Kisah Princess Mahreen dan Collin Lange
Mahreen Al Khalifa putri bungsu Malik dan Milly Al Khalifa adalah putri Sheikh yang suka hidup bebas tanpa aturan istana hingga Malik harus memberikan Collin Lange sebagai bodyguardnya. Tanpa keluarga Al Khalifa tahu, Collin adalah agen MI6 yang menyamar masuk ke istana Al Khalifa untuk mencari buronan internasional yang bersembunyi di Bahrain. Mahreen dan Collin bagaikan air dan minyak hingga gadis itu tahu misi sebenarnya pria tersebut. Setelah Collin menyelesaikan misinya, dia kembali ke Inggris namun Mahreen bertekad untuk mendapatkan bodyguardnya yang ternyata agen rahasia itu kembali ke dalam pelukannya.
Generasi Delapan Klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mahreen Marah
"Collin! Aku berterima kasih sudah melindungi Mahreen," senyum Kenneth sambil memeluk sahabat yang juga anak buahnya.
"Sudah menjadi tugas aku dan janji aku padamu, Ken," balas Collin.
"Mahreen baik-baik saja?" tanya Kenneth yang melihat ke arah balkon istana, kamar Mahreen. Dia tersenyum melihat adiknya berdiri di sana.
"Ada apa Ken?" Collin ikut melihat ke arah balkon Mahreen. "Oh sh1t! Dia melihat ... Kita?!"
"Dia tidak tahu siapa kamu kan C?" tanya Kenneth.
"Tidak. Aku menutup rapat soal itu."
Kenneth melambaikan tangannya ke Mahreen yang membalasnya dengan wajah bingung. "Ayo, kita ketemu dengan Oom Malik."
***
Mahreen bergegas berganti pakaian karena dirinya penasaran hubungan antara kakak sepupunya dan Collin. Setahu Mahreen, Kenneth tidak akan seperti itu jika orang itu tidak dikenalnya begitu dekat dan akrab. Apalagi bukan anggota keluarga.
Mahreen memakai kemeja gombrong dan celana jeans serta sandal bulunya, keluar dari kamarnya dan melihat kedua pria tampan itu masuk ke dalam ruang kerja ayahnya. Sayangnya begitu tiba, Fattah, salah satu pengawal ayahnya melarang dia masuk.
"Maap, Princess. Anda tidak boleh masuk," ucap Fattah membuat Mahreen mendelik.
"Kenapa aku tidak boleh masuk?" tanya Mahreen dengan berkacak pinggang.
"Maap Princess."
Mahreen menghentakkan kakinya karena merasa kesal. Dia pun berbalik dan berjalan kembali ke kamarnya. Sungguh Mahreen penasaran, ada hubungan apa antara Kenneth dan Collin.
***
Ruang Kerja Malik
"Jadi benar dia pelaku pembunuhan para turis asing yang berambut pirang?" tanya Malik.
"Benar Oom. Dia pintar bersembunyi dan ternyata cuti lama membunuh. Jadinya pas lihat Mahreen, dia merasa ingin segera membunuh. Sayangnya, dia mencari mangsa yang salah." Kenneth memperlihatkan semua berkas yang sudah disiapkan.
Malik membuka map dan mulai membacanya. Mustafa ikut membaca dari belakang Malik. Keduanya tampak serius membaca semua hasil penyelidikan Kenneth dan Collin. Dia sungguh tidak menduga ada orang yang begitu psikopatnya.
"Beruntung Mahreen dikenai stun gun tidak langsung dibunuh," ucap Malik. "Dan korbannya di potong rambutnya?"
"Karena dia ingin bersama Mahreen. Jadi dia belum sempat memotong rambut Mahreen." Kenneth menatap serius ke Malik.
"Jadi sudah aman ya?" tanya Malik.
"Insyaallah aman. Dia solo killer. Tidak ada rekan ataupun apprentice jadi untuk serial killer yang ini, sudah tamat riwayatnya." Kenneth menatap Malik, meyakinkan Oomnya.
Malik mengangguk. "Jadi sekarang, Lange. Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu cari. Apalagi kamu akan kembali ke London dan MI6?"
"Sesuai dengan kontrak saya, Yang Mulia. Setelah si unsub dilumpuhkan, maka kontrak saya berakhir." Collin menatap Malik serius.
Malik tersenyum smirk. "Aku yakin, pasti Mahreen ngereog."
***
Mahreen tidak bisa tidur karena dia merasa ada yang tidak beres sejak kedatangan Kenneth. Dia tahu Kenneth adalah chief MI6. Jika Collin akrab dengan Kenneth ... Bisa jadi ... Collin Lange adalah agen MI6?
Mahreen terduduk dan dia tahu kalau pemikirannya tidak salah. Gadis itu menutup mulutnya dengan tangannya.
Apakah Lange menjadi agen rahasia? Jika iya, dia terlibat kasus apa? Apa ada kasus yang melibatkan aku? Tapi kenapa Lange tidak mau jujur?
Mahreen merasa kesal karena dibohongi selama ini! Dia selalu mengira jika Collin adalah pengawal yang diambil ayahnya dari Ramadhan Securitas, wilayah Eropa yang sekarang dipegang oleh Magnus Ramadhan, anak angkat Stefan Ramadhan.
"Ini sangat gila!! Bagaimana bisa Lange agen MI6?" gerutu Mahreen.
***
Keesokan paginya, Mahreen meminta Collin datang ke ruang perpustakaan. Gadis itu sengaja tadi tidak mau sarapan bersama keluarganya dan memilih untuk makan di kamar.
Mahreen berdiri di tengah-tengah perpustakaan dengan kedua tangan mengepal di sisi tubuhnya. Angin pagi berembus pelan, tetapi tidak mampu meredakan amarah yang memenuhi dadanya.
Di belakangnya, Collin berdiri beberapa langkah jauhnya. Untuk pertama kalinya sejak mengenalnya, pria itu tampak kehilangan kata-kata.
"Jadi selama ini aku hanya sebuah misi bagimu?" suara Mahreen bergetar menahan emosi.
"Princess, dengarkan aku dulu." Collin menatap dengan tatapan tidak enak.
"Tidak!" Mahreen berbalik cepat. Matanya memerah karena marah dan kecewa. "Aku mempercayaimu. Aku menceritakan banyak hal kepadamu. Aku menganggapmu teman. Sekarang, jujur padaku. Apakah kamu agen MI6? Anak buah Mas Kenneth?"
Collin menghela napas panjang. "Aku memang agen MI6. Itu benar. Aku anak buah Kenneth, itu juga benar."
"Dan kau tidak pernah berpikir untuk memberitahuku?" Mata hijau Mahreen menatap tajam.
"Aku tidak bisa."
Jawaban itu justru membuat Mahreen semakin geram. "Tidak bisa atau tidak mau?"
Collin terdiam.
Mahreen tertawa pahit. "Hebat sekali. Bahkan sekarang pun kau masih menjawab seperti agen rahasia."
"Itu bukan karena aku ingin membohongimu." Collin ingin jujur tapi tetap tidak bisa.
"Tapi kau tetap melakukannya."
Kata-kata itu menghantam Collin lebih keras daripada peluru mana pun yang pernah ia hadapi.
Selama berbulan-bulan mengawal Mahreen, banyak hal yang berubah. Awalnya memang tugas. Namun lama-kelamaan ia benar-benar peduli pada putri kerajaan itu.
Sayangnya, Mahreen tidak melihat perbedaan itu sekarang. Yang ia lihat hanyalah kebohongan.
"Apakah ada hal lain yang kau sembunyikan?" tanya Mahreen lirih. "Namamu? Masa lalumu? Atau mungkin semua cerita yang pernah kau katakan kepadaku?"
"Perasaanku terhadap keselamatanmu tidak pernah bohong."
Mahreen menatapnya beberapa detik sebelum menggeleng pelan. "Aku tidak tahu harus mempercayai apa lagi."
Collin melangkah maju, tetapi Mahreen langsung mundur.
Jarak kecil itu terasa seperti jurang yang sangat lebar.
"Jangan mendekat." Mata hijau Mahreen tampak berkaca-kaca.
Collin berhenti.
"Aku butuh waktu."
"Princess ...."
"Aku tidak mau melihatmu."
Kalimat itu membuat suasana menjadi sunyi.
Mahreen menahan air mata yang hampir jatuh.
"Aku tidak peduli apa alasan MI6 atau alasan kerajaan. Saat ini aku hanya tahu satu hal." Mahreen menarik napas dalam-dalam. "Kau berbohong kepadaku."
Collin menundukkan kepala sesaat. Untuk pertama kalinya, ia tidak mencoba membela diri.
Mahreen berbalik dan tubuhnya menghadap ke lemari-lemari perpustakaan yang penuh dengan buku-buku mahal serta langka.
"Mulai besok, minta pengawal lain mengurus jadwalku!" ucapnya dengan suara gemetar. "Kamu boleh keluar!"
Collin mengangguk dan membungkuk hormat lalu dia keluar dari ruang perpustakaan itu. Dia menyadari bahwa menghadapi para kriminal dan ter0ris selama bertahun-tahun ternyata jauh lebih mudah daripada melihat Mahreen kehilangan kepercayaan kepadanya.
Rasanya seperti patah hati yang ultimate pro max!
***
Yuhuuu up malam yaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kayak jam3s bond dong😄
duh bahagianya papanya Kenz dan Elina jadi role model suami idaman para gadis Pratomo
dok Lucky makin songong tu dijadiin role model pria ter green flag se klan Pratomo 😆🤭