NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:48.4k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Menyentuh? Jangan Mimpi!

Ben dan Sarah berada di dalam mobil. Ketika Ben duduk, dia segera mengeluarkan botol kecil, racun yang dia dapatkan dari orang laboratorium itu.

"Nyonya, ini yang kamu..."

Tapi Ben menjeda ucapannya itu, karena Ratih terlihat mencari sesuatu di dashboard.

"Kamu tidak punya kotak obat?" tanya Ratih pada Ben.

"Tidak ada nyonya!"

"Lain kali siapkan kotak obat di mobil. Aku tahu kamu kuat, tapi kamu masih tetap manusia, Ben. Kapan pun kamu bisa terluka!" kata Ratih yang pada akhirnya mengambil botol kecil yang ada di tangan Ratih.

"Baik nyonya"

"Lain kali, jika dia memukulmu. Maka balas saja, balas yang lebih keras. Aku akan turun sekarang, kamu hati-hati di jalan!" kata Ratih segera membuka pintu mobil dan keluar dari mobil Ben.

Ratih pergi dengan cepat menuju ke dalam rumahnya. Dia harus membawa botol kecil itu dengan aman. Sementara Ben, hanya bisa memandang wanita yang berjalan terus menjauh darinya tanpa menoleh ke belakang satu kali pun itu.

Hingga ketika Ratih masuk ke dalam rumah, dan pintu rumah itu tertutup. Pada akhirnya Ben hanya bisa menghela nafas panjang dan mengemudikan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Ratih.

Ketika Ratih menutup pintu, bibi Erma yang masih berada di ruangan tamu menghampiri majikannya itu.

"Nyonya, kenapa nyonya bicara seperti itu pada tuan. Tuan sangat marah! bagaimana kalau dia berpikir, nyonya lebih perduli pada orang lain daripada pada tuan?" bibi Erma masih berusaha membujuk.

Ratih menyembunyikan botok itu di saku pakaiannya. Dan memperlihatkan wajah khawatir.

"Jadi aku harus bagaimana, bi? Ben datang kemari karena masalah pekerjaan. Mas Fandi terlalu curiga pada, Ben. Aku kenal dia sejak kecil, bibi juga mengenal Ben sejak lama kan? dia hanya seseorang yang sangat patuh pada ayah. Bibi harus bantu aku jelaskan ini padanya Fandi, aku akan kembali ke kamar..."

"Oh ya nyonya!"

Ratih baru mau kembali ke kamarnya. Ketika bibi Erma kembali memanggilnya.

"Ada apa?" tanya Ratih santai, biasa dan tidak menunjukkan kalau dia benci setengah mati pada bibi Erma.

"Tadi, kebetulan bibi lihat tirai kamar nyonya tertutup dari luar. Jendela juga tidak ada yang terbuka. Nyonya, panas matahari lagi itu sangat baik untuk tuan muda. Kenapa...?"

"Rafa sedang tidur tadi, bi. Aku tidak mau dia terganggu. Kenapa harus buka jendela, sudah ada penyaring udara di dalam kamar. Lagipula tadi pagi juga bibi Asih sudah mengajak Rafa berjemur. Bibi Erma jangan khawatir, urusan Rafa. Bibi Asih tahu lebih banyak!" kata Ratih tersenyum pada bibi Erma, lalu meninggalkan pelayannya yang banyak bicara itu.

Ratih berjalan ke arah kamar. Matanya melirik ke arah sudut.

'Heh, jangan harap aku buka tirai atau jendela saat Rafa sendirian di kamar. Mimpi saja, aku akan membiarkan anakmu itu melihat Rafa. Lagipula, Rafa anakku, bukan anak Sarah!' batin Ratih.

Bibi Erma juga masih berdiri di tempatnya.

'Kalau begini terus Sarah bisa nekad. Aku harus lakukan sesuatu. Aku harus bisa membuat Sarah melihat Rafa' batin bibi Erma tak kalah bertekad.

Ceklek

Ratih masuk ke dalam kamarnya dan meminta bibi Asih untuk beristirahat saja.

Begitu bibi Asih keluar. Ratih mengunci kamarnya dan mengambil botol spray untuk di bawa ke kamar mandi. Di sana dia memindahkan isi botol yang diberikan oleh Ben tadi ke dalam botol spray.

Setelah itu dia mencuci tangannya dengan sangat bersih. Dan membuang botol itu di antara tumpukan botol parfum yang sengaja dia buang untuk mengelabuhi bibi Erma ketika membereskan sampah di kamar mandi itu nanti.

"Botol kedua, hadiah untuk kalian semua orang-orang jahat!" gumamnya yang kembali menyimpan botol itu di tempat aman, yang tidak mungkin di ketahui oleh bibi Erma.

Ratih menyimpan botol itu di dalam brangkasnya.

**

Malam harinya, ketika Ratih sedang makan malam sendirian. Tiba-tiba saja Fandi masuk ke ruang makan itu.

Ratih melihat sekilas, sebuah buket mawar merah besar ada di tangan pria itu.

"Sayang" panggil Fandi pada Ratih.

Pria itu berjalan mendekati Ratih, dan berdiri tepat di samping Ratih duduk.

"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud berbohong padamu. Aku janji tidak akan berbohong lagi padamu. Kamu mau kan memaafkan aku?" tanya Fandi sambil mengulurkan tangannya yang memegang buket bunga mawar merah itu pada Ratih.

Ratih berdiri dari kursinya dan tersenyum. Ratih meraih bunga mawar merah itu.

"Iya mas, aku memaafkan kamu!"

'Tentu saja mas, aku belum bisa menyingkirkanmu sekarang. Baru satu botol kan? setidaknya kamu masih harus menghirup beberapa botol racun lagi, Fandi!' batin Ratih.

Fandi tersenyum senang. Bibi Erma yang sejak tadi juga mengawasi di belakang dinding pembatas dapur kotor dan dapur bersih juga tersenyum puas.

'Sudah ku duga, Ratih itu bucin pada Fandi!' batinnya dengan penuh percaya diri.

Sementara Ratih memang menerima bunga itu, tapi ketika Fandi mau memeluknya. Ratih meletakkan bunga itu di tengah mereka.

"Bunga ini bagus sekali mas! aku akan simpan dulu ya!" kata Ratih mengindari pelukan Fandi.

Fandi mengusap kepalanya dengan kasar. Dia agak kesal, Ratih tidak mau dia peluk.

Fandi mengikuti Ratih ke ruang tamu. Dia memindahkan bunga yang ada di dalam vas.

"Tidak di simpan di kamar saja, sayang?" tanya Fandi.

"Tidak bisa, mas. Rafa tidak boleh menghirup aroma menyengat seperti ini..."

Ratih belum selesai bicara. Ketika Fandi merangkul pinggang Ratih dari belakang.

'Brengsekkk!' pekik Ratih dalam hatinya.

Ratih kesal sekali, berani-beraninya pria jahat itu memeluknya seperti itu.

"Sayang, kalau begitu letakkan di kamar ku saja. Bagaimana kalau malam ini kamu tidur di kamarku, kita sudah..."

Ucapan Fandi terhenti, ketika Ratih menepis tangan Fandi perlahan.

Ratih berbalik, dan mengusap lengan Fandi dengan lembut beberapa kali. Meski sebenarnya, alih-alih mengusap dengan lembut, Ratih lebih ingin memukul lengan itu dengan sangat keras. Kalau bisa dengan vas.

"Mas, aku sudah katakan padamu. Aku mau memberikan ASI eksklusif untuk Rafa. Dan selama aku melakukan itu, aku tidak bisa menggunakan alat kontrasepsii. Mas tolong mengertilah, aku juga sudah bilang padamu kan? kamu boleh dari hiburan di luar. Carilah wanita yang sehat dan bersih, demi kesehatan kamu!"

Fandi tak percaya mendengar itu. Bukankah sikap Ratih itu menegaskan kalau tidak masalah Fandi dengan wanita lain. Apa ada seorang istri yang akan bersikap seperti itu?

"Sayang, kamu menyuruhku mencari wanita lain? kamu tidak cemburu?" tanya Fandi.

Ratih menghela nafas panjang.

"Aku juga tidak mau egois mas! bukankah seorang pria memang membutuhkan hal seperti itu? aku hanya tidak ingin kamu merasa aku tidak pengertian! cari saja wanita di luar sana! ya? aku istirahat dulu ya mas! selamat malam!"

Ratih berjalan ke arah kamarnya. Tapi sebelumnya dia memanggil bibi Erma.

"Bibi Erma! tolong rapikan bunga di meja ruang tamu!" serunya lalu masuk ke dalam kamarnya, dan menutup pintu kamarnya itu.

Fandi yang melihat itu mendengus kesal, sangat kesal.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
entah anakmu ada dimana Sarah 🤭
Rafa anak Ratih bukan anakmu 🤭
Noer: gimana kalau dia tahu ya, langsung kena heart attack kali ya
total 1 replies
awesome moment
getok j, bu. ben mmg rada stubborn. saking tahu diri bgts. smg rafa adalah anak ben😄😄😄
Noer: getok aja 🤧
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tenang Bu Maya , anak nakal itu gak akan jadi pergi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
vj'z tri
tenang mam gak jadi minggat kok /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: 🤧🤧🤧😂😂
total 1 replies
awesome moment
tugas dokter kn mmg membantu pasien. udh bnr mrk. toch jg g akan lama. bntar lg kn mrk ber3 meninggoy dgn sukses. racun dri ratih kn sdh mendaging darah di body mrk ber 3. tinggal menunggu waktu j. RIP dgn sukses buat mrk ber 3😉😉😉
Noer: semoga tenang disana
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
oh ternyata masih ada yang mau nolongin Fandi 🤭
Noer: iya tak kenal maka tak tahu kalau dia jahat ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
memprihatinkan sekali kondisi Sarah, tapi gimana , dia juga jahat tega menjual anak 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤭🤭🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ini apa Ratih 🤔
Noer: ini...... itulah pokoknya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
makan tu kekalahan mu Fandi 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
harus kasihan apa senang melihat nasib Sarah yang begitu 🤭🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 💃💃💃💃💃
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jangan pergi Ben
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Oalah Ben bingung jadi kamu ya 🤭🤭🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 😀😀😀
total 2 replies
vj'z tri
lebaran wes lewat k Noer tinggal di goyang up nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: yok yok
total 1 replies
vj'z tri
dokter belum tahu ajj apa yang trio kwek-kwek ini telah lakukan ...gak yakin kalau tahu terus dokter masih kasihan...... /Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye/
Noer: iya kan ya
total 1 replies
vj'z tri
terkuat makan rendang ya k /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: salah ketik, ya ampun rekonsiliasi 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjutkan hasutanmu Lola 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: selamat hari raya idul Fitri juga kak 🙏
mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Ria Adek
Bagus, mereka sudah pergi dari rumah Ratih sebelum mati..
Khawatir jika kelamaan di rumah itu, keburu bau bangkai..
Dan Fandi pun sudah di cerai..
Kini kehidupan mereka sudah tercerai berai..
Kira² apa selanjutnya yg terjadi..?
Yuk ahh.. Bab berikutnya kita baca lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️😁
Noer: Aamiin ❤️
total 3 replies
Ria Adek
Wow.. Banyak kejutan di bab ini rupanya..
Ternyata Ratih sudah mengetahui semuanya..
Dan apa yang terjadi..? Terkejut dong pastinya.. 🤭
Apa lagi Bi Erma, sudah tak mampu lagi berkata untuk menolak fakta..
Karena Ratih punya CCTV yg tersembunyi, dan tak di ketahui oleh mereka bertiga..
Lalu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya..?
Yuk.. Mari kita baca bab selanjutnya.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Ria Adek
Adrian, jabatan tinggi..
Harta melimpah..
Ternyata hasil korupsi..
Kasih nafkah anak istri pake uang haram, parah dahh.. 🤦🏻‍♀️
Ria Adek: Hmm.. Terlalu.. 🤭
total 4 replies
Ria Adek
Sepandai-pandai nya kau menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga Erma.. 😏
Kau kira kebusukan bisa kau tutupi selamanya..?
Kau kira kebenaran tak akan menemukan jalannya..?
Mungkin saja kau terbebas saat ini, tapi lihat saja nanti, tunggu saja waktu nya tiba..
Kau akan berada di tempat mu yg seharusnya, yaitu penjara.. 😏
Noer: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!