Codename: Claw, adalah seorang Agent Assassin wanita muda yang berasal dari Asia Tenggara. kemampuan dan kekuatannya jauh diatas rata-rata Agent Assassin lain. walaupun ia bekerja sebagai Assassin, bukan berarti dia adalah seseorang yang jahat. ia bergabung kesebuah Organisasi Rahasia berskala dunia bernama "Balance Keeper", sebuah organisasi yang mementingkan dan menjaga keseimbangan dunia. namun itulah yang menjadi masalah, karena organisasi mereka ada sebuah Organisasi Rahasia lainnya yang ingin menghancurkan Balance Keeper. Mereka meneror anggota Balance Keeper lain dan terus-menerus merusak keseimbangan dunia. dan Claw sebagai Agent Assassin dari Balance Keeper, ingin mengungkap dan menghancurkan mereka. karena salah satu tujuan Claw, adalah membalaskan dendam Ayahnya yang telah dibunuh oleh mereka
ini adalah sebuah Light Novel atau Novel Ringan, yang semuanya spontan dari kepala saya. jadi mohon bantuannya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiYA1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 25: Recovery And Future Plan part 1
(di chapter ini, nama Vera akan pakai nama aslinya, Maria)
>>Markas The Balance Keeper, Haven Quartet<<
Di suatu kamar pasien, terdapat seseorang yang terbaring tak sadarkan diri diatas kasur pasien. Lalu di samping kasur pasien, ada seorang wanita yang bisa dibilang lumayan cantik, memakai jas lab, dan di tangan kirinya membawa sebuah Clipboard dengan sebuah kertas diatasnya, lalu di tangan kanannya membawa sebuah pulpen. Wanita itu terlihat mengamati orang yang sedang terbaring tak sadarkan diri, dan mencatatnya di Clipboard nya.
Wajah wanita tersebut terlihat seperti orang Tionghoa. Tinggi Badannya tidak terlalu tinggi, dengan rambut pendek yang panjangnya diatas lehernya. Wajahnya dingin tak berekspresi, dan yang membuat wanita ini terlihat agak aneh adalah pupil matanya
Wanita tersebut memiliki pupil mata layak seekor ular. Tidak hanya itu saja, di pundak wanita tersebut juga terlihat ada seekor ular yang melingkari lehernya. Ular tersebut bergerak kedepan wajah wanita tersebut dan menatapnya seperti mau mengatakan sesuatu
"hmn? Ada apa?" tanya wanita tersebut kepada ularnya
setelah itu ia langsung menyadari apa yang terjadi. Orang yang terbaring tak sadarkan diri diatas ranjang pasien, terlihat akan sadarkan diri
"ahh.. Akhirnya kau bangun juga" ucap wanita tersebut
seseorang yang terbaring tersebut adalah Maria. Ia baru saja sadarkan diri setelah kehilangan kesadarannya saat ia menjalankan misi untuk menangkap Morian dan juga Viper
Maria dengan perlahan membuka matanya. Dan hal yang pertama kali ia lihat adalah sebuah cahaya dari sebuah senter kecil yang sengaja wanita tersebut lakukan untuk mengecek reaksi matanya
"mata nya aman" gumam wanita tersebut sebari mematikan senter dan meletakkannya ke saku jubah lab nya
Lalu ia memperlihatkan jari-jari tangannya ke depan wajah Maria, dan ia menunjukkan beberapa jari nya kepada Maria
"berapa banyak jari yang kau lihat?" tanya wanita tersebut
"..... Tiga ...." jawab Maria dengan singkat
"penglihatan, dan pendengaran juga normal, yang terakhir" gumam wanita tersebut
Ia mencatat kondisi Maria di kertas yang berada diatas Clipboard nya
"Claw... Ah tidak, bukan. Maria, Albert berselingkuh saat kau kehilangan kesadaran. Aku punya buktinya" ucap Wanita tersebut
mendengar itu, emosi Maria agak tersulut. Ia mengerutkan dahinya dan terlihat marah
"akan ku bunuh si pirang itu" ucap Maria dengan nada marah
"yup, pikirannya juga normal. tidak ada yang aneh dengan tubuhmu, kau hanya perlu memulihkan tenagamu" ucap Wanita tersebut sebari meletakkan clipboard nya diatas meja laci di samping ranjang pasien
Maria langsung mencoba untuk bangun dari tidurnya, dan ia dibantu oleh wanita tersebut untuk bangun. Setelah Maria bangun ia langsung memegangi kepalanya
"Zhuyin... Jangan menggunakan cara seperti itu mengecek pikiranku" ucap Maria
"itu adalah cara paling efektif" jawab Zhuyin dengan nada yang datar
Setelah Maria merasa rasa pusing di kepalanya menghilang, ia melihat kearah Zhuyin. Maria mencoba menggerakkan jari-jari tangannya untuk mengecek tubuhnya sendiri
"berapa lama aku tertidur?" tanya Maria
"3 hari" jawab Zhuyin dengan singkat
"aku akan memanggil pelayanmu kemari untuk merawat mu lebih lanjut" ucap Zhuyin
Setelah itu Zhuyin berjalan keluar untuk memanggil Sebastian. Sementara itu Maria memejamkan matanya dan menghela nafas untuk memfokuskan pikirannya
Tidak lama setelah itu Zhuyin pun kembali dengan Sebastian yang berjalan disampingnya. Maria yang berada dalam mode Focus Blanc nya, dan mendengar langkah kaki mereka berdua. Ia membuka matanya secara perlahan
"nona... Bagaimana perasaan anda?" tanya Sebastian yang langsung mendekat ke samping Maria dan memegang tangannya
Sebastian terlihat sangat khawatir, walaupun ini bukan yang pertama kalinya. Tetapi Sebastian terlihat benar-benar sangat khawatir, ia sudah menganggap Maria sebagai anaknya sendiri. Dan sudah sewajarnya jika orang tua akan khawatir jika anaknya kenapa-kenapa
"tak apa, aku tidak merasakan sesuatu yang aneh di tubuhku. Hanya perlu mengisi ulang energi" Jawab Maria dengan senyuman lembutnya
sementara itu Zhuyin yang berada di sisi lain kasur yang Maria pakai, ia melepas infus yang berada di tangan Maria. Setelah itu Zhuyin pun pergi membawa air infusnya, dan tak lama setelah itu ia kembali lagi dengan mendorong sebuah kursi roda
"oh ya, Zhuyin. bagaimana dengan racun ditubuh ku?" tanya Maria
Zhuyin memberikan kursi roda tersebut kepada Sebastian. Lalu Sebastian langsung membantu Maria untuk berpindah dari ranjang pasien ke kursi roda. Saat Maria mencoba untuk berdiri, ia tak punya energi untuk berdiri dengan benar dan harus dibantu oleh Sebastian
"tim ku masih mengidentifikasi racun itu untuk membuat penawarnya. racun itu telah hilang dari tubuhmu, jadi kau tenang saja" jawab Zhuyin
"baiklah kalau begitu, terima kasih banyak" ucap Maria
"jangan dipikirkan, ini sudah tugas ku. Lagian, sudah lama aku tidak melihatmu terkapar di ruang perawatan" ucap Zhuyin
"sekalinya terkapar, langsung membuat kehebohan di markas" gumam Zhuyin dengan senyum menyeringai nya, karena sesuatu yang ia anggap lucu
"hmn? Apa maksudmu?" tanya Maria yang tidak sengaja mendengar gumaman Zhuyin
"ahh.. Tidak, jangan dipikirkan" jawab Zhuyin dengan singkat
setelah Maria duduk di kursi roda, Sebastian langsung mendorong kursi roda tersebut untuk pergi ke suatu tempat. mendengar gumaman dari Zhuyin tadi, membuat Maria agak penasaran dengan reaksi Prince/Albert dan juga ketiga muridnya, setelah mendengar kabar Maria yang tak sadarkan diri
"nona, saya sudah siapkan makanan untuk anda. untuk memulihkan tenaga anda" ucap Sebastian
"baiklah, terima kasih. apa kapan aku bangun sudah diprediksi oleh Zhuyin?" jawab dan juga tanya Maria
"iya, nona Zhuyin mengatakan jika ia memprediksi anda akan bangun pada hari ketiga" jawab Sebastian
"seorang Jenius medis dan ahli racun dari keluarga Serpent memang hebat, huh?" gumam Maria kepada dirinya sendiri
Tidak lama mereka berjalan, mereka telah sampai di kamar pribadi milik Maria. setelah Sebastian membuka pintu, ia langsung mendorong kursi roda yang Maria duduki ke arah dapur. Dan saat mereka berdua masuk ke dapur, mereka langsung disambut dengan aroma makanan yang membuat perut Maria berbunyi
"saya mohon maaf, jika rasanya tidak seperti masakan rumah anda" ucap Sebastian
"tidak apa-apa, ini sudah cukup. Lagian, aku sudah lupa bagaimana rasa masakan ibu ku sendiri" ucap Maria
"kau tahu sendiri bukan, ibu ku bukanlah orang Indonesia. dia orang Eropa, tinggal di Indonesia karena menikah dengan ayah, lalu belajar masakan Indonesia juga. Karena itu, aku tak bisa mengingat rasa masakannya" ucap Maria lagi
Sebastian hanya diam mendengar ucapan Maria, ia sangat tahu betul akan hal itu dan Sebastian memaklumi hal tersebut. Lalu Sebastian memposisikan kursi roda Maria didepan meja makan, yang dimana terdapat piring kosong lengkap dengan sendok dan garpu
Makanan diatas meja makan tersebut seperti makanan sarapan orang Indonesia pada umumnya, tidak terlalu mewah tetapi dengan porsi yang banyak. Seperti nasi, sup sayur, tahu dan tempe, dan makanan lainnya.
"haaah.. Lupakan ucapan ku tadi" ucap Maria sebari menghela nafas
"Sebastian, kau sudah makan?" tanya Maria
"tolong jangan pedulikan saya, tubuh anda lebih membutuhkannya dari pada saya" jawab Sebastian
"perutku memang keroncongan karena belum makan selama 3 hari, tetapi bagimana aku bisa menghabiskan semuanya" protes Maria kepada Sebastian
Setelah itu tiba-tiba pintu ruangan pribadi Maria dibuka dan didobrak oleh seseorang. Dan ternyata, pelakunya adalah Liu, Lau, dan Lei. Setelah mendobrak pintunya, mereka bertiga langsung berlari ke dapur karena mendengar suara dari sana.
Lalu mereka bertiga langsung memeluk Maria dengan erat. Liu memeluk kepala Maria dari bagian kanan, Lei memeluk lengan kiri Maria, sedangkan Lau memeluk kedua kaki Maria dan meletakkan kepalanya di paha Maria
"sudah Liu duga, kakak akan baik-baik saja" ucap Liu dengan nada sedih
"hmn... Lei sangat khawatir setelah mendengar kabar dari kakak" ucap Lei dengan nada datar dan juga sedih yang tercampur
"uwaahh!! Lau kira kakak tidak akan bangun lagi" ucap Lau sebari menangis, tetapi fokusnya teralihkan oleh sesuatu
"Hmm? Huh? Kursi roda? Kakak... Jangan bilang.. Kaki kakak lumpuh?" tanya Lau sebari menatap Maria dengan tatapan sedih
Karena dipeluk secara tiba-tiba oleh mereka bertiga. Maria merasa risih, tetapi karena tenaganya yang belum pulih membuatnya tak bisa berbuat apa-apa
"hentikan kalian bertiga. Aku mengerti kalian bertiga mengkhawatirkan ku, lepaskan pelukan Kalian" perintah Maria kepada ketiganya
"dan kau Lau, sudah berapa kali ku bilang untuk mengontrol mulutmu itu" ucap Maria sebari menari kedua pipi Lau dengan keras
Mendengar perkataan Maria, Liu dan Lei melepas pelukannya kepada Maria. Sedangkan Lau merintih kesakitan karena kedua pipinya ditarik oleh Maria
"kami bersyukur kakak memiliki cedera serius. Kami bertiga sangat kaget setelah mendengar kabar kakak tidak sadarkan diri diruang perawatan" ucap Liu
"bahkan Tuan Prince juga sangat kaget setelah mendengar berita tersebut, mungkin kakak akan menertawakan nya jika kakak melihat ekspresi Tuan Prince waktu itu" ucap Lei dengan datar
Maria menghela nafas setelah mendengar perkataan Liu dan Lei. Ia melepas tarikannya di pipi Lau, dan Lau pun langsung mengusap kedua pipinya sebari berdiri kembali ke samping Liu
"yaah.. Aku senang kalian mengkhawatirkan ku, tetapi sekarang perutku sedang keroncongan. Kalian bertiga, jika kalian mau ikut makanlah juga. Aku takkan bisa menghabiskan semua ini" ucap Maria dengan senyuman lembutnya kepada ketiga muridnya
Dan disaat itu juga, mereka bertiga pun ikut makan juga bersama Maria. Maria menjawab dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sampai membuatnya tak sadarkan diri selama 3 hari. Mereka semua terus berbincang, bercanda, dan menghabiskan waktu, bukan hanya sebagai guru dan murid, tetapi juga sebagai sebuah keluarga.