Takdir membuat wanita bernama Anna terlempar ke zaman sebelum abad pertengahan. Menuntut agar ia bisa mengubah sejarah dan takdir kelam seorang raja tirani.
Namun, alih-alih kekejaman seperti yang di katakan semua orang, yang ia temukan hanyalah sesosok jiwa rapuh yang selalu memperlakukan dirinya dengan penuh kepedulian. Dan perlahan, sebuah rasa mulai tumbuh bersama raga yang ia tempati, tapi, apakah itu pantas? Apakah takdir sudah mengizinkan?
Anna terus menahan perasaanya, sampai ketika ia melihat raja datang dengan darah yang menetes di tangannya, sebuah permintaan akhirnya tidak bisa lagi ia tahan. Jauh di dalam hatinya terucap sebuah permohonan.
"Tolong biarkan aku tetap di sisinya, biarkan aku tetap di tempat ini untuknya, biarkan aku mencintanya sampai
akhir."
Tepat setelah permohonan itu terucap, ia langsung berlari, melangkahkan kakinya menuju orang yang telah menjadi sebagian dari jiwanya.
Namun, mampukah ia bertaruh takdir tidak akan membuatnya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Borraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hubungan kedua Jendral
...Jelas Anne tidak percaya begitu saja pada alasan yang Leopold berikan padanya semalam, semua itu terlalu janggal. Bagaimana bisa hanya karena alasan sederhana seperti itu sampai membuat seorang Raja menangis begitu lama dalam pelukannya....
...Anne yakin pasti ada sesuatu yang sengaja Leopold sembunyikan darinya. Tunggu, bukankah kemarin ia baru saja bertemu dengan Putra Mahkota di danau samping? Apa Leopold melihat hal itu? Apa kejadian semalam ada kaitannya dengan pertemuan bersama Putra Mahkota? Bisa saja....
...Jadi Anne memutuskan untuk mencari tahu kebenarannya melalui seseorang yang hampir setiap saat selalu bersama Raja, siapa lagi kalau bukan Bernhard.Kali ini Anne melangkah dengan cepat, mencari pria itu hampir di seluruh penjuru istana....
..." Sebenarnya kemana perginya pria itu? Kenapa aku tidak menemukannya dari tadi? Padahal biasanya dia selalu berkeliaran dimana-mana " Anne mulai menggerutu karena lelah saat belum menemukan orang yang ia cari....
...Tapi, sepertinya Anne sekarang tahu kemana perginya orang itu. Tanpa membuang waktu lagi, ia segera bergegas mencari Bernhard ke tempat yang ia tuju....
...Anne juga telah mengatur sebuah pertanyaan yang akan ia berikan pada Bernhard saat bertemu nanti. Agar ia bisa segera mengetahui kebenaran yang sebenarnya, mungkin saja Leopold memang sedang menyembunyikan sesuatu darinya....
...Tepat saat Anne sudah sampai di depan pintu ruangan kerja milik Caroline, ia langsung berteriak sambil membuka pintu itu begitu saja tanpa sempat mengetuknya. " Caroline! Apakah Bernhard ada di-........." Seketika Anne terdiam saat matanya melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat....
...Sepasang kekasih yang hendak berciuman, begitulah tanggapan Anne untuk kejadian yang ia lihat di depan matanya saat ini....
...Bukan hanya Anne saja yang terkejut, dua orang yang tak lain adalah Bernhard dan Caroline juga langsung berdiri tegak saat pintu itu terbuka dengan cepat, karena terkejut akan kedatangan Anne yang begitu mendadak....
..." Ah Ratu, maaf, ini tidak seperti yang Ratu kira- " Caroline mencoba menjelaskan dengan gugup agar Anne tidak salah paham dengan apa yang di lihat....
...Tapi tetap saja, Anne sudah terlanjur salah paham, dan ia sama sekali tidak mempedulikan penjelasan Caroline yang menurutnya hanya di gunakan untuk menutupi rasa malu karena kehadirannya yang tiba-tiba....
...Dengan cepat Anne menutup wajah menggunakan kedua tangannya, merasa bersalah sekaligus malu pada dua orang yang telah ia ganggu itu....
..." Maaf, tolong maafkan aku, silahkan lanjutkan, aku akan keluar, maaf telah mengganggu waktu kalian. "...
...Perlahan Anne melangkah mundur untuk keluar dari ruangan itu. Dan dengan cepat menutup kembali pintu itu setelah berhasil keluar, membiarkan dua orang di dalam kembali melanjutkan apa yang tertunda karenanya....
..." Apa yang telah ku lakukan? Benar-benar memalukan! " gerutu Anne menyalahkan dirinya sendiri seraya melangkah untuk pergi dari tempat itu agar tidak lagi mengganggu sepasang kekasih yang menurutnya sedang bercumbu rayu....
...Padahal yang sebenarnya terjadi, jauh dari apa yang Anne bayangkan....
𝓑𝓮𝓫𝓮𝓻𝓪𝓹𝓪 𝓼𝓪𝓪𝓽 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓵𝓪𝓵𝓾...........
...Karena merasa bosan dengan kegiatan yang tengah ia lakukan, Bernhard berinisiatif untuk menemui Caroline yang masih sibuk di ruang kerjanya....
...Seperti biasa, pria itu datang hanya untuk mengganggu pekerjaan Caroline. Sama sekali tidak ada maksud baik dari kunjungannya, dan Caroline juga sudah tahu akan hal itu. Sebab, memang sudah menjadi rutinitasnya di ganggu Bernhard setiap hari....
...Tapi semuanya berlalu begitu saja, mulai dari kedatangan pria itu sampai gangguan seperti menarik-narik kertas catatan yang belum selesai ia periksa. Caroline benar-benar muak pada Bernhard, apalagi saat pria itu membuat masalah sampai menumpahkan tinta ke lantai, membuat semuanya berantakan....
...Di tengah kemarahannya itu, Caroline tetap diam dengan tatapan tajam sebagai isyarat agar Bernhard segera merapikan kekacauan itu. Tapi siapa sangka, saat Bernhard hendak menaruh tumpukan kertas pada meja, kakinya tergelincir karena tumpahan tinta yang licin dan semua itu terjadi begitu cepat....
...Dorongan dari Bernhard yang tergelincir membuat Caroline seketika terkunci di antara tubuh pria itu dan meja di belakangnya, membuatnya tidak bisa bergerak sepenuhnya karena tubuh Bernhard benar-benar menindihnya dengan keras. Dan saat itulah Anne membuka pintu, membuat semuanya terlihat seperti sepasang kekasih yang penuh kemesraan....
...Dari sanalah kesalah pahaman itu terjadi. Apalagi saat Anne malah menganggap penjelasan Caroline hanya sebatas dalih untuk menyembunyikan rasa malu, semuanya malah semakin kacau. Membuat Caroline tidak bisa lagi menahan amarah yang memuncak dalam dirinya....
..." Keluar! " tegas Caroline dengan amarah yang tak bisa lagi ia pendam. Tangannya terkepal kuat, dengan tatapan tajam yang sama sekali tidak lepas dari Bernhard....
...Kesabaran Caroline benar-benar di uji kali ini....
...Bernhard hanya bisa tertawa kaku, merasa bersalah pada wanita di depannya itu. Tidak ada yang bisa ia katakan saat kemarahan Caroline sudah mencapai puncak seperti ini....
..." Cepat pergi dari hadapanku! "...
...Tepat saat kalimat kedua itu terucap, Bernhard langsung pergi seperti yang Caroline minta. Karena itu adalah batas terakhir kesabaran yang wanita itu miliki sebelum akhirnya mulai dengan kekerasan....
...Sebenarnya Bernhard sudah sering di pukuli oleh Caroline karena kejailannya, tapi semua itu masih tidak bisa membuat Bernhard terbiasa, jadi ia tetap memilih pergi saat Caroline sudah seperti itu....
...****************...
...Anne masih tercengang akan kedatangan Bernhard yang tidak lama setelah kepergiannya. Jelas Anne langsung bertanya-tanya kenapa bisa jadi seperti ini?...
..." 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘥𝘪? 𝘈𝘱𝘢 𝘊𝘢𝘳𝘰𝘭𝘪𝘯𝘦 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘰𝘭𝘦𝘩𝘬𝘶? 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪? " batin Anne penuh rasa bersalah, apalagi saat melihat wajah Bernhard yang menurutnya seperti sedang menahan kesedihan....
..." Kenapa Ratu mencari saya? "...
..." Ke-kenapa kamu datang kesini? " Anne semakin khawatir....
..." Bukankah Ratu mencari saya? "...
...Padahal Bernhard sudah bersikap seperti biasa, tapi tetap saja di mata Anne dia terlihat sangat menyedihkan....
..." Bukan, bukan itu, maksudku kenapa kau malah menemuiku dan meninggalkan Caroline? Apa dia marah karena aku telah mengganggu kalian? " jelas Anne sedikit canggung, berharap Bernhard dan Caroline mau memaafkan kesalahannya....
..." Ah, tidak, anda salah paham Ratu "...
..." Salah paham bagaimana? Jelas aku memang mengganggu kalian tadi "...
..." Tidak, semua itu hanya kesalah pahaman dan tidak seperti yang Ratu pikirkan. " Bernhard mencoba menjelaskan agar Anne tidak terus salah paham mengenai kejadian tadi itu....
...Tapi semuanya sia-sia, karena Anne tetap menganggap penjelasan yang di berikan Bernhard sebagai dalih untuk menutupi rasa malu, sama seperti Caroline. Membuat Anne malah memberikan gelengan sebagai bentuk ke-tidak se tujuannya akan ucapan dari Bernhard....
..." Sudahlah, kenapa masih malu-malu? Anggap saja aku tidak pernah melihatnya, tidak perlu sampai mengarang penjelasan palsu seperti ini, tenang saja, aku bisa mengerti kok " balas Anne sambil menepuk pundak Bernhard beberapa kali, seolah memberi solusi agar pria itu tetap tenang....
...Pada akhirnya, Bernhard tidak bisa lagi berkata-kata, karena kesalah pahaman sang Ratu sudah terlalu jauh. Sampai ia tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menjelaskan kebenarannya....