Revisi
JANGAN BACA KALAU GAK MAU PUSING
Di tolak dengan cara yang memalukan membuat Nabila berusaha keras untuk melupakan sosok Arthur yang sudah memiliki sosok pendamping hidup.
Nathan Novalio yang merupakan seorang casanova mencintai sepupunya sendiri yang tak lain adalah Nabila Axelio.
Memiliki umur sepantaran membuat Nabila dan Nathan sangat dekat apalagi mereka tinggal di apartemen dan kampus yang sama.
Dalam usahanya melupakan sang DOI akhirnya hati Nabila terpatri pada sepupunya sendiri yang lebih tua 2 bulan darinya.
Tak lama hubungan mereka berjalan, keduanya harus dihadapkan dengan keluarga yang sudah menjodohkan mereka.
Melakukan hubungan yang tak seharusnya mereka lakukan itu selalu dihantui rasa takut jika ketahuan kedua keluarga.
Keputusan mereka untuk hidup bersama membuat keduanya harus pergi dari rumah besar itu dan memulai semuanya dari nol.
NOTE: NOVEL INI AKU GANTI ALURNYA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tyatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan
Plak
Nabila memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan sang Papa. Kenapa?Apa hanya karena aku tak menuruti apa maunya Papa jadi marah? Tapi apa salahnya?
Bukan hanya Nabila yang terkejut akan apa yang terjadi disana tapi semua orang. Tak terkecuali Nenek Riana dan Kakek Xander.
"Kenapa papa tampar Bila?" tanya Nabila dengan senyum kecil. Ia menatap papanya dengan kecewa.
"Itu pantas buat kamu yang sudah menolak keinginan papa," ujar Papa Felix pada putri pertamanya.
"Mas."
"Biarkan saja Re, dia harus mengerti atas apa yang kita inginkan. Apa kurang selama ini kita biarkan dia keluyuran tak jelas?"
"Keluyuran tak jelas kata papa? Apa selama ini Papa tahu aku dimana? Apa papa tahu aku disana makan atau tidak. Enggak kan? Tapi seenaknya papa bilang aku keluyuran tak jelas? Aku juga kuliah pah!!"
Papa Felix terdiam, memang ia tak tahu apa yang selama ini dilakukan putrinya. Dia hanya tahu apa yang diomongkan orang orang tentang putrinya yang jarang pulang ke rumah.
"Kalian gak peduli sama Nabila, kalian hanya sayang sama Naela hingga melupakan putri kalian ini," ujar Nabila dengan tangis.
"Tapi Naela juga membutuhkan kita Bila, tolong jangan kekanakan," elak papa.
"Bila juga butuh kalian, Bila juga pernah sakit. tapi kalian tak pernah ada untuk Bila. Bila membutuhkan kasih sayang kalian sebagai orang tua. Setidaknya beri waktu sehari saja buat kita bersama tapi apa selama ini aku sudah cukup mengalah, kalian pulang tak bisa dikatakan sehari karena setelah itu kalian harus kembali lagi pada Naela. Aku ini anak kalian atau bukan?"
Ucapan Nabila menjadi tamparan untuk kedua orang tuanya yang tak menyangka jika putrinya yang mereka pikir kuat ternyata juga membutuhkan mereka.
Sekuat apapun Nabila menyembunyikan sakit hatinya, semua itu juga akan ada masanya semua terungkap. Nabila juga seorang anak yang membutuhkan orang tuanya.
"Bila sayang maafkan Mama," ujar Mama Rere pada putrinya yang kini sedang menangis itu.
"Sudah cukup jangan paksa Nabila untuk menerima perjodohan ini, Bila berhak menentukan kisah cinta Bila sendiri. Dan lu," Nabila menujukan Ryano yang masih membisu.
"Gue anggap lu sebagai sahabat gak lebih, gue bukan barang yang dibidang dibawa gitu aja. Gue tahu lu suka sama gue tapi tolong biarkan gue bahagia," ujarnya dengan tegas.
"Tapi gue gak bisa lupain lu Bil," ujar Ryano pada Nabila.
"Lu belum coba An, gue juga berhak bahagia sendiri dengan kisah gue."
"Maaf Bila gak bisa terima perjodohan ini," ujar Nabila berlalu menuju pintu keluar tapi langkahnya terhenti karena ucapan sang Papa.
"Apa karena Nathan?"
Deg
"Apa mereka tahu hubunganku dengan Nathan?"
Nabila membalikkan badannya dan menatap ke arah mereka.
"Ya, aku dan Nathan memang memiliki hubungan!"
"NABILA."
"Kenapa? Salah? Ku rasa tidak! Aku sepupunya, tak ada yang bisa melarangmu untuk jatuh cinta padanya? Nathan selalu ada untukku."
"Tapi dalam keluarga kita tidak memperbolehkan memiliki hubungan khusus dengan saudara Nabila," ujar Papa Felix dengan penuh penekanan.
"Nabila tak peduli dengan peraturan itu pah, kami saling mencintai. Tidak diharamkan untuk kita saling mencintai bahkan menikah," jawabnya.
Kedua keluarga ini memang membenarkan jika tak diharamkan menikah dengan sepupu tapi ada suatu kejadian yang membuat kedua keluarga ini memberi peraturan ini.
"Tidak papa tak merestui kalian, mau tidak mau kamu harus menikah dengan Ryano!"
Mereka saling bersitegang karena hal ini, ayah dan anak ini tak ada yang mau mengalah. Bahkan keluarga Ryano sudah malu karena penolakan Nabila.
"Apa alasan om menentang hubungan kita?" tanya Nathan yang tak sengaja mendengar semua yang terjadi.
"Nathan!"
"Dia saudara sepupumu tolong lepaskan dia dan patuhi peraturan yang ada," ujar Papa Felix pada keponakannya.
"Tidak ada peraturan seperti itu Om, aku dan Nabila saling mencintai."
Nathan mengajak keluar Nabila yang membuat Papa Felix berteriak.
"JIKA KALIAN TETAP MELANJUTKAN HUBUNGAN KALIAN LEBIH BAIK PERGI DAN JANGAN PERNAH KE RUMAH INI LAGI!"
Deg
"Nath...."
Nabila yang mendengar itu langsung menatap Nathan yang membawanya keluar menuju mobil.
"Tak apa? Kita bisa berjuang dari Nol. Ayo kita ke rumah orang tuaku," ajaknya dan dianggukkan oleh Nabila.
Nathan pun merasakan hal yang sama dimana ia juga dijodohkan oleh anak sahabat orang tuanya. Wanita yang akan dijodohkan itu adalah Keyra, sahabat Gloria.
"Aku sudah tak bisa ke rumah ini. Kemana aku sekarang," batin Nabila sedih.
Air mata yang tadinya mengalir karen sang Papa kini sudah reda. Nabila akan mengikuti apa alur yang Tuhan berikan padanya.
Nathan hanya bisa memberikan kekuatan untuk sang pacar dengan menggenggam tangan Nabila dan mengecupnya.
Sampailah mereka di perumahan besar itu, Nathan membawa Nabila masuk kedalam rumah itu dan mencari orang tuanya.
"Kamu sudah pulang nak, sana Nabila juga. Sudah lama tante gak lihat kamu nak."
Mama Sonia memeluk tubuh Nabila dengan erat, dan langsung dibalas oleh Nabila.
"Ada yang ingin Nathan dan Nabila bicarakan sama Mama dan Papa," ujar Nathan to the poin.
"Tunggu sebentar ya, Mama panggil Papa kamu."
Mama Sonia memanggil suaminya yang sedang menjaga putrinya itu. Anak Mereka baru lahir 4 bulan yang lalu.
Mereka berempat duduk disana, Nathan yang tak bisa berbasa basi itu.
"Nathan mencintai Nabila," ungkapnya yang membuat kedua orang tua ini sudah tak terkejut. Melihat bagaimana sikap Nathan pada Nabila selama ini.
"Tapi kamu tahu konsekuensinya kalau mencintai saudara kamu sendiri?" tanya Papa Kurnia dengan tegas.
"Ya. Nathan tahu, dan Nathan sangat tahu. Nathan akan keluar dari rumah ini."
"Nathan juga rela jika kalian coret Nathan dari daftar KK," ujar Nathan mantap hingga membuat Nabila tersenyum tipis karena itu.
"Apa kamu yakin nak? Mama tak melarang hubungan kalian papa juga demikian tapi peraturan itu sudah ada sebelum kamu lahir."
"Nathan yakin Ma, selagi kalian memberi restu pada kita itu sudah lebih dari cukup," jawab Nathan.
"Maafkan Nabila Om tante," ujar Nabila dengan senyum miris.
"Cinta kalian gak salah kok. Mama dan Papa merestui kalian, semoga kalian bahagia ya. Papa akan bantu sebisa kita buat kalian."
Orang yang memutuskan keluar dari KK keluarga mereka harus bekerja sendiri tanpa bantuan dari keluarganya itu peraturan yang tertulis dalam keluarga mereka.
"Maaf Nathan gak bisa penuhi keinginan kalian untuk menerima perjodohan itu."
"Kami paham dan Keyra juga tak menuntut kok."
Mereka saling berpelukan lagi, mungkin ini kali terakhir mereka menginjakkan kaki mereka di keluarga mereka.
Mama Sonia dan Papa Kurnia menatap putranya dan keponakan mereka dengan sendu. Orang tua mana yang mau anaknya pergi. Tapi itulah yang harus dialami mereka.
"Semoga mereka bahagia ya Pah," ujar Mama Sonia pada suaminya.
Air mata yang sedari tadi ia tahan kini keluar juga hingga membuat Papa kurnia memeluk tubuh sang istri.
Bersambung