Nagita Mahendra harus menerima kenyataan pahit jika ternyata dia telah di hianati oleh tunangan dan sahabatnya. Setelah mengetahui semuanya, Nagita menjadi lebih dingin dan berniat membalaskan sakit hatinya. Di saat yang sama, ada seorang laki-laki yang bernama Damian Wijaya klien dari ayahnya. Di menawarkan diri untuk membantunya dengan berpura-pura menjadi kekasih Nagita. Hingga hubungan pura-pura itu berlangsung lama, dan membuat hati Nagita kembali bisa merasakan indahnya cinta. Bagaimana kisah Nagita yang harus berjuang melupakan kisah cintanya kepada Damian setelah mengetahui jika ternyata laki-laki itu sudah mempunyai seorang tunangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viar05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
Hampir satu Minggu lamanya Damian terus mendatangi rumah nya Nagita, sebelum dan sesudah pulang kerja. Namun Nagita tetap tidak mau menemuinya, hingga akhirnya Damian berhenti datang. Bukan untuk menyerah, tapi dia ingin memberikan waktu lebih banyak lagi untuk Nagita. Semoga dia bisa segera membuka hatinya.
Hari ini dia harus pergi ke luar kota untuk meninjau pembangunan proyek nya yang baru. Dia berangkat pagi-pagi bersama Adnan, dan satu orang karyawan kepercayaannya yang akan membantu Damian di sana.
"Ma aku berangkat dulu ya, jangan kemana-mana tanpa membawa pengawal." Ucap Damian kepada mamanya. Dia sudah tahu perihal Samantha yang datang bersama ibunya untuk menemui Soraya.
"Iya Damian, kamu tidak perlu khawatir. Kalian hati-hati di sana, jangan sampai telan makan. Fokuslah dengan pekerjaan kamu jangan pikirkan yang lain." Nasehat Soraya.
"Iya Ma aku pergi." Ucap Damian.
Soraya mengangguk lalu menatap kepergian putra semata wayangnya itu. " Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu Damian." Batin Soraya.
Pukul Sepuluh pagi mereka baru sampai di lokasi. Damian dan kedua bawahannya langsung masuk ke dalam ruangan yang ada di sana untuk istirahat sejenak, setelah itu baru pergi untuk melakukan peninjauan pembangunan sebuah tempat wisata yang di gadang-gadang akan menjadi yang pertama ada di sana.
Jam tujuh malam mereka bertiga baru pulang ke hotel, Damian segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Sedangkan Adnan sedang memesan makan malam untuk mereka bertiga. Setelah makanan datang, mereka bertiga makan dengan lahap tanpa ada yang mengeluarkan suara.
Jam sembilan malam Damian duduk sendiri di balkon, dia menghisap rokok nya sambil menikmati angin malam. Pikirannya melayang terus tertuju kepada Nagita, yang sampai saat ini masih belum bisa ditemuinya. "Nagita sampai kapan kamu mau menutup diri dariku?" gumam Damian.
Pagi ini Damian sudah siap untuk bekerja kembali, jam tujuh pagi dia berangkat setelah sarapan terlebih dahulu di hotel.
"Apa ada kabar terbaru Ad?" tanya Damian.
"Brian masih bersembunyi di luar negri Pak, dan orang-orang di perusahaan nya kini sedang mencarinya." Tutur Adnan menjelaskan.
"Kamu suruh orang kita untuk mencari tahu, seberapa parah keadaan di sana. Jika memungkinkan masih bisa diselamatkan, kamu suruh anak buah kita untuk membeli perusahaan itu." Perintah Damian.
"Baik Pak!" ucap Adnan, walaupun dia merasa terkejut mendengar perintah dari atasannya.
Mereka bertiga sampai dan mulai fokus bekerja. Damian benar-benar bekerja dengan teliti, dia tidak mau sampai ada kesalahan dalam pengerjaan nya.
*****
Sejak pulang dari rumah Soraya, Samantha merasa aneh melihat tingkah mamanya yang menjadi lebih tertutup dan jarang bicara.
"Ma, sebenarnya ada apa? Dari kemarin sikap Mama aneh." Ucap Samantha.
Namun tidak ada jawaban dari mamanya, membuat Samantha semakin heran.
"Ma! kenapa diam saja?" tanya Samantha merasa kesal.
"Kenapa kamu cerewet sekali sih Samantha, mama ini sedang pusing tahu. Lebih baik kita cari cara supaya bisa mendapatkan uang secepatnya untuk menyelamatkan rumah kita." Tutur mamanya.
"Aku juga sedang mencari cara Ma! Tapi aku masih penasaran dengan ucapannya tante Soraya, apa maksudnya?"
"Kamu tidak usah dengarkan kata-katanya Soraya, Samantha." Ucap mamanya sambil berlalu pergi begitu saja.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mama tidak mau menceritakan nya." Gumam Samantha.
Lalu gadis itu pergi ke kamarnya, dan mengambil tasnya. Samantha pergi keluar dari rumahnya dan menaiki taksi. Dia pergi ke tempat sahabatnya untuk mencari ketenangan di sana.
"Tumben elo datang jam segini Samantha?" tanya Sherly.
"Bantuin gue Sherly, gue sedang butuh uang yang banyak saat ini." Ucap Samantha dengan lirih.
"Gue gak punya uang sebanyak itu Samantha, kalau ada gue bantuin elo." Ujar Sherly.
Keduanya diam, larut dalam pikiran nya masing-masing.
"Lo ikut gue sekarang!" ujar Sherly.
"Kemana?"
"Ikut aja, katanya lo butuh uang!"
Samantha mengangguk. Keduanya kini masuk kedalam mobil miliknya Samantha. Mereka menuju ke sebuah gedung yang terlihat sepi dari luar namun saat masuk, ternyata ada beberapa orang yang sedang bekerja. Samantha heran karena baru kali ini datang ke tempat ini.
"Barang baru Sherly?" tanya laki-laki yang berpakaian rapih itu.
"Iya Bos, dia bilang lagi butuh kerjaan." Balas Sherly.
Laki-laki itu menatap Samantha dari atas sampai bawah, membuat gadis itu sedikit risih.
"Cantik! Tapi bukannya dia itu cewek yang kemarin viral itu?"
"Iya Bos! Bisakan dia ikut kerja, kasihan dia sedang butuh uang."
"Baiklah, tapi aku harus lihat dulu permainannya seperti apa? Baru bisa mutusin terima atau tidak nya."
"Oke, gue bilangin dulu."
Sherly mendekati Samantha yang masih berdiri.
"Ini tempat apaan Sherly, aneh banget?"
Lalu gadis itu membisikkan sesuatu kepada Samantha, membuatnya melotot tidak percaya.
"Lo gak salah bawa gue kesini Sherly!" ucap Samantha.
"Lo bilang butuh uang kan, nah gue kasih solusi buat elo. Kalau elo gak mau ya gak apa-apa, gue gak maksa. Tapi kalau elo kerja di sini, lo bisa dapat uang yang banyak." Ucap Sherly.
Samantha diam, tidak lama di mengangguk.
"Oke gue mau," jawab Samantha mantap. Dia tida peduli lagi dengan apa yang terjadi nanti.
Setelah menyetujui nya, Samantha diberi arahan oleh laki-laki yang bernama Frans itu. Samantha melakukan apa yang diminta. oleh Frans, walaupun masih sedikit gugup karena ini pertama kalinya dia bermain di sambil di lihat orang lain. Jam sepuluh malam Samantha baru pulang ke rumahnya. Sungguh tubuhnya terasa begitu lelah karena energinya terkuras habis, saat bermain dengan lawan mainnya.
"Darimana kamu Samantha?" tanya mamanya yang sedang menunggu di ruang tamu.
"Mama belum tidur?"
"Mama tanya kamu darimana jam segini baru datang." Tutur mamanya terlihat kesal.
"Aku capek Ma, habis pulang kerja."
"Memangnya kamu kerja apa sampai jam segini?"
"Adalah, yang penting sekarang aku dapat uang supaya kita tidak di usir dari sini." Ucap Samantha lalu masuk ke kamarnya. Malam ini dia ingin istirahat total, supaya besok pagi tubuhnya kembali segar.
"Sial! Kalau bukan karena butuh uang, gue gak mau layani laki-laki mesum itu." Gumam Samantha sambil menggosok badannya. Dia masih merasakan saat Frans menyentuh dirinya tadi. Sedikit kasar, sehingga membuatnya merasa kesakitan. Setelah selesai mandi, Samantha benar-benar langsung tertidur pulas.
Pagi ini Samantha bersiap pergi ke tempat yang kemarin. Dia akan kembali bekerja, karen Frans ternyata menyukai permainannya dan menjanjikan bayaran tinggi untuknya. Mendengar hal itu, tentu saja membuat Samantha senang dan tambah semangat untuk bekerja.
"Kamu mau kemana, sudah rapih?"
"Kerja Ma, dan aku harus berangkat pagi-pagi." Jawab Samantha tanpa mengalihkan wajahnya.
Hening sejenak, Samantha segera menyelesaikan sarapannya, lalu pamitan kepada mamanya dan mengatakan jika dia akan kembali pulang malam.
ku kasih bunga Thor biar semangat up nya💪🔥
d tnggu jdohnya arkana,biar ga jd playboy trs...😁😁😁