Novel ini menceritakan kisah dari Andini Putri Atmaja, anak tunggal dari Hendra Atmaja, Pengusaha terbesar di kota ini.namun kisah cintanya yang indah di waktu SMA akan hilang dan menjadi kesedihan ketika dia harus menerima perjodohan orang tuanya dengan anak dari sahabat mama dan papanya yang sekaligus sahabat pacarnya.
Akankah Andini akan tetap bersama Cinta pertamanya ataukah dia akan bisa bahagia dengan perjodohan keluarganya???
Ikuti ceritanya ya guys...😄😄
Jangan lupa untuk vote, like dan coment ya 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan maaf
Deva yang terus saja melamun tak menyadari akan kedatangan andini, aldo dan beni dan tiba-tiba andini langsung memeluk deva dari belakang.
"yank kangen.... "ucap andini.
Namun deva hanya diam dan tak merespon andini, jujur saja hatinya saat ini benar benar hancur tapi di satu sisi dia tak memungkiri kalau dirinya juga rindu pacarnya itu.
" yank kok diem, kamu kenapa?? Lagi sakit ya? Apa stres gara gara soal tes nya tadi. "tanya andini bertubi tubi.
" eh enggak kok, lagi banyak pikiran aja yank." jawab deva
"tumben bro loe banyak pikiran, biasanya hidup loe santai² aja. "sahut aldo.
Tapi deva tidak menjawabnya, justru dia menatap aldo dengan tatapan marah.
" eh serem amat muka loe, sorry deh. Yaudah makan yukk laper gue. "kata aldo berusaha menghibur deva.
" hooh, gue juga laper banget. "ucap andini.
Deva yang melihat kekompakan andini dan aldo semakin cemburu dan rasanya dia ingin langsung menanyakannya, tapi dia tetap berpura-pura bodoh dan mengikuti alur permainan andini dan aldo, itu yang ada dipikiran deva sekarang.
" semenjak loe sering bareng jadi kompak ya."sindir deva.
"apaan sih kamu yank. "selak andini.
" loe kenapa dev, cemburu yaa??"kata aldo sambil tertawa dan memukul lengan deva.
"emang gue gak boleh cemburu ya? "tanya deva lagi.
" boleh dong sayang,,,, kan kamu pacar aku. Kalo cemburu berarti tandanya kamu sayang sama aku. "rayu andini seraya menggelendot di lengan deva.
Beni yang seperti obat nyamuk langsung menyahut obrolan mereka.
" eh ngomong apaan sih kalian, btw tu cewek bebek mana ya, kok gak ikut nimbrung? "tanya beni.
" siapa yang loe maksud ben?? "tanya andini balik.
" siapa lagi sih din kalo gak sahabat tercinta loe."canda aldo namun kembali mendapat tatapan dari deva.
"loe kok ngeliatin gue dari tadi sih bro, apa penampilan gue salah ya?? "tanya aldo.
" enggak kok, oh itu ben, dita belum keluar dari ruangannya, palingan dia belum selesai ngerjain soalnya, kan loe tau otak tu anak agak lemot. "jawab deva agar andini dan aldo tidak curiga akan sikapnya.
" sayang...... Jangan gitu, gitu gitu sahabat aku tau. Aku yakin dita pasti bisa lolos kok. "jawab andini dengan kesalnya.
"iya iya,,." jawab deva kembali.
Ditengah tengah obrolan mereka, pelayan datang untuk memberikan pesanan mereka dan dari jauh mata beni memandang 2 gadis cantik yang baru saja masuk ke Cafe.
"eh liat tuh, itu bukannya disa ma risa ya, apa mereka juga kuliah ditempat loe dev. "tanya beni.
" hmmm, mereka juga daftar di kampus ini. "jawab deva.
" eh liat deh, disa tambah cantik ya udah gitu kalem lagi. Gak pantes banget temenan sama si nenek sihir. "ucap beni kembali.
" loe naksir ya bro, mana sih?? (sambil menengok ke arah disa dan risa) ahh gak biasa aja tuh bro. "sahut aldo.
" alah loe paling masih suka ma cindy kali. serius deh mata loe minus kali ya, gak bisa liat cewek cantik. "jawab beni sambil melongo melihat disa.
Namun deva langsung menyahutnya.
" hmmm bukan cindy sekarang di hati aldo, ya pasti tunangannya lah bro."sahut deva sambil melirik aldo.
"eh iya gue hampir lupa nanya untung loe ingetin dev, siapa sih al tunangan loe. "tanya beni menyelidik.
Andini yang mendengar ucapan deva, langsung tersedak ketika hendak minum.
... uhhuuukkk....uhhuuukkk....
" kamu kenapa yank, kalo minum hati hati. "ucap deva sambil mengelus punggung andini.
"gpp kok yank. "
" al, kok gak dijawab, calon tunangan loe siapa sih, sekali kali bawa bareng ngumpul ma kita dong. Btw cantik gak al??gue liat fotonya dong "ucap beni.
" iya bro sekali kali bawa bareng kumpul ma kita, btw cantikan mana sama cewek gue. "sahut deva sambil merangkul andini.
" ehh iyaa kapan kapan deh gue bawa, ya cantikan tunangan gue lah bro.gue gak ada fotonya bro. "selak aldo.
" yahh masak foto tunangan loe aja gak punya ,gimana kalo loe vcall aja,loe pasti punya nomernya kan, jadi kita bisa liat dan kenalan ma tunangan loe. "cecar deva, karena sebenarnya dia hanya ingin menunggu kejujuran dari aldo dan andini.
" gue belum minta nomernya bro, udah lusa deh gue kenalin ke kalian.mending kita bahas yang lain aja. "kata aldo yang berusaha mengakhiri desakan Sahabat sahabatnya .
Andini yang melihat aldo benar-benar dalam keadaan terdesak berusaha mengalihkan pembicaraan.
" eh dita mana ya, kok belum keliatan mendingan gue telpon dulu deh. "ucap andini yang hendak menelpon dita.
Namun andini kaget tiba-tiba deva mengambil ponsel nya dan menaruhnya di meja.
"loh yank kok diambil sih." ucap andini.
"udah cukup drama kalian?? Tanya deva sambil menatap andini dan aldo dengan tatapan penuh kemarahan.
"maksud kamu apa yank, drama?? Siapa yang lagi main drama. "tanya andini dengan sedikit gugup.
Aldo yang melihat kepanikan dari wajah andini berusaha menyahut omongan deva.
"maksud loe apa sih bro, loe kalo lagi banyak pikiran jangan di luapin ke andini, kasian dia."
"gue harus kasihan ma dia (tunjuk deva ke arah andini)terus gue tanya ma loe al, loe gak kasihan ma gue. "bentak deva dengan nada agak tinggi.
" loe kenapa sih bro, marah marah gak jelas.males ah gue. Mending gue cabut aja "ucap aldo yang hendak pergi sekaligus mencoba menghindari deva dan beni.
Beni yang bingung dengan kata kata deva dan melihat jika aldo dan deva sedang adu mulut berusaha menenangkannya.
" Dev, loe kenapa sih. Udahlah, jangan berantem mulu gue capek dengernya. Kita udah gak sekampus bareng, udah jarang ketemu masak sekalinya ketemu jadi berantem gini. "ucap Beni seraya menenangkan deva.
" iya yank, kamu kalo ada masalah cerita ya, aku dengerin kok, siapa tau aku bisa bantu. "sahut andini.
Deva yang terus saja diam, melihat aldo yang sudah mengambil tas dan kunci mobilnya di meja.
" loe duduk dulu al, gue mau ngomong sama loe. "pinta deva.
" loe mau ngomong apalagi. "jawab aldo dengan kesal.
" udah duduk dulu."
Aldo kini sudah kembali duduk, namun deva benar-benar sudah tidak bisa diam dan langsung ingin mendengarkan penjelasan dariandini dan aldo.
"gue udah tau semuanya, sekarang gue minta kalian jujur karena sebenarnya dari tadi gue cuma pengen denger dari mulut kalian. "kata deva dengan tegasnya.
" jujur apa sih dev. "jawab aldo yang sudah mulai keliatan panik.
"ada apa to dev sebenernya. Dari tadi loe bilang jujur mulu, siapa sih yang bohong." tanya Beni.
Dan deva akhirnya menunjuk aldo dan andini.
"maksud loe dev, andini dan aldo bohong apa. "tanya Beni yang tambah bingung.
" mereka ben, mereka udah bohongi gue, loe tau siapa sebenarnya tunangan aldo. Ya orang itu adalah andini cewek gue. "jawab deva sambil menyeka air matanya.
" apa loe bilang dev, ini serius?? "tanya Beni lagi.
Namun deva kembali meneteskan air matanya dan beranjak pergi meninggalkan Cafe. Dia kini sudah mengambil kunci mobilnya dan hendak berdiri. Tapi andini langsung mencegahnya dan memegang tangan deva.
" yank jangan pergi, dengerin gue ma aldo dulu, gue gak bermaksud... "ucap andini namun terputus karna deva langsung menyahutnya.
" UDAHHH CUKUP...!!! Sampe kapan loe bohongin gue din, gue cuma pengen loe jujur, gue sayang banget ma loe, loe tau gimana hancurnya hati gue waktu gue tau kebenarannya. Gue dibohongi sama sahabat dan pacar gue sendiri. Kalian mau buat gue melihat pertunangan kalian dan baru kalian jujur. "bentak deva.
" yank maafin aku, maaf yank, aku gak ada niatan buat nyakiti hati kamu. Aku dan aldo cuma nunggu waktu yang tepat ngomong sama kamu, please yank jangan marah sama aku."ucap andini sambil menangis.
"Dev gue bisa jelasin semuanya, loe duduk dulu oke??"pinta aldo.
"loe mending diem, gak usah sok baik ma gue lagi. "sahut deva tanpa menatap aldo.
Deva yang sebenarnya gak bisa melihat andini menangis memutuskan untuk pergi karna hatinya sendiri pun saat ini terluka.
" ben gue cabut dulu ya, gue pengen nenangin hati dan pikiran gue. "pamit deva tanpa berpamitan dengan andini dan aldo.
"iya bro, hati hati " jawab Beni.
Namun ketika hendak melewati andini, tangan andini langsung menggenggam tangan deva dengan erat.
"yank mau kemana,, jangan pergi yank, maafin aku, gimana caranya biar kamu gak marah. "ucap andini sambil menangis.
Akhirnya deva yang semula membelakangi andini membalikkan badannya dan mengusap air mata dipipi andini. Karna jujur dia tidak sanggup melihat andini yang terisak isak menangis.
" udah loe jangan nangis lagi ya, gue gak bisa liat loe nangis. Kalo loe sakit gue juga sakit din. Dan setelah gue pikir pikir mending kita break dulu. Kita sama sama introspeksi diri kita masing-masing, dan kita pikirin mau dibawa kemana hubungan kita kedepannya. Loe udah bohong ma gue, gak nutup kemungkinan loe akan bohongin gue lagi. "ucap deva sambil menyeka air mata andini dan berlalu pergi.
" gak yank,, gue gak mau.....huhuhu. "balas andini.
Namun ketika deva ingin pergi lagi lagi andini mencegah dengan memegang tangan deva tapi tangan andini langsung di hempaskan deva.
" maafin gue din, untuk saat ini biarin gue sendiri dulu. Gue gak bermaksud kasar ma loe,tapi gue gak bisa bohong, kalo kali ini gue bener bener kecewa ma loe dan aldo. "batin deva sambil meninggalkan Cafe.
Andini yang sudah tidak sanggup berdiri kini duduk lemas sambil terus menangis.
Aldo yang melihat andini begitu kacau, berusaha mengejar deva.
" ben loe jagain andini dulu, biar gue kejar dev, ntar kalo dita udah dateng loe bawa andini kemana dulu, jangan bawa dia pulang dalam keadaan kacau gini, ntar pasti mama papanya curiga. "pinta aldo ke Beni.
" iya bro, buruan loe kejar dev, jangan lupa loe jelasin sejujur jujurnya jangan ada kebohongan lagi. "pesan Beni.
Kini aldo langsung mengejar deva dan ingin meminta maaf untuk semuanya.
Jangan lupa ya...
VOTE.. 😉😉
LIKE.. 😉😉
FAVORIT.. 😉😉