NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:203.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Menyentuh? Jangan Mimpi!

Ben dan Sarah berada di dalam mobil. Ketika Ben duduk, dia segera mengeluarkan botol kecil, racun yang dia dapatkan dari orang laboratorium itu.

"Nyonya, ini yang kamu..."

Tapi Ben menjeda ucapannya itu, karena Ratih terlihat mencari sesuatu di dashboard.

"Kamu tidak punya kotak obat?" tanya Ratih pada Ben.

"Tidak ada nyonya!"

"Lain kali siapkan kotak obat di mobil. Aku tahu kamu kuat, tapi kamu masih tetap manusia, Ben. Kapan pun kamu bisa terluka!" kata Ratih yang pada akhirnya mengambil botol kecil yang ada di tangan Ratih.

"Baik nyonya"

"Lain kali, jika dia memukulmu. Maka balas saja, balas yang lebih keras. Aku akan turun sekarang, kamu hati-hati di jalan!" kata Ratih segera membuka pintu mobil dan keluar dari mobil Ben.

Ratih pergi dengan cepat menuju ke dalam rumahnya. Dia harus membawa botol kecil itu dengan aman. Sementara Ben, hanya bisa memandang wanita yang berjalan terus menjauh darinya tanpa menoleh ke belakang satu kali pun itu.

Hingga ketika Ratih masuk ke dalam rumah, dan pintu rumah itu tertutup. Pada akhirnya Ben hanya bisa menghela nafas panjang dan mengemudikan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Ratih.

Ketika Ratih menutup pintu, bibi Erma yang masih berada di ruangan tamu menghampiri majikannya itu.

"Nyonya, kenapa nyonya bicara seperti itu pada tuan. Tuan sangat marah! bagaimana kalau dia berpikir, nyonya lebih perduli pada orang lain daripada pada tuan?" bibi Erma masih berusaha membujuk.

Ratih menyembunyikan botok itu di saku pakaiannya. Dan memperlihatkan wajah khawatir.

"Jadi aku harus bagaimana, bi? Ben datang kemari karena masalah pekerjaan. Mas Fandi terlalu curiga pada, Ben. Aku kenal dia sejak kecil, bibi juga mengenal Ben sejak lama kan? dia hanya seseorang yang sangat patuh pada ayah. Bibi harus bantu aku jelaskan ini padanya Fandi, aku akan kembali ke kamar..."

"Oh ya nyonya!"

Ratih baru mau kembali ke kamarnya. Ketika bibi Erma kembali memanggilnya.

"Ada apa?" tanya Ratih santai, biasa dan tidak menunjukkan kalau dia benci setengah mati pada bibi Erma.

"Tadi, kebetulan bibi lihat tirai kamar nyonya tertutup dari luar. Jendela juga tidak ada yang terbuka. Nyonya, panas matahari lagi itu sangat baik untuk tuan muda. Kenapa...?"

"Rafa sedang tidur tadi, bi. Aku tidak mau dia terganggu. Kenapa harus buka jendela, sudah ada penyaring udara di dalam kamar. Lagipula tadi pagi juga bibi Asih sudah mengajak Rafa berjemur. Bibi Erma jangan khawatir, urusan Rafa. Bibi Asih tahu lebih banyak!" kata Ratih tersenyum pada bibi Erma, lalu meninggalkan pelayannya yang banyak bicara itu.

Ratih berjalan ke arah kamar. Matanya melirik ke arah sudut.

'Heh, jangan harap aku buka tirai atau jendela saat Rafa sendirian di kamar. Mimpi saja, aku akan membiarkan anakmu itu melihat Rafa. Lagipula, Rafa anakku, bukan anak Sarah!' batin Ratih.

Bibi Erma juga masih berdiri di tempatnya.

'Kalau begini terus Sarah bisa nekad. Aku harus lakukan sesuatu. Aku harus bisa membuat Sarah melihat Rafa' batin bibi Erma tak kalah bertekad.

Ceklek

Ratih masuk ke dalam kamarnya dan meminta bibi Asih untuk beristirahat saja.

Begitu bibi Asih keluar. Ratih mengunci kamarnya dan mengambil botol spray untuk di bawa ke kamar mandi. Di sana dia memindahkan isi botol yang diberikan oleh Ben tadi ke dalam botol spray.

Setelah itu dia mencuci tangannya dengan sangat bersih. Dan membuang botol itu di antara tumpukan botol parfum yang sengaja dia buang untuk mengelabuhi bibi Erma ketika membereskan sampah di kamar mandi itu nanti.

"Botol kedua, hadiah untuk kalian semua orang-orang jahat!" gumamnya yang kembali menyimpan botol itu di tempat aman, yang tidak mungkin di ketahui oleh bibi Erma.

Ratih menyimpan botol itu di dalam brangkasnya.

**

Malam harinya, ketika Ratih sedang makan malam sendirian. Tiba-tiba saja Fandi masuk ke ruang makan itu.

Ratih melihat sekilas, sebuah buket mawar merah besar ada di tangan pria itu.

"Sayang" panggil Fandi pada Ratih.

Pria itu berjalan mendekati Ratih, dan berdiri tepat di samping Ratih duduk.

"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud berbohong padamu. Aku janji tidak akan berbohong lagi padamu. Kamu mau kan memaafkan aku?" tanya Fandi sambil mengulurkan tangannya yang memegang buket bunga mawar merah itu pada Ratih.

Ratih berdiri dari kursinya dan tersenyum. Ratih meraih bunga mawar merah itu.

"Iya mas, aku memaafkan kamu!"

'Tentu saja mas, aku belum bisa menyingkirkanmu sekarang. Baru satu botol kan? setidaknya kamu masih harus menghirup beberapa botol racun lagi, Fandi!' batin Ratih.

Fandi tersenyum senang. Bibi Erma yang sejak tadi juga mengawasi di belakang dinding pembatas dapur kotor dan dapur bersih juga tersenyum puas.

'Sudah ku duga, Ratih itu bucin pada Fandi!' batinnya dengan penuh percaya diri.

Sementara Ratih memang menerima bunga itu, tapi ketika Fandi mau memeluknya. Ratih meletakkan bunga itu di tengah mereka.

"Bunga ini bagus sekali mas! aku akan simpan dulu ya!" kata Ratih mengindari pelukan Fandi.

Fandi mengusap kepalanya dengan kasar. Dia agak kesal, Ratih tidak mau dia peluk.

Fandi mengikuti Ratih ke ruang tamu. Dia memindahkan bunga yang ada di dalam vas.

"Tidak di simpan di kamar saja, sayang?" tanya Fandi.

"Tidak bisa, mas. Rafa tidak boleh menghirup aroma menyengat seperti ini..."

Ratih belum selesai bicara. Ketika Fandi merangkul pinggang Ratih dari belakang.

'Brengsekkk!' pekik Ratih dalam hatinya.

Ratih kesal sekali, berani-beraninya pria jahat itu memeluknya seperti itu.

"Sayang, kalau begitu letakkan di kamar ku saja. Bagaimana kalau malam ini kamu tidur di kamarku, kita sudah..."

Ucapan Fandi terhenti, ketika Ratih menepis tangan Fandi perlahan.

Ratih berbalik, dan mengusap lengan Fandi dengan lembut beberapa kali. Meski sebenarnya, alih-alih mengusap dengan lembut, Ratih lebih ingin memukul lengan itu dengan sangat keras. Kalau bisa dengan vas.

"Mas, aku sudah katakan padamu. Aku mau memberikan ASI eksklusif untuk Rafa. Dan selama aku melakukan itu, aku tidak bisa menggunakan alat kontrasepsii. Mas tolong mengertilah, aku juga sudah bilang padamu kan? kamu boleh dari hiburan di luar. Carilah wanita yang sehat dan bersih, demi kesehatan kamu!"

Fandi tak percaya mendengar itu. Bukankah sikap Ratih itu menegaskan kalau tidak masalah Fandi dengan wanita lain. Apa ada seorang istri yang akan bersikap seperti itu?

"Sayang, kamu menyuruhku mencari wanita lain? kamu tidak cemburu?" tanya Fandi.

Ratih menghela nafas panjang.

"Aku juga tidak mau egois mas! bukankah seorang pria memang membutuhkan hal seperti itu? aku hanya tidak ingin kamu merasa aku tidak pengertian! cari saja wanita di luar sana! ya? aku istirahat dulu ya mas! selamat malam!"

Ratih berjalan ke arah kamarnya. Tapi sebelumnya dia memanggil bibi Erma.

"Bibi Erma! tolong rapikan bunga di meja ruang tamu!" serunya lalu masuk ke dalam kamarnya, dan menutup pintu kamarnya itu.

Fandi yang melihat itu mendengus kesal, sangat kesal.

***

Bersambung...

1
Alvia Vi
wahhh
Thor aku baru mampir...
seru cerita nya
Noer: terima kasih
total 1 replies
Achmad
bagus ceritanya
Noer: terima kasih
total 1 replies
guntur 1609
sadis Ratih. menhancutkna mental erma. tapi emang pantas kok
guntur 1609
dasar gk tahu diri, gk sadar juga kalian. gk tahu ja kalian klu bom yg di tanam Ratih tinggal tgu ledakan yg dahsyat🤣🤣🤣
guntur 1609
bagus ben
guntur 1609
kalajengking nya
guntur 1609
gak tahu ja kalian. bahwa cucumu yg kalian buang
guntur 1609
apa mngkn khalid ayahnya ben ya
guntur 1609
rasain kalian. di preteli satu oersatu
guntur 1609
brti Rafa anaknya ben
Elsa Devika
tamatlah sudah Al kisah Sarah
tinggal nunggu Fandi sma erma
راني
famdi kasihan bgt kmu
راني
bang ben ceo yang menyamar ya
Elsa Devika
aligator rawa² gak tuh🤭
gina altira
kebakaran jenggot tuh Trio ubur"
gina altira
Ratih mengulang waktu
Ika Yanti Unyil
meski ada fiksinya tentang kelahiran kembali Ratih,tapi tetap keren novelnya thor.bisa membalas mereka semua yang sudah berbuat jahat dan mendapatkan karma yang sesuai.
berbahagialah ben dan ratih...
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Noer: terima kasih
total 1 replies
adriani kd
seru.. seru..
Noer: terima kasih
total 1 replies
rumah poke
bagus
Noer: terima kasih
total 1 replies
Liana Simon
Alur ceritanya bagus untuk dibaca sampai selesai
Noer: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!