NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Secangkir Teh dan Kilatan Pedang

Mentari pagi baru saja menyapa puncak-puncak menara Istana Aethelgard ketika seorang pelayan pribadi Raja datang membawa pesan yang tak terduga. Raja Valerius ingin menghabiskan waktu pagi bersama Aurelia di taman belakang istana. Bukan untuk membahas kerajaan atau istana, melainkan untuk melakukan sesuatu yang sudah bertahun-tahun terkubur dalam ingatan: meracik teh bersama.

Aurelia melangkah menuju taman dengan jantung yang berdegup kencang. Di bawah pohon besar yang rindang, tempat mereka meracik teh terakhir kali waktu saat Aurelia masih kecil, Raja Valerius sudah menunggu. Di atas meja batu, telah tersedia perangkat minum teh dari porselen terbaik.

Aurelia membungkuk hormat, jemarinya sedikit gemetar saat ia mulai menyeduh daun teh. Suasana hening. Raja Valerius hanya diam, memandangi gerakan tangan putrinya yang terampil. Keheningan itu terasa begitu canggung bagi Aurelia. Ia mencoba memecah kesunyian yang mencekik itu dengan topik seadanya. "Ehm, cuaca hari ini sangat cerah ya, Ayah? Anginnya... cukup sejuk untuk menikmati teh," ucap Aurelia dengan nada yang terdengar sangat kaku di telinganya sendiri.

Raja hanya mengangguk pelan, tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Aurelia. Beliau menatap putrinya seolah sedang memastikan bahwa sosok di depannya benar-benar nyata dan telah kembali sehat. Ia memberikan senyum tipis—sangat tipis—yang hampir tidak disadari oleh Aurelia.

Akhirnya, Raja membuka suara. "Bagaimana kabarmu? Apakah kau sudah merasa lebih baik sekarang?"

Aurelia hampir saja menjatuhkan cerek tehnya. Ia tertegun. Tidak biasanya ayahnya menanyakan kondisi fisiknya dengan nada selembut itu. "S-saya... saya sudah jauh lebih baik, Ayahanda. Terima kasih."

"Baguslah," jawab Raja singkat. Ia kemudian menyesap teh yang dihidangkan Aurelia. Matanya sedikit melebar. "Teh ini... rasanya sangat enak. Jauh berbeda dengan teh yang kau buat saat kau masih berusia tujuh tahun dulu. Saat itu, kau memasukkan terlalu banyak bunga melati hingga rasanya sangat pahit."

Aurelia tersipu malu, ingatan masa kecil itu membuat hatinya sedikit menghangat. "Tentu saja, Ayah. Setelah kejadian itu, saya selalu belajar meracik teh dengan komposisi yang tepat. Saya tidak ingin mengecewakan lidah Ayahanda lagi."

Raja hanya mengangguk lagi, menyimpan kepuasan di dalam hatinya. Setelah sesi minum teh yang penuh kecanggungan namun emosional itu, Raja Valerius berdiri. "Aku ingin melihatmu berlatih pedang. Katanya, kau sudah banyak berlatih selama ini."

Mereka berpindah ke area latihan di sudut taman. Aurelia mengambil pedang latihannya dengan perasaan gugup. Di bawah tatapan tajam sang Raja, ia mulai melakukan gerakan-gerakan dasar hingga teknik tingkat tinggi yang ia pelajari secara sembunyi-sembunyi selama ini.

Logam pedang itu berkilat tertimpa cahaya matahari. Gerakan Aurelia sangat lincah, matang, dan penuh perhitungan. Raja Valerius duduk di kursi kayu tak jauh dari sana, mengamati setiap ayunan pedang putrinya. Di dalam hatinya, ia merasa sangat bangga. Ia tidak menyangka putri kecilnya telah tumbuh menjadi ksatria wanita yang tangguh.

Setelah sesi latihan berakhir, Aurelia menyeka keringat di dahinya dan berdiri dengan napas terengah di depan ayahnya.

Raja berdiri, mendekat ke arahnya. "Perkembangan pedangmu sangat bagus. Gerakanmu lebih matang dan mantap dari terakhir kali aku melihatmu secara tidak sengaja. Kau memiliki bakat yang luar biasa dalam bela diri," puji Raja dengan nada datar, namun matanya yang dingin itu memancarkan binar kebanggaan yang dalam.

Raja kemudian berbalik dan meninggalkan area latihan. Ia tidak membiarkan Aurelia melihat senyum lebar yang akhirnya terkembang di wajahnya saat ia sudah memunggungi putrinya.

Sore harinya, Aurelia berlari menuju gudang logistik di bagian belakang istana. Wajahnya berseri-seri, senyumnya tidak berhenti mengembang. Di sana, ia menemukan Lucas yang sedang mencatat tumpukan karung gandum.

"Lucas! Kau tidak akan percaya apa yang terjadi hari ini!" seru Aurelia sambil menarik napas dalam.

Lucas menoleh dan langsung tersenyum melihat keceriaan di wajah Aurelia. "Ada apa, Tuan Putri? Sepertinya ada kabar yang lebih hebat dari berita batalnya pernikahan kemarin?"

Aurelia pun menceritakan semuanya—tentang sesi minum teh, tentang bagaimana ayahnya mengingat teh pahit masa kecilnya, dan terutama tentang pujian ayahnya terhadap latihan pedangnya. "Ayah tidak lagi dingin kepadaku, Lucas! Dia memujiku! Dia melihatku bukan sebagai bidak, tapi sebagai putri yang berbakat."

Lucas mendengarkan dengan penuh perhatian, matanya ikut berbinar melihat kebahagiaan Aurelia. "Aku ikut bahagia mendengarnya, Aurelia. Raja akhirnya menyadari betapa berharganya dirimu. Mungkin selama ini beliau hanya butuh waktu untuk belajar menjadi seorang ayah, bukan hanya seorang raja."

Aurelia mengangguk mantap. Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia tidur dengan hati yang damai. Dinding es yang memisahkan dirinya dan sang ayah telah mulai retak, membiarkan sedikit demi sedikit kasih sayang mengalir di antaranya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!