NovelToon NovelToon
Cinta Anyelir

Cinta Anyelir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:106.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nopani Dwi Ari

Tahap Revisi

Tak pernah terpikirkan untuk Anyelir, bahwa mencintai seorang Dika akan semenyakitkan ini. Di tambah perbedaan status sosial di antara dirinya dan Dika, awalnya dia bahagia. Namun, saat ke munculan Jenny dan ancamannya membuatnya pergi dari jangkauan Dika.

"Aku takut cinta membuat ku lemah, walau aku tau cinta itu bisa membuat ku kuat."

*Harap membaca Twin's lebih dulu agar tidak ada yang bingung

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.26

Pagi menjelang, Dela meraba sisi kiri tempat tidurnya. Dingin tak ada Auriga di sana, semalam dia pun langsung tidur karena lelah menunggu Auriga sejak sore.

Dia pergi ke kamar mandi, melakukan ritual mandi. Lalu menyiapkan sarapan yang simpel untuk Lula dan Ara.

Dela melirik jam di dinding, menunjukan pukul setengah enam. Dia terlambat bangun, membuat Dela menghembuskan napasnya dengan pelan.

"Sebenarnya dimana, kamu?" gumamnya, dia mencoba menghubungi nomor Auriga. Dan tak dapat dihubungi.

Menyerah Dela pun membiarkan saja,  Dela fokus menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya. Dela memilih membuatkan roti bakar, untuk Lula dan Ara. Sementara bekal untuk Lula, Dela membawakan Lula chicken katsu dan kebab yang tinggal dipanaskan.

Tepat pukul enam semuanya telah selesai, Dela kembali ke atas. Menuju kamar kedua anaknya, dia mengetuk pintu kamar dan mendapati suara Lula dari dalam.

"Kak, sudah siapa?" tanya Dela, menatap kamar Lula yang sudah rapi begitupun tempat tidurnya.

Sementara Ara tengah membasuh wajah di kamar mandi.

"Sudah, Bunda masak apa hari ini?" tanya Lula antusias.

"Cuma bikin roti bakar, gak apa yah! Tapi Bunda buatin bekal buat kakak," ujar Dela.

Lula dapat menangkap raut wajah lelah dari Dela. Namun, dia lebih baik diam dan tak ikut campur. Lula menggenggam tangan Dela dan menciumnya lalu memeluk sang Ibu sambung.

"Bunda jangan kecapean, aku gak mau Bunda kenapa-napa. Cukup Ara yang aku benci, jangan adikku yang lain." Cetus Lula dengan pelan, membuat Dela terdiam.

"Kenapa kamu berpikir seperti, itu? Kamu percaya sama Bunda, kan? Bunda akan baik-baik saja," ucap Dela dengan lembut, karena Dela mengerti kenapa Lula berucap seperti itu. Dia takut apa yang terjadi pada ibunya terjadi pada dirinya.

Lula mengangguk dan memeluk Dela lebih erat, Ara yang melihat sang kakak memeluk Bundanya dengan erat. Membuatnya ikut bergabung memeluk Dela dan Lula, Dela tersenyum menatap Lula dan Ara begitu menyayangi dirinya.

Seketika rasa sedih, karena Auriga tak pulang hilang sudah.

"Ayo sekarang kita sarapan, Bunda akan antar kakak ke sekolah. Karena Ayah belum pulang," ungkap Dela.

"Ayah belum pulang?" tanya Lula tampak terkejut.

"Iya, tapi kamu tenang saja ayah kasih bunda kabar kok. Dia katanya lembur, dan ketiduran di kantor." Bohong Dela, agar Lula tak marah.

"Oh... Ya sudah, Ayah memang selalu begitu. Ayok," ajak Lula.

Pagi itu mereka makan bertiga, tanpa kehadiran Auriga. Entah dimana laki-laki itu, dia pun tak memberikan kabar.

****

Sementara itu di kediaman Tara, semua orang sudah sibuk menyiapkan tempat agar terlihat lebih luas. Karena keluarga besar Dika, akan datang untuk pertama kalinya ke rumah yang ditempati Tara.

"Ingat kamu jangan terlalu capek," pesan Dika, sebelum berangkat ke kantor.

"Iya sayang," balas Jenny.

"Hari ini kamu ke kampus, kan?" tanya Jenny.

"Iya, sama Dela. Aku akan jemput dia," ujar Dika, membuat Jenny mengangguk.

Dika sudah siap dengan setelan kemeja, dan celana bahan berwarna senada. Tak lupa, dia pun membawa jas. Karena setelah selesai dengan urusan perkuliahan dia akan pergi ke kantor dan pulang cepat.

"Bi, aku titip Jenny. Jangan sampai dia melakukan aktifitas di dapur," ujar Dika.

"Baik tuan, akan saya awasi."

Dika mengangguk dan berpamitan pada Jenny, dengan mengecup kening sang istri. Walau sudah lama, tetap Anyelir yang ada di hati Dika.

Semuanya memang salah, tapi Dika pun tak bisa menghilangkan Anyelir di hatinya. Cinta pertamanya. Dan Jenny pun tidak mempermasalahkan itu semua.

Dika mendapati pesan bahwa Dela akan ke kampus sendiri, dan sedang dalam perjalanan menitipkan Ara ke rumah Zea.

Saat dalam perjalanan menuju kampus, tak sengaja Dela melihat mobil milik Auriga. Kebetulan atau disengaja, jendela mobil tersebut terbuka.

Dela bisa melihat seorang wanita di dalam mobil sang suami, membuatnya emosi. Dela ingin turun, tapi daerah sekitar itu sangat ramai. Dia tak akan mempermalukan diri sendiri.

"Kamu mengkhianati aku," geram Dela, menambah laju kecepatan mobilnya.

Tujuannya adalah rumah Laura, dia batal pergi ke kampus. Entah mengapa, dia ingin menenangkan diri terlebih dulu. Setelah semalaman dia menunggu, tapi sang suami malah berduaan dengan wanita lain. Air mata pun tak terasa menetes, dengan cepat Dela menghapusnya.

Dika sendiri dia sudah sampai di depan kampus, dia melirik ke arah gerbang berharap Dela muncul. Karena sebentar lagi, kelas akan dimulai.

"Astaga kemana tuh anak, buat gue kesal saja." Kesal Dika.

"Wih... Pengantin baru," pekik Roby.

Roby menepuk pundak Dika, dan memeluk sahabatnya itu. Di susul oleh Hendra dan Irpan.

"Apa kabar, bro? Udah jadi orang sibuk mah beda yah, susah ditemui." Kekeh Irpan.

"Bisa aja lo, betewe kalian lihat Dela?"

"Kayanya engga deh, dia belum datang." Timpal Hendra.

Dika mengangguk dan mengajak sahabatnya masuk kedalam, mungkin semester ini adalah semester terakhir mereka bertemu. Karena setelah ini, mereka akan disibukkan untuk membuat skripsi dan lainnya.

Sepanjang kelas sungguh Dika tak konsen, karena Dela sulit dihubungi. Dika juga tahu, bahwa Dela sedang hamil.

***

Di sisi lain Auriga begitu marah saat mengetahui bahwa Riana menjebaknya, dia tak pulang semalam dan berakhir di kamar Riana. Lalu dengan terpaksa Auriga mengantar Riana, dengan alasan takut para preman mengganggunya lagi.

Dan kini dia akan menuju kantor, setelah itu akan pulang ke rumah berharap Dela mendengarkan penjelasan dirinya.

Jam makan siang, Auriga pulang. Tapi rumah tampak sepi. Auriga pun tak tahu, bahwa hari ini Dika mengundangnya untuk ke rumah.

Laura datang memeluk menantunya, dan mengucapkan selamat atas kehamilannya. Lalu memeluk Tara, yang dia rindukan.

"Ibu kangen sama Tara," ujar Laura.

"Aku juga," balas Tara memeluk Laura dengan erat.

"Ayok masuk bu," ajak Jenny.

"Yumna, Yusra dan papi akan menyusul, katanya mereka masih banyak kerjaan." Jelas Laura.

"Iya tidak apa-apa, Dika pun belum pulang."

Laura sendiri tak tahu, Dela ada di rumahnya. Karena pada saat Dela datang, Laura sedang berada di luar. Pelayan pun tak tahu, karena sibuk di dapur.

Setelah semua kumpul termasuk Ara dan Lula, yang dijemput oleh Dika. Mereka semua bertanya dimana Dela dan Auriga.

"Lula, dimana Bunda mu?" tanya Yumna.

"Aku gak tahu Nana, setelah mengantar aku tadi pagi. Bunda bilang mau ke kampus," papar Lula.

"Ayah juga tidak pulang semalam," sambungnya lagi.

"Tidak pulang?" ulang Yumna. "Kenapa tidak pulang?"

"Ayah sudah biasa lembur, sampai nginap di kantor atau di cafe." Kata Lula, yang memang tahu kegiatan Auriga.

Yumna pun mengangguk dia tak akan bertanya lagi, nanti dia akan meminta penjelasan pada sang anak. Mereka pun berbincang, tentang kehamilan Jenny dan Dela.

Sementara Ara, Lula dan Tatiana bermain bersama Tara. Dan diajarkan melukis oleh Tara, membuat mereka berdecak kagum. Dengan hasil lukisan Tara.

"Lukisan kak Tara bagus sekali," puji Lula.

"Te-terima kasih." Balas Tara, dia bahagia berkumpul seperti ini. Seperti ada teman jika selama ini dia hanya ditemani oleh Bibi Maura dan seorang perawat.

"Aku mau di ajari dong, Kak Tara." Pinta Ara.

"Boleh."

Tara pun mengeluarkan buku gambar, pemberian Jenny selama ini yang dia simpan. Dan memberikan pada, Ara, Lula dan Tatiana.

Bersambung…

Maaf typo

Mampir juga, di karya ku yang lain 👇

1
Eva Nietha✌🏻
Terimakasih thor karya mu keren
Eva Nietha✌🏻
Luar biasa bnyk tokoh d cerita mu thor
Eva Nietha✌🏻
Ameera hatinya julid ga bersyukur banget
Eva Nietha✌🏻
Ameera kelakuannya buruk sih
Eva Nietha✌🏻
Keren
Eva Nietha✌🏻
Semoga mereka menjadi keluarga
Eva Nietha✌🏻
Seru
Eva Nietha✌🏻
Klo ga hafal2 banget bingung bnyk banget tokohnya .. scara kluarga besar ya 😁😁 terimakasih ya thor bagus ceritanya
AriNovani: Heheh
aku pun kadang bingung kakk, mampir di karya ku yg lain 100 Hari Mengejar Cinta suami mohon dukungannya ya kak 🙏
total 1 replies
Eva Nietha✌🏻
Dela merajuk 😁
Eva Nietha✌🏻
Bapak pecundang tuh alderik
Eva Nietha✌🏻
Baba jimi lg puber Shay
Eva Nietha✌🏻
Ckkk murahan banget Riana
Eva Nietha✌🏻
Ehmm baba jimi jodoh bu sekar
Eva Nietha✌🏻
Lanjut lagi
Eva Nietha✌🏻
Wah dela mulai tanda2 hamidun
Eva Nietha✌🏻
Anye pergi uncle Dika galau
Eva Nietha✌🏻
Seru banget
Eva Nietha✌🏻
Msh stay
Eva Nietha✌🏻
Dari twins menclok kemari 😀😀
wily andriani
apa cuma aku aja yg agak bingung dengan tokoh dalam novel ini.

apakah ada novel sebelumnya yg berhubungan novel ini??
AriNovani: ada Twins judulnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!