu.
tepat saat pintu lift terbuka, Sonia langsung lari ke arah kamar Ruby. dengan perlahan dia membuka pintu kamar dan langsung menyala kamar lampu.
"astaga, dia masih tidur nyenyak aja."
Sirna sudah rasa khawatir Sonia tadi, kini terganti lega setelah melihat putrinya tidur nyenyak. lalu, dia melangkah menuju tirai jendela dan menyibaknya agar sinar matahari masuk dan membuka jendela untuk udara pagi hari masuk ke dalam kamar Rubby.
"Rubby, bangun. jam setengah enam, nak." ucap Sonia yang mengguncang pelan bahu anaknya.
mendengar gumaman kecil, Sonia segera menjauh dan mengambil pakaian seragam yang hari ini di kenakan oleh Rubby.
"iya mama, Ruby bangun ini."
"mama ke kamar abang sama kakak dulu,"
"iya ma,"
*
*
Setelah membangunkan ketiga anaknya, kini Sonia melangkah menuju lift dan turun ke lantai satu. lalu keluar lift dan melangkah menuju ruang makan dimana suaminya sudah ada di sana.
Sonia tersenyum lembut saat melihat Iram sudah ada di kursi utama. dia melangkah pelan dan duduk di dekat Iram.
"pa," panggilan suara dari Sonia sedikit lirih dan berbeda.
"kenapa, ma?" sahut Iram yang menatap Sonia dengan sedikit alis terangkat.
Sonia sedikit ragu untuk mengatakan, "katanya bibi ada yang liat hantu masuk ke kamar Rubby semalem."
Gerakan tangan Iram yang tengah mengetik pesan di ponsel langusng terhenti. Iram menatap Sonia kembali dengan bingung, "maksud kamu apa, ma?"
"bibi semalem liat hantu pas mau ke dapur. terus dia dari lantai satu. tapi malah masuk ke kamar Rubby."
Iram menggeleng, "nggak mungkin. semalem papa tidur paling akhir. papa harusnya tau kalo ada."
"ih, papa. di bilangin juga."
"terus maunya gimana?"
"kamarnya di pindah."
"apanya yang di pindah ma?" tanya Rubby yang tiba tiba sudah ada kursinya.
Iram dan Sonia tersentak, lalu keduanya tersenyum hangat. rona cerianya di wajah Ruby sedikit membuat rasa takut Sonia sirna.
"enggak. ini mama kamu bilang, katanya bibi ada liat hantu masuk ke kamar kamu."
Degg..
jantung Ruby berdetak cepat mendengar itu, senyum sedikit meringis kecil. lalu menarik kursi dan duduk di kursi dekat ibunya.
"Han-hantu? nggak mungkin ma." jawabnya sedikit gugup.
"Nah kan bener," sambung Iram.
"tapi kata bibi gitu. coba kamu tanyain langsung ke bibi."
Ruby semakin meringis, dia tidak percaya jika semalam hampir ada yang memergoki dirinya. semalam dia lupa untuk menghapus riasan yang di pakai untuk menakuti Jenia.
jika tidak mengejar waktu mungkin dia membersihkan semuanya dan tidak ada gosip yang melihat hantu di pagi hari.
Bahkan gosip hantu sudah menyebar ke seluruh pekerja yang ada di rumah ini. sampai Rubby sudah berangkat sekolah pun para art masih membahas hantu itu.
Sonia yang cemas, langsung menyuruh beberapa art untuk membersihkan kamar yang masih kosong dan memindahkan barang milik Rubby. Sonia takut jika putrinya di ganggu oleh hantu di saat tidak ada orang. dan dia lebih baik memindahkan semua barang milik Rubby ke kamar barunya.
"semoga nggak ada hantu lagi,"
*
*
di sekolah,
Ruby sudah sampai di sekolah, dan kini tengah duduk di kursi yang ada kelasnya dan bermain ponsel. dia melihat video kucing lucu hingga membuatnya sedikit tertawa.
Keadaan kelas yang masih sepi membuat Rubby bermain ponsel dari pada harus duduk di depan kelas sendirian.
"Rubby."
mendengar namanya di panggil, dia segera mendongak. matanya terbelalak melihat siapa yang ada di depannya.
"kak Aaron? kenapa disini?"
Rubby bingung melihat kakak tingkat di sekolah lamanya berada di sini. dan seragamnya juga masih seragam sekolah lamanya.
"di sana ngga ada pelajaran. jadi aku kesini buat nyamperin kamu."
Senyum Rubby mengembang, dia lalu beranjak dan menyimpang ponselnya di kantong.
"ayo keluar jangan di kelas" Aaron mengajak Rubby keluar kelas.
Tanpa pikir panjang, Aaron menggenggam jemari Rubby dan menarik pelan keluar kelas. Ruby menurut mengikuti langkah kaki Aaron membawanya kemana
beberapa siswa sudah mulai berangkat, dan mereka terkejut melihat pemuda yang wajahnya mirip dengan pemuda yang ada di sekolah sini.
"loh itu kan Xevar!"
"Rubby sama Xevar."
"astaga dia bakalan dapet teror sama Serina."
Beberapa murid mulai berbisik saat melihat Rubby di gandeng Aaron menuju keluar kelas dan menjauhi kelas itu.
Aaron tahu jika di sekolah sudah tidak ada pelajaran karena akan kenaikan kelas. dan begitu juga dengan Rubby yang sudah sedikit bersantai, walau di kelas juga. tapi di sekolah ini masih ada pelajaran sedikit untuk membuat murid lainnya tetap di kelas dan tidak ada yang membolos.
"kita mau kemana kak?" tanya Rubby yang masih berjalan pelan di samping Aaron.
"kita ke taman. duduk duduk di sana. sekolah ngga ada pelajaran. jadi dari pada bolos lebih baik kita duduk berdua di sana."
mendengar suara Aaron yang begitu ceria. Rubby tak tega untuk menolak, jadilah dia hanya mengikuti Aaron kemana perginya.
tapi mereka justru berpapasan dengan Xevar yang sedang berjalan berdua dengan Serina. kedua orang itu mengernyitkan alisnya melihat keberadaan Aaron yang ada di sekolah ini.
"lo ngapain kesini?" tanya Xevar dengan nada tak suka.
"suka suka gue. minggir, gue mau pergi sama dia"
Xevar dan Serina menyingkir, dan melihat kemana perginya kedua orang itu. Xevar menatap Aaron tak suka berada di sekitarnya.
"kak Aaron ada hubungan apa sama murid baru itu?"
"kenapa? lo juga suka kakak gue?"