"Berikan aku 365 hari untuk memperjuangkan mu!" pinta Xander Dominic pada Viona penuh harap.
"Tidak bisa, aku harus kembali ke negara ku saat ini juga!" tolak Viona membuat kesabaran Xander habis. Pria itu mengepalkan tangannya erat.
"Kalau seperti itu. Jangan salahkan aku memaksa mu untuk mencintaiku!" tegas Xander membuat tubuh Viona bergetar ketakutan .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Romantis
Setelah selesai berjemur, Xander dan Viona memutuskan untuk segera pulang. Saat tiba di rumah, Xander mengambil alih putranya, membawa Gabriel bermain bersama. Sedangkan Viona memutuskan untuk segera memasak untuk makan siang mereka.
Kehadiran Viona dalam hidup Xander mengubah segalanya. Pria itu tak lagi suka pada istri temannya, dia juga tak lagi berkecimpung di dunia malam. Lebih suka menghabiskan banyak waktu bersama istrinya. Mungkin akan terkesan menjadi suami rumahan, namun Xander tak peduli itu.
Dia bahkan tak lagi menyentuh alkohol, sejak menikah.
"Kamu benar-benar sangat tampan, Boy. Kulitmu coklat, seperti mommy mu. Pasti kalau kau besar nanti akan banyak wanita yang tergila-gila karena mu!"
Xander memuji putranya, dia tak pernah bosan untuk mencium pipi gembul sang anak. Menjadi orang tua rupanya tak semudah yang dibayangkan oleh Xander. Terkadang Gabriel bangun tengah malam dan menangis, karena kehausan.
Hal itu membuat Viona terkadang kurang tidur. Tetapi, istrinya tak pernah mengeluh capek. Karena memang Xander juga pengertian, dia tidak mau istrinya sendiri yang mengurus anak. Tetapi, dia harus ikut juga.
Viona yang sedang memasak pun berdecak kesal, karena ikatan rambutnya lepas, membuat rambutnya tergerai. Dia tak ingin ada rambut yang masuk ke dalam masakannya.
Viona melangkah mendekati Xander yang berada di ruang tamu. Wanita cantik itu melihat sang suami sedang bermain dengan putranya.
"Sayang! Tolong bantu ikat rambutku ke atas, tiba-tiba ikatannya lepas!" pinta Viona manja pada suami tercinta.
Xander mengalihkan atensinya pada sang istri. Dia membiarkan putranya bermain di lantai.
"Sini!" Xander menepuk lantai agar Viona duduk di hadapannya.
Pria tampan itu segera mengikat rambut panjang istrinya menjadi satu kepalan. Tak lupa dia mencium leher jenjang Viona membuat wanita itu tertawa geli.
"Rambut ku sudah sangat panjang, apa aku potong saya ya?" tanya Viona meminta pendapat suaminya.
Xander menelisik penampilan istrinya yang cantik dengan rambut panjang.
"Aku terserah kamu saja, Babe. Mau panjang atau pendek itu gak kamu, tapi, aku mau kalau nanti kamu potong rambut, jangan terlalu pendek. Sebatas ketiak saja, boleh lah."
Xander memberikan pendapatnya membuat Viona menganggukkan kepalanya paham. Wanita itu senang menikah dengan orang yang tepat. Tidak ada paksaan atau kekangan.
Tiba-tiba Viona panik teringat ayam goreng di dapur.
"Ayam goreng ku!" pekik Viona lalu berlari ke dapur membuat Xander hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya.
"Dia masih saja bersikap seperti gadis," gumam Xander pelan.
Kembali bermain dengan putranya itu. Kebahagiaan menghampiri sejak mereka menikah. Baik Viona atau Xander mereka bahagia hidup bersama.
Saat tiba di dapur, Viona segera mengangkat ayam gorengnya. Dia bersyukur karena tidak hangus, wanita itu mengelus dadanya gugup.
"Untung saja tidak sampai hangus," gumam Viona bersyukur sekali.
Setelah selesai memasak, Viona memanggil Xander untuk makan siang. Biasanya mereka makan secara bergantian atau terkadang Viona yang menggendong Gabriel, Xander yang menyuapinya.
"Dad, makanan sudah siap! Ayo kita makan siang!" panggil Viona membuat Xander segera bangkit. Tak mungkin meninggalkan anaknya, karena tidak ada orang selain mereka di rumah.
Viona tidak setuju kalau anaknya diasuh orang lain. Dia lebih suka menikmati pekerjaan nya yang sekarang yaitu fokus mengurus suami dan anak.
"Kita ganti-gantian makannya atau kita makan bersama, kamu gendong Gabriel. Aku yang suapi kamu!" Viona memberikan pilihan pada Xander.
"Kamu yang gendong Gabriel, aku yang suapi kamu!" balas Xander santai menguat Viona tersenyum manis. Suaminya ini memang sangat pintar membuat hatinya hangat.
Segera Viona mengambil alih Gabriel. Mereka berdua makan bersama, Viona merasakan kenikmatan yang tiada duanya, saat sang suami menyuapi dirinya.
"Terima kasih, Dad.'"
"Tidak usah bilang terima kasih, karena aku yang seharusnya ngomong begitu. Kamu sudah mau jadi istri dan ibu anakku!" balas Xander seraya menyuapi Viona sampai mulut wanita itu penuh.
Keduanya saling melempar senyuman manis.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
aku nebak2 bakalan ada konflik saat Viona udah jatuh cinta ke Xander trus tiba2 secara gak sengaja dia masuk ke ruang rahasianya Xander yg ada foto editannya sama Zara itu..
kukira bakalan seperti itu.. Viona bakal cemburu dan salah paham, akhirnya Xander harus berjuang untuk merayu Viona biar gak ngambek lagi.. hehe
haluku ternyata tak sejalan dg halunya kakak othor..
oke deh kakak, lanjut ceritanya Abraham dan Desy di Tom n Jerry..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun kakak berada.. 💕🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩
walaupun ringkas tapi mantap ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘